Showing posts with label inovasipariwisata. Show all posts
Showing posts with label inovasipariwisata. Show all posts

Sunday, December 17, 2023



Aplikasi Koncodolan adalah inovasi terbaru dari Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. yang dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan menemukan lokasi wisata yang menarik di Kota Semarang. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap, meliputi Calender Of Event, Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Amenitas dan Database Pariwisata dan Budaya. 

Fitur Calender Of Event merupakan Atraksi Seni Budaya, Pameran, Fesyen, Sport Tourism dan lainnya yang ditampilkan secara bulanan dalam setahun. Fitur Daya Tarik Wisata terbagi ke dalam beberapa ruang lingkup antara lain wisata alam, wisata religi, wisata belanja, wisata heritage, desa wisata dan paket wisata.

Data Amenitas dengan tampilan simpel, terintegrasi dengan google maps memudahkan wisatawan dalam mencari penginapan, restoran, tempat nongkrong, karaoke maupun spa di Kota Semarang. Sementara itu data Aksesibilitas memudahkan wisatawan yang akan bepergian menggunakan sarana transportasi umum, bus wisata dan rental mobil untuk mobilitas selama di Kota Semarang.

 Database Pariwisata menjadi fitur pembeda dengan aplikasi pariwisata sebelumnya yaitu terdiri dari Database 13 Jenis Usaha Pariwisata by name by adress serta publikasi hasil-hasil Riset Pariwisata dan Budaya yang diperlukan para mahasiswa untuk tugas akhir atau penelitian dan juga para pelaku usaha pariwisata untuk mengetahui potensi dan tren pasar wisata, jumlah kunjungan wisatawan,  dan indikator statistik lainnya.

Aplikasi koncodolan ini terintegrasi dengan website pariwisata.semarangkota.go.id, tidak hanya memberikan informasi tentang pariwisata tetapi juga terintegrasi dengan petunjuk arah google maps. Dan untuk peningkatan layanan berupa informasi, interaksi, transaksi pariwisata akan dikembangkan pada Aplikasi Koncodolan ini sehingga diharapkan semakin besar dalam memberi dampak bagi masyarakat dan pelaku wisata yang ada di Kota Semarang.

Download Konco Dolan - Apps on Google Play

Buka Website Disbudpar || Semarang (semarangkota.go.id)


Wednesday, November 8, 2023


Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata kembali membuat gebrakan dengan menggelar penganugerahan penghargaan untuk marketer lokal (Mar-klok) terbaik pada hari selasa, 24 Oktober 2023 di Hotel Up Peak Simpang Lima. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang yang diwakili oleh Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Bapak Syamsul Bahri Siregar.

Babak Grand Final di ikuti oleh 3 Finalis yaitu Sumarman dari Omah Ampiran Wonolopo, Zubaidi dari Desa Wisata Kandri dan Suhono dari Desa Wisata Kandri. Ketiga finalis mengalahkan 24 peserta lainnya dari 15 desa wisata dan rintisan wisata di Kota Semarang.

Dewan Juri terdiri dari 1 Juri Kehormatan yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ketua Dewan Juri : Angga, Sales Manajer Hotel Grandhika, Juri 1 : Roy Yuzaen, Sales Manajer Hotel Quest, Juri 2 : Wahyu Kosmos, Sales Manajer Artotel, Juri 3 : Eko, Sales Manajer Hotel Up Peak.

Babak Grand Final Sibarista Marketer Award terdiri 3 Sesi yaitu Sesi Paparan Portofolio masing - masing peserta 3 menit, Sesi Pertanyaan oleh Panelis dan saling bertanya antar Finalis. Dan setelah melalui penjurian yang cukup alot, terpilih satu pemenang yang berhak membawa piala yaitu Sumarman dari Omah Ampiran Wonolopo dan mendapatkan uang pembinaan 1 juta rupiah. Sementara Suhono dan Zubaidi menempel ketat dibelakangnya dan berhak meraih uang pembinaan masing - masing sejumlah 1 juta rupiah.

Untuk menyaksikan keseruan babak grand Final dapat disaksikan pada link Youtube diatas.



Sunday, September 3, 2023

1. Tujuan Inisiasi

Inisiatif inovasi “Perintisan Ekowisata Sungai – Curug Gondoriyo” bertujuan untuk mengatasi  permasalahan yaitu:

a. Kota Semarang masih kekurangan Atraksi/Daya Tarik Wisata baik secara kuantitas maupun kualititas

b. Potensi Sungai yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai atraksi wisata

c. kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai.

d. Kegiatan Kelompok Sadar Wisata yang pasif dan Kurang Terarah

Dengan perintisan wisata Sungai Curug Gondoriyo diharapkan mampu menciptakan atraksi baru yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kenyamanan sungai melalui pemberdayaan kelompok sadar wisata



2. Keselarasan dengan kategori yang dipilih

Kegiatan inovasi ini sangat mendukung dan sejalan dengan 12 SDGs antara lain  :

TUJUAN 8. Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua

TUJUAN 9. Membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi

TUJUAN 15. Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati


3. Signifikansi (Arti Penting ) 

  • Potensi Curug yang terbengkalai menjadi menjadi daya tarik ekowisata yang dikelola masyarakat dengan baik
  • Potensi Masyarakat / Kelompok Sadar Wisata belum terberdayakan menjadi lebih berdaya dengan adanya kegiatan pengelolaan daya tarik ekowisata curug Gondoriyo
  • Kelompok sadar wisata yang semula anggotanya pasif, dan berpotensi konflik antar anggota menjadi lebih kompak, lebih semangat dan punya rasa bangga atas hasil usaha kerasnya secara bersama sama membangun daya tarik ekowisata yang diakui dan dikunjungi masyarakat luas
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan sungai yang masih rendah menjadi lebih sadar dan peduli akan arti pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai
  • Potensi ekonomi belum tergarap menjadi muncul terdampak dari kegiatan ekowisata curug, seperti tiket masuk, parkir, penjualan paket wisata dan juga penjualan makan – minum dan souvenir

4. Inovasi (Kebaruan atau Keunikan atau keaslian)

Kegiatan ini dapat dikatakan kreatif dan inovatif :

a. Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan Partisipatory rural appraisal  (PRA) belum pernah dilaksanakan di Disbudpar Kota Semarang, yang menurut pertimbangan penulis sangat cocok untuk pengembangan ekowisata sungai. (Inovasi Proses )

b. Dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai macam kesulitan dan dipecahkan secara kreatif antara lain :

  • Dalam pengembangan atraksi air terjun dihadapkan pada kondisi air yang keruh, kemudian setelah dilakukan diskusi dan bencmarking literatur dibuatlah wisata malam dengan memasang lampu pada tebing curug sehingga terciptalah lighting fountain sebagai atraksi wisata utama ekowisata curug gondoriyo.
  • Untuk memperkuat karakter ekowisata sungai (Curug Gondoriyo) dilakukan kolaborasi dengan pelaku usaha ekonomi kreatif dari beberapa sub sektor antara lain : fotografi, seni pertunjukan, kuliner dll

Inovasi yang dikembangkan ini adalah modifikasi dari konteks lain. Untuk metodologi PRA biasanya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat untuk pemberdayaan di daerah Rural sedangkan lighting fountain memodifikasi dari hasil benckmarking literatur.

5. Transferabilitas (Sifat dapat diterapkan pada konteks/tempat lain).

Inovasi ini sedang dalam proses replikasi untuk perintisan wisata sungai mayangsari, wisata curug kedunggandul, wisata banjir kanal barat dan tidak menutup kemungkinan direplikasi untuk wilayah lain yang masih bernuansa rural/pedesaan 

bersambung


Monday, August 14, 2023

 Program Kerja 

1. Monthly Meeting

Sibarista beranggotakan kurang lebih 250 orang dari 50 Istitusi #ABGCaeM. Setiap hari komunikasi dan koordinasi melalui Whashapp Grup #sibarista dengan sangat inten membahas perkembangan pariwisata di Desa Wisata dan Rintisan Wisata Masing-masing antara lain pembangunan infrastuktur, pelatihan, pertemuam rutin pengelola, penerimaan kunjungan tamu ataupun pelaksanaan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sangat menarik mengikuti perkembangan masing - masing tempat wisata yang beraneka ragam karena substansi pembangunan maupun kecepatannya juga sangat bervariasi. Ada yang setiap hari menerima kunjungan  wisatawan, ada yang setiap weekend menerima tamu ratusan orang, ada yang sebulan sekali menerima segelintir kunjungan tamu, ada yang sudah menerima kunjungan tamu mancanagera, namun juga masih ada yang setahun sekali belum tentu menerima tamu (komersial).

Tamu komersial yang dimaksud disini adalah tamu yang datang berkunjung karena membeli paket wisata atau tiket masuk atau berbelanja di Desa Wisata atau Rintisan Wisata.

Untuk meningkatkan kinerja Desa Wisata dan Rintisan Wisata dilaksanakan pembinaan secara berkala yang dikemas dalam program Monthly Meeting. Setiap Desa Wisata dan rintisan wisata secara bergantian akan mengajukan diri menjadi tuan rumah. Dalam #monthlymeeting dibahas bebrapa hal antara lain :

Tata Kelola Destinasi 

Tata Kelola Destinasi dibahas dalam satu grup kecil, dua orang sebagai fasilitator dan anggota lainnya akan menjadi peserta diskusi. Fasilitator akan memimpin jalannya diskusi untui menghasilkan produk tata kelola tertentu, misalnya SOP Pelayanan di Rintisan Wisata A, SOP PPGD di Rintisan Wisata Alam B, SOP Parkir di Desa Wisata C dan seterusnya

Peningkatan Atraksi Wisata dan Infrastruktur

Seorang local champion salah satu desa wisata atau rintisan wisata ditunjuk sebagai fasilitator untuk membagikan ilmud an pengelamannya dalam meningkatkan daya tarik dan infrastruktur beserta strategi pendanaannya.

Pembuatan Paket Wisata dan Pemasaran

Setiap rintisan wisata dan desa wisata diwajibkan minimal mempunyai 1 paket wisata sebagai produk unggulan. Apabila atraksinya kurang cukup menarik akan di kolaborasikan paket wisatanya dengan desa wisata atau rintisan wisata dalam kawasan yang berdekatan sehingga membentuk pola perjalanan

Produk Wisata & Layanan Konsultasi Lainnya

Diantara beberapa peserta masih ada yang masih bingung mau membuat produk wisata apa, atau kuliner apa atau oleh - oleh apa atau bahkan belum punya gambaran tentang atraksi yang akan dibuat paket wisata, maka di kelompok inilah forum yang paling tepat untuk #curcol #curhat dan mengeluarkan #uneguneg nya kepada fasilitator dari dinas adan akademisi


2. Pendampingan Rintisan Wisata & Desa Wisata... (bersambung)

Tulisan ini merupakan bagian dari berbagai catatan dan pengalaman saya tentang pengembangan desa wisata. Baca juga Desa Wisata: Dari Potensi Menjadi Produk yang Bisa Dijual.



📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran
Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis.

Popular Posts