Wednesday, February 25, 2026

Kampung Jajan Pasar Bangetayu Kulon yang berlokasi di Bugen Utara RW 03, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang, merupakan destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik dan berkesan. Di tempat ini, pengunjung dapat memilih beragam paket edukasi dan wisata menarik, mulai dari belajar kuliner tradisional, membuat tas sekolah, hingga wisata religi yang sarat makna.

Berikut beberapa pilihan paket yang dapat dinikmati:

1. Paket Edukasi Kuliner

Paket ini sangat cocok bagi para pecinta kuliner tradisional. Dalam durasi 3 jam, pengunjung akan disambut hangat dengan sajian snack serta pertunjukan tarian tradisional. Selanjutnya, peserta diajak belajar membuat Syrup Jahe dan Wedang Telang yang menyegarkan.

Tidak hanya itu, peserta juga dapat mengikuti kelas memasak untuk membuat hidangan tradisional seperti Nasi Merah, Manyung Gembus, dan Es Putu Mayang. Paket ini sudah termasuk makan siang serta kunjungan ke pusat pembuatan tas.

Harga paket ini adalah Rp70.000 per orang dengan minimal 20 peserta.

2. Paket Pembuatan Tas Sekolah

Bagi yang menyukai aktivitas kreatif, paket ini menjadi pilihan yang tepat. Dengan durasi 2 jam, pengunjung akan mendapatkan sambutan meriah sebelum diajak mengunjungi UMKM Syrup Jahe dan UMKM Tas.

Di sana, peserta akan memperoleh edukasi mengenai proses produksi serta kesempatan untuk mencoba langsung membuat tas sekolah.

Paket ini ditawarkan dengan harga Rp70.000 per orang dengan minimal 15 peserta.

3. Paket Musholla Ka’bah

Untuk pengunjung yang menginginkan pengalaman spiritual, tersedia Paket Musholla Ka’bah. Dalam waktu 3 jam, peserta akan diajak berziarah ke Musholla Ka’bah sekaligus mengikuti kegiatan edukatif.

Pengunjung dapat belajar membuat souvenir berupa gantungan kunci rajut, serta mengikuti kelas memasak jajanan pasar seperti Klepon dan Putu Mayang. Paket ini sudah termasuk makan siang.

Harga paket ini adalah Rp80.000 per orang dengan minimal 20 peserta.


Segera rencanakan kunjungan Anda ke Desa Wisata Kampung Jajan Pasar Bangetayu Kulon dan rasakan langsung pengalaman wisata yang edukatif, kreatif, serta penuh nilai kebersamaan.



Di Desa Wisata Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, terdapat sebuah ruang sederhana yang menyimpan makna besar: Omah Pang. Berlokasi di RT 2 RW 1, tepat di sebelah utara Kantor Kelurahan Nongkosawit, tempat ini menjadi salah satu spot unggulan yang memikat hati para pengunjung.

Omah Pang bukan sekadar bangunan kayu. Ia dihadirkan sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak—tempat mereka belajar melestarikan seni dan budaya, sekaligus berinteraksi sosial secara langsung. Di tengah derasnya arus digital, Omah Pang menjadi ruang alternatif agar anak-anak tidak larut dalam ketergantungan gadget, melainkan kembali akrab dengan permainan tradisional dan kebersamaan.

Proses pembangunannya memakan waktu sekitar empat bulan, sejak Januari hingga April 2019. Pang—atau ranting—yang digunakan berasal dari kayu jati, memberikan kesan kokoh sekaligus alami pada bangunannya.

Berkunjung ke Omah Pang serasa melangkah mundur ke masa lalu. Bangunan kayu berdiri teduh di bawah rindangnya pepohonan. Halaman rumahnya masih berselimut tanah liat, menghadirkan suasana yang hangat, membumi, dan penuh nostalgia.

Di area ini, anak-anak bebas bermain egrang, dakon, blarak sempal, serta berbagai permainan tradisional lainnya. Tawa mereka menyatu dengan semilir angin desa. Menariknya, Omah Pang terbuka untuk semua kalangan dan dapat dikunjungi tanpa dipungut biaya.

Tak hanya Omah Pang, Desa Wisata Nongkosawit juga menawarkan beragam pesona lain. Pengunjung dapat mencoba sensasi river tubing di Kali Jedung, menikmati keindahan Curug Mahtukung, menyusuri sawah terasering yang hijau membentang, bermain tubruk ikan, hingga merasakan pengalaman wisata tanam padi yang sarat makna.

Nongkosawit bukan hanya tentang destinasi, melainkan tentang pengalaman—tentang kembali pada alam, tradisi, dan kebersamaan yang sederhana namun berharga.


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata