Sunday, May 31, 2026

kariswisata.com adalah platform blog perseroangan yang dikelola oleh karis seorang ASN penggerak dan pemberdaya masyarakat melalui pendampingan desa wisata, Blogger, Pendaki Gunung dan Penyintas Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 dengan Hemodialisa. Menceritakan Pengalaman Hidupnya untuk menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan pembacanya khususnya generasi muda (Gen X dan Gen Z).



Untuk berkomunikasi dan menghubungi penulis bisa melalui email kariswisata.id (at) Gmail.com atau whatshap ke 0812121975. Untuk mengetahui lebih detail tentang sosok karis silahkan Klik Link pada tiap Judul Berikut :


Selain mengelola aku blog ini untuk mengkampanyekan beberapa hal seperti Berbagi Pengalaman Pasien Hemodialisa di tiktok @Ginjaltalk, Berbagai pengalaman mendaki gunung dan wisata di youtube kariswisata.id, untuk berbagi cerita pendampingan desa wisata di tiktok @sibaristasmg dan akun personal media sosial di tiktok @kariswisataid dan instagram @kariswisata.id 


Thursday, May 7, 2026


Jumat kemaren engkau pamit, masa kerjamu telah habis dan kamu akan kembali ke Kampus untuk menyelesaikan kuliah. Namun hati kita terlanjur begitu dekat, setiap hari aku memandangmu dari jarak dekat, mengajakmu makan siang, membimbingmu dan selalu ngobrol di sela sela kesibukan kerjamu. Banyak momen bersama, banyak cerita yang kita buat dan banyak pula kenangan yang tertinggal di hati.

Sore itu tiba tiba kamu mengirimkan pesan singkat bahwa kamu mau ikutan camping bersama teman2 yang lain. Sangat mendadak tapi aku senang. Kita Janjian jam 8 Malam di Indomaret Pupay sebagai titik kumpul beberapa rombongan yang berjumlah 8 orang. 4 Orang dari semarang dan 4 orang dari Jogja. Sungguh aku tak membayangkan sebelumnya akan peristiwa yang mendekatkan kita ini. 

Pada saat mendirikan tenda dome , kamu begitu terheran heran, sepertinya belum pernah pergi ke alam dengan peralatan gunung, lalu kamu dan teman teman masak air buat kopi untuk teman kita ngobrol sampai tengah malam. Hanya kamu dan 1 orang temanmu yang tidur dalam tenda dome menggunakan sleeping bag, karena yang lain tidur di diluar semua. Asumsinya tentu saja karena kamu pemula sementara yang lain sudah terbiasa dengan dinginnya malam di gunung.

Pagi hari bangun pagi bersama, terlihat kecantikanmu yang alami tanpa make up, kamu duduk di pinggir kolam sambil menikmati bubur panas buatan bersama, sementara kami sibuk mengabadikanmu dari sisi kolam yang lain, kamu begitu anggun, muda dan cantik. 

Selepas makan kita mancing bareng, alangkah senangnya dirimu menikmati keasyikan memancing apalagi saat umpan dimakan dan kamu berhasil menaikan ikan ke darat. Sambil terus memancing aku sangat memperhatikan setiap gerak gerikmu, setiap tingkahmu dan semuanya membuat aku kagum. Sementara teman teman yang lain tenggelam dalam sukacita memancing, aku terus mengamati dan memperhatikanmu dengan tulus. 

Segala aktifitas kita menjadi hal yang baru bagimu, terlihat betapa kamu sangat menikmatinya momen demi momen, waktu demi waktu dan akhirnya sudah sore saatnya kita pulang. Aku mengantarmu sampai ke rumah, aku mengembalikanmu pada budhemu, dan sepertinya diantara kita belum puas ketemu sehingga masih ada yang terasa ada yang kurang. Ada bagian hati yang kosong, sehingga aku memutuskan untuk memberimu hadiah jalan jalan di hari terakhirmu bekerja.

Naik Bianglala

Aktifitas hari ini benar - benar membekas dihatiku, naik kereta wisata senyummu terus mengembang, menikmati bunga bunga, selfie fi jembatan kaca, dan yang paling spektakuler adalah naik bianglala sambil ngobrolin tentang kamuh. Sungguh aku tak pernah berani naik bianglala, namun hari itu demi perpisahan kita maka aku punya cara mengatasi takutnya ketinggian dengan terus melihat senyummu, terus memandang wajahmu sambil mendengarkan kamu bercerita.

Bianglala belumlah akhir dari rangkaian cerita hari ini, karena kita mampir disebuah rumah makan yang ada kelincinya. dan aku benar benar takjub ketika dirimu rela menunda kepulangan hanya untuk bermain dengan kelinci kelinci itu sampai malam. Namun aku menyadari semakin malam pulangnya akan semakin beresiko karena aku harus mengantarmu sampai kos, dan akhir cerita hari itu adalah.... tanganmu terus menggemgam erat tanganku untuk memberiku kehangatan karena aku tidak memakai jaket di kedinginan malam lereng ungaran. selesai


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata