Sunday, March 29, 2026

Cintaku Bersemi di Kota Lama (Part 2: Antara Rasa dan Batas)



 Senin pagi di Semarang terasa berbeda bagi Awan.

Bukan karena cuaca.
Tapi karena satu hal—statusnya dengan Sasa.

Kini, mereka bukan lagi sekadar mentor dan peserta magang.

Mereka… lebih dari itu.

Awal yang Canggung

Ruang kantor terasa sama. Meja, komputer, tumpukan laporan marketing—semuanya seperti biasa.

Tapi tidak dengan cara Awan dan Sasa saling memandang.

Cintaku Bersemi di Kota Lama

 

Sore itu, matahari mulai turun perlahan di langit Semarang.

Awan menatap layar laptopnya, tapi pikirannya tidak di sana.

Matanya sesekali melirik ke arah Sasa.

Mahasiswi magang itu duduk beberapa meja di seberangnya. Rambut hitam panjangnya tergerai rapi, kulitnya cerah, dan posturnya tinggi ramping—seperti model yang sering muncul di katalog fashion perusahaan tempat mereka bekerja.