Sunday, October 11, 2015



Akhir - akhir ini banyak terjadi kebakaran hutan yang menyita banyak perhatian. Salah satu sorotan yang menyolok adalah dugaan penyebab kebakaran yang ditujukan kepada Pecinta Alam. Sungguh ironis apabila dugaan itu benar karena seorang pecinta alam yang idealnya menjaga kelestarian alam dan isinya justru lalai. Namun dugaan itu belum tentu benar adanya. Perlu dibuktikan dan klo perlu diproses secara hukum, benarkah pecinta alam penyebab kebakaran hutan?

Sebelum kita menyimpulkan tentang itu, marilah kita pahami dulu siapa yang dimaksud dengan pecinta alam itu sendiri. Pertama - tama kita harus membedakan antara pecinta alam dengan penikmat alam. Seseorang yang suka jalan- jalan ke alam termasuk ke gunung, sungai, hutan, pantai, gua, tebing dll sudah bisa dipastikan adalah penikmat alam, namun belum tentu pecinta alam. Karena tujuannya pastilah menikmati keindahan alam beserta aktifitas petualangan yang dilakukannya. Sebaliknya seorang pecinta alam belum tentu suka naik gunung, ke hutan manjat tebing dll. Bisa saja seorang pecinta alam itu tinggal dirumah, namun oleh karena kecintaannya terhadap alam, dia mengekspresikannya dengan menulis cerita tentang alam dan usaha penyelamatannya, bisa juga sekedar menyemangati dan mengingatkan temannya yang pendaki gunung agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuat api unggun yang berlebihan, tidak memotong jalur pendakian yang sudah ada atau bahkan sekedar mengingatkan agar tidak membuat kemah ditempat yang bukan zona peruntukannya.


Ekstremnya seorang pecinta alam bisa jadi pekerjaannya setiap saat berdemontrasi menyuarakan agar dalam pembangunan tidak mengekploitasi sumber daya alam dengan semena mena. Sehingga hakekat seorang pecinta alam berawal dari niat di hatinya untuk mencintai alam. Ekspresi bentuk implementasinya bisa bermacam-macam, tidak harus selalu menjadi petualang yang mengembara kemana mana. Lalu relevankah kita menyalahkan pecinta alam sebagai salah satu penyebab kebakaran hutan?
Menurut pendapat penulis tidak relevan. Bagaimana mungkin seorang yang mengikrarkan dirinya cinta alam berlaku sembarangan di hutan atau gunung? bisa jadi yang dimaksud adalah para penikmat alam yang sejak awal niatnya ingin menikmati pemandangan alam, berkemah, melihat sun rise dan lain-lain tanpa mempedulikan konservasi lingkungan yang kita nikmati. Jadi kita pengen jadi pecinta alam atau penikmat alam? pecinta alam yang penikmat alam juga boleh kok, justru aktifitas bergaul dengan alam yang semakin intim akan menumbuhkan semangat kecintaan kepada alam pula, Tapi ingat, jangan sampai menjadi biang keladi kebakaran hutan atau perusakan alam lainnya. Sepakat ya!


Saturday, October 3, 2015


Hari sabtu dan minggu merupakan hari yang ditunggu - tunggu oleh anak-anak. Diakhir pekan mengajak ayah dan ibunya berlibur kemana saja yang mereka mau. Tentu saja berlibur selain mengunjungi tempat yang asik juga melakukan suatu aktifitas yang disukai dan juga membeli sesuatu.



Pantai Goa Cemara melakukan salah satu tujuan wisata favorit untuk keluarga. Tempatnya masih relatif alami, bersih dan juga indah. Tersedia berbagai macam atraksi dan jajanan yang disukai anak-anak. Goa Cemara selalu menjadi pilihan dikadut dan kakadut, salah satunya karena ada jajanan kuliner Pecel Sate yang nikmat. Belum pernah ke sana? Silahkan berkunjung! Belum pernah icip- icip pecel sate? Monggo dicoba!





Wednesday, September 30, 2015


Goa Kreo adalah salah satu daya tarik wisata di Kota Semarang yang dikelola Pemerintah Kota melalui Unit Pengelola Teknis Daerah dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Gioa Kreo terletak di Desa Kandri Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Untuk mencapai lokasi bisa melalui Semarang - Bunderan Kalibanteng- Kandri, atau Ungaran - Gunung Pati - Kandri.
Pada dasarnya Goa Kreo adalah kombinasi antara wisata alam dan budaya. Wisata alam karena berupa goa diatas bukit kecil ditengah - tengah waduk Jatibarang, dan wisata budaya karena Goa dan sekitarnya diyakini sebagai salah satu petilasan Sunan kalijaga ketika mencari kayu jati untuk soko atau tiang masjid Demak.

Berwisata ke Goa Kreo bersama keluarga akan sangat mengasyikkan. Banyak hal yang dapat kita sampaikan kepada anak-anak kita terutama tentang konservasi lingkungan. Kita bisa menyaksikan banyak kera ekor panjang yang merupakan spesies dilindungi, beberapa jenis tanaman, bebatuan goa maupun petilasan, Pemandangan Gunung Ungaran, hamparan green belt sebagai pendukung pencegah erosi waduk, bendungan sebagai usaha mengendalikan banjir dan berbagai proses alam yang menarik untuk diceritakan. 



Jalan - jalan sambil menjelaskan proses - proses alam dan budaya akan membentuk pola pikir yang runtut dan logis serta menimbulkan kesadaran untuk cinta lingkungan. Belum pernah ke sana? Yuk mari berkunjung ke Goa Kreo! Sudah pernah kesana? Yuk mencoba mengamati lebih lanjut tentang proses alam dan budaya untuk menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap lingkungan!

Monday, August 17, 2015

1. Eco Eduwisata Mangrove
Daya Tarik Wisata ini terletak di Tugurejo Kota Semarang. Murni dikelola oleh masyarakat dengan tujuan awal untuk meningkatkan daya dukung lingkungan pantai yang terus terdegradasi oleh pencemaran maupun perubahan iklim.
Berikut Foto - Fotonya :




2. Goa Kreo dan Desa Wisata Kandri
 Kolaborasi antara Pemerintah Kota dengan masyarakat menghasilkan sinergitas luar biasa yang saling mendukung dan melengkapi. Goa Kreo dengan daya tarik wisata berupa pemandangan alam dan kera ekor panjang makin diminati dengan telah selesainya pembangunan waduk jatibarang. Arus wisatawan yang terus meningkat dari waktu ke waktu dimanfaatkan oleh warga sekitar yang dikemas dalam program Desa Wisata Kandri semakin menambah ragam atraksi wisata di sekitar Kawasan Goa Kreo. Berikut Foto - fotonya :





3. Water Blaster Semarang
Daya Tarik Wisata ini murni dikelola oleh swasta. Lets get Wet adalah tagline posisioning water blaster yang diterima oleh pasar sebagai alasan mengapa harus datang ke sana. berbagai macam atraksi air yang dibarengi dengan berbagai event menarik diselenggarakan rutin oleh pengelola. Berikut foto-fotonya :





4. Lawangsewu
Daya Tarik Wisata budaya berupa museum lawangsewu adalah salah satu ikon terpopuler di Kota Semarang akhir-akhir ini. Gedung bekas peninggalan Belanda ini dikelola oleh PT KAI sebagai obyek wisata yang sangat diminati oleh wsatawan dalam negeri maupun mancanegara. Berikut Foto-Fotonya :



Friday, August 14, 2015



Sebagai kota metropolitan, Semarang masih kurang akan adanya daya tarik wisata di malam hari. Belajar dari Sleman dengan Taman Pelanginya atau Kota Batu dengan Batu Night Spectaculernya membuat kita iri dan ingin untuk mempunyai daya tarik yang sama. Sama dalam arti bukan jenis atraksinya sama, namun daya tarik yang keberadaannya di malam hari
Untuk hiburan malam seperti diskotek, pub dan karaoke di Kota Semarang sudah ada dan bahkan marak, namun untuk daya tarik wisata yang cocok untuk masyarakat umum yang menarik dan asik sepertinya masih belum memadai. Adakah usulan jenis atraksi dan lokasinya? Perlukan semacam "Pemuda Pandanaran Car Free Night" atau "Tugumuda - Simpang Lima Free Night" monggo ditunggu komen dan usulannya




Sebagai makluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Konsekwensi dari hal tersebut maka manusia harus bergaul dan membutuhkan orang lain dalam hidup dan kehidupannya. Paul Turner dalam bukunya "Cermin Jati Diri" mengatakan bahwa apabila seseorang ingin mencapai puncak prestasinya maka minimal harus memiliki satu orang teman/sahabat yang dapat dipercaya dan memberikan rasa aman.
Dalam konteks ini bisa dipahami bahwa kita sebagai manusia menghadapi banyak persoalan dalam mengarungi hidup dan kehidupan. Sehingga mempunyai kebutuhan  untuk berbagi dengan orang lain agar segala macam pikiran yang ada dalam kepala kita bisa berkurang. Syarat harus dapat dipercaya dan memberi rasa aman inilah 2 kriteria yang sulit dipenuhi. Kadang dapat dipercaya dan memberi rasa aman tapi dingin. Sebaliknya banyak teman disekitar kita yang hangat dan pandai mengambil hati kita untuk memberi motivasi tapi kita sulit mempercayainya.
Gampang - gampang susah, begitulah kiranya untuk menggambarkan pertemanan kualitatif. Namun kita harus optimis bahwa hidup kita akan penuh warna dengan pertemanan kuantitatif memiliki banyak teman, dan hidup kita akan memberi manfaat kepada sesama kalo kita punya teman kualitatif.
Jadi apakah kita akan berteman dengan banyak orang? memilih satu atau dua yang kualitatif atau kombinasi keduanya adalah pilihan masing-masing. Penulis hanya mengingatkan pentingnya berteman khususnya pertemanan kualitatif untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita.

Thursday, August 6, 2015


Karis Yogya, [06.08.15 22:14]
At school

Karis Yogya, [06.08.15 22:14]
He kept moving around in the class

Karis Yogya, [06.08.15 22:15]
Hardly response on the teacher when she asked for prayer

Karis Yogya, [06.08.15 22:15]
I take him to school and leave him during the lesson

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
He agreed to do that and now i go to get his photograph printed

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
He s happy

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
Dika is ok no crying

Karis Yogya, [06.08.15 22:17]
A moment later he saw me and and came to me

Karis Yogya, [06.08.15 22:17]
He looked just fine


Karis Yogya, [06.08.15 22:14]
At school

Karis Yogya, [06.08.15 22:14]
He kept moving around in the class

Karis Yogya, [06.08.15 22:15]
Hardly response on the teacher when she asked for prayer

Karis Yogya, [06.08.15 22:15]
I take him to school and leave him during the lesson

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
He agreed to do that and now i go to get his photograph printed

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
He s happy

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
Dika is ok no crying

Karis Yogya, [06.08.15 22:17]
A moment later he saw me and and came to me

Karis Yogya, [06.08.15 22:17]
He looked just fine

Karis Yogya, [06.08.15 22:18]
The batik uniform

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
D Dika didnt sleep in class and on the way home

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
We talked about MAC truck and he responded excitedly

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
Arrived home safely and soundly

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
Thursday there will be a new staff

Karis Yogya, [06.08.15 22:20]
Hope she's going well with us.

Karis Yogya, [06.08.15 22:14]
At school

Karis Yogya, [06.08.15 22:14]
He kept moving around in the class

Karis Yogya, [06.08.15 22:15]
Hardly response on the teacher when she asked for prayer

Karis Yogya, [06.08.15 22:15]
I take him to school and leave him during the lesson

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
He agreed to do that and now i go to get his photograph printed

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
He s happy

Karis Yogya, [06.08.15 22:16]
Dika is ok no crying

Karis Yogya, [06.08.15 22:17]
A moment later he saw me and and came to me

Karis Yogya, [06.08.15 22:17]
He looked just fine


Karis Yogya, [06.08.15 22:18]
The batik uniform

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
D Dika didnt sleep in class and on the way home

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
We talked about MAC truck and he responded excitedly

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
Arrived home safely and soundly

Karis Yogya, [06.08.15 22:19]
Thursday there will be a new staff

Karis Yogya, [06.08.15 22:20]
Hope she's going well with us.



Karis Yogya, [06.08.15 22:20]
The rest of the students were already running into the class but he insisted on finishing his work, piling the chairs.

Tuesday, August 4, 2015

    
    Dalam dunia olahraga, strategi memegang peranan penting untuk memenangkan sebuah perlombaan atau pertandingan. Strategi yang jitu akan memberi peluang menang lebih besar dibandingkan pesaing. Setidaknya dengan menetapkan strategi yang jelas akan dapat di evaluasi apabila kalah sekalipun dibanding kita tidak menerakan strategi sama sekali.
        Sebagai pembina olahraga sejak 8 tahun lalu, aku membawa misi membangun karakter bangsa melalui pembinaan olahraga. Salah satu hal yang aku tekankan adalah bagaimana seorang atlet olahraga mampu menerapkan atau mengaplikasikan mental juaranya dalam kehidupan sehari - hari. Sehingga tanpa mengesampingkan perolehan gelar juara atau medali, organisasi yang kupimpin selalu memberikan penekanan bahwa karakter yang muncul dalam proses latihan olahraga, strategi yang diterapkan dalam lomba dan mentalitas sebagai pemenang kejuaraan bisa benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan nyata. 

       Dengan demikian maka atlet olahraga akan mempunyai mental yang tangguh yaitu semangat pantang menyerah, disiplin, jujur, setia kawan, menghormati kawan dan lawan, fairplay dan seterusnya. Seorang atlet juga dapat menerapkan strategi pemenangan kejuaraan untuk menjalani hidupnya seperti membuat keputusan yang cepat dalam situasi kritis, memilih cara untuk mengatasi kesulitan, menganalisis kelemahan dan kekuatan diri sendiri dan lawan untuk membuat strategi dan seterusnya. Lebih dari itu seorang atlet dituntut untuk menentukan target perolehan prestasi dalam sebuah event jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam kehidupan sehari - hari mengacu pada pernyataan steven covey tentan merujuk pada tujuan akhir sebagai visi hidup seorang atlet dalam kehidupan nyata.
          Sebagai orang yang getol akan pentingnya strategi dalam kehidupan, aku juga memberikan contoh kepada atlet. Pada waktu ibunda sakit harus menemani sepanjang hari selama sebulan penuh di rumah sakit harus mengatur semangat, emosi dan fisik dalam kondisi keterbatasan dengan meneriakkan yel yel di kamar mandi sebelum merawat ibunda, bahkan ketika pernah hampir pingsan akibat berpikir keras dalam kondisi fisik yang sudah payah terpaksa yel yel di pinggir jalan taman siswa. Kejadian itu sudah 7 tahun lalu ketika ibunda 1 bulan penuh di rawat di RS Sarjito.
             Kabar terbaru justru agak sedikit berbeda. Kesalahan strategi karena aku kesulitan membaca karakter. Hal ini di akibatkan justru karena karakter terbaca jelas yaitu  penuh inkonsistensi sehingga ketika harus menentukan strategi apa kira-kira yang diterapkan juga inkonsistensi. Milih a kemugkinan salah, milih b kemungkinan salah, milih c pun belum tentu benar. Ini sulit karena dalam kasus ini menghadapi yang jenis karakter ini resiko kesalahan hanya bisa dikurangi apabila ada contoh yang agak banyak. Sayangnya 1 contoh atau sampel pun gak punya sehingga keputusan terbaik adalah mencoba membuat strategi dengan mempertimbangkan inkonsistensi tadi membawa angin ke arah mana. Kita tunggu hasilnya ya untuk posting selanjutnya

Sunday, July 19, 2015


Damar kecil sedang mencari rumput untuk kambing yang berjumlah 3 ekor. Merumput adalah kegiatannya setiap sepulang sekolah sebagai bentuk tanggung jawab yang diberikan ayahnya. Bersama kawan-kawan sebayanya Damar selalu berangkat merumput lebih awal agar sore harinya bisa bermain bola di tepian kali bengawan solo. Begitu juga sore itu selepas merumput Damar segera menghampiri kenthut dan sugeng sahabatnya untuk bermain bola. Klo diperhatikan lokasi yang digunakan bermain bola memang bukan di tanah lapang, namun di tepian sungai yang banyak pasirnya atau disebut peden. Peden berasal dari kita wedi (pasir) yang diberi awalan pe dan akhiran an untuk menunjukkan tempat sehingga menjadi peden.
Arena bermain di peden ini sudah lama berlangsung, bahkan sejak damar belum lahir. Hanya akhir-akhir ini mulai marak karena sebentar lagi akan ada lomba sepakbola 17 an antar kelurahan se kecamatan Banyu Gunung.
Pertandingan sepakbola antar kelurahan menjadi tontonan favorit warga untuk memeriahkan hari kemerdekaan sehingga selalu rame dan dianggap bergengsi. Para kaum muda termasuk damar kecil yang  berlatih keras di tepian kali bengawan solo. Pun sore itu latihan berlangsung dengan sangat keras. Harapannya Damar bisa masuk tim inti kesebelasan Banyugunung. Bersambung

Tuesday, July 7, 2015


"Stop... tahan dulu, kita salah jalan!", Kataku
Ini benar jalannya Pae, Jawab Papin
"Ini salah jalan, lihatlah kemaren kita tidak melalui jalan seperti ini", kataku lagi
Tiba-tiba aku melihat di depanku ada patung raksasa, spontan aku berteriak, " ini jelas salah jalan, lihatlah di depan kita ada patung raksasa.... aku belum pernh melihat sebelumnya".
Iya benar pae, kemaren kita tidak melewati patung raksasa", timpal cempi yang jalan di belakangku.
Suasana menjadi hening,sepi dan mencekam... akankah terjebak di Jurang Grawah?

Deru kendaraan makin keras, kecepatan motor mendekati 60 km per jam mendaki pos 1 jalur pendakian sundoro dalam gelapnya malam. Uniknya sang ojek mengendarai motor tanpa lampu, hanya mengenakan head lamp. Tiba -tiba gubrak... salah satu motor terperosok ke dalam parit. * yang benar saja gumamku.... nanjak jalur pendakian motor ngebut gak pakai lampu lagi.... wajar keperosok* Peristiwa itu mengawali rangkaian pendakian Gunung Sundoro malam itu bersama papin, cempi, gonthet, bang bud dan gaplek.

Pos 1 sudah terlewati. Saat itu perjalanan menuju pos 2. Perbincangan masih seputaran jatuhnya papin dari atas motor yang ugal-ugalan melewati jalur pendakian dan aku yang harus mendorong ojek motor 3 kali untuk sampai pos 1. Perbincangan itu bisa bermakna senang karena tidak harus bersusah payah jalan kaki dari basecamp sampai pos 1, bisa berarti juga cerita seru akibat ugal-ugalan, namun bagiku merupakan renungan yang harus di dalami. Perlukah ojek ke pos 1? pemberdayaan masyarakat atau semakin berpotensi merusak lingkungan?




Penampakan Pos 2
Tak terasa sambil merenung dalam perjalanan sudah mencapai pos 2. Pos yang mendekati aroma pasar setan, cukup menakutkan bagi para pendaki yang tidak kuat iman atau belum berpengalaman. bersambung




Monday, May 25, 2015


I.ASPEK PRODUK
A. Tempat dan Ruang
1.Tersedia area di dalam atau di luar gedung, yang memenuhi persyaratan kelaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
2.Luas area yang digunakan untuk peralatan dan mesin permainan paling besar 80 % dari total luas area.
3.Petunjuk arah masuk dan keluar yang jelas dan mudah terlihat.
4.Penerangan dan sirkulasi udara yang baik sesuai standar dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Fasilitas
5.Tersedia peralatan dan mesin permainan, baik elektronik maupun mekanik, yang memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Memenuhi persyaratan kelaikan/keamanan penggunaannya;
b. Bukan mengandalkan keberuntungan (luck/chance) atau mengandung unsur perjudian; dan
c. Tidak mengandung pornografi /pornoaksi, kekerasan dan pembunuhan.
6.Tersedia loket/tempat penjualan tiket tanda masuk, koin, atau kartu untuk bermain
7.Tersedia tempat sampah tertutup.
8.Tersedia fasilitas untuk penyandang disabilitas.

C. Kelengkapan Arena Permainan
9.Papan nama:
a. dibuat dari bahan aman dan kuat dengan tulisan yang terbaca dan terlihat; dan
b. dipasang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
10.Informasi mengenai harga permainan pada setiap jenis permainan dan pengoperasian sarana dan fasilitas arena permainan:
a. ditulis dalam bahasa Indonesia;
b. dengan tulisan yang terbaca jelas; dan
c. dipasang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
11.Tersedia larangan tertulis dan ditempatkan pada tempat yang mudah terbaca, mengenai:
a. berjudi;
b. merokok;
c. membawa, mengedarkan, dan mengkonsumsi narkoba;
d. membawa/mengkonsumsi minuman beralkohol; dan
e. membawa senjata tajam/api.
12.Tersedia fasilitas parkir yang, bersih, aman dan terawat

II. ASPEK PELAYANAN
Prosedur Operasional Standar (Standard Operating Procedure)
1.Ketersediaan dan penyampaian informasi, mengenai:
a. produk;
b. harga permainan;
c. pembayaran;
d. nomor telepon penting (kepolisian, pemadam kebakaran, ambulans, dan rumah sakit atau klinik); dan
e. jadwal operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2.Pengadaan dan/atau penyediaan peralatan dan mesin permainan.
3.Perawatan secara berkala terhadap arena permainan, termasuk peralatan dan mesin permainan.
4.Pengoperasian arena permainan, termasuk peralatan dan mesin permainan, sesuai standar dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan.
5.Tata tertib penggunaan area permainan.
6.Pembayaran tunai dan/atau nontunai.
7.Pelaksanaan kebersihan di lingkungan arena permainan.
8.Pencegahan dan penanggulangan kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
9.Keselamatan dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
10.Penanganan keluhan pengunjung.

III.ASPEK PENGELOLAAN
A. Organisasi
1.Profil perusahaan yang terdiri atas:
a. visi dan misi;
b. struktur organisasi yang lengkap dan terdokumentasi; dan
c. uraian tugas dan fungsi yang lengkap untuk setiap jabatan
dan terdokumentasi.
2.Dokumen prosedur operasional standar (standard operating procedure) dan/atau petunjuk pelaksanaan kerja.
3.Rencana usaha yang lengkap, terukur dan terdokumentasi.
4.Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perusahaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terdokumentasi.

B. Manajemen
5.Pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terdokumentasi.
6.Pelaksanaan evaluasi kinerja manajemen yang terdokumentasi
7.Tersedia informasi mengenai dokter, rumah sakit atau klinik yang terdekat.
8.Pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan karyawan yang terdokumentasi.

C. Sumber Daya Manusia
9.Karyawan menggunakan pakaian seragam yang bersih dan rapi dengan mencantumkan identitas dan/atau logo perusahaan.
10.Memiliki perencanaan dan pengembangan karir.
11.Memiliki program pelatihan peningkatan kompetensi.
12.Memiliki program penilaian kinerja karyawan.
13.Tersedia tenaga kerja:
a. operator yang berkompeten untuk memastikan keselamatan pemain dan pengunjung
b. teknisi yang berkompeten untuk menjaga keselamatan pemain dan pengunjung, dan;
c. petugas keamanan oleh satuan pengamanan yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) satuan pengamanan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia.
14.Perlindungan asuransi kesehatan dan kecelakaan.
D. Sarana dan Prasarana.
15.Tersedia area administrasi di ruang pimpinan arena permainan.
16.Tersedia area pemeliharaan dan perbaikan.
17.Tersedia tempat penyimpanan barang bagi karyawan.
18.Tersedia toilet yang bersih, terawat dan terpisah untuk pria dan wanita yang masing-masing dilengkapi dengan:
a. tanda yang jelas;
b. air bersih yang cukup;
c. tempat cuci tangan dan alat pengering;
d. kloset jongkok dan/atau kloset duduk;
e. tempat sampah tertutup; dan
f. tempat buang air kecil (urinoir) untuk toilet pengunjung pria.
19.Akses khusus darurat yang terlihat dengan rambu yang jelas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
20.Peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
21.Tersedia keranjang sampah tertutup.
22.Instalasi listrik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
23.Instalasi air bersih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
24.Tersedia area atau tempat ibadah dengan kelengkapannya
Standar ini bersumber dari PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR USAHA ARENA PERMAINAN
ilustrasi foto : gamefantasia.com

Wednesday, May 20, 2015

Ramainya Pengunjung di Hari Libur

Selphie di Candi Ke IV

Candi Bertiang Pancang diantara Reruntuhan

Candi Yang Utuh dan Runtuh

Siapa Dia?


Penampakan Curug Kleting Kuning 


Kenampakan Curug Kleting Kuning Dan Bunga Sompret

Asyiknya Bermain Air di Curug Kleting Kuning

Tata Cara Mengambil Air Penghidupan Untuk Pengobatan



Bagi pecinta jalan - jalan, diantara kesibukan menjelajah negeri ada baiknya meluangkan waktu untuk menambah bekal, khususnya jurnalism agar dapat mengabadikan aktifitasnya dan membagikan kepada kalayak. Bukan rahasia umum bahwa seorang traveller selain memanjakan dirinya dengan menyambangi berbagai keunikan budaya, keindahan alam maupun serunya atraksi wisata yang lain juga kerap kali menghasilkan uang dari hasil mengabadikan aktifitasnya.
Lebih dari itu semua, tulisan, foto atau video yang diabadikan seringkali memberi manfaat bagi pecinta jalan-jalan dan juga bagi pengelola/masyarakat wisata karena terjadinya lonjakan pengunjung pasca pemberitaan. Jadi bagi yang berminat silahkan untuk langsung reservasi.

Tuesday, May 19, 2015


Tujuan mengambil kuliah lagi bagiku adalah ingin upgrade kapasitas, sehingga ketika awal-awal kuliah belum mendapatkan hal baru atau pendalaman materi yang sudah pernah dipelajari menjaadikanku sedikit kecewa. Barulah beberapa hari terakhir perkembangan itu terasa, sedikit demi sedikit ada update ilmu, beberap penguasaan teori yang sudah jadul bisa di update. beberapa pengetahuan yang pernah di dapat bisa diperdalam, dan beberapa hal yang penguasaannya masih global bisa diperdetail.
Contoh ketika yang tersimpan di kepala leader melakukan yang benar sedangkan manajer melakukan dengan benar maka dengan Ilustrasi gambar diatas menunjukkan hal-hal yang lebih detail dan bagaimana ketika kedua hal itu digabung menjadi hybrid yang unik. 

Pesan : Terus berharap update ilmu dan kapasitas for decision making


Tuesday, May 12, 2015

Ilustrasi : Penulis Bertanding Sepakbola

Dalam dunia kerja atau organisasi, setiap orang dituntut untuk memberikan kontribusi agar bernilai bagi dirinya sendiri, rekan kerja, organisasi dan juga masyarakat yang dilayaninya. Salah satu hal yang mendukung adalah EQ dimana dapat dijelaskan menjadi 4 indikator yatu :
1. Mampu mengendalikan emosi. Idealnya kita tidak boleh cepat terbawa emosi yang meledak-ledak sekaligus apabila kita terbawa emosi maka segera dapat melupakannya.
2. Mampu menahan diri bila cemas. Sudah sewajarnya seseorang dilanda kecemasan ketika merasa ada sesuatu yang salah atau belum pas. sesuatu itu bisa karena ketidaksiapan kita menghadapi sesuatu, perubahan lingkungan kerja, pergantian pimpinan dan sebagainya. Idealnya kita harus mampu mengelola rasa cemas tersebut dan mampu menghilangkannya karena kita menemukan solusi untuk mengatasi keadaan yang salah atau belum pas tersebut.
3. Mampu membaca perasaan orang lain. Ketika kita berada dilingkungan manapun, kita selalu berhubungan dengan orang lain, tentu kita harus bisa membaca perasaan mereka agar kita tidak saling menyakiti satu dengan lainnya. Membaca perasaan lebih kepada melihat ekpresi wajah atau bahasa tubuh karena jarang - jarang perasaan di ungkapkan secara terbuka dengan kata-kata.
4. Mampu menunda kepuasan. Seseorang bisa merasa puas atau tidak puas karena pekerjaan yang kita hasilkan, Cepat merasa puas akan menjadikan bumerang bagi kita untuk terus menjaga performa dalam bekerja maupun beraktifitas.

Ketika bermain bola seperti dalam ilustrasi maka menahan emosi diperlukan agar tidak melakukan pelanggaran - pelanggaran yang tidak penting. Ketika pikiran jernih dan hati tenang maka segala keputusan dilakukan untuk kepentingan tim, bukan mengedepankan emosi semata. Contoh ketika kehilangan bola tidak boleh terburu - buru untuk merebut kembali dengan agresif yang mengakibatkan pelanggaran yang bisa berbuah kartu kuning atau merah yang tentunya merugikan tim. 
Sebelum dan saat pertandingan sepakbola tekadang diliputi rasa cemas, takut kalah, takut di cemooh, takut salah ngoper dan seterusnya yang biasanya terjadi akibat tuntutan untuk menang atau juara. Hal ini tentu bisa berbahaya klo rasa cemas tidak mamou dikelola dan diatasi dengan baik, karena justru akan menjadikan performa tidak maksimal
Bermain bola secara tim berarti saling melayani antara pemain satu dengan lainnya, saling mnguatkan mental dan juga bermain operan untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Sering berkumpul dan berlatih bersama dalam bermain sepakbola akan dapat membaca keinginan teman, sehingga akan mempermudah untuk saling melayani dalam mengoper bola. Secara psikologis teman yang belum mamu mengatasi tekanan dalam pertandingan akan kelihatan dengan indikator performa yang tidak maksimal, misalnya sering salah oper, salah kontrol dan seterusnya. Hal ini menjadi tugas teman dalam satu tim untuk membantu menguatkan mental dan menyemangati (trutama kapten tim) agar segera lepas dari tekanan. Hal inilah salah satu wujud kemampuan membaca perasaan orang lain.
Dalam konteks menunda kepuasan, bisa jadi ketika bertanding bola sudah bisa memasukkan ke gawang lawan pada menit pertama atau kedua dan seterusnya. Keberhasilan itu tentu harus dirayakan untuk semakin memompa semangat tim sekaligus psy war trhadap lawan, namun ketika perayaan diuangkapkan sebagai bentuk kepuasan yang berlebihan padahal pertandingan belum berahir maka bisa jadi justru akan menurunkan performa tim pada babak selanjutnya.

Pesan : Kita harus bisa menerapkan teori yang kita dapat dalam kehidupan sehari - hari sehingga semakin hari semakin meningkat ketrampilan teknis maupun spirutual emosional. Hal ini penting agar kita tetap bernila dimata teman, keluarga, kelompok/tim, organisasi dan seterusnya.


Monday, May 11, 2015




Nenek ini sedang berjalan menggendong barang dagangan menuju ke pasar Sorobayan. Setiap hari pasaran selalu dan selalu pergi ke pasar untuk menjajakan dagangannya. Di usia senja masih berkomitmen untuk menafkahi keluarganya dengan bekerja dan terus bekerja pada bidang yang ditekuninya dan tetap produktif. Hal ini menarik karena berkomitmen untuk fokus dan produktif ini dibutuhkan kemauan yang keras untuk dapat mewujudkannya. Satu contoh masih banyak orang di usia produktif belum bekerja karena menunggu pekerjaan yang sesuai yaitu kerja kantor. Contoh lain ada yang sudah bekerja namun sering berganti - ganti mencoba yang baru dan ada juga bekerja pada bidang tertentu namun tidak cukup produktif.
Komitmen mengandung 2 makna kata yaitu janji dan tanggung jawab. Janji untuk melakukan sesuatu yang harus dipenuhi dan tanggung jawab atas hasil yang sudah dilakukan. Sedangka dalam kaitannya dengan aktifitas atau pekerjaan, fokus berarti memiliki konsentrasiyang mendalam pada hanya satu kegiatan/pekerjaan. Saat perhatian kita terpecah karena mendapatkan banyak tugas yang harus segera diselesaikan biasanya kita kehilangan fokus. Kehilangan fokus merupakan hal yang tidak tampak, tetapi dampaknya sangat besar. 
Produktivitas dipengaruhi oleh kemampuan kita untuk tetap fokus. Semakin kuat kemampuan fokus, maka produktivitas kita semakin tinggi. Tentu saja idealnya seperti itu, namun kembali lagi bahwa kehidupan nyata sulit untuk mendapatkan yang ideal, sehingga fokus juga bukan berarti hanya mengerjakan satu kegiatan saja, namun kita dituntut untuk lebih konsentrasi menyelesaikan pekerjaan satu demi satu sampai tuntas, tidak dengan cara mengerjakan satu belum selesai kemudian ganti yang satunya dan seterusnya.

Pesan : Dalam melaksanakan aktifitas, dibutuhkan komitmen agar bisa berfokus dengan apa yang sedang kita kerjakan dan produktif. Untuk itu diperlukan kemauan dan kemampuan koonsentrasi pada bidang pekerjaan yang telah kita pilih.


Setiap produk barang maupun jasa diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Idealnya jumlah barang atau jasa yang diproduksi sama dengan jumlah yang diminta atau demand sama dengan supply sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan semua produsen produknya laku. Namun demikian tentu yang ideal itu hanya teori. Dalam kehidupan nyata sangat sulit mendapatkan kondisi yang ideal sehingga yang terjadi kebanyakan justru suply lebih banyak dari demand atau sebagian yang lain sebaliknya demand lebih banyak dari suply.
Terlepas dari itu semua, produsen yang memproduksi barang atau jasa memerlukan kepastian jumlah yang diproduksi sehingga dapat menentukan modal dan sumberdaya yang harus disiapkan untuk produksi. Dalam hal ini maka setiap produsen harus memprediksi permintaan konsumen dan di harapkan minimal sama dengan posisi yang menguntungkan atau semakin bertambah sebanding dengan keuntungan yang akan diperoleh. Untuk itu tentu saja setiap produsen harus pintar dan cerdas memasarkan barang atau jasa yang diproduksinya. Salah satu hal penting adalah merek dimana merek ini bisa jadi sebuah perbedaan yang membedakan antara produk satu dengan yang lainnya.

Definisi Merek
American Marketing Association (Kotler & Keller, 2009:258) mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para pesaing.

Menurut Kotler & Keller (2009:259), merek memiliki fungsi bagi perusahaan sebagai berikut:
1. Menyederhanakan penanganan atau penelusuran produk.
2. Membantu mengatur catatan persediaan dan catatan akuntansi.
3. Menawarkan perlindungan hukum kepada perusahaan untuk fitur-fitur atau aspek unik produk.   
4. Bagi perusahaan, merek mempresentasikan bagian properti hukum yang sangat berharga, dapat mempengaruhi konsumen, dapat dibeli dan dijual, serta memberikan keamanan pendapatan masa depan yang langgeng.

Penetapan merek (branding) adalah memberikan kekuatan merek kepada produk dan jasa. Penetapan merek adalah menciptakan perbedaan antarproduk (Kotler & Keller, 2009:260). Pemasar dapat menetapkan merek pada seluruh jenis produk, baik berupa barang fisik, jasa, orang, tempat, ide, ataupun organisasi.

Penetapan merek dapat membantu konsumen mengatur pengetahuan mereka tentang produk dan jasa dengan cara menjelaskan pengambilan keputusan mereka dan dalam prosesnya, memberikan nilai bagi perusahaan. Agar strategi penetapan merek berhasil dan nilai merek dapat tercipta, maka pemasar harus dapat meyakinkan konsumen bahwa terdapat perbedaan berarti di antara merek dalam kategori produk ataupun jasa.

Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar,serta profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan (Kotler & Keller, 2009:263). Secara khusus, merek harus menciptakan asosiasi merek yang kuat, menyenangkan, dan unik bagi pelanggan. Tantangan bagi pemasar dalam membangun merek yang kuat adalah memastikan bahwa pelanggan memiliki jenis pengalaman yang tepat dengan produk, jasa, dan program pemasaran untuk menciptakan pengetahuan merek yang diinginkan. Dengan kata lain, pemasar harus mampu membuat dan mengimplementasikan janji merek (brand promise) yaitu visi pemasar tentang seperti apa merek seharusnya dan apa yang harus dilakukan merek untuk konsumen.

Ekuitas merek dilihat dari perspektif pelanggan (customer-based brand equity) berarti kekuatan merek terletak pada apa yang dilihat, dibaca, didengar, dipelajari, dipikirkan, dan dirasakan pelanggan tentang merek sepanjang waktu. Suatu merek memiliki ekuitas merek berbasis pelanggan yang positif ketika konsumen bereaksi lebih positif terhadap produk dan cara produk itu dipasarkan ketika merek itu teridentifikasi, dibandingkan ketika merek itu tidak teridentifikasi. Dengan demikian, terdapat tiga kunci ekuitas merek berbasis pelanggan sebagai berikut:

Ekuitas merek timbul akibat perbedaan respons konsumen. Jika tidak ada perbedaan, maka pada intinya produk nama merek merupakan suatu komoditas atau versi generik dari produk.
Perbedaan respons adalah akibat pengetahuan konsumen tentang merek. Pengetahuan merek (brand knowledge) terdiri dari semua pikiran, perasaan, citra, pengalaman, keyakinan, dan lain-lain yang berhubungan dengan merek.
Respons diferensial dari konsumen yang membentuk ekuitas merek tercermin dalam persepsi, preferensi, dan perilaku yang berhubungan dengan semua aspek pemasaran merek.

Pesan : Merek dapat memberikan perbedaan yang membedakan. Bukan hanya produk barang atau jasa saja. Kita sebagai pribadi sudah sewajarnya mempunyai personal branding yang unik yang dapat membedakan diri kita dengan orang lain. Sudahkah kita menyadarinya?


Tuesday, May 5, 2015


Ilustrasi KBM

Setelah sekian lama tidak masuk dalam lingkungan akademis di kampus, bulan kemaren kakiku mulai menginjak kampus lagi. Berbagai perasaan campur aduk mengingat isi kepala yang penuh sesak dengan rencana pekerjaan harus berbagi dengan rencana pembelajaran atau perkuliahan. Seneng karena belajar lagi, cemas karena sudah tidak update ilmunya, was - was karena harus membagi waktu yang sedemikian ketat.
Perkuliahan pertama belum terlalu berkesan karena kelas masih sepi dan belum banyak terjadi diskusi yang seru, namun memasuki perkuliahan selanjutnya banyak hal yang ku catat sebagai hal unik yang menurutku agak-agak aneh. Dimulai dari pertanyaan tentang akses perpustakaan yang kutanyakan dengan sunguh - sungguh untuk mengisi waktu sambil menunggu perkuliahan yang hampir selalu molor dari jadwal, justru jawaban yang diberikan agak mengecewakan, " belum pernah mahasiswa saya bertanya tentang perpustakaan".
Saat ini perkuliahan mulai serius dan kelasnya rame, perasaan was - was ku terbukti bahwa ilmu dan referensi yang kupakai pada saat kuliah dulu sudah tidak update. Hal ini memicu terjadinya banyak pertanyaan di kelas karena aku merasa berbeda, sudut pandang berbeda dan alur pikirnya berbeda. Ini menarik karena dipastikan akan terjadi ulangan pertanyaan - pertanyaan yang mungkin saja arahnya atau tujuannya berbeda. Awalnya bisa jadi memang karena ingin tahu, ingin memastikan atau ingin mempertegas jawaban dari dosen / narasumber tentang pokok permasalahan, namun bisa saja berkembang menjadi pertanyaan yang dilakukan agar mudah teringat dengan pokok bahasan yang disampaikan atau bisa jadi pertanyaan justru untuk mencegah rasa kantuk akibat mendengarkan topik yang menurutku membosankan.
Teknik - teknik belajar seperti ini untuk membantu proses belajar tanpa harus mengulang - ulang dengan mambaca text book di rumah, Dengan kebosanan yang dirubah menjadi antusiasme pertanyaan, dari sebuah ketidak tahuan yang dirubah menjadi pertanyaan untuk mengkonfirmasi topik bahasan akan membuat proses itu tercetak jelas di kepala kita sehingga tidak perlu energi esktra untuk mengingat - ingat ketika suatu saat diperlukan untuk memecahkan persoalan.



Wednesday, April 15, 2015


Bulan kemaren, bulan ini dan juga hari - hari ke depan adalah hari yang sibuk dan sulit. Tentu saja kesulitan ini bukan berarti musibah atau kekecewaan, tapi merupakan tantangan untuk dilalui dengan penuh percaya diri dan kesungguhan. Beberapa pekerjaan penting telah menanti, gosip kiri kanan juga menerpa dengan kencang. Gosip murahan yang justru sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Sungguh aneh namun harus diterima dengan lapang dada.

Ditengah berbagai cobaan, muncul setitik air mata bahagia. Salah satu anakku menyampaikan kabar bahwa pagi ini lulus presentasi thesis dengan gemilang. Konten bagus, paparan bagus, respon jawaban bagus sehingga konon akan dijadikan model untuk kuliah dosen pengujinya. tentu ini merupakan kado spesial yang datang pada saat yang tepat karena akan terus menjaga asa dan semangatku tanpa harus dimotivasi oleh orang lain.

Ya, hadiah yang spesial bagiku bukan barang mewah atau sejenisnya. Prestasi dari anak-anakku, apapun bentuknya merupakan kado spesial bahkan kado istimewa bagiku. Tentu saja prestasi yang diperoleh dari perjuangan, tetesan keringat dan air mata, bukan prestasi instan yang diperoleh dari kekerabatan ataupun pembelian. Karena proses dari perolehan prestasi itulah sesungguhnya pembelajaran yang sangat penting untuk semakin mendewasakan setiap diri manusia untuk kehidupannya kelak.

Pesan : Berikan kado spesial buat orang tua atau seseorang yang special buatmu dengan pencapaian prestasi yang membanggakan. Bukan kemewahan atau barang yang mahal. Karena proses kerja kerasmu akan menempa dan membentuk karaktermu menjadi lebih kuat dan mandiri.

Yuk terus berbagi! Karena berbagi itu ber amal dan bermanfaat untuk sesama!


Beberapa hari terakhir jam kerja kantor tak menentu, kadang sampai jam 18.00, kadang sampai 20 dan semalam bahkan sampai jam 23.00. Tentu saja jam kerja jauh melampaui jam kerja kantor yang hanya sampai dengan pukul 15.30. Pertanyaan yang muncul adalah untuk apa kita bekerja? ikhlas gak menjalani tugas yang dibebankan pada kita oleh pimpinan?

Ide menulis ini karena kemaren ketika bertugas di sebuah gedung yang cukup terpandang bertemu dengan seorang pramusaji yang bekerja pada gedung tersebut. Dia membuka pembicaraan dengan tema pekerjaan. Tak berapa lama akrab dan dia menanyakan adalah lowongan kerja untuknya atau tidak. Perbincangan saat istirahat itu sampai pada besaran gaji pramusaji sebutkan yaitu hanya 1,2 juta per bulan. Dia bercerita bahwa sebelumnya bekerja sebagai OB di sebuah bank swasta, karena tergiur pekerjaan yang tadinya dikira menjanjikan baik dari status sosial maupun besaran gaji, ternyata harus kecewa melihat kenyataan saat ini.

Niat untuk menulis judul ini tambah menguat ketika beberapa teman yang mengikuti tugas yang sama beberapa kali menyebut soal honor. Intinya bekerja lembur dan bersusah susah namun gak ada honornya. Tentu saja aku hanya senyum - senyum saja karena dalam hatiku tidak mempermasalahkan kegiatan itu ada honornya atau tidak. Kita sudah digaji per bulan dengan profesi yang kita pilih. Cukup tidak cukup ya harus cukup. Kalo kita merasa tidak cukup dan tidak bisa mencukup - cukupkan ya mestinya berusaha berganti profesi dengan melihat potensi diri dan peluang yang ada.

Kita sudah memilih maka kita juga harus memberikan yang terbaik untuk pekerjaan kita, harus ikhlas dan juga menjalani dengan riang dan gembira betapapun beratnya tugas yang kita emban. Untuk menambah penghasilan kita berusaha tentu saja boleh, selama tidak mengganggu pekerjaan pokok kita. Di atas adalah print screen hasil aktifitas yang kulakukan sehari - hari tanpa menganggu pekerjaan pokok, yaitu dengan ngeblog.

Ngeblog bisa menjadi aktifitas hobi yang menghasilkan, walaupun tujuan utama aku menulis di blog bukan tentang berapa uang yang ku dapatkan, namun lumayan juga buat nambah-nambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Nge blog tujuanku untuk berbagi cerita untuk pembelajaran bersama, baik bagi pembaca maupun diriku sendiri. Namun Alhamdulillah dengan niat yang baik dan ikhlas ternyata menghasilkan. 
Jadi mau milih bekerja dengan selalu menggerutu dan menyalahkan pilihan kita? atau menjalani dengan iklhas dan mencari peluang tambahan?
Pesan : Bekerja harus dengan niat yang baik, ikhlas dan selalu memberikan yang terbaik. Itu semua hanya bisa terjadi klo kita bekerja dengan hati kita. Mencari alternatif tambahan penghasilan oke saja asal tidak mengganggu pekerjaan pokok kita.

Yuk terus berbagi! karena berbagi itu indah dan insya allah banyak manfaatnya!


Tuesday, April 14, 2015


Briananda Ramadya Raharja dari SMA 3 Semarang terpilih sebagai pemuda pelopor keselamatan berlalu lintas Kota Semarang 2015 dengan menyisihkan 29 peserta dari perwakilan SMA/SMK se Kota Semarang. Urutan kedua adalah Destya Eka C dari SMA 2 dan Fajar Hudoyo dari SMA 5 Semarang. Selanjutnya Briananda akan mewawili Kota Semarang untuk menjadi Pemuda Pelopor tingkat Jawa Tengah.
Terpilihnya Briananda sudah dapat diduga sebelumnya, selain kesiapan bekal dari sekolahnya juga dari kepemimpinannya yang menonjol dibanding peserta yang lain. Bahkan sebagian besar peserta memilihnya ketika diadakan pemilihan ketua kelas. Alasannya karena penampilannya yang beda dan ketegasannya dalam berbicara.
Pesan : Briananda mempunyai personal branding yang kuat dibanding rekan yang lain yaitu kepemimpinan dan ketegasan. Karakter yang memang dibutuhkan untuk menjadi seorang pelopor atau bahkan teladan. Sudahkah kita mempunyai perbedaan yang membedakan dari orang lain?

Yuk terus berbagi! karena berbagi itu indah dan menyenangkan!

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata