Sunday, October 29, 2017

Jauh itu relatif katamu, aku setuju. Setelah berdebat panjang akhirnya kita menyepakati bahwa ukuran jauh bukan jarak bukan waktu. Di saat kita tidak bisa saling bertemu setiap hari maka itulah ukurannya dikatakan jauh. Kesepakatan unik yang kupikir sangat sulit di usulkan masuk arti kata dalam kamus besar bahasa indonesia. Namun itulah aku, itulah kamu dan itulah kita yang selalu menjalani hubungan yang sangat unik.

Keunikan hubungan yang kita wujudkan dalam jalinan rasa yang dalam. Jauh dari kata romantis, jauh dari kata mewah atau wah. justru hubungan kita sederhana klo gak bisa di bilang sangat sederhana. Hubungan jarak jauh yang selalu kesulitan mewujudkan kebersamaan dalam satu tempat dan satu waktu, Hubungan jarak jauh yang dijalani bertahun - tahun tanpa ada kata sepakat sampai kapan dan ujungnya kemana?
Banyak pasangan menjalin hubungan jarak jauh, namun selalu ada waktu untuk bertemu. Selalu ada waktu untuk melepas rindu. Banyak pasangan jarak jauh yang memang sudah berkomitmen dengan batasan tertentu. Batasan kemapanan, batasan waktu bahkan batasan kriteria yang jelas kapan akhir dari hubungan itu, maju atau mundur, putus atau berlanjut ke jenjang hubungan yang lebih tinggi.
Memang hubungan itu sebenarnya tidak mengenal jenjang seperti pendidikan sd,smp,sma dst. Namun kupikir kita mestinya memikirkan masa depan, memikirkan esuk hari. Dan setiap kita memikirkan tentang itu, ada kerinduan diantara kita untuk bertemu, untuk bercerita dan melepas rindu. Dan lagi lagi dan lagi kita adalah berdoa. Karena mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari jauh 


Tak terasa sudah lebih setahun kamu merantau. Di hari kita bertemu sebelum  berangkat, kamu berjanji akan selalu menuliskan suara kerinduanmu untukku dan begitu pula aku akan mengirimkan lagu rindu untukmu, wanita istimiwa yang menemaniku dalam segala kesulitan hidup, Bahkan kesulitan yang paling sulit selama ini pun kamu sanggup menemaniku bahkan mendampingiku dan memberikan dorongan semangat yang menyala - nyala.

Disaat sulit itulah komitmenmu tak diragukan lagi. Di saat sulit itulah aku mengetahui karaktermu yang sesungguhnya. Dan di saat sulit itulah aku mengetahui betapa mulianya hatimu. Sebagai seorang wanita muda, pengalamanmu sangat luas, daya pikirmu tajam dan hati nuranimu terasah dengan sempurna. Sungguh wanita ideal untuk mendampingi seorang lelaki lemah yang jauh dari kesempurnaan.
Disaat semua tertata dengan rapi, disaat hubungan kita begitu indah, disaat kebersamaan kita menghasilkan karya - karya kreatif, tiba-tiba engkau memutuskan untuk pergi. Keputusan yang sulit diterima oleh siapapun yang berada di posisiku, namun aku takin Tuhan mempunyai rencana lain. Tuhan menegur kita, Tuhan memberi jalan yang berbeda, Tuhan memberi cobaan pada kita. Pahit, sulit, terjal dan apapun itu akan kita jalani dengan senyum dan penuh rasa syukur. Itu kata-katamu terakhir yang membuat aku selalu merindukanmu. Kerinduan seorang laki-laki pada pasangannnya, kerinduan seorang laki-laki pada bumi. Maka kerinduanku adalah kerinduan bumi

Sejak berkenalan, kita sudah saling tahu klo hobinya sama yaitu naik gunung. Hingga hari - hari weekend kita selalu dipenuhi agenda naik gunung. Hampir setiap naik gunung kita bercerita tentang segala kegundahan hati, persoalan kuliah dan kerjaan, namun setiap akhir pekan kita terus bercerita hal yang berbeda- beda seakan tak ada habisnya.

Kebiasaan bercerita menjadikan kita seperti belajar menulis cerita, sedangkan kebiasaan mendengarkan pasangan yang bercerita menjadikan kita seperti belajar memahami sehingga bersama-sama kita menjadi pembicara dan pendegar yang baik. Beberapa cerita kuangkat dalam tulisan pendek, walau tak menarik untuk orang lain, setidaknya bagiku sudah cukup menarik. Sedangkan kepandaian kita mendengar kujadikan bekal untuk mendampingi para anak-anakku yang membutuhkan perhatian, tempat curahan hati dan juga arahan agar mereka berjelan diatas rel, tidak menyimpang ke arah yang salah.
Namun sudah sebulan ini, aku tidak lagi mendengar suaramu yang manja. Cerita yang keluar dari bibirmu tak ada lagi, ekspresi wajah dan gerakan non verbalmu lenyap seiring dengan kepergiaanmu yang tanpa kabar. Aku meyakini bahwa kamupun merasa kehilangan kebersamaan kita hingga aku meyakini bahwa kita saling merindukan kebersamaan di gunung lagi.
Tentu aku memahami alasanmu menghilang, jarak yang memisahkan diantara kita sangat sulit untuk diperjuangkan. Jurang pemisah yang begitu luas dan dalam menjadikan semangatmu patah sebelum mencoba. Namun aku menyadari bahwa kamu akan selalu di hatiku, selalu menemaniku dan selalu mendoakanku. Karena aku meyakini bahwa doamu adalah pelukan mesramu dari kejauhan.

Friday, October 27, 2017

Perkenalan yang begitu singkat menyisakan kesan yang mendalam diantara kita. Belum sampai berpisah 1 jam sejak perkenalan itu kita sudah berbalas sms lebih dari 20 kali. Itu artinya kita berbalas sms 1 kali dalam 3 detik. Sms perkenalan yang semakin menambah kesan diantara kita masing - masing.
Sejujurnya aku tidak tahu, mengapa kesan itu begitu mendalam. Posturmu kecil, wajahmu biasa saja tiada yang istimiwa, baju yang kamu kenakan jauh dari feysionabel...semua biasa tak ada yang unik. Namun jari-jari tanganku terus menari-nari diatas keypad handpone membalas sms mu. Iya sms mu karena saat itu belum ada whatshap, belum model bbm, masih menggunakan hp jadul yang menyediakan aplikasi untuk telpon dan sms doang.
Pembicaraan melalui sms itu terus berlanjut hari demi hari, bulan demi bulan dengan sesekali telpon untuk sekedar melepas kangen suara masing -masing. Komunikasi yang berujung pada janjian untuk bertemu lagi, untuk ngobrol secara langsung bertatap muka, untuk melanjutkan cerita via sms yang tentu ada keterbatasan-keterbatasan.
Simpang Lima Semarang adalah pilihan kita sebagai tempat "kencan pertama". Mengapa simpang lima? saat itu kita becanda,"siapa tahu ada yang menulis dijadikan novel, lalu di filmkan seperti menara eifel". Tentu candaan yang tiada juntrungnya, hanya sekedar untuk memantapkan hati bahwa simpang lima adalah pilihan yang tepat untuk momen yang istimewa.
Saat yang kita nanti-nantikan akhinya tiba, tanggal tiga puluh satu desember malam satu januari. Aku sengaja mengenakan baju identitasku sebagai pendaki yaitu celana lapangan hitam dan baju flanel kotak-kotak merah hitam, sementara kamu... wow ***???? Se akan aku tak mengenalimu. Bagaikan bidadari turun dari langit, semua yang kamu kenakan sangat indah, kamu begitu anggun, begitu istimiwa. Aku hanya diam tak sanggup berkata - kata ketika sedetik kemudian kau menyalamiku dengan senyum menghiasi bibirmu.
Pertemuan ini begitu berarti bagi kita untuk saling mengenal dan mendekatkan diri. Entah berapa judul kau ceritakan tentang kisahmu, dan aku mendengarkan dengan seksama. Sama sekali aku tidak berbalas cerita karena semua yang kau certakan adalah tentangku, iya tentangku. Tak kuduga segala gerak - gerikku semasa jadi aktifis mahasiswa kau tahu semua. Segala aktifitasku memotivasi anak-anak muda kau paham segalanya. Bahkan visi midi hidupku, kau mampu menerjemahkannya dengan sangat gamblang. Kau mengetahui tentangku jauh lebih banyak daripada aku mengerti tentangku sendiri.
Pertemuan yang seperti tiada akhir. Pergantian tahun telah lewat dan pengunjung simpang lima sudah beranjak pulang satu demi satu. Tapi kamu terus bercerita, menumpahkan segala kesanmu tentangku bak banjir bandang di musim hujan. Aku tak ingin memotong cerita walau hanya sekedar mengajak beralih tempat hingga simpang lima benar-benar menjadi sepi dan hening. Barulah kamu sadar bahwa semua tontonan peringatan tahun baru sudah berakhir, semua penontonnya pun sudah lenyap kembali ke rumah masing-masing. Lalu kau mengajakku masuk ke mobil, lalu mendekapku erat -erat sampai tertidur... iya kamu tertidur di dekapanku bersama mimpi - mimpi indahmu...

Wednesday, October 25, 2017

1. Spa Batak
“Tumbuh-tumbuhan adalah sumber kehidupan dan kesehatan”
“Daun-daunan itu kehidupan dan itu juga obat”
“Doa itu adalah bicara Tuhan dan Tuan itu berbicara lewat doa kita”

2. Spa Minang

3. Spa Betawi
•Perawatan Kesehatan  & Kecantikan terkait keseimbangan dengan  Alam dan berpusat
kepada Tuhan YME
•Semua perawatan Betawi disertai doa dari awal hingga akhir perawatan
•Cahaya Bidadari terpancar pada pelanggan yang melakukan perawatan

4.  Spa Banjar
Spa Banjar atau Batimung terinspirasi dari kisah legenda kecantikan Putri Junjung Buih (HSU/amuntai), yang muncul dengan pesona kecantikannya dari pusaran air yang berbuih dan disambut dengan kain kuning.  
Kecantikan Putri Junjung Buih mempesona pria bernama Lambung Mangkurat yang pada saat itu sedang bertapa.

Pada saat belajar tentang jenis dan asal spa ini, terbersit ide membuat organisasi yang akan mengembangkan spa peranakan , dimana konon menurut sejarah berasal dari semarang. Maka pada tahun 2018 terbentuklah assera asosiasi spa sehat semarang.




Tuesday, October 24, 2017

Pengembangan Potensi Spa Indonesia sebagai Destinasi budaya memiliki beberapa
latar belakang sebagai berikut :

       Spa Tradisional Indonesia >> modal & identitas budaya (National Cultural Identity), yg digali & dikembangkan dari unsur2 budaya Indonesia.
       Spa Tradisional Indonesia>> fenomena localization,mengembangkan unsur2 kekayaan tradisi budaya  lokal yg unik, khas & otentik sebagai destinasi utama pariwisata Spa dunia.
        Spa  Tradisional Indonesia, bagian tak terpisahkan dalam siklus kehidupan & perkembangan manusia:  proses kelahiran, tumbuh-kembang bayi & anak, haid, perawatan pra-perkawinan, kehamilan, menopause, post menopause. 


Spa Tradisional Indonesia dalam wujud 3 kebudayaan :
       ASPEK NILAI & FILOSOFI: “back to nature” & ramah lingkungan;  tabu, mitos, simbolisme ttg kecantikan (luar & dalam), kebugaran & kesehatan, kebahagiaan, panjang umur, nilai  ttg keunggulan/manfaat.
       Proses & Aktivitas Bersama: proses penanaman herbal, pengolahan bahan baku, pendidikan terapis, proses pelayanan, pengembangan profesi herbalist & Spa therapies, peracik jamu, dll.  
       Aspek hasil Karya: bahan baku flora fauna, ramuan, rempah2, aroma terapi, herbal drinks, lulur, mangir, minyak pijat, batu, steam, peralatan, kain,  musik, desain interior ruang, dll.

Kekuatan Potensi Spa Indonesia :
       Bagian dari tradisi budaya untuk berbagai kepentingan, antara lain: perawatan kecantikan, kebugaran & kesehatan, keharmonisan pasangan suami-isteri, perawatan calon pengantin,  perawatan pasca melahirkan, juga terkait dengan tumbuh kembang anak dari  dalam kandungan s/d remaja.
       Memiliki proses & metode yg otentik, unik & khas melalui: cara memijat, penggunaan dan teknik membalur ramuan ke tubuh, penggunaan air, mandi uap & penggunaan unsur lokal.

-paparan dari bu Yulia 



Sedih mendengar kabar teman - teman terbaik mulai berguguran satu per satu. Tuhan telah menentukan garis takdirnya, manusia hanya bisa berusaha dan menerima hasilnya, apapun kehendak Tuhan.
Mereka adalah putra - putra daerah terbaik, hasil seleksi seluruh nusantara pada tahun 1990 di panda masing - masing dari aceh sampai papua dan berkumpul menjadi satu korps di SMA Taruna Nusantara Magelang Angkatan 1.
Mereka adalah anak-anak muda yang pada jamannya membawa asa dan ambisi melebihi teman se usianya, belajar, bekerja dan berjuang demi masa depan masyarakat, bangsa dan negara.
Meraka adalah sahabat - sahabat terbaik dalam suka dan duka satu asrama menuntaskan kawah candra dimuka di lereng tidar magelang.
Mereka akan tetap dikenang selamanya oleh karena kemuliaan jiwa dan visinya untuk negara. Selamat jalan Kawan dan Sahabat Terbaikku!


Belum lengkap rasanya ke Kota Semarang klo belum selfie di Tugu Muda. Monumen pertempuran 5 hari di Semarang mengusir penjajah yang saat ini menjadi salah satu icon kota semarang. Selain bernilai sejarah, tugu muda juga berada dikawasan pariwisata yang ramai dikunjungi terintegrasi dengan Lawangsewu. Gereja katedral, Museum Mandala Bakti, Gedung Perdamaian dan juga kampung pelangi yang saat ini lagi ngehits sampai mancanegara.

Perkenalanku dengan gadis ayu itu berawal dari tugu muda. Gadis peranakan berparas cantik, berkulit putih dan berambut pirang. Sekilas memandang tak ada perbedaan dengan gadis-gadis peranakan yang lain, namun bila semakin lama dipandang akan muncul daya magnet luar biasa yang membuat kita tertarik padanya.

Awal mula pasti kebingungan, apa gerangan yang menarik dari gadis peranakan satu ini. Sampai aku dapat menyimpulkan bahwa matanya indah, dan wajahnya yang bulat  mengingatkanku pada bulan purnama. Maka aku panggil dia,"wulandari". Berasal dari  bahasa jawa yang berarti bulan purnama. Nama yang pas dan pantas untuk seorang gadis peranakan se cantik dia.

Sengaja memilihkan untuknya nama jawa walaupun berwajah china agar mengingatkanku bahwa dia adalah simbol percampuran 2 etnis, sekaligus akulturasi budaya yang sangat kental bernuansa wisata. Wajar saja dasar filosofis itu digunakan karena wisata selalu butuh "story telling" dan bila belum ada ceritanya bisa dibuat "story making" nya.

Setiap hari aku membahas tentangnya, setiap saat aku ingin bersamanya. Wulandari muda yang kukenal 5 tahun lalu, kini telah tumbuh dewasa dan matang untuk ukuran seusianya. Semua bagian tubuhnya menarik untuk di pandang, semua perilakunya menarik untuk diperhatikan dan kepribadiannya sangat menarik untuk dipahami. Semakin aku membahas wulandari, aku semakin merasa tertarik untuk mengenalinya dan semakin mengenalinya.

Hingga suatu ketika aku merasa kehilangan...
Tak kulihat lagi wajah bulatnya, matanya yang bening berbinar ..
tak kujumpai lagi gerak gerik lincah manjanya
tak kutemukan lagi keberadaannya..


ternyata aku hanya bermimpi sesaat :)

Monday, October 23, 2017

Bagi pecinta kuliner yang berkunjung ke Kota Semarang, rasanya tak lengkap klo belum berkeunjung ke 10 Destinasi wisata kuliner berikut : 

1.  Ayam Bakar Primarasa
     Jl. Jend. Sudirman Kpg. Barusari, Semarang  +62 24 7606443
2.. Spiegel Bar & Bistro, 
     Jl. Letnan Jenderal Suprapto 34 | Kota Lama, Semarang, +62 24 3580049
3.  Trattoria Semarang, 
     Jl. Gajahmada no. 146 | The Vee Building Lt.1, Semarang   +62 24 3548333
4.. Loenpia Gang Lombok, 
     Gang Lombok no. 11 Kranggan |Pecinan, Semarang +62 877-7736-6963
5. Warung Asem-Asem Koh Liem, 
     Jl. Karang Anyar 28/C-4, Genuk | Ruko Baru, Semarang, (024) 565 628
6.  Kampung Laut, Puri Maerokoco 
     Jalan | Puri Anjasmoro, Semarang  +62 24 7617289
7.  Goodfellas Resto & Bar, 
     Jln. Gajahmungkur Selatan No. 11, Semarang  +62 24 76920990
8.  KOENOKOENI, 
     Jln. Ngaglik Baru, Semarang  +62 24 8415454
9.  The Tavern, 
     Jln. Rinjani, Semarang +62 24 8503099
10. Soto Ayam Bokoran Semarang, 
      Jl. Plampitan no. 55, Semarang +62 24 3567402

Sunday, October 22, 2017

"ini bukan semacam cinta satu malam berubah menjadi cinta satu jam an, lebih dari itu ini adalah usaha untuk mendapatkan fakta tentang kepalsuan cinta. Ketika kata cinta  diartikan sebagai uang belaka, disanalah benih - benih kepalsuan cinta mulai bersemi..."


Menjalin hubungan asmara memang unik. setiap pasangan memiliki cara dan kebiasaan yang khas untuk merawat rasa cinta pasangannya. Berbagai teori belum tentu berguna ketika yang diteorikan tentang hati,tentang rasa dan  perasaan. Para ahli boleh mengklaim teorinya yang paling baik, paling valid dan paling rekomended untuk dijadikan acuan, namun sekali lagi itu hanya diatas kertas. Rasa tidak bisa dipaksanakan, tidak bisa di prediksi bahkan rasa sulit untuk di ukur kedalamannya.

Rasanya tidak percaya ketika kita mendengar pasangan yang menikah bisa bertahan bertahun - tahun bahkan diceraikan oleh maut, padahal hanya pacaran seminggu atau sebulan bahkan ada yng dijodohkan orang tuanya. Disisi lain kita juga akan sangat terkejut ketika pasangan yang sebelum menikah pacaran bertahun - tahun, namun ketika sudah menjalin pernikahan hanya bertahun seumur jagung. Inilah misteri hubungan asmara, hubungan rasa, hubungan cinta yang sulit untuk dipecahkan rumusnya.

Bulan ini aku berkesempatan untuk riset sederhana ketika seorang gadis abg yang belum genap 20 tahun setiap hari menghubungiku, memberi perhatian yang lebih dan bahkan selalu mengajakku bertemu. Walaupun aku mengenalnya sudah lebih dari setahun, namun belum bisa dikatakan kenal, karena siapa nama aslinya, asal usul dan latar belakangnya, profesinya dan seterusnya aku belum mengetahuinya.

Tak mengapalah aku mencoba untuk belajar memahami motif atau minat dari gadis kecil ini. Sehingga ketika sedang libur aku berkesempatan untuk menemuinya disebuah tempat nongkrong anak muda. Dan aku terkejut ketika aku disambut dengan pelukan, ciuman pipi yang hangat dan panggilan sayang... wow.

Duduk, pesan makanan dan ngobrol ngalor ngidul satu jam an, aku mulai mengerti bahwa hubungan yang dimaksud gadus abg iini bukan cinta sesungguhnya, bukan cinta satu malam. Tapi cinta palsu untuk menjaring pria ke dalam pelukanya dalam jangka waktu tertentu dengan harapan imbalan uang, walaupun tidak secara lugas dikatakan. Keiginan untuk sesering mungkin bertemu, untuk melayani diluar pekerjaan, untuk dibawa ke suatu tempat yang indag dan yang paling kentara adalah sentilan soal uang jajan dan uang dandan :)

Aku masih waras, secantik apapun, semuda apapun, seseksi apapun gadis abg itu, aku tak berminat mengikuti jalan ceritanya. Semua hanya cerita indah tak berwujud dan semua hanya benih - benih kepalsuan cinta yang kekinian...

Saturday, October 21, 2017

"Semua keceriaan itu telah lenyap, tak ada yang tersisa. Kini cintaku tak ber tuan, tak ada yang memiliki. Kini hatiku kosong,  jiwaku sepi berkepanjangan,  dan semua itu karena kisah rumit yang tak berujung ..."


Cinta itu artinya percaya. Saling mencintai berarti saling mempercayai. Bila kepercayaan itu mulai menipis, dapat dikatakan cinta mulai menipis. Bisa jadi cinta berubah rasa menjadi posesif atau ada cinta lain yang menggerogoti hingga sebagian demi sebagian lenyap berganti tuan.

Tentu kita semua sepakat bahwa cinta itu gairah. Hidup tanpa cinta ibarat makan tak selera. Semua hambar, semua hanya sekedar menjalani. Tak ada emosi, tak ada luapan rasa menggelora yang menghidupkan suasana.

Cinta perlu diperjuangkan. Tanpa perjuangan, cinta seperti pemberian cuma-cuma yang dalam sekejap tak berasa dan tak dirasakan oleh tuan nya. Maka cinta adalah perjuangan dimana perjuangan cinta butuh waktu, energi dan perhatian hingga menemukan tuan nya

Kini kepercayaan, gairah dan perjuangan itu telah lenyap. Tak ada keceriaan, tak ada perhatian, tak ada pelukan hangat dan tak ada senyuman lebar mengembang. Cintaku tak bertuan, masih ada tetapi tak berasa. 

Semua itu akibat kisah rumit tak berujung, Kebohongan menghilangkan rasa percaya, penghianatan melenyapkan gairah yang berakibat penderitaan yang melupakan masa masa perjuangan.

Saatnya memilih, menikmati cinta tak bertuan yang sepi berkepanjangan atau mengalihkan cinta ke tuan yang lain atau mentransformasi cinta dalam bentuk karya nyata untuk masyarakat, bangsa dan negara?

"Tak begitu jelas apa yang kamu katakan, bisikan lirih itulah pertama kali kau ungkapkan perasaanmu. Tak banyak saksi yang mendegar kecuali pepohonan dan binatang liar di lereng merbabu. Kini cintamu telah pergi, perhatianmu, sayangmu dan senyumanmu tak lagi dapat kurasakan dan kunikmati..."

Mengenangmu adalah hal terindah yang dapat kulakukan kini. Berbagai memori sejak bertemu pertama kali sangat jelas tertanam di hatiku yang paling dalam, Sebuah perkenalan  unik yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama. Tidak aneh kalo sejak pertemuan itu aku selalu berusaha mencari informasi tentangmu, mencari strategi bagaimana dapat berbincang denganmu dan tak kalah pentingnya adalah mencari cara agar mendapat kesempatan menyatakan isi hatiku padamu.

Tak banyak yang mengatakan kamu cantik, karena faktanya kulitmu hitam, matamu ekonomis dan hidungmu minimalis. Namun bagiku kombinasi mata, hidung, kulit dan rambut panjangmu itu menimbulkan pesona wanita jawa. Wanita yang menjadi idaman setiap lelaki pada jaman kerajaan-kerajaan nusantara lama. Wanita yang menjadi simbol kebahagiaan rumah tangga para pujangga cinta pada jamannya.

Umurku tak terlalu muda, namun juga tidak terlalu tua bagi wanita se umuranmu. Dapat dibilang pas sebagai figur pembimbing dan penuntun pasangannya. Tak heran sikapku diam-diam yang selalu memperhatikanmu, kau jawab dengan bahasa tubuh menerima kehadiranku. Dan ketika kesempatan itu tiba, aku mengungkapkan kekaguman dan perhatianku padamu di lereng gunung merbabu.

Sepersekian detik kamu tampak kaget, sepersekian detik kemudian wajahmu berbinar dan senyum lebarmu menandakan kamu menerimaku dengan sepenuh hati walau belum kau ucapkan. Dan ketika aku minta menjawab dengan kata-kata, hanya bisikan lirih yang keluar sambil tersipu malu dan tak lama kemudian bersembunyi dalam dekapanku. Kita berpelukan lama dalam keheningan, disaksikan pohon-pohon dan burung hutan di lereng merbabu. Mulai saat itulah.. syair dan catatan harian yang indah menghiasi hari - hariku hingga kemaren.

Kini hatimu telah pergi, tak ada lagi kata-kata lembut menyapaku setiap pagi, tiada suaramu yang merdu menghiburku di lereng pegunungan saat ku terluka dan tak ada seorang wanita jawa yang selalu menyemangati disaat ku jatuh. 

Walaupun kau pergi aku tak dendam, walaupun kau menyakiti tapi aku tak ingin membalasnya. Aku masih ingin mengenang cintamu untuk selamanya. aku masih ingin mengenang memori indah hari-hari kita bersama. Aku masih ingin menikmati pagi sendirian di lereng pegunungan sambil menikmati kopi hangat, seakan kau hadir menemaniku di sana. Kukenang cintamu tuk selamanya, kunikmati desiran lembut di dada ini sampai kemudian menghilang dengan sendirinya.

Lereng Ungaran 13.11.16





Saturday, October 14, 2017


aku yakin mas bisa jd terbaik di bidang sekarang atau di bidang yang mas minati..ini bukan asal omong atau basa basi...(aku gak suka pencitraan😜) krn awal dulu aku kenal mas..aku tau betul mas bisa diandalkan..👍👍

aku kenal mas dlm banyak sisi..sebagai mas ...sebagai pae..sebagai anak laki laki dan kakak buat adik adiknya..sebagai penguin ndut hahaha...(yg terakhir ini becanda...)

dari chatting...aku punya penilaian awal. trs ketemu ternyata penilaianku bener...bisa diandalkan👍👍 top lah pokoknya..meskipun ada kekurangan itu manusiawi bgt. mana ada manusia yg sempurna

aku berani cerita ke bapak ibuku..pdhal pacaran aja nggak😜😜 kacau dah anak perempuan nya..

pastinya bapak punya kriteria yg blaa..blaa..blaaa kalo anaknya mau deket sama seseorang. tp aku gak peduli😜 krn aku gak lihat macem macem..aku cuma lihat kemampuan nya sbg laki laki menghadapi masa depan..menghadapi kehidupan. krn itu penting.

banyaklah kesan ttg mas..☺️ bersyukur aja dpt kesempatan dekat sebentar meski stlh itu mas menjauh. pasti mas juga punya pertimbangan..

itu yg bikin aku membuang gelar ningrat di awal namaku...krn aku merasa nggak ikutan ningrat. siapa yg kaya? bapak ibuku org biasa..gak kaya kaya bgt heheheee...bukan pejabat..cuma biasalah org tua punya syarat panjang. tp kalo udah liat kegigihan anaknya milih calon suami yaa kalah😂😂 tp untuk kasus ku...aku kalah. aku nyerah sama pilihan bapak

mata dan hati ini melihat mas yg dulu bekerja di ****net kalo gak salah yaa, yang jd apa itu istilah nya di ****** *****, yang kuliah sambil bekerja, berusaha mandiri, yang sayang sama org tua, berusaha untuk kesembuhan ibunya..mungkin masihbanyak yg lain nya gak bisa disebut satu satu. buat ku ini nilai plus plus..miskin? nggak. hati mas kaya..

Susah mau nulis apa..Demi Allah aku gak mikir kaya miskin. siap siap aja kalo diajak susah selama bisa berkomitmen..

sekarang..jgn bilang miskin lagi..jgn suka minder sama perempuan. kalo pengen punya kekasih lagi..KPK kayak di pohon hahahaa.

ah coba kalo mas tau yg sebenar-benarnya perasaan ini..mungkin mas gak akan menjauh dulu. aku yaa nggak cuma mikir cinta, hal hal lain misal kemampuan scr ekonomi pasti terpikir juga..tp gak tau knp saat itu aku yakin aja. meskipun ujung nya aku ditinggal heheheeee.

aku yakin mas bisa jd terbaik di bidang sekarang atau di bidang yang mas minati..ini bukan asal omong atau basa basi...(aku gak suka pencitraan😜) krn awal dulu aku kenal mas..aku tau betul mas bisa diandalkan..👍👍



Friday, October 13, 2017


Mengarang itu gampang adalah buku tentang menulis yang pertama kali kubaca dan memberikan dorongan, semangat dan motivasi untuk memulai menulis. Di dalam buku itu secara detail bagaimana cara mencari ide, menuangkan dalam bentuk tulisan dan membahasnya secara dalam tentang ide yang akan ditulis dijelaskan oleh pengarangnya yaitu bang Arswendo Atmowiloto.

Bang Arswendo memang salah satu pengarang yang menurutku hebat, karya fiksinya banyak yang nge hits, karya non fiksinya pun banyak penggemarnya termasuk saya. Beberapa buku karangan beliau yang sangat melegenda adalah #canting #senopatipamungkas dan #tembangtanahair

Selanjutnya bang wendo juga memberikan gambaran bahwa mengarang itu bisa dilakukan anak-anak, remaja, orang tua dan bahkan pensiunan. Seperti naik sepeda atau berenang, sekali menguasai bisa seterusnya. Tak akan lupa atau menjadi tidak bisa. Yang diperlukan hanyalah mengenal unsur-unsur dalam mengarang : ide atau ilham, cara menyusun, menggambarkan tokoh. Selebihnya latihan. Rasanya asal bukan buta huruf total, semua orang bisa mengarang. Begitu pendapat bang wendo.

Mengarang ternyata semudah membaca. Coba Sekarang Juga!




Ibuku selalu memberiku makan dengan menu yang berbeda-beda, walaupun hanya sayur-sayuran dan sepotong tempe atau tahu, namun sayur dan cara memasaknya selalu bervariasi. Kadang sayur daun pohong, daun pepaya, kubis, sawi, kenikir dll. Namun ada sayur yang aku tidak mau makan, namanya sayur buncis.

Ibu selalu mendidik dengan keras, semua masakan yan beliau sediakan harus dimakan, alasannya :
1. Tidak setiap orang mampu makan nasi dan sayur apalagi lauk.
2. Selama sayuran itu tidak beracun atau membuat sakit, maka harus dimakan

.Dua alasan yang masuk akal, ditengah kemiskinan yang menimpa kami. Ibu harus membagi-bagi uang belanja dengan berbagai urusan, mulai dari sekedar makan 3 kali sehari, beli sayur sampai biaya sekolah anak-anaknya dan biaya kuliah adik-adiknya. Jadi wajar klo beliau marah bila masakan yang disediakan dengan susah payah gak dimakan anaknya.
Oleh karena itu, bila ada anaknya gak mau makan salah satu sayur, maka ibu akan memasak sayur itu selama berminggu minggu bahkan kalau perlu satu bulan tidak ganti menu. Dan khusus untuk aku adalah sayur buncis, karena menurutku baunya langu dan gak sesuai seleraku. Namun karena ibuku memasaknya berulang-ulang setiap hari, maka akhirnya aku mau makan juga, soalnya lapar juga klo gak makan sayur itu.
Bahkan di akhir-akhir aku smp, sayur buncis yang dimasak oseng-oseng (pedes dan gak pakai kuah) menjadi sayur favoritku, syaratnya cara masaknya dan yang memasak harus IbUKU.
Selamat jalan ibunda, kenangan-kenangan terindah bersamamu selalu kuingat dan tak terlupakan. Semoga engkau bahagia di SANA

Thursday, October 12, 2017

Agar dapat bersaing dalam hidup, seorang harus mengetahui dan mengenali diri sendiri. Salah satunya apakah kita seorang high achiever atau hanya biasa-biasa saja. Berikut adalah ciri-ciri seseorang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi atau high achiever :
1. Menyukai tantangan dan tanggung jawab dalam pekerjaan.
2. Menginginkan feedback ( umpan balik) yang konkret misalnya penghargaan atau kritik membangun.
3. Lebih menyukai pekerjaan personal daripada group.
4. Suka mengambil resiko yang sedang atau moderate
5. Bersifat perfelsionis atau sesempurna mungkin.
6. Senantiasa menentukan targat dan sasaran dalam aktifitas.
7. Terbuka terhadap iklim persaingan dan konflik, seringkali bahkan mencarinya.
8. Tidak suka lama-lama berada dalam pembicaraan, situasi atau aktifitas yang tidak jelas arah dan tujuannya.
9. memiliki Locus of Control Internal ( LOCI)

tulisan ini sebagai catatan pembelajaranku :)

Saturday, October 7, 2017


Museum yang ada di Kota Semarang :
1. Museum Rangga Warsito
    Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1 Semarang Barat

2. Museum Jamu Jago
    Jl. Setiabudi No. 179 Semarang Banyumanik

3. Museum Mandala Bhakti
    Komplek Bunderan Tugu Muda Semarang

4. Museum Jamu Nyonya Meneer
   Jl. Raya Kaligawe Km. 4 Semarang

5. Museum Rekor Indonesia (MURI)
   Jl. Perintis Kemerdekaan 275 Semarang

6. Musem Sejarah Kereta Api Semarang
   Gedung Lawangsewu Komlek Bunderan Tugu Muda Semarang

7. Museum Sejarah Perkembangan Islam
    Kompek Masjid Agung Jawa Tengah Jl. Gajah Raya Semarang

8, Museum POLRI
    Komplek Akademi Kepolisian Semarang



Berhadapan dengan anak muda selalu menimbulkan sensasi yang lebih dan luar biasa. Kaya ide, gagasan yang melimpah, serta energi yang meluap - luap adalah ciri khas yang melekat dan menjadi karakter mereka. Ide - ide itu kadang-kadang orisinil dan tak terpikirkan oleh kita, sementara gagasan-gagasan yang muncul lebih kepada kekayaan membaca literatur atau buku referensi yang berbobot. Tentang besarnya energi tentu tidak perlu diperdebatkan lagi.

Mempunyai ciri yang khas seperti diatas bukan berarti menghadapi mereka bisa apa adanya, karena setiap pribadi tetap mempunyai karakter yang berbeda, yang unik dan dapat membedakan satu dengan yang lain. Yang satu ceriwis bagai orator pejuang di siang bolong, yang satunya pendiem bagai es batu dalam kulkas. Yang lainnya pemikir yang cermat dan teliti, yang lainnya lagi si ceroboh yang selalu terburu - buru dan tidak fokus begitu seterusnya yang membedakan satu dengan yang lain.

Untuk itu diperlukan kemampuan membaca karakter dari tiap anak muda yang akan kita hadapi sebelum meutuskan bagaimana cara menghadapinya. Oh iya... berhadapan disini bukan berarti konflik, debat atau konfrontasi lo ya, tapi menghadapi dalam arti berkomunikasi, mendidik dan membimbing mereka yang muda yang menurutku sangat banyak potensi yang dapat digali.

Maka strategi menghadapi anak muda yang dimaksud adalah bagaimana cara memunculkan potensi anak muda yang masih tersimpan dan belum tergali menjadi suatu kemampuan yang unik dan merupakan keunggulan satu pribadi dibanding pribadi yang lain. Inilah tantangan kita sebagai orang tua, di tuakan atau menjadi panutan mereka. (bersambung)

Foto Bersama  SPG dan Terapis Elysium Spa Semarang


Foto Bersama SPG Inul Vista Mugas Semarang

Foto Bersama SPG Vsix Karaoke Semarang

Apakah dengan aktif di dunia hiburan tidak berlawanan dengan visi pae? (anak 1)
Pae Sekarang beda, dulu mengajarkan kita untuk sembuh dari dunia hiburan, mengapa sekarang justru masuk ke dalam dunia hiburan? (anak 2)
Apakah Pae sudah memikirkan masak-masak bahwa keaktifan Pae di dunia hiburan akan menurunkan citra Pae dimata Anak-anakmu? (anak 3)

Pak Karis sekarang suka karaoke? massage? dugem? (sahabat 1)
Sejak kapan pak karis terjun di dunia hiburan? yakin sudah dipikirkan resikonya? (sahabat 2)
Bukankah dunia hiburan bukan duniamu bang, sejak kapan berubah? (sahabat 3)

Banyak pertanyaan dibenak mereka anak-anak, kolega, sahabat dan juga orang-orang yang mengenalku. Mungkin kasus ini mirip awal tahun 2000 dimana banyak pertanyaan besar dikalangan teman kuliah dan para sahabat pendaki gunung
Kemana saja gak pernah kuliah, ngurusi anak-anakmu yang gak jelas itu?
Kamu bela-belain gak lulus kuliah hanya ngurusin anak orang?
Buat apa kamu ngurusin anak-anak kesasar, hamil diluar nikah, suka mabuk2an? 

Waktu itu aku menjawab, " tunggu beberapa waktu.... kalian akan melihat apa yang kulakukan!"
dan saat ini jawabanku kurang lebih sama. Bersabarlah dan tunggu apa yang akan terjadi dengan dunia pariwisata kota semarang khususnya dunia hiburan. ok?


Thursday, October 5, 2017

“Komitmen Gubernur, Bupati, dan Walikota itu menentukan 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata.”
Indonesia Incorporated selalu menjadi mantra yang magis ketika kita bicara pembangunan sektor pariwisata. Tanpa kolaborasi dan sinergi pentahelix antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media, pariwisata kita hanya akan berjalan di tempat. Dukungan penuh seluruh stakeholder tersebut akan memberikan akselerasi yang luar biasa pada pariwisata kita. Diperlukan dukungan dan komitmen penuh terutama para CEO atau leader dari berbagai pemangku kepentingan tersebut untuk memajukan pariwisata.

Ketika menghadiri forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit di Bangkok April lalu, saya memaparkan bahwa key success factor kemajuan pariwisata Indonesia adalah CEO Commitment. Keberpihakan Presiden Joko Widodo untuk sektor pariwisata itu paling penting.
Komitmen Presiden
Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector atau sektor unggulan pembangunan. Pariwisata dijadikan sebagai sektor prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. Bahkan, pariwisata dijadikan core economy bagi Republik ini ke depan, karena komoditas yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dengan share economy, dan performance setiap tahunnya menanjak, hanya pariwisata. Minyak dan gas bumi, batu bara, kelapa sawit terus merosot.
Dengan komitmen Presiden tersebut, maka seluruh Kementerian dan Lembaga mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama di sepuluh destinasi prioritas yang biasa kita sebut dengan istilah sepuluh “Bali Baru”.
Di pusat, pariwisata sudah menjadi leader di beberapa program yang menyangkut infrastruktur, transportasi, BUMN, Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Apa saja yang diputuskan presiden langsung ditindaklanjuti di level kementerian secara incorporated. Inilah yang juga harus terjadi di daerah, terutama yang punya potensi wisata, dan sudah menempatkan diri sebagai destinasi wisata. Apakah masih ragu? Sehingga enggan melangkah?
Kita patut bangga dengan komitmen Presiden pada pariwisata. Presiden Jokowi terus mendorong upaya untuk memoles destinasi wisata unggulan di Indonesia. Presiden sendiri yang turun menjadi endorser terhebat pariwisata kita. Sehingga semuanya menjadi jauh lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik,
Berkat komitmen penuh dari Presiden, untuk memudahkan wisatawan mancanegara masuk Indonesia, pemerintah telah menyediakan fasilitas bebas visa. Kita telah memfasilitasi 169 negara sebagai penerima bebas visa, dari semula hanya 15 negara. Dampak kebijakan ini sangat kita rasakan manfaatnya. Tahun pertama sejak pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan itu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia naik dramatik, mencapai 20%.
Karena itu harus ada spirit Indonesia Incorporated. Negara ini hanya akan dapat memenangkan persaingan di tingkat regional dan global apabila seluruh Kementerian/Lembaga sampai ke CEO Commitment daerah yang ada bersatu-padu untuk fokus mendukung core business yang telah ditetapkan.
Komitmen Daerah
Untuk membangun sebuah destinasi wisata, harus diperhatikan 3A. Bagaimana dengan Atraksi Pariwisata yang akan dikembangkan? Bagaimana kesiapan Akses? Dan dukungan Amenitas-nya? Kalau itu sudah kuat semua, masih ada satu lagi yang 50% paling menentukan sukses tidaknya sebuah program, yakni track record CEO Commitment-nya. Bagaimana pimpinan daerahnya dari Gubernur, Bupati dan Walikota? Apakah mereka benar-benar serius dan konkret dalam membangun daerah dengan pendekatan pariwisata.
Peran CEO atau Gubernur, Bupati, Walikota, itu menentukan 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata. Di awali dengan komitmen orang nomor satu di daerah itu, maka semua program dengan mudah akan berjalan. Begitu pun sebaliknya. Karena tugas pemimpin itu menentukan arah dan mengalokasikan sumberdaya.
Keseriusan CEO akan terlihat dari bagaimana Pemda memprioritaskan sumber daya dan anggaran mereka di pariwisata. Contoh mudahnya adalah mengenai besaran anggaran untuk pariwisata, dan apakah pemilihan Kepala Dinas Pariwisata-nya sudah yang terbaik. Kalau mau berterus-terang, saya hanya akan bantu provinsi, kabupaten/kota yang gubernur atau bupati/walikota yang benar-benar committed dan konsisten membangun pariwisata.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey adalah dua CEO yang bisa dijadikan teladan dalam men-drive pariwisata sebagai core business bagi daerahnya. Kita bisa lihat hasilnya sungguh luar biasa. Banyuwangi yang semula terkenal sebagai “Kota Santet” kini lebih dikenal karena pariwisatanya. Begitu pula dengan Sulut, growth kedatangan wismannya sangat mengagumkan, terutama dari Tiongkok.
Dengan komitmen yang kuat dari gubernurnya, Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tercepat. Setelah diteken Presiden Joko Widodo Maret 2016 lalu, lima bulan kemudian, tepatnya Agustus sudah ada pembangunan hotel. Ini tidak akan terjadi jika gubernurnya tidak respek dengan sektor pariwisata.
Contoh lain adalah Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Danau Toba Sumatera Utara. Ketika tujuh bupati-nya sudah kompak membangun pariwisata di Danau Toba, kemudian terjadi akselerasi yang luar biasa. Danau Toba bisa kembali menjadi primadona pariwisata seperti yang pernah dialami dalam beberapa dekade lalu.
Saya selalu bilang, ketika CEO-nya committed, everything goes easier, faster and better. Coba kalau gubernurnya lelet, tidak akan mungkin itu terjadi. Kalau menunggu CEO yang lelet, hanya akan membuang waktu dan capek. Lebih baik kita dukung CEO yang punya komitmen tinggi terhadap sektor pariwisata dan cepat kerjanya.
Mengakhiri CEO Message kali ini, saya menegaskan sekali lagi, bahwa 50% sukses pariwisata daerah itu berasal dari CEO Commitment. Keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pimpinan daerahnya dalam mengurus pariwisata. Dengan komitmen dan dukungan CEO serta seluruh stakeholder, tidak mustahil target 20 juta wisman pada 2019 akan tercapai!
Salam Pesona Indonesia!!!
Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Menteri Pariwisata RI

Setiap CEO Message saya upayakan agar senantiasa kontekstual. Apa yang dilakukan, saya tuliskan, dan apa yang dituliskan, saya lakukan. Karena sekarang kita berada di tengah bulan suci Ramadhan, maka saya akan membahas spiritualitas dalam kita bekerja dan berkarya.

Point besarnya adalah bahwa pada akhirnya semua yang kita lakukan adalah sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai orang yang beragama, kita yakini bahwa akhir dari apa yang kita lakukan adalah ibadah. Bekerja untuk dan atas nama Tuhan. Kalau sudah mencapai derajat tersebut, maka dampaknya adalah adanya integritas yang tinggi karena seluruh aktivitas kita merupakan ibadah kita.
Namun untuk mencapai tingkatan tersebut tidaklah mudah. Saya terlebih dahulu ingin membawa pada tataran di bawahnya yakni bekerja untuk bangsa dan negara. Kita dipacu untuk senantiasa bekerja dan beraktivitas sebagai bagian dari bakti kita kepada negara. Kelak, bila telah mampu, maka kita akan meningkat ke level tertinggi, bekerja untuk dan atas nama Tuhan yang berarti bernilai ibadah.
Saya telah berkali-kali menyampaikan bahwa spirit itu lebih hebat dari strategi. Spirit berkaitan dengan hati dan character, sedangkan strategi berkaitan dengan competence. Kenyataan menunjukkan bahwa hati dan character memberikan pengaruh yang sangat besar pada sebuah kesuksesan.
John Kotter dalam bukunya Heart of Change menyebutkan “70% transformasi yang pernah dilakukan ternyata gagal karena hanya menggunakan kepala (head) tanpa hati (heart). Menurutnya, pemimpin yang berhasil dalam melakukan transformasi adalah mereka yang melibatkan aspek hati.
Sementara itu  Roosevelt menyatakan, “Character is the foundation for all true success”. Character itu merupakan fondasi dari keberhasilan yang sejati. Character berpengaruh terhadap kesuksesan setiap individu, keluarga, organisasi, komunitas, dan negara. Kesuksesannya tergantung pada kesuksesan hubungan yang dibangun dengan orang atau organisasi lain, dan hal tersebut dimulai dengan character.
Character yang luhur akan menghasilkan individu-individu yang berpikir positif (positive thinking). Individu demikian mampu melihat sesuatu yang tidak tampak (“sees the invisible”), merasakan sesuatu yang tidak nyata (“feels the intangible”), dan mencapai sesuatu yang tidak mungkin (“achieves the imposible”). Individu yang berpikir positif senantiasa melihat orang lain dengan pandangan mata lebah. Ia melihat bahwa dalam setiap keberhasilannya selalu ada kontribusi orang lain.
Bila hal tersebut terjadi pada seluruh individu di Kemenpar, maka dampaknya akan sangat luar biasa.
4R
Saya membagi dimensi dasar manusia ke dalam empat tingkatan yaitu: Raga (badan), Rasio (akal), Rasa (hati), Ruh (Kalbu). Setiap tingkat di atasnya mengatasi kelemahan tingkat di bawahnya. Rasio mengatasi kelemahan Raga, Rasa mengatasi kekurangan Rasio, dan Ruh mengatasi kelemahan Rasa.
Raga terbuat dari tanah dan cenderung menarik kita ke bawah. Raga selalu cenderung menggiring kita untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek  (short-term) dan ingin memuaskan semuanya. Pada akhirnya Raga akan kembali menjadi tanah. Sedangkan Ruh ibarat cahaya yang membawa kemuliaan, akan cenderung membawa kita ke atas.
Derajat manusia yang mempunyai Raga, Rasio, Rasa dan Ruh mempunyai kedudukan yang berbeda-beda di hadapan Tuhan. Bila ingin mengetahui derajat kita di hadapan Tuhan, maka lihatlah bagaimana kita menempatkan Tuhan pada diri kita.
Dalam hidup, kita seringkali dihadapkan pada berbagai ujian. Jabatan, kedudukan dan kekayaan yang kerapkali diperebutkan orang, hanyalah soal-soal ujian. Kelak kita tidak ditanya tentang soal-soal ujian itu. Pertanyaan yang pasti harus kita jawab, adalah hasil ujian itu sendiri, apakah kita lulus atau tidak.  Kita tentu saja berharap dapat lulus dari ujian tersebut.
Dalam kerangka berpikir strategis (strategic thinking), ketika orientasi berpikir kita hanya sebatas Company (berpikir Micro) maka kita hanya akan memperoleh hasil yang bersifat jangka pendek. Sedangkan ketika kita memperluas orientasi berpikir dengan memikirkan kepuasan Customer atau “starts and end with the customer” (berpikir Macro) maka hasil yang kita dapat akan bersifat jangka panjang. Dan ketika kita mampu berpikir Mega, yang berarti memikirkan komunitas atau Country, maka otomatis kepuasan Customer dan keuntungan Company dalam jangka panjang yang bersifat sustain dapat dicapai.
Kita hanya bisa sampai ke level Mega dengan baik bila sudah mencapai level spiritual, telah terbentuk spirit of giving yang menganggap bahwa apa yang kita lakukan akan  memberikan rahmat bagi alam semesta. Ketika telah mencapai level tersebut, yakinlah bahwa semakin banyak memberi, kita akan semakin banyak menerima, “the more you give the more you get”. Dan level tersebut hanya bisa dicapai oleh individu-individu yang berkarakter.
Nah, level yang lebih tinggi lagi adalah ketika kita tidak punya kepentingan sama sekali. Ketika kita ikhlas, maka kita akan mendapatkan semuanya. Di situlah justru paradoksnya. Saat kita tidak mengharapkan semuanya, justru kita akan mendapatkan semuanya.
Beberapa contoh bisa saya sebut, Google dan Facebook. Mereka membuat hidup manusia lebih mudah. Tidak lagi berpikir dengan batas-batas geografis sebuah negara. Mereka hanya berpikir bagaiamana caranya hidup manusia dapat lebih mudah.
Itulah yang saya sebut Spiritual Capital Management. Definisi sederhananya bekerja dan berkarya sebagai ibadah.
8S
Konsultan top dunia McKinsey&Co. memiliki sebuah konsep yang sangat populer dalam ilmu manajemen yang disingkat 7S: Strategy, Structure, System, Shared Values, Skill, Staff, dan Style.  Agar sebuah organisasi bagus, maka ke-7 elemen ini haruslah solid dan selaras (aligned) satu sama lain.
Konsep 7S itu bisa dijadikan acuan untuk memudahkan penjelasan dan komunikasi mengenai transformasi organisasi kepada seluruh karyawan. Namun perlu ada beberapa pemikiran baru yang melengkapi penjelasannya, yaitu munculnya sebutan Great Leader yang saya rasakan justru menjadi penggerak awal atau penggerak utama dari transformasi sebuah organisasi.
Walaupun konsep 7S ini sudah terbukti ampuh digunakan berbagai organisasi di seluruh dunia, namun saya masih belum puas. Saya merasa bahwa 7S belum menjawab, mengapa transformasi organisasi bisa berjalan dengan baik. Pertanyaan saya, mana yang harus terlebih dahulu, Strategy atau Style. Seperti diketahui, Style ditempatkan oleh McKinsey di urutan akhir dari 7S-nya.
Berdasarkan pemikiran dan pendalaman yang cukup panjang akhirnya muncullah ide bahwa urutannya secara implementasi perlu dibalik. Jadi S yang pertama justru adalah Style. Style yang dimaksud di sini adalah Leadership Style yang dijalankan oleh Great Leader. Jadi, Great Leader inilah yang menetapkan Leadership Style baru kemudian menetapkan Shared Values, Strategy, dan elemen yang lain.
Pemikiran semacam ini saya yakini akan menjawab pertanyaan mengapa transformasi di sebuah organisasi bisa berjalan dengan tanpa gejolak yang berarti. Great Leader (Leadership Style) memegang peranan penting dalam setiap langkah transformasi organisasi. Karena pentingnya Leadership Style ini maka saya menempatkannya sebagai S yang pertama.
Namun dalam perjalanan saya selanjutnya, ternyata hal tersebut masih belum bisa menjawab pertanyaan mengenai apa yang mendasari Great Leader bisa bertindak dan bertingkah laku luhur dan ingin selalu memberikan yang terbaik. Karena alasan itulah saya menambahkan S yang ke-8 ke dalam konsep 7S, yaitu: Spiritual. Bahkan, karena penting dan fundamentalnya S ke-8 ini, saya menempatkannya di urutan pertama dan terpenting (lihat bagan).
Dengan perubahan ini saya ingin menekankan bahwa Kemenpar haruslah menjadi Character-Centric Company. Yaitu organisasi yang berlandaskan spiritualitas. Perlu diingat, kalau spritualitas kita kokoh, maka bisa saya pastikan 7S lainnya akan hebat.
Spiritualitas akan membuat semua pekerjaan kita bernilai ibadah kepada Tuhan sehingga akan selalu menjadikannya yang terbaik. Spiritualitas akan menjadi panduan bagi seorang Great Leader dalam menjalankan kepemimpinan, budaya dan elemen lain di dalam perusahaan.
Salam Pesona Indonesia!!!
Salam Pesona Indonesia!!!
Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Menteri Pariwisata RI

Yang cepat akan memakan yang lambat, bukan yang besar memakan yang kecil”

Memasuki semester kedua tahun 2017, banyak kabar baik bermunculan yang menumbuhkan optimisme kita. Melalui akun Facebooknya, kemarin (5/7) Presiden Joko Widodo mengungkapkan, selepas Lebaran 2017, Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sudah mendekati angka 6.000, rekor baru sepanjang sejarah. Lembaga-lembaga pemeringkat dunia juga senada: Fitch Ratings, Moody's, dan S&P kembali memberikan investment grade kepada kita setelah 20 tahun semenjak 1997.
Setelah mendapatkan peringkat layak investasi dari ketiga lembaga pemeringkat internasional, Indonesia juga mencatatkan perbaikan peringkat sebagai negara paling kompetitif di dunia pada 2017. Laporan tahunan Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Centre menyebutkan posisi Indonesia naik ke posisi 42 dari tahun sebelumnya di posisi 48 dalam peringkat IMD World Competitiveness Yearbook 2017.

Presiden juga mengapresiasi capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang menurut Badan Pusat Statistik dari bulan Januari-Mei 2017 mencapai  5.358.489 orang, naik lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan The Telegraph oleh Oliver Smith, dilaporkan bahwa Indonesia dan Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan sektor pariwisata paling pesat di Asia Tenggara. Hal ini dapat diartikan bahwa sektor pariwisata Indonesia merupakan yang paling cepat bergerak di Asia Tenggara. Apalagi minggu lalu kita seperti mendapat durian runtuh dengan kedatangan Barack Obama untuk berlibur di Indonesia setelah sebelumnya kita kedatangan Raja Salman.
Tren kunjungan wisman ke Indonesia lebih tinggi dibandingkan tiga negara di Asia Tenggara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Melansir laman Business Times pada 24 Juni, kunjungan wisman ke Singapura dalam empat bulan pertama 2017 mencapai 5,79 juta. Jumlah itu hanya meningkat 4,4 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.
Sementara itu, tren kunjungan wisman ke Malaysia malah lebih parah. Menukil laman Xinhua pada 8 Juni 2017, kunjungan wisman ke Negeri Jiran tersebut turun 0,5 persen (yoy). Tren kunjungan wisman ke Thailand sebagai “musuh” profesional juga tak terlalu menggembirakan dengan pertumbuhan hanya 2,91 persen dibandingkan tahun lalu.

Momentum
Berbagai capaian ini menjadi momentum yang dahsyat bagi kita untuk meningkatkan kinerja lebih cepat lagi. Bukannya sebaliknya, small win justru menjadikan kita gampang puas, kendor, sehingga kemudian lajunya melambat. Saat musuh-musuh kita sedang melambat, adalah saat yang tepat bagi kita untuk tancap gas: full speed.
Beberapa bulan terakhir Presiden makin getol mengingatkan kita semua mengenai pentingnya speed sebagai sumbercompetitiveness suatu negara. Pertama pada saat Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman di Sasana Kriya, TMII, Kamis 4 Mei 2017. “Persaingan antarnegara, bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, ndak. Bukan juga yang kuat mengalahkan yang lemah. Tetapi negara yang cepat, mengalahkan yang lamban. Negara manapun itu,” ujar Presiden.
Kedua, saat beliau meresmikan Pangkalan Udara TNI AU Wiriadinata Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi bandara umum, Sabtu, 10 Juni 2017. Di situ Presiden sekali lagi menekankan bahwa kecepatan dalam menyelesaikan persoalan negara sangat penting. Sebab kecepatan tersebut menjadi modal dalam persaingan antar negara.
Dan terakhir pada saat meresmikan proyek-proyek infrastruktur di Jawa Tengah 18 Juni 2017 lalu, Presiden meminta para pemimpin daerah untuk menciptakan terobosan baru agar tidak tertinggal oleh negara lain. Presiden, tak ingin ada pemimpin daerah yang masih memiliki pikiran linier, monoton, maupun hanya berpikir rutinitas semata. “Semuanya harus berlomba-lomba adu kecepatan. Karena sekali lagi, negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Kita tidak mau kalah dengan negara-negara lain.’
Kita tentu masih ingat, tahun 2016 kemarin ditetapkan oleh Presiden sebagai “Tahun Percepatan”. Kala itu Presiden menegaskan bahwa salah satu fokus kebijakannya adalah deregulasi (di samping infrastruktur dan SDM) agar para pelaku bisnis tak terbelenggu aturan-aturan dan birokrasi.
Sejalan dengan penekanan dari Presiden, kita telah menetapkan speed sebagai salah satu elemen budaya kerja kita yaitu WIN Way. Untuk membentuk karakter pemenang Speed adalah elemen kunci di samping dua elemen yang lain yaitu Solid dan Smart. Intinya, speed adalah bertindak secara cepat dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Ingat, kecepatan merupakan sumber terwujudnya kualitas pekerjaan yang tinggi, pemangkasan biaya, dan ketepatan penyampaian produk ke pelanggan (QCD: quality, cost, delivery).
Speed di Kemenpar saya artikan sebagai kecepatan dalam berpikir (fast thinking), kecepatan dalam memutuskan (fast decision), dan kecepatan dalam masuk ke pasar (fast in getting to market) dengan menyingkirkan belitan-belitan birokrasi yang ada. “Simplify the complex things.” Sederhanakan sesuatu yang rumit agar kita bisa bergerak cepat. 

Deregulasi
Mengacu pada konsep Strategi Bersaing dari Michael Porter yang terdiri dari 4 (empat) aspek yaitu : differentiation, cost leadership, speed dan focus; dapat disimpulkan bahwa pariwisata Indonesia unggul dalam aspek differentiation, cost leadership dan focus, namun lemah dalam aspek speed. Dalam hal diferensiasi dan fokus, negara kita sangat bagus, hal ini ditunjukan dengan ranking Natural dan Cultural Resource kita pada Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) WEF selalu menempati Top-20, demikian juga dengan ranking cost leadership selalu menempati posisi Top-5. Namun kita lemah dalam aspek speed, hal ini ditunjukan dengan dimensi Business Environment masih pada ranking 60 dan yang menjadi penyebab utamanya adalah perizinan atau regulasi. Harus diakui kita sangat lemah karena birokrasi yang mengikat dan begitu banyaknya aturan. Birokrasi kita tidak sesuai dengan tuntutan bisnis yang ada. Oleh karena itu, tidak bisa tidak, kita harus melakukan deregulasi. Poin saya, kita harus meningkatkan speed agar bisa bersaing dengan negara lain. Kalau Indonesia terus lelet karena belitan birokrasi dan regulasi, maka orang akan pergi ke Singapura, Thailand, Malaysia, dan bahkan Vietnam.
Ada tiga tingkat strategi yaitu: Strategic, Tactical, dan Operational, yang mempunyai dampak berturut-turut: Tinggi, Sedang, dan Rendah. Jadi apabila kita menginginkan perubahan yang besar, maka seorang CEO harus fokus pada strategic level strategy. Deregulasi termasuk dalam strategic level sehingga impact-nya akan sangat tinggi. Saya menganalogikan tiga level strategi ini seperti bandulan (pendulum). Dengan ilustrasi sebagai berikut: Seorang pekerja yang bergerak pada operational level ibarat ujung bawah pendulum, kalau ujung bawah pendulum bergerak 1 meter, maka dia akan berpindah 1 meter. Sedangkan middle management berada pada tengah pendulum, yang kalau dia bergerak 1 meter, akan dirasakan di ujung pendulum bergerak 10 meter. Sedangkan seorang CEO yang berada di puncak pendulum apabila dia bergerak dengan sudut 1 meter, maka di ujung pendulum dapat dirasakan bergerak sejauh 100 meter.
Dengan spirit Indonesia Incorporated, kita telah banyak melakukan terobosan dan sinergi dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait untuk mempermudah aturan-aturan yang tadinya membelenggu dan menghambat. Aturan bebas visa kunjungan terbukti ampuh mendongkrak kunjungan wisman. Begitu pula penghapusan ketentuan Clearance Approval for Indonesia Territory (CAIT) dan asas cabotage untuk cruise atau kapal pesiar asing.
Kemudian deregulasi dalam hal konektivitas perlahan telah membuahkan hasil. Berbagai maskapai mulai berlomba-lomba membuka jalur penerbangan langsung ke berbagai destinasi unggulan kita. Perlahan tapi pasti, defisit seat capacity akan terselesaikan sesuai target. Belajar dari deregulasi besar-besaran yang dilakukan Jepang, air connectivity terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisman sebesar 56% dalam waktu 3 tahun. Begitu pula kemudahan aturan yang kita berikan untuk program pembangunan homestay diharapkan segera memberikan dampak yang signifikan untuk mewujudkan target 100.000 homestay sampai dengan 2019.
Menutup CEO Message ini sekali lagi saya mengingatkan bahwa capaian dan kemenangan yang sudah kita peroleh dalam beberapa bulan terakhir ini adalah madu sekaligus racun.
Madu karena capaian dan kemenangan itu bisa membuat kita konfiden dan menjadi asupan energi baru untuk bergerak lebih cepat ladi guna mewujudkan capaian yang lebih besar lagi. Istilah saya, memenangkan bukit kemenagan yang lebih tinggi lagi. Tapi capaian dan kemenangan juga bisa menjadi racun, karena ia bisa membuat kita gampang puas dan terjebak ke dalam comfort zone sehingga laju gerak kita menjadi melambat.
Kalau saya meminjam judul film yang sukses luar biasa yang kini telah mencapai sekuel yang ke-8, Fast & Furious, capaian dan kemenangan awal di atas harus membuat kita tak hanya sekedar “fast” tapi juga harus “furious”.
Capaian dan kemenangan awal harus membuat kita tak hanya sekedar “speed”, tapi harus “furious speed”... kecepatannya semakin menggila.


Salam Pesona Indonesia!!!

Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata