Thursday, January 9, 2014

Kepribadian sangunis biasanya sangat populer di lingkungan atau aktifitas sosialnya. Pribadi yang hangat, pandai bercerita dari berbagai sudut pandang dan disetiap ceritanya diselipi "rasa" yang khas. Bila ada dua orang yang satu sanguinis sementara yang lain bukan sanguinis, kemudian diperlihatkan pada satu peristiwa yang sama, maka cerita dua orang ini akan lain. Sang sangunis akan bercerita seolah-olah kejadian itu masih berlangsung, dikemas dalam sebuah cerita yang apik dan dibumbui dengan suasana hatinya, yang kusebut sebagai "rasa"
Begitu pula rerasan dua orang sanguinis siang kemaren menyisakan rasa yang mendalam dihati masing-masing. Aku gak tau, bilamana rasa itu datang. Tiba-tiba saja rasa itu muncul dan memenuhi hati dan kepalaku seharian. Jujur aku sendiri juga bingung, sebenarnya rasa ini cenderung sebagai rasa apa? sayang? cinta? kangen? atau hanya sebatas kedekatan sesaat menyebabkan rasa itu muncul. Kupikir gak perlu dijawab, toh rasa itu ada atau tidak ada nanti ujung-ujungnya juga akan sama. Ada batas pemisah diantara dua insan sesama sanguinis ini.
Rasa yang sedemikian kuat kupikir perlu untuk diungkapkan. Ini sebuah pilihan. Resikonya bisa tambah dekat, bisa bergerak menjauh tapi gak mungkin akan masih sama seperti hari-hari kemaren. Karena aku sendiri tidak tau apakah rasa itu juga menghampiri nya? apakah rasa ini juga singgah ke perasaanya? lalu aku bisa tau dari mana?
Ada beberapa pemikiran, sebagai seorang sanguinis, aku tau pasti bahwa klo aku tanya langsung pasti tidak mau menjawab. Klo ku sms pasti tidak dibalas dan dialihkan ke hal lain. Klo melalui pihak ketiga akan menimbulkan masalah. Maka kupilih jalan yang lebih cerdas yaitu memperhatikan bahasa non verbalnya. Itu langkah yang paling mudah untuk kulakukan, lalu bagaimana aku bisa perhatikan? sementara aku duduk di depan, dia di belakang?.... aku harus membuat langkah yang mudah , simpel dan efektif. Hmm tunggu cerita selanjutnya!

Ungkapan Isi Hati Wanita Muda Itu
Hujan rintik-rintik mengawal keberangkatanku. Hari ini ku berharap ada perubahan, ada perbedaan dalam menjalani tiap waktu. Asaku membumbung, membelah derasnya hujan ditengah perjalanan. Aku tak peduli apa kata orang, aku tak peduli apa dalam pandangan orang, yang pasti aku berniat belajar tentang semuanya. Belajar tentang akademis, belajar tentang hidup dan kehidupan dan belajar untuk menuliskan naskah hidupku di masa depan.
Aku rindu, aku kangen, aku berharap kembali ke masa lalu. Masa yang indah, belajar dan bermain dengan riang. Suasana yang akhir-akhir ini terasa menghilang dari hidupku. Aku ingin semuanya kembali terulang dalam bentuk dan suasana yang berbeda. Sungguh... aku bersungguh-sungguh, setelah ku mengenal seseorang, aku merasa ada kesempatan membuat sejarah, membuat prestasi, minimal bagi diriku sendiri.
Seseorang itu bagaikan kawanku sepermainan. Bercerita apa saja, tentang kampus, tentang kuliah, tentang pacar-pacarku, tentang sahabatku, juga tentang dia dan aku. Kadang aku merasa seseorang itu seperti temanku, di saat yang lain seperti kakakku dan di saat yang lain lagi seperti pacarku. Begitu pula hari ini, disaat rintik hujan belum juga reda, di saat rintik hujan itu terus deras membasahi bumi, aku merasa nyaman dengannya.
 
Kuberharap, hubungan ini terus terjaga. Walau aku sudah memutuskan tak berharap ada keajaiban, namun rasaku terus tumbuh, menjadi benang-benang lembut yang mengait satu dengan yang lain. Seperti sebuah bangunan yang mula-mula sederhana menjadi sebuah istana yang megah lengkap dengan perabotan dan penghuninya. Benang yang kadang berwarna hijau, penuh dengan harapan, kadang berwarna biru, penuh dengan kepimpinan, kadang berwarna merah, penuh dengan keberanian dan kadang berwarna putih, penuh dengan kesucian. Sesuci benih cinta kasih yang tidak harus diperbincangkan, namun bisa dirasakan oleh semua ciptaan Tuhan.
Begitulah perasaanku saat ini, kadang aku sadar bahwa ini bukan mimpi, namun diwaktu yang lain aku seperti tenggelam dalam gelombang, antara gunung dan laut, antara hutan dan padang pasir. entahlah.... biar waktu yang menjawab, tidak saat ini juga tidak esuk hari...

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata