Sunday, December 17, 2023



Aplikasi Koncodolan adalah inovasi terbaru dari Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. yang dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan menemukan lokasi wisata yang menarik di Kota Semarang. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap, meliputi Calender Of Event, Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Amenitas dan Database Pariwisata dan Budaya. 

Fitur Calender Of Event merupakan Atraksi Seni Budaya, Pameran, Fesyen, Sport Tourism dan lainnya yang ditampilkan secara bulanan dalam setahun. Fitur Daya Tarik Wisata terbagi ke dalam beberapa ruang lingkup antara lain wisata alam, wisata religi, wisata belanja, wisata heritage, desa wisata dan paket wisata.

Data Amenitas dengan tampilan simpel, terintegrasi dengan google maps memudahkan wisatawan dalam mencari penginapan, restoran, tempat nongkrong, karaoke maupun spa di Kota Semarang. Sementara itu data Aksesibilitas memudahkan wisatawan yang akan bepergian menggunakan sarana transportasi umum, bus wisata dan rental mobil untuk mobilitas selama di Kota Semarang.

 Database Pariwisata menjadi fitur pembeda dengan aplikasi pariwisata sebelumnya yaitu terdiri dari Database 13 Jenis Usaha Pariwisata by name by adress serta publikasi hasil-hasil Riset Pariwisata dan Budaya yang diperlukan para mahasiswa untuk tugas akhir atau penelitian dan juga para pelaku usaha pariwisata untuk mengetahui potensi dan tren pasar wisata, jumlah kunjungan wisatawan,  dan indikator statistik lainnya.

Aplikasi koncodolan ini terintegrasi dengan website pariwisata.semarangkota.go.id, tidak hanya memberikan informasi tentang pariwisata tetapi juga terintegrasi dengan petunjuk arah google maps. Dan untuk peningkatan layanan berupa informasi, interaksi, transaksi pariwisata akan dikembangkan pada Aplikasi Koncodolan ini sehingga diharapkan semakin besar dalam memberi dampak bagi masyarakat dan pelaku wisata yang ada di Kota Semarang.

Download Konco Dolan - Apps on Google Play

Buka Website Disbudpar || Semarang (semarangkota.go.id)


Sunday, November 26, 2023

Salah satu hasil kesepakatan pertemuan sibarista yang kita prediksi akan berdampak adalah Rencana Fasilitasi Desa Wisata Kandri untuk Menyediakan Booth  dalam Gelar Potensi Desa Wisata & Rintisan wisata yg dikolaborasikan dengan giat Nyadran Kali

Nyadran kali akan dilaksanakan 6 - 7 Januari 2023. Bagi pengelola Deswita & rintisan wisata yang berminat mengisi booth dimaksud, berkenan mengisi list partisipasi kegiatan tersebut

List partisipasi Gelar Potensi Desa Wisata & Rintisan Wisata dalam Event Nyadran Kali, 6 - 7 Januari 2024 di Desa Wisata Kandri

1. Demoyo Village Srikandi (craf dr kertas koran,produk UMKM unggulan olahan jahe,serta paket praktik kilat membuat craf distand)

2.Jamalsari Kedungpane (Nasi Jantung Radja dan berbagai Olahan Makanan Lokal)

3. Omah Ampiran Wonolopo (produk Jamu Jawa, Syrup Jahe rempah wangi, Wedang Uwuh, Syrup Bawang Lanang, Sambal Pecel Pincuk, pupuk kompos dari limbah Jamu)

4, ecoeduwisata mangrove tapak (produk olahan mangrove dan hasil tambak, destinasi wisata, edukasi)

5.Kampoeng Djadhoel Laksmi Art Batik (Membatik di Secarik Kain & Edukasi di Totebag)

Silahkan di isi bagi yang berminat untuk di kalkulasi kebutuhan faislitasi oleh tuan rumah

26 Nopember 2023

Presiden Sibarista


Semangat Pagi Para Pejuang Desa Wisata dan Rintisan Wisata Kota Semarang, Semoga Tuhan Selalu Menjaga dan Melindungi Kita Semua

Semangat kolaborasi untuk menimbulkan dampak positif bagi kemajuan desa wisata & rintisan wisata seakan menjadi RUH sibarista dan para anggotanya. Desa Wisata Kandri yang sempat melaju kencang sendirian, pada tahun 2019 kita coleg coleg agar mau membagi ilmu dan pengalaman yang dimilikinya kepada desa wisata & rintisan wisata lain di Kota Semarang. 

Dengan kebesaran hati dan sikap Legowo para pengelola Kandri antara lain pak @Saipul Kandri Baru Lagi , pak @pak duki Kandri mas @Zubaidi Kandri mas @Lek Wakhid Kandri mas @Suhono Kandri mau mengajak dan mendorong rekan rekan yang lain untuk bergerak bersama dan maju bersama

Sejak saat itulah Kandri yang tadinya melaju kencang sendirian dg indikator pendapatan 1 tahun kurleb 2 Milyar dimuat di beberapa media wisata termasuk media lokal Bali kembali ke pangkuan kita semua mengirimkan local champion terbaik nya untuk berbagi sana sini dengan semangat nyawiji dalam wadah sibarista

Apa yg ingin saya sampaikan? Mungkin banyak orang hebat disini, Mungkin juga banyak yg punya produk hebat, ilmu hebat, pengalaman hebat. Namun bila semua itu hanya untuk diri sendiri, tidak akan berdampak untuk masyarakat

Jadi.... Mari kita tiru sikap mental para tokoh desa wisata Kandri dan juga tokoh2 sibarista untuk selalu bergerak bersama, mau berbagi dan berkolaborasi memajukan pariwisata kota Semarang

Semangat pagi, selamat prepare menuju rutinitas kerja masing2 🙏

27 Nopember 2023

Presiden Sibarista


Wednesday, November 8, 2023


Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata kembali membuat gebrakan dengan menggelar penganugerahan penghargaan untuk marketer lokal (Mar-klok) terbaik pada hari selasa, 24 Oktober 2023 di Hotel Up Peak Simpang Lima. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang yang diwakili oleh Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Bapak Syamsul Bahri Siregar.

Babak Grand Final di ikuti oleh 3 Finalis yaitu Sumarman dari Omah Ampiran Wonolopo, Zubaidi dari Desa Wisata Kandri dan Suhono dari Desa Wisata Kandri. Ketiga finalis mengalahkan 24 peserta lainnya dari 15 desa wisata dan rintisan wisata di Kota Semarang.

Dewan Juri terdiri dari 1 Juri Kehormatan yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ketua Dewan Juri : Angga, Sales Manajer Hotel Grandhika, Juri 1 : Roy Yuzaen, Sales Manajer Hotel Quest, Juri 2 : Wahyu Kosmos, Sales Manajer Artotel, Juri 3 : Eko, Sales Manajer Hotel Up Peak.

Babak Grand Final Sibarista Marketer Award terdiri 3 Sesi yaitu Sesi Paparan Portofolio masing - masing peserta 3 menit, Sesi Pertanyaan oleh Panelis dan saling bertanya antar Finalis. Dan setelah melalui penjurian yang cukup alot, terpilih satu pemenang yang berhak membawa piala yaitu Sumarman dari Omah Ampiran Wonolopo dan mendapatkan uang pembinaan 1 juta rupiah. Sementara Suhono dan Zubaidi menempel ketat dibelakangnya dan berhak meraih uang pembinaan masing - masing sejumlah 1 juta rupiah.

Untuk menyaksikan keseruan babak grand Final dapat disaksikan pada link Youtube diatas.



Sunday, October 22, 2023

Semangat pagi sedulur pejuang rintisan wisata & desa wisata, semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita semua

Hari Selasa 24 Oktober 2023, Komunitas  sibarista  (Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata) Kota Semarang akan menggelar Sibarista Marketer Award 2023. Sebuah ajang penghargaan  paling bergengsi untuk marketer lokal (Mar-klok) desa wisata & rintisan wisata di Kota Semarang. Event ini akan di siarkan secara langsung melalui livestreaming akun YouTube disbudpar kota semarang

SIBARISTA MARKETER AWARD (SMARD) adalah salah satu tahapan pelaksanaan program  WE ARE ALL MARKETERS. Program sekaligus komitmen bagi Mar-Klok bahwa setiap dari kita adalah pemasar. Sebuah program untuk menciptakan produk wisata & pemasar yang berkualitas guna  mendongkrak kuantitas penjualan paket wisata di rintisan wisata & desa wisata.

Jangan lupa  catat jadwalnya dan tonton livestreaming di akun disbudpar kota Semarang hari Selasa, 24 Oktober 2023 mulai pukul 08.45 wib.

Matur nuwun 🙏


Sunday, September 3, 2023

1. Tujuan Inisiasi

Inisiatif inovasi “Perintisan Ekowisata Sungai – Curug Gondoriyo” bertujuan untuk mengatasi  permasalahan yaitu:

a. Kota Semarang masih kekurangan Atraksi/Daya Tarik Wisata baik secara kuantitas maupun kualititas

b. Potensi Sungai yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai atraksi wisata

c. kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai.

d. Kegiatan Kelompok Sadar Wisata yang pasif dan Kurang Terarah

Dengan perintisan wisata Sungai Curug Gondoriyo diharapkan mampu menciptakan atraksi baru yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kenyamanan sungai melalui pemberdayaan kelompok sadar wisata



2. Keselarasan dengan kategori yang dipilih

Kegiatan inovasi ini sangat mendukung dan sejalan dengan 12 SDGs antara lain  :

TUJUAN 8. Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua

TUJUAN 9. Membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi

TUJUAN 15. Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati


3. Signifikansi (Arti Penting ) 

  • Potensi Curug yang terbengkalai menjadi menjadi daya tarik ekowisata yang dikelola masyarakat dengan baik
  • Potensi Masyarakat / Kelompok Sadar Wisata belum terberdayakan menjadi lebih berdaya dengan adanya kegiatan pengelolaan daya tarik ekowisata curug Gondoriyo
  • Kelompok sadar wisata yang semula anggotanya pasif, dan berpotensi konflik antar anggota menjadi lebih kompak, lebih semangat dan punya rasa bangga atas hasil usaha kerasnya secara bersama sama membangun daya tarik ekowisata yang diakui dan dikunjungi masyarakat luas
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan sungai yang masih rendah menjadi lebih sadar dan peduli akan arti pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai
  • Potensi ekonomi belum tergarap menjadi muncul terdampak dari kegiatan ekowisata curug, seperti tiket masuk, parkir, penjualan paket wisata dan juga penjualan makan – minum dan souvenir

4. Inovasi (Kebaruan atau Keunikan atau keaslian)

Kegiatan ini dapat dikatakan kreatif dan inovatif :

a. Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan Partisipatory rural appraisal  (PRA) belum pernah dilaksanakan di Disbudpar Kota Semarang, yang menurut pertimbangan penulis sangat cocok untuk pengembangan ekowisata sungai. (Inovasi Proses )

b. Dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai macam kesulitan dan dipecahkan secara kreatif antara lain :

  • Dalam pengembangan atraksi air terjun dihadapkan pada kondisi air yang keruh, kemudian setelah dilakukan diskusi dan bencmarking literatur dibuatlah wisata malam dengan memasang lampu pada tebing curug sehingga terciptalah lighting fountain sebagai atraksi wisata utama ekowisata curug gondoriyo.
  • Untuk memperkuat karakter ekowisata sungai (Curug Gondoriyo) dilakukan kolaborasi dengan pelaku usaha ekonomi kreatif dari beberapa sub sektor antara lain : fotografi, seni pertunjukan, kuliner dll

Inovasi yang dikembangkan ini adalah modifikasi dari konteks lain. Untuk metodologi PRA biasanya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat untuk pemberdayaan di daerah Rural sedangkan lighting fountain memodifikasi dari hasil benckmarking literatur.

5. Transferabilitas (Sifat dapat diterapkan pada konteks/tempat lain).

Inovasi ini sedang dalam proses replikasi untuk perintisan wisata sungai mayangsari, wisata curug kedunggandul, wisata banjir kanal barat dan tidak menutup kemungkinan direplikasi untuk wilayah lain yang masih bernuansa rural/pedesaan 

bersambung


Friday, September 1, 2023

Marketing Skill Up merupakan salah satu tahapan dari Program We Are All marketers Sibarista. Kegiatan yang berlangsung 30 Agustus 2023 di Rodjo Resto Siliwangi ini bertujuan untuk membekali para marketer lokal dari desa wisata dan rintisan wisata se Kota Semarang tentang konwlegde, skill dan praktek pemasaran langsung atau #directselling 

Peserta terdiri 23 Orang marketer lokal dari 12 Desa Wisata & Rintisan Wisata serta 1 Restoran Lokal Semarang  yaitu: Desa Wisata kandri, Desa Wisata Nongkosawit, Omah Ampiran Wonolopo, Wisata Mayangsari, Kampung Jambu kristal, Taman Setramban, Wisata Demoyo, Resto Rodjo, Kampung Pelangi, Curug Gondoriyo, Wisata Perahu Waduk Jatibarang, Desa Wisata Kedungpane (wisata jamalsari) dan Wisata Dung Tungkul Matesih.

Narasumber yang kita sebut fasilitator merupakan Sales Manager dari 6 Hotel berbintang di Kota Semarang yaitu : Hotel Grandhika, Artotel, Hotel Up Peak, Hotel Horison Alaska, Hotel Quest Simpang Lima dan  Hotel Noormans

Metode pembelajaran kombinasi antara diskusi kelompok dan praktek individu untuk setiap tahapan pemasaran langsung. Peserta di bagi ke dalam 4 Kelompok, dipimpin oleh seorang ketua kelompok dan dibimbing oleh seorang fasilitator. Setelah menyelesaikan diskusi kelompok, setiap peserta diminta menentukan target pasar yang akan dikunjungi untuk penugasan pemasaran langsung atau direct selling selama 2 minggu setelah pelaksanaan Marketing Skill Up.

Pasca penugasan akan di evaluasi case by case oleh fasilitator kemudian dibuat alternatif tindaklanjutnya :

1. Apakah peserta sudah mampu melaksanakan pemasaran langsung dengan baik? maka akan dilanjutkan ke tahap pembekalan untuk "table top handling"

2. Apakah masih ada hal - hal detail yang belum dikuasai oleh peserta sehingga perlu dilakukan pembekalan tambahan teknis direct selling? maka akan dilaksanakan pembekalan tambahan materi pemasaran langsung

3. Apakah masih ada komplain terhadap kesesuaian paket wisata dan harga yang ditawarkan? maka akan dilakukan evaluasi berdasarkan masukan di lapangan.

Semoga kegiatan yang merupakan inovasi program pemasaran desa wisata dan rintisan wisata ini mendapatkan hasil yang diharapkan dan berdampak bagi penjualan produk wisata masing - masing.



Kegiatan Workshop Uji Petik Penyusunan Rancangan SKKNI, KKNI dan Skema Okupasi Bidang Kepemanduan Wisata Taman Rekreasi ini berlangsung di Satoria Hotel, Jogja ada tanggal 30 Agustus 2023 mulai pukul 09.00 - 17.00 Wib.  Sebagai seroang yang sehari - hari bergerak di lapangan melakukan pemberdayaan masyarakat, tentu ini merupakan pengalaman baru bagimana mencermati sebuah rancangan Standar Kompetensi. 



Berdampingan dengan para expert dibidang kepemanduan dan pengelolaan Taman rekreasi menjadikan kita bisa berdiskusi tentang banyak hal. Pesertanya emang top dan keren - keren seh. Apalagi waktu diskusi detail per kelompok, menjadikan pemahaman kita tentang sebuah standar kepemenaduan wisata taman rekreasi bertambah mantap dan luas.

Di akhir acara, sebagai wakil Perhimpunan Pengurus Taman Rekreasi Indonesia DPD Jateng, saya diminta menandatangani hasil kesepakatan pembahasan selama workshop untuk menjadi dokumen usulan ke Kementerian Pariwisata dan BNSP.

Demikian sekelumit cerita untuk dokumentasi pribadi cerita harian dan juga memori di masa depan.

Wednesday, August 23, 2023

 Program Kerja (lanjutan)

2. Pendampingan Rintisan Wisata & Desa Wisata

Pendampingan Rintisan Wisata dan Desa Wisata sejatinya merupakan cikal bakal dan ruh dari komunitas sibarista. Pada awalnya di tahun 2018, founder sibarista kariswisata.id melakukan pemberdayaan masyarakat di 3 lokasi yaitu Curug Gondoriyo, Wisata Mayangsari dan Curug Kedunggandul. Dalam prosesnya masyarakat diajak mengenali dan memetakan potensi wisata di wilayahnya dengan metode Partisipatory Rural Appaisal. Kariswisata.id sebagai fasilitator hanya memberi motivasi dan arahan untuk pengembangan potensi wisata menjadi daya tarik wisata. Masyarakatlah yang merencanakan dan merancang atraksi dan daya tarik wisatanya. Dari ketiga rintisan wisata inilah founder mempunyai pengalaman lengkap dengan problematika yang melekat pada setiap tahapannya. Berdasarkan pengalaman pendampingan tersebut founder merasa kurang optimal untuk bekerja sebagai fasilitator sendirian, sehingga dibentuklah Komunitas Rintisan Wisata Kreatif  di tahun 2019 dengan progra utama adalah pelatihan  melalui CSR Rumah Kreatif BUMN (BRI) dan pendampingan oleh kariswisata.id

Keberhasilan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat di Curug Gondoriyo, Wisata Mayangsari dan Curug Kedunggandul menjadi pertimbangan utama dan merencanakan membentuk sebuah komunitas untuk mendampingi rintisan wisata di Kota Semarang agar sistematis dan berkelanjutan. Ide besarnya adalah bagaimana agar para local champion yang sudah berhasil membawa rintisan wisata dan desa wisata nya menjadi sebuah tujuan wisata untuk direkrut menjadi fasilitator pendamping bagi rintisan wisata lainnya. Beberapa local champion dari Desa Wisata Kandri, Desa Wisata Wonolopo, Kampung Dung tungkul, Kampung Jawi serta beberapa lainnya akan menjadi narasumber yang inspiratif sekaligus fasilitator yang hebat dalam sebuah koordinasi tunggal yang komprehensif, harmonis dan berkelanjutan.

Maka sejak tahun 2021, dibentuklah Komunitas Sibarista yaitu Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata dengan misi utama membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk karena pandemi dengan melakukan pendampingan kepada seluruh rintisan wisata dan desa wisata di Kota Semarang yang mau begabung di dalam sibarista.

Program pendampingan yang menjadi prioritas adalah bagaimana agar setiap rintisan wisata mempunyai minimal 1 produk wisata (atraksi wisata atau paket wisata ) yang menjadi uniq selling point #usp dari wisata yang dikelolanya dan mampu menjual kepada target pasar yang spesifik ( Segmentasi pasar sebelum memasarkan produk)




Monday, August 14, 2023

 Program Kerja 

1. Monthly Meeting

Sibarista beranggotakan kurang lebih 250 orang dari 50 Istitusi #ABGCaeM. Setiap hari komunikasi dan koordinasi melalui Whashapp Grup #sibarista dengan sangat inten membahas perkembangan pariwisata di Desa Wisata dan Rintisan Wisata Masing-masing antara lain pembangunan infrastuktur, pelatihan, pertemuam rutin pengelola, penerimaan kunjungan tamu ataupun pelaksanaan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sangat menarik mengikuti perkembangan masing - masing tempat wisata yang beraneka ragam karena substansi pembangunan maupun kecepatannya juga sangat bervariasi. Ada yang setiap hari menerima kunjungan  wisatawan, ada yang setiap weekend menerima tamu ratusan orang, ada yang sebulan sekali menerima segelintir kunjungan tamu, ada yang sudah menerima kunjungan tamu mancanagera, namun juga masih ada yang setahun sekali belum tentu menerima tamu (komersial).

Tamu komersial yang dimaksud disini adalah tamu yang datang berkunjung karena membeli paket wisata atau tiket masuk atau berbelanja di Desa Wisata atau Rintisan Wisata.

Untuk meningkatkan kinerja Desa Wisata dan Rintisan Wisata dilaksanakan pembinaan secara berkala yang dikemas dalam program Monthly Meeting. Setiap Desa Wisata dan rintisan wisata secara bergantian akan mengajukan diri menjadi tuan rumah. Dalam #monthlymeeting dibahas bebrapa hal antara lain :

Tata Kelola Destinasi 

Tata Kelola Destinasi dibahas dalam satu grup kecil, dua orang sebagai fasilitator dan anggota lainnya akan menjadi peserta diskusi. Fasilitator akan memimpin jalannya diskusi untui menghasilkan produk tata kelola tertentu, misalnya SOP Pelayanan di Rintisan Wisata A, SOP PPGD di Rintisan Wisata Alam B, SOP Parkir di Desa Wisata C dan seterusnya

Peningkatan Atraksi Wisata dan Infrastruktur

Seorang local champion salah satu desa wisata atau rintisan wisata ditunjuk sebagai fasilitator untuk membagikan ilmud an pengelamannya dalam meningkatkan daya tarik dan infrastruktur beserta strategi pendanaannya.

Pembuatan Paket Wisata dan Pemasaran

Setiap rintisan wisata dan desa wisata diwajibkan minimal mempunyai 1 paket wisata sebagai produk unggulan. Apabila atraksinya kurang cukup menarik akan di kolaborasikan paket wisatanya dengan desa wisata atau rintisan wisata dalam kawasan yang berdekatan sehingga membentuk pola perjalanan

Produk Wisata & Layanan Konsultasi Lainnya

Diantara beberapa peserta masih ada yang masih bingung mau membuat produk wisata apa, atau kuliner apa atau oleh - oleh apa atau bahkan belum punya gambaran tentang atraksi yang akan dibuat paket wisata, maka di kelompok inilah forum yang paling tepat untuk #curcol #curhat dan mengeluarkan #uneguneg nya kepada fasilitator dari dinas adan akademisi


2. Pendampingan Rintisan Wisata & Desa Wisata... (bersambung)



Thursday, August 10, 2023

SIBARISTA, FK Deswita dan FK Pokdarwis

Sibarista akronim dari Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata. Sibarista  merupakan  komunitas pejuang dan pengelola rintisan wisata dan desa wisata di Kota Semarang serta pribadi - pribadi yang mau mengabdikan dirinya untuk pengembangan pariwisata di Kota Semarang dari Unsur ABGCaeM (Akademisi, Bisnis, Government, Community dan Media).

Dari Unsur Akademisi antara lain beberapa Dosen STIEPARI, Unisbank, UDINUS, GRAWIS, UNNES dan UPGRIS, dari Unsur Bisnis antara Lain dari GM dan Marketing Hotel, Resto dan Cafe, dari Unsur Government antara lain Bappeda, Bagian Humas, Bidang-bidang di Disbudpar Kota Semarang, dari unsur Komunitas GENPI Kota Semarang, Genpi Kedungsepur dan Genpi Jateng, serta unsur media dari TATV dan Ayo Media.


Forum Komunikasi Deswita adalah organisasi resmi dibawah binaan Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata yang anggotanya merupakan institusi Desa Wisata se Kota Semarang, sementara itu Forum Komunikasi Pokdarwis adalah organisasi resmi dibawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang anggotanya merupakan isntitusi Kelompok Sadar Wisata di Kota Semarang.

Komunitas sibarista mengkoordinasi, mensikronisasi dan mengkolaborasikan kegiatan anggota desa wisata, rintisan wisata dan juga kelompok sadar wisata untuk menciptakan atraksi wisata, paket wisata dan produk wisata lainnya sekaligus mempromosikan dan menjual ke target pasar 

KEPENGURUSAN SIBARISTA

Komunitas Sibarista dipimpin seorang Koordinator. Dalam menjalankan program kerjanya dibantu oleh Ketua FK Desa Wisata dan Ketua FK Pokdarwis. Apabila diperlukan, koordinator sibarista akan membentuk Tim Khusus untuk tujuan tertentu.

PROGRAM KERJA SIBARISTA

1. Monthly Meeting

2. Pendampingan Rintusan Wisata & Desa Wisata

3. We Are All Marketers

bersambung


Monday, August 7, 2023

 LATAR BELAKANG

Kota Semarang telah menjelma menjadi Kota Tujuan Wisata No 1 di Jawa Tengah dengan indikator Jumlah Wisatawan yang terus meningkat dan nangkring di posisi teratas se Jawa Tengah. Hal ini tentu menjadi sebuah kabar yang sangat menggembirakan sebagai bukti keberhasilan program  pembangunan khususnya sektor Pariwisata.


Kota Lama menyumbang jumlah wisatawan terbanyak disusul beberapa daya tarik yang silih berganti menempati urutan 2,3,4,5 dan seterusnya.Antara lain LawangSewu, Semarang Zoo, Grand Maerokoco, dan Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah masih menjadi andalan penyumbang wisatawan yang secara konsisten masuk 10 besar.

Melihat data diatas tentu kita semua sudah mengetahui bahwa Atraksi dan Daya Tarik Wisata tersebut telah berumur dan lama keberadaannya dan terpusat di Area Kawasan Strategis Semarang Tengah dskt, dan Tugu Ngalitan dskt, sementara di Kawasan lain seperti Kawasan Strategis Mijen Gunung Pati, Kawasan Pengembangan Banyumanik dskt, Kawasan Genuk dskt menyumbang angka jumlah wisatawan yang masih minim.

Itu artinya distribusi dampak ekonomi sektor pariwisata belum merata ke seluruh penjuru Kata Semarang, sehingga perlu dilakukan upaya upaya strategis untuk memperluas dampak dimaksud

Potensi Desa Wisata dan Rintisan Wisata

Kota Semarang memiliki 7 Desa Wisata dan Puluhan Rintisan Wisata, antara lain : 

1. Rintisan Wisata Dung Tungkul

2. Makam pandanaran

3. Rintisan Wisata elweje (Lembah Waduk Jatibarang)

4. Rintisan Wisata Swargo Langit

5. Rintisan Wisata Jatiwayang,

6. Desa Wisata Jamalsari

7. Rintisan Wisata Sengon Kreatif

8.  Rintisan Wisata Curug Gondoriyo

9. Rintisan Wisata Mayangsari

10. Kampung batik

11. Desa Wisata Nongkosawit

12. Desa Wisata Kandri

13. Rintisan Wisata Bukit Senja

14.  Kampung pilah sampah Tinjomoyo

15.  Wisata Kampung Pelangi

16. Rintisan Wisata Desa Jabungan

17. Rintisan Wisata Kampung Melayu

18. Rintisan Wisata Keceh Asmoro

19. Rintisan wisata Curug kedungkudhu

20. Pantai Tirang

21. Rintisan Wisata Pokdarwis  Karang Pesona

22. Pura Agung Girinatha

23. Rintisan Wisata  Kedung Gandul

24. Kampung Jawi

25. Nirwana stable

26. Mangrove Tapak Tugurejo

27. Desa Wisata Jatirejo

28..Green Fresh Farm Jatirejo

29.Desa Wisata Cepoko

30. Kampung Jambu kristal

31. Wisata Pasar Durian Cepoko

32. Rintisan Wisata Gebangsari

33. Rintisan Wisata Pokdarwis Banjardowo

34. Rintisan Wisata Taman Setambran

35. Kampung safety riding

36. Rintisan Wisata Pasar Alaska

37.Rintisan Wisata Masjid Sekayu

38. Omah herborist

39. Kampung alam malon

40. Rintisan Wisata Wisata Sobo alas

41. Wisata perahu Waduk Jatibarang

42. Tanjung Bahari

43. Wisata Dpong

44. Rintisan wisata Jomblang

45 .Desa Wisata Tugurejo

46. Omah Ampiran Wonolopo

47. Desa Wisata wonolopo

48. Rintisan Wisata Gubug Serut

49. Ngrembel Asri

50 . Klenteng Tay Kek Si

Bersambung ..





Tuesday, June 6, 2023

Komunitas Sibarista (Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata) Kota Semarang menggelar ghatering edisi 2 tahun 2023 dengan tema " We are all marketers". Berikut 10 Langkah menuju "We Are All Marketers"


1. Kesepakatan kriteria produk wisata yg akan di tawarkan
2. Kurasi produk wisata yg sesuai kriteria
3. Kesepakatan alur proses penawaran s.d eksekusi penjualan produk wisata (tata kelola )
4. Penetapan biaya promosi / marketing / selling
5. Penetapan marketing lokal masing2 Deswita & Rintisan wisata
6. Rekruitmen marketer lokal
7. Pelatihan direct selling untuk marketer lokal
8. Rekruitmen marketer untuk stakeholder diluar marketer lokal (hotel, resto, cafe dll)
9. Penetapan target pasar dan pembagian tugas marketer sesuai target pasar
10. Aksi bersama "𝙒𝙚 𝙖𝙧𝙚 𝙖𝙡𝙡 𝙢𝙖𝙧𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙨"



Kegiatan ini selain dihadiri peserta dari komunitas desa wisata, rintisan wisata, FK Pokdarwis Kota Semarang, FK Desa Wisata Kota Semarang juga dihadiri pelaku wisata dari Horeka (Hotel, restoran dan Cafe) di Kota Semarang,
Terima kasih atas partisipasi teman - teman Horeka dan Hiburan yang telah membantu lancarnya kegiatan ini antara lain : Hotel Grasia, Hotel Surya, Rodjo Resto, Mr K Cafe, Ideologis Cafe, Master piece karaoke, hotel Noerman dan Hotel Grandhika

Insya Allah Program Jalan Terus, dan semoga  terus mendapatkan dukungan dari teman2 stakeholder pariwisata di Kota Semarang yg sudah lebih maju dan mapan 🇮🇩💪👌



Saturday, April 8, 2023



Mengarungi  jeram dengan perahu karet  bagi sebagian orang cukup menantang. Namun, mengarungi jeram menggunakan   ban tentu 10 kali lebih menantang. Tantangan itu bisa diperoleh di wisata   river tubing  Mayangsari, Kelurahan Kalipancur. Istilah  river tubing  digunakan untuk mengarungu jeram menggunakan ban.  River tubing  memanfaatkan daerah aliran sungai (DAS) Kreo yang melintasi sebagian wilayah Mayangsari, Kelurahan Kalipancur.

Di Wisata Mayangsari, wisatawan berkesempatan menyusuri sungai sepanjang tiga kilometer. Selepas menikmati river tubing, makanan khas Wisata Mayangsari sudah menanti untuk disantap yakni udang locok dan sego lepen. Udang locok terbuat dari udang  kali  yang dicampur dengan bumbu. Udang dan bumbu dimasukkan ke dalam bambu khusus jenis  pring legi  kemudian dipanggang di atas bara api.

Wisata Mayangsari  terletak di Jl. Mayangsari Selatan Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan. Wisata River Tubing Mayangsari dikembangkan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Mayangsari Wisata River Tubing Mayangsari ini buka setiap hari dari pukul 07.00-15.00 WIB. Harga Paket wisata Mayangsari bervariasi mulai 50.000 - 95.000 untuk umum minimal 15 peserta. Paket tersebut sudah termasuk kuliner udang locok, nasi lepen dan wedang sedang.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi instagram di wisata_mayangsari atau klik disini.





Wisata Dung Tungkul merupakan tujuan wisata di Kota Semarang dengan konsep mix antara petualangan dan kuliner. Wisata Dung Tungkul buka setiap hari senin-kamis serta sabtu dan di hari minggu sudah buka mulai pukul 06.30-17.00. Banyak atraksi wisata di Dung Tungkul antara lain : keceh, berenang di sungai, river tubing di sungai alam.

Sementara Wisata Dung Tungkul juga menyediakan berbagai aneka kuliner terdiri dari 14 lapak yang menghidangkan kulinerkhas lokal seperti gendar pecel, nasi jagung, sate kere, kopi, wedang uwuh dan berbagai makanan lainnya.

Transaksi pembelian di Wisata Dung Tungkul ini sangat unik yaitu menggunakan kepeng, yaitu koin terbuat dari kayu yang setiap kepengnya senilai 3000 rupiah. Setiap wisatawan di Wisata Dung Tungkul menukarkan uang rupiahnya dengan kepeng terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

Nah, cukup unik dan menarik kan? Yuk kunjung wisata dung tungkul, untuk reservasi bisa klik disini

Friday, April 7, 2023

 

kampung jambu krstal


Kampung Jambu Kristal merupakan daya tarik wisata edukasi petik buah andalan di Kota Semarang. Mengandalkan beragam paket wisata edukasi pertanian, kampung jambu kristal menjadi rujukan buat kalangan petani maupun anak sekolah. Berbagai teknik pembibitan, pencangkokan, penanaman maupun membuat media tanam dan pupuk organik dijelaskan dan dipraktekkan di depan peserta wisata edukasi.

Berikut beberapa paket wisata edukasi yang ditawarkan :



Buah, sayur dan tanaman  yanga da di Kampung Jambu Kristal antara lain jambu kristal, kelengkeng, Pepaya California, Anggrek dan Kentang Hitam. Pada saat musim panen, buah dan sayur ini dapat dibeli secara langsung di Kampung Jambu Kristal yang terletak di RT 03, 04, 05, 10 di RW 02 Kelurahan Wates Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang

Selain bisa dimakan langsung buahnya, Jambu Kristal juga bisa di buat beraneka ragam olahan diantaranya, Jus Jambu Kristal, Manisan Jambu Kristal, Sirup Jambu Kristal, Karamel Jambu Kristal, Pastry Jambu Kristal, dan Madumongso Jambu Kristal. 

Tunggu apalagi? bagi yang akan belajar tentang seluk beluk pertanian buah khususnya jambu kristal dan kelengkeng serta belajar membuat media tanam dan pupuk organik dapat melakukan reservasi disini


Saturday, April 1, 2023

 Sibarista pada awalnya adalah program pendampingan tata kelola dan peningkatan sdm pemandu wisata dari anggaran Dana Alokasi Khusus Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang selama tahun 2019 - 2021. Pada tahun 2022 anggaran untuk pendampingan tidak ada dan setelah di evaluasi program pendampingan secara formal tidak cukup efektif untuk menghasilkan ouput yang sudah di tentukan sehingga dibuatkan menjadi kegiatan informal yang dilakukan oleh Komunitas Pengelola Desa Wisata dan Rintisan Wisata se Kota Semarang.

Sibarista adalah kependekan dari Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata yang bertujuan untuk :

1. Silaturahmi dan saling berbagi informasi perkembangan wisata di tempat masing2 antar pengelola daya tarik wisata dan desa wisata khususnya untuk penelola rintisan wisata

2. kolaborasi pemasaran antar pengelola dengan menciptakan paket paket wisata bersama, saling tukar media promosi dan saling merekomendasikan  kepada wisatawan

3. Menciptakan produk wisata di tempat masing untuk membuat paket atraksi baru, menambah variasi paket untuk target pasar yang berbeda , memfokuskan paket / produk wisata kepada target pasar tertentu yang di dorong oleh kebutuhan / permintaan pasar

4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM dalam pemasaran digital melalu platform media sosial, website, blog, google bisnis dst

5. Hal2 diatas di kemas dalam bentuk Sinau bareng. Yang sudah pinter membimbing yg masih belajar, yang sudah bisa membimbing yang belum bisa, yang lebih memberi bimbingan yang masih kurang dst

Dan apabila diperlukan satu dua kali mendatangkan narsum yang sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan


Saturday, March 25, 2023

 


Olahraga secara teratur dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Pada saat libur sebaiknya mengajak anak - anak dan keluarga untuk mengenalkan pentingnya olahraga bagi kita. Selain itu ada baiknya juga mengenalkan jenis dan teknik bermain olahraga pada anak anak kita.

Hari ini belajar bareng teknik bermain volley ball, khususnya passing atas dan passing bawah. 

Passing in Volleyball: Before the serve keep feet shoulder width apart in a balanced position with knees bent and right foot 2 inches in front of your left. Arms and shoulders shouldn't be too high or too close to your body. Passing in volleyball: As the server tosses the ball the passer's hands come off the knees and extend out in front of you.

Teknik lain yang dipraktekkan dalam video ini adalah servis atas dan servis bawah.

 The service means starting the volleyball action. The action is always started by the player who is in the defense line. In reality, almost all players serve, because of rotations. A couple of times during a set every player is in the defense zone, and he needs to serve. The service must take place in the service zone

Friday, March 24, 2023

 

Air Mata Mantan Ekowisata Hutan Tinjomoyo

Semarang, Selasa 19 Mei 2020
Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang secara resmi memperkenalkan jalur Tracking Air Mata Mantan di kawasan Ekowisata Hutan Tinjomoyo oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, SE.
Kenapa dinamakan air mata mantan? dulu terdapat sumber mata air yang mengalir untuk memenuhi kebutuhan Bonbin Tinjomoyo. Karena peristiwa alam, pipa yang mengalirkan air tersebut rusak sehingga kini air tersebut terhenti. Untuk mengalirkan kembali sumber air ini diperlukan usaha yang luar biasa, Membayangkan betapa beratnya jalur yang dilalui para petugas pengairan melalui jalur tersebut sampai tak terasa meneteskan air mata sehingga ini lah yang disebut dengan Air Mata Mantan.

Nantinya trek Air Mata Mantan akan di aplikasikan sebagai sebuah jalur ekowisata menyusuri lebatnya hutan Tinjomoyo. Dengan titik awalnya berada di pohon beringin dan berakhir dir titik top swafoto Air Mata Mantan.
Pohon beringin ini di namakan beringin cinta, karena pohon ini ada sepasang, yang lokasi nya di depan pintu masuk. Biasanya beringin ini sering di gunakan sebagai tempat foto sepasangan muda – mudi serta keluarga untuk mengabadikan kebersamaan mereka.

Dalam perjalanan dari titik start sampai titik destination menyusuri hutan, pemandu wisata akan menjelaskan beberapa fenomena alam yang terjadi. Kemudian keanekaragaman hayati yang ada, dan bagaimana hutan menjadi sumber resapan air untuk sumber kehidupan.
Diharapkan, usaha – usaha konservasi dan kepedulian masyarakat dan pengunjung semakin baik ke depannya.

Simak videonya disini

sumber berita klik disini

Thursday, March 23, 2023

BANYUMANIK, AYOSEMARANG.COM - Disbudpar Kota Semarang menggelar Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata di Kelurahan Pudak Payung, Sabtu 16 Juli 2022.

Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata oleh Disbudpar Kota Semarang itu digelar di Wisata Alam Kedung Beras.

Adapun peserta dalam Sinau Bareng dari Disbudpar Kota Semarang ini adalah para pegiat wisata di Kota Semarang. Kasi Informasi Budaya dan Pariwisata Disbudpar Kota Semarang Agus Kariswanto menyampaikan dalam hal ini fokusnya memang untuk pengembangan sumber daya manusia

Masyarakat ini kan di tempatnya punya potensi, namun cara untuk mengemas banyak yang belum tahu. Nah, di sinilah peran kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola," ucap pria yang akrab disapa Karis tersebut.

Dalam Sinau Bareng, Karis mengungkapkan jika tidak ada narasumber yang dihadirkan. Namun yang menjadi penyampai materi adalah para pegiat wisata yang terbukti sudah sukses dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya.

"Jadi yang sudah punya paket pariwisata ngajari yang belum punya. Lalu yang paket wisatanya sudah laris, ngajari yang belum laris," paparnya.

Teknis yang dilakukan adalah dengan membentuk kelompok-kelompok kecil lalu saling berdiskusi.

Dalam kelompok-kelompok kecil itu, para pegiat wisata saling sharing untuk berbagi pengalaman dan teknis mengani cara membuat paket wisata dan mengembangkan potensi-potensi yang ada.

"Kayak di Jomblang ini kan sedang merintis. Maka sekalian ini 'sinau bareng' bersama para pegiat wisata lain agar saling berbagi tentang pariwisata di Kota Semarang," sambungnya.

Salah seorang peserta adalah Tarti yang kebetulan juga menggiatkan masyarakatnya untuk pengelolaan bank sampah di Tinjomoyo."Tapi kami belum tahu banyak soal branding-nya. Makanya dengan datang ke sini, kami diajarkan banyak bagaimana pengemasan dan penjualannya," katanya.

sumber : Tingkatkan SDM dan Tata Kelola, Disbudpar Kota Semarang Gelar Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata - Ayo Semarang - Halaman 2


Salah satu tim Kedaireka Unika Soegijapranata membuat program Wisata Edukasi Green Fresh Farm Susu Sapi Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Jatirejo. Elizabeth Lucky Maretha S selaku koordinator kelompok membeberkan rencana program tim Kedaireka ini.

Salah satu program yang telah dilakukan yakni Seminar sekaligus Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis, 28-29 Juli 2022 di Hotel Grand Candi, Semarang. Seminar dan FGD ini menggaet beberapa institusi untuk melakukan diskusi bersama warga Jatirejo. Berikut beberapa narasumber sekaligus pemantik diskusi:

  1. Gunawan Permadi selaku Komite Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Semarang Pemimpin Redaksi Suara Merdeka. (Ekonomi Kreatif Wisata Edukasi)
  2. Agus Kariswanto, SE selaku Sub. Koordinator Informasi Budaya dan Pariwisata (Wisata Edukasi Alam Pemerahan Susu Sapi)
  3. Drs. Hernowo Budi Luhur, SH., Msi selaku Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang (Kebijakan Pemerintah dalam Menyikapi PMK)
  4. Haris Cahyo Swasono, SP selaku Koordinator BPP Kostratani Gunungpati Unit Kerja: Dinas Pertanian Kota Semarang (Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang PMK)
  5. Triyono, Spt selaku Penyuluh Pertanian BPP Konstratani Gunungpati, Unit Kerja; Dinas Pertanian Kota Semarang (Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang PMK)

 

“Kedaireka ini penelitian, pendidikan dan juga pengabdian. Tri Dharma ini komplit ada di tim kami. Tim kami tidak hanya mengikuti sesi ini saja, tetapi sebelumnya kami sudah memiliki banyak sesi dengan warga Jatirejo misalnya, pengabdian kolang kaling, pengolahan jagung dan yang susu ini kedua kalinya. Awalnya merenovasi kandang, sanitasinya baik tidak berbau, tidak sampai di situ saja kemudian kami ingin melanjutkan wisata edukasi.” ucap Elizabeth Lucky, selaku ketua pelaksana Wisata Edukasi Green Fresh Farm.

Selain itu, kegiatan seminar dan FGD ini dilakukan sebagai langkah awal mengenai perancangan mengenai Wisata Edukasi Fresh Farm sebagai tempat pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal potensi alam dengan menerapkan prinsip wisata edukasi yang berkelanjutan. Manfaat kegiatan dari Wisata Edukasi Fresh Farm Unika Soegijapranata ini juga mengajak masyarakat kelurahan Jatirejo untuk melakukan sinergi membangun dan mengembangkan desanya sehingga meningkatkan ekonomi kreatif desa Jatirejo.

“Wisata edukasi menjadi alasan kami memilih karena melihat potensi yang ada di desa Jatirejo ini. Letak Jatirejo yang paling pojok ini menjadi satu ketertarikan untuk meningkatkan nama Jatirejo yang tidak hanya dikenal mengenai kolang kaling ataupun bumi perkemahan saja tapi kami ingin mengenalkan susunya.” lanjut Elizabeth Lucky.

Elizabeth Lucky bahkan ingin menciptakan wisata edukasi di lingkungan pedesaan tanpa merusak apapun termasuk kelestarian yang ada di desa Jatirejo. Pasalnya nama Green Fresh Farm sendiri memiliki arti mengenai penggambaran dari desa Jatirejo.

Nama Green diambil karena melihat lingkungan yang hijau di desa Jatirejo dan tidak ingin mengubah lingkungan itu secara seketika. Kemudian Fresh sendiri menjadi satu acuan mengenai susu yang fresh dan melihat potensi bumi perkemahan yang ada di lingkungan Jatirejo, kami membuat konsep mengenai paket untuk edukasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak untuk mengetahui edukasi tentang susu sapi. Terakhir, Farm merupakan peternak yang ingin dijaga, di desa Jatirejo sendiri memiliki 16 peternak dan 1 peternak memiliki 6-8 ekor sapi, lanjutnya..

Selain itu hal yang ingin ditekankan yaitu mengenai Wisata Edukasi sebagai sebuah pembelajaran. Bahwasannya susu sudah menjadi satu demand yang sangat tinggi. Kemudian Elizabeth Lucky ingin memperlihatkan konsep pendidikan seperti; bagaimana memelihara sapi, memerah susu sapi dan bagaimana memasarkan susu sapi dengan cara mengedukasi. Edukasi ini harapannya dapat menghasilkan SDM yang mandiri bagi tim peternak di desa Jatirejo, sehingga setelah tim Kedaireka tidak lagi membina Kelompok Tani Ternak mampu beradaptasi dengan baik meningkatkan kualitas hidup. (Kris)

sumber : Tim Kedaireka Wisata Edukasi Green Fresh Farm Susu Sapi Jatirejo – UNIKA


Hari ini 11 November 2020 bertempat di di Gedung Mr.Moch.Ichsan lantai 8 Ruang Lokakrida, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang mengadakan Upacara Penutupan Pelatihan Kepemimpinan (PKP) Angkatan 1 dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pemerintah Kota Semarang Tahun 2020 yang dibuka oleh Pjs.Walikota Semarang, Drs.Tavip Supriyanto,M.Si. Peserta PKA diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dan dinyatakan Lulus dengan peringkat 5 terbaik, yaitu:

1. Arwita Mawarti,ST,MT dari Bappeda
2. Sutarni,SH dari BKPP
3. Ir. Tegoeh Tri Adijanto dari DP3A
4. Laila Firdhous Aribawa, S.STP, M.Si. dari DPMPTSP
5. Arfiana Kusumawardani, S.Psi, MM dari BKPP

Sedangkan dari peserta PKP diikuti sebanyak 40 (empat puluh) orang peserta dan dinyatakan Lulus dengan peringkat 5 terbaik, yaitu :

1. Maileni, ST, M.Si dari DPU
2. Agus Kariswanto,SE dari Disbudpar
3. Sugeng Hartanto S.Sos,MT dari Bappeda
4. Natalistiyanto Kurniawan S.Pd,M.Pd dari Bapenda
5. Ratmi,SP dari Dinas Pertanian. 

Selamat bagi semuanya,Mari kita bersama membangun Semarang Semakin Hebat.

sumber : Post | Website BKPP Kota Semarang (semarangkota.go.id)



Tuesday, March 21, 2023

 

Pansus 2 DPRD Kabupaten Indramayu yang dipimpin oleh Turah selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu bersama anggota Pansus 2 DPRD Kabupaten Indramayu lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kota Semarang di Firdaus Fatimah Zahra. Hal ini dilakukan guna sharing dan mendapatkan saran masukan tentang Perda Pengelolaan Obyek Pariwisata di Kabupaten Indramayu dan lokasi dipilih sebagai salah satu objek wisata religi terbaik Kota Semarang yang dikelola oleh pihak Swasta.

Koordinasi diterima oleh Sub Koordinator Informasi Budaya dan Pariwisata Disbudpar Kota Semarang Agus Kariswanto & Pengelola Firdaus Fatimah Zahra.

Seperti telah diketahui bahwa Kota Semarang merupakan salah satu Kota dengan tujuan wisata favorit bagi wisatawan domestik berdasrkan Global Travel Intention Study tahun 2021 dan didominasi oleh kategori wisata Budaya dan Heritage. Selain itu Pemerintah Kota Semarang telah memilik Perda tentang Pariwisata, yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Semarang Tahun 2015-2025 dan secara terperinci dijelaskan pada Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031.

Berdasarkan penjelasan dari Agus Kariswanto bahwa “Kepariwisataan di Kota Semarang dikelola secara terperinci berdasarkan kawasan dan peronyeknya. Kemudia terbagi oleh beberapa pengelolaan diantaranya, dikelolan oleh Pemerintah Daerah melalui UPTD, Pihak masyarakat dan Pihak Swasta. Pemerintah Daerah membantu dan bekerjsama dalam bentuk pemasaran”, jelasnya.

Pemerintah Kota Semarang pun diketahui menggunakan strategi Pemetaan sesuai lokasi pengembangan kawasan strategis yang berdasarkan obyek dan fokusnya meliputi wisata religi, budaya, alam dan buatan.

Pimpinan dan Anggota Pansus 2 DPRD Kabupaten Indramayu berharap hal-hal baik dari beberapa poin penting koordinasi tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perda Pengelolaan Obyek Wisata Kabupaten Indramayu dan akan berdampak baik pula bagi Masyarakat Kabupaten Indramayu.

sumber : Sharing dengan Disbudpar Kota Semarang, Pansus 2 Kunjungi Firdaus Fatimah Zahra - DPRD Indramayu (dprd-indramayukab.go.id)


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata