Saturday, February 28, 2015
4:56 AM
kariswisata.id
UGM, Undip, Unpad, USU
No comments
Berikut PTN yang mendapatkan peminat pendaftar terbanyak pada SNMPTN tahun 2014 lalu :
1. Universitas Padjadjaran 72.272
2. Universitas Gadjah Mada 62.875
3. Universitas Sumatra Utara 60.308
4.Universitas Diponegoro 57.527
5.Universitas Brawijaya 56.900
6.Universitas Negeri Semarang 51.116
7.Universitas Pendidikan Indonesia 49.197
8.Universitas Sebelas Maret 48.891
9.Universitas Negeri Yogyakarta 46.997
10. Universitas Negeri Malang 43.116
1. Universitas Padjadjaran 72.272
2. Universitas Gadjah Mada 62.875
3. Universitas Sumatra Utara 60.308
4.Universitas Diponegoro 57.527
5.Universitas Brawijaya 56.900
6.Universitas Negeri Semarang 51.116
7.Universitas Pendidikan Indonesia 49.197
8.Universitas Sebelas Maret 48.891
9.Universitas Negeri Yogyakarta 46.997
10. Universitas Negeri Malang 43.116
Wednesday, February 25, 2015
Tuesday, February 24, 2015
Monday, February 16, 2015
6:13 AM
kariswisata.id
No comments
SLEMAN (KRjogja.com) - Dua pemanjat tebing andalan dari FPTI Sleman, masing-masing M Fary Arahman asal Pantarhei Fak Filsafat UGM (putra) dan pemanjat putri Sri Hastuti (Kedai Panjat Kalasan) tampil sebagai juara dalam seleksi cabang (selekcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sleman, yang digelar di Fitriyani Climbing Arena, Kompleks GOR Klebengan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (15/2).
Selain M Farry Arahman yang menempati peringkat pertama dengan nilai top, untuk peringkat kedua dan ketiga di bagian putra diraih Seto (Bayu Climbing Center) dan Septi Sancoko asal Kedai Panjat Kalasan nilai 34. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga di bagian putri diraih Anggit Sih Lestari asal Madawirna UNY dan Retno Wulandari asal Mayapala. Juara I,II dan III di kelompok putri nilainya sama top, hanya yang membedakan menit dan detik.
Pengurus Harian FPTI Sleman Karis kepada KR saat menyaksikan selekcab mengatakan, saat ini FPTI Sleman untuk menghadapi Porda Oktober 2015 di Kulonprogo sudah menyiapkan 9 atlet putra dan 9 atlet putri yang masuk Pelatkab.
"Dalam kegiatan selekcab kali ini mereka juga kita ikutkan, disamping atlet FPTI Sleman lainnya, di luar yang masuk kerangka pelatkab. Sedangkan total jumlah atlet yang ikut selekcab sebanyak 56 atlet terdiri 37 putra dan 19 putri. Di bagian putra selain tiga pemenang di urutan teratas, juga ada atlet lainnya, yang masuk 10 besar Gigih Prihartono (Palapsi UGM) dan Febri dari klub Panjala, " ujar Karis.
Dijelaskan, seluruh pemenang dalam selekcab ini adalah atlet pelatkab FPTI Sleman. Namun demikian, pengurus FPTI Sleman tetap akan ada promosi atlet di luar pelatkab yang akan dipanggil untuk memperketat persaingan jadi tim inti panjat tebing Porda Sleman. "Mejelang entry by name masih akan dilakukan pertandingan promosi-degradasi untuk menentukan tim inti panjat tebing FPTI Sleman," pungkas Karis. (Rar)
Sunday, February 15, 2015
8:25 AM
kariswisata.id
No comments
SLEMAN (KRjogja.com) - Guna menjaring atlet sekaligus melengkapi tim yang akan diturunkan pada Pekan olahraga daerah (Porda) DIY Oktober 2015 mendatang, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sleman menggelar seleksi cabang (selekcab) yang bakal diselenggarakan di Fitriyani Climbing Arena Kompleks GOR Klebengan, Caturtunggal,Depok, Sleman,Minggu (15/02/2015).
Pengurus FPTI Sleman,Karis kepada KRjogja.com, Sabtu (15/02/2015) mengatakan, selain menjaring atlet baru, even ini juga merupakan ajang evaluasi bagi atlet yang sudah menjalni pelatkab 4 bulan lalu. Bagi atlet pelatkab yang tidak mampu bersaing akan dicoret dan digantikan atlet baru hasil selekcab ini.
Disebutkan, tim panjat tebing Sleman akan didominasi anak-anak muda yang penuh semangat dikombinasi atlet senior yang sudah berpengalaman,sehingga diharapkan ada regenerasi secara bertahap.
"Target FPTI Sleman dalam Porda mendatang mempertahankan perolehan medali emas Porda sebelumnya yaitu 7 emas. Seluruh pengurus dan tim optimis target akan tercapai, mengingat tim sudah berlatih keras secara terprogram dan ditangani pelatih yang berkualitas," ujar Karis.
Lebih lanjut dikatakan, kerja keras tim juga mendapat dukungan penuh dari Ketua umum (Ketum) FPTI Sleman, Arif Kurniawan SAg,yang dibuktikan dengan kesedian yang bersangkutan menjadi manajer tim. Dalam Porda DIY mendatang, FPTI Sleman masih mengandalkan atlet senior berpengalaman di bagian putri yaitu Fitriyani yang akan tampil di kelas speed didukung atlet muda seperti Anggit Lestari dan Retno Wulandari. (Rar)
Thursday, February 12, 2015
Thursday, February 5, 2015
"Cerita ini bukan tentang kesuksesan, bukan juga tentang jabatan - jabatan atau gelar-gelar akademik tertentu, namun ini tentang cerita kenangan masa sma, kenangan indah yang pernah terukir ketika menjalani masa-masa di asrama bersama"
ilustrasi liga inggris
Seiring berjalannya waktu, teman- teman semasa SMA sudah berkarya untuk negeri tercinta sesuai dengan Tri Prasetya Siswa yang di ucapkan sebagai janji suci almamater untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia. Pertemuan - pertemuan di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri seakan menjadi agenda rutin setiap kali salah satu melakukan agenda kerja dan ditemui oleh teman yang berada di kota tujuan. Pembicaraan - pembicaraan panjang, cerita nostalgia yang saling berkelanjutan diiringi gurau tawa seakan menjadi hiburan gratis yang meredakan ketegangan dari segala macam pekerjaan.
Cerita - cerita jenaka di masa sma itu seakan hadir kembali saat diceritakan kembali oleh teman-teman. Aturan yang ketat, disiplin yang tinggi serta program belajar yang ketat selama 24 jam menjadi tantangan sendiri untuk anak-anak usia sma. Aturan tetaplah aturan dan tidak bisa ditawar, namun aturan selalu bisa di siasati oleh anak-anak yang kreatif dan super kreatif bahkan jenius sehingga kejenakaan itu berupa keberhasilan menyiasati aturan.
Suatu malam ada acara siaran bola liga inggris jam 02.15 dinihari. Aturan mengatakan bahwa pukul 19.00 sd 21 belajar dikelas, pukul 21.30 apel malam di graha, pukul 22.00 semua wajib tidur untuk kemudian pukul 05.00 sudah harus senam pagi bersama. Di Graha tidak ada Televisi dan memang tidak boleh ada televisi sehingga satu-satunya yang memungkinkan adalah menonton televisi di dapur yang biasa digunakan oleh para kru masak untuk menghibur diri. Tantangannya adalah bagaimana bisa keluar dari Graha menuju ruang dapur dan bagaimana selama di ruang dapur tidak keliahatan mencolok ada kerumunan dan keramaian. (bersambung)
Monday, February 2, 2015
,
Puncak dari segala puncak gejolak perasaan ini tumpah di puncak syarif, tak ada kata yang terucap ketika via memintaku memberikan pesan - pesan ... Isak tangisku memecah keheningan di ikuti oleh isak tangis anak - anakku, Semua hanyut dalam perasaan pae yang haru biru . Benar - benar sangat emosional ...
Hujan terus mengguyur tenda dome yang kudirikan di pos 2 sejak pukul 12.15. Makin lama makin deras hingga semua aktifitas pengamatan dihentikan. Seluruh peserta pendakian bercengkrama di dome kelompok masing - masing. Hari menginjak malam ketika Devi Ketel mengirimku rangsum makam malam. Menu yang sangat enak dan komplit untuk ukuran seorang pendaki Gunung.
Dalam kesendirian, pikiranku terus melayang ke masa 15 tahun lalu. Disini di Gunung Merbabu bersama 30 orang yang lain menapaki lereng setapak demi setapak untuk menggapai puncak.Teringat nama - nama Herman, Upok, Sigit, Joe, Evi, Yen, Yuli, Ida, Dewi dan Kungkung, Pedeng dan semuanya. Merekalah yang awal mulanya memanggilku dengan nama Pa`e.
Pos 2 yang saat ini kupakai bermalam adalah masih pos 2 yang juga kami pakai bermalam 15 tahun lalu, bedanya sekarang pakai dome dan sleeping bag yang nyaman, klo dulu membuat bivak dengan ponco dan berselimut sarung. Klo sekarang sambil beristirahat menunggu tengah malam untuk melanjutkan pendakian ke puncak sambil pengamatan ekowisata, klo dulu latihan dasar survival. Ya memang beda karena sekarang sistem sudah terbentuk, klo dulu masih merintis dan mencari bentuk yang pas untuk kegiatan mereka.(bersambung)
Dalam kesendirian, pikiranku terus melayang ke masa 15 tahun lalu. Disini di Gunung Merbabu bersama 30 orang yang lain menapaki lereng setapak demi setapak untuk menggapai puncak.Teringat nama - nama Herman, Upok, Sigit, Joe, Evi, Yen, Yuli, Ida, Dewi dan Kungkung, Pedeng dan semuanya. Merekalah yang awal mulanya memanggilku dengan nama Pa`e.
Pos 2 yang saat ini kupakai bermalam adalah masih pos 2 yang juga kami pakai bermalam 15 tahun lalu, bedanya sekarang pakai dome dan sleeping bag yang nyaman, klo dulu membuat bivak dengan ponco dan berselimut sarung. Klo sekarang sambil beristirahat menunggu tengah malam untuk melanjutkan pendakian ke puncak sambil pengamatan ekowisata, klo dulu latihan dasar survival. Ya memang beda karena sekarang sistem sudah terbentuk, klo dulu masih merintis dan mencari bentuk yang pas untuk kegiatan mereka.(bersambung)
Subscribe to:
Posts (Atom)







.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



