Showing posts with label paguyuban entertainment Semarang. Show all posts
Showing posts with label paguyuban entertainment Semarang. Show all posts

Friday, June 12, 2026

Tidak semua perubahan besar lahir dari kekuasaan, jabatan, atau anggaran besar. Kadang perubahan dimulai dari sebuah meja, beberapa kursi, dan keberanian mengajak orang-orang yang selama ini saling bersaing untuk kembali berbicara.


Pada kurun waktu 2010–2016, industri hiburan Kota Semarang berkembang sangat pesat. Karaoke, spa, biliar, dan berbagai usaha hiburan tumbuh di banyak sudut kota. Pertumbuhan tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai persoalan yang berpotensi memecah hubungan antar pelaku usaha.

Perpindahan terapis antar spa, perpindahan LC antar karaoke, perebutan SDM dan manajer operasional, hingga persaingan usaha yang kurang sehat menjadi dinamika yang hampir setiap hari terdengar di lapangan. Tidak jarang hubungan antar pengelola usaha menjadi renggang hanya karena persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui komunikasi.

Melihat kondisi tersebut, muncul sebuah gagasan sederhana:

"Kalau para pelaku usaha sering bertemu dan berkomunikasi, maka banyak persoalan bisa diselesaikan sebelum berubah menjadi konflik."

Berbekal keyakinan itu, langkah pertama dimulai dengan mengundang sekitar 30 pelaku usaha hiburan Kota Semarang yang terdiri dari 15 usaha spa dan 15 usaha karaoke. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk membentuk wadah komunikasi bersama.

Namun membangun organisasi ternyata tidak semudah mengumpulkan orang dalam satu ruangan.

Setelah pertemuan awal, gerakan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Karena itu dilakukan konsolidasi yang lebih kecil dan lebih fokus dengan melibatkan lima tokoh industri hiburan Kota Semarang:

  • FIC Indarto (Inul Vizta)
  • Teguh (XT Shiatsu)
  • Agus AW (Elysium Spa)
  • Ujug Sutardi (Eleven Spa)
  • Untung (Nine Feet Bilyar)

Kelima tokoh tersebut kemudian bertindak sebagai tim formatur. FIC Indarto dipercaya sebagai Ketua Formatur, sementara Kariswisata berperan sebagai pengarah sekaligus penggagas.


Melalui berbagai pertemuan dan komunikasi yang intensif, akhirnya berhasil dihimpun 43 usaha hiburan yang mewakili sebagian besar brand besar industri hiburan Kota Semarang saat itu.

22 April 2017: Pagersemar Resmi Berdiri

Bertempat di E Plaza Semarang, dilaksanakan deklarasi dan penandatanganan berdirinya Paguyuban Usaha Hiburan Semarang.

Berbagai usulan nama bermunculan.

Melalui proses musyawarah dan voting, akhirnya terpilih nama:

PAGERSEMAR
Paguyuban Usaha Hiburan Semarang

Nama yang sederhana, tetapi mengandung harapan besar: menjadi paguyuban yang mampu menjaga komunikasi dan harmoni di tengah persaingan dunia usaha.

Pada saat itu, FIC Indarto terpilih sebagai Ketua Umum pertama, sementara Kariswisata dipercaya sebagai Pembina sekaligus Founder.


Dari Wadah Komunikasi Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Seiring berjalannya waktu, Pagersemar tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pelaku usaha hiburan.

Organisasi ini mulai berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembinaan dan pengawasan usaha hiburan.

Berbagai kegiatan berhasil dilaksanakan, antara lain:

✓ Pertemuan rutin bulanan anggota

✓ Kesepakatan bersama terkait perpindahan terapis antar usaha spa

✓ Sosialisasi HIV/AIDS bersama Dinas Kesehatan

✓ Sosialisasi Peraturan Daerah bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Satpol PP

✓ Kerja sama dengan Kepolisian, Bea Cukai, PPA, Renata, dan berbagai instansi terkait lainnya

Perlahan namun pasti, hubungan antar pelaku usaha yang sebelumnya sering diwarnai kecurigaan mulai berubah menjadi komunikasi dan kolaborasi.

Ujian Terbesar: Pandemi Covid-19

Tahun 2020 menjadi masa paling berat bagi industri hiburan.

Ketika pandemi Covid-19 melanda, sektor hiburan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Banyak usaha harus tutup sementara, aktivitas ekonomi berhenti, dan ribuan pekerja kehilangan sumber penghasilan.

Di tengah situasi tersebut, Pagersemar mengambil peran penting.

Organisasi ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha, sekaligus membantu proses adaptasi menuju era normal baru.

Beberapa kontribusi yang dilakukan antara lain:

  • Menyusun SOP Operasional Usaha Hiburan bersama Disbudpar Kota Semarang
  • Menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha
  • Menyalurkan bantuan sosial bagi SDM sektor hiburan
  • Mengawal proses pemulihan usaha hiburan pasca pandemi

Masa sulit itu membuktikan bahwa organisasi yang dibangun untuk komunikasi ternyata memiliki fungsi yang jauh lebih besar ketika krisis datang.

Memasuki Tahun Ke-9

Hingga hari ini Pagersemar telah melewati empat periode kepengurusan:

  1. FIC Indarto
  2. Negro
  3. Syahili
  4. Indarto (Pjs)

Pergantian kepemimpinan berjalan, tetapi semangat kebersamaan tetap terjaga.

Dari sebuah gagasan sederhana untuk mengurangi konflik, Pagersemar tumbuh menjadi organisasi yang mampu mengayomi anggota, menyalurkan aspirasi pelaku usaha, serta menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Semarang.

Tujuan awalnya pun perlahan tercapai.

Konflik berkurang.

Komunikasi terbangun.

Kolaborasi tumbuh.

Dan industri hiburan Kota Semarang memiliki rumah bersama.

Refleksi: Ketika Organisasi Hidup Melampaui Pendiri

Ketika pertama kali menginisiasi Pagersemar, saya tidak pernah membayangkan organisasi ini akan bertahan hingga hampir satu dekade.

Saat itu target saya sebenarnya sangat sederhana: mengurangi konflik.

Tidak ada bayangan tentang penghargaan, kemitraan strategis, ataupun organisasi yang bertahan lintas kepengurusan.

Yang saya lihat waktu itu hanyalah banyak orang baik yang sedang berjuang membangun usahanya masing-masing, tetapi terlalu sering terjebak dalam kesalahpahaman, persaingan yang tidak perlu, dan komunikasi yang terputus.

Hari ini saya memahami satu pelajaran yang sangat berharga.

Membangun organisasi bukan tentang menjadi orang yang paling hebat.

Tetapi tentang menghadirkan ruang agar banyak orang bisa tumbuh bersama.

Bukan tentang siapa yang menjadi ketua.

Bukan tentang siapa yang paling dikenal.

Bukan pula tentang siapa yang paling lama bertahan.

Melainkan tentang apakah organisasi itu masih memberi manfaat ketika para pendirinya sudah tidak lagi berada di garis depan.

Bagi saya, keberhasilan terbesar Pagersemar bukanlah jumlah anggotanya.

Bukan pula program-program yang pernah dilaksanakan.

Melainkan kenyataan bahwa para pelaku usaha yang dulu sering berseberangan, kini mampu duduk bersama, berdiskusi bersama, bahkan memperjuangkan kepentingan bersama.

Itulah tanda bahwa sebuah komunitas telah menemukan jiwanya.

Karena sesungguhnya organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang bergantung pada satu tokoh, melainkan organisasi yang tetap hidup, tetap bergerak, dan tetap bermanfaat ketika tokoh-tokoh pendirinya mulai menepi.

Sebagai inisiator dan founder, saya hanya bisa tersenyum melihat perjalanan ini.

Ternyata benih kecil yang ditanam bertahun-tahun lalu masih terus tumbuh.

Memberi teduh.

Memberi manfaat.

Dan menyatukan banyak orang yang dahulu berdiri di sisi yang berbeda.

Bravo Pagersemar.

Semoga tetap menjadi rumah bersama, tempat bersilaturahmi, tempat belajar, tempat berjuang, dan tempat menjaga harmoni industri hiburan Kota Semarang untuk tahun-tahun yang akan datang.

"Karena pada akhirnya, warisan terbaik bukanlah organisasi yang kita miliki, melainkan organisasi yang tetap hidup meski tidak lagi membutuhkan kita."


Sunday, January 10, 2021

 

Aku berkesempatan memimpin sidang pada saat Ketua umum #pagersemar Paguyuban Entertainment Semarang menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2017 - 2020 dalam forum Musyawarah Umum Anggota yang berlangsung di Blackroom, 17 Desember 2020 Pukul 16.00. Apa isinya dan apakah pertanggungjawaban diterima atau tidak? simak videonya :)

Dokumentasi Video Musyawarah sebagai bentuk akuntabilitas organisasi dalam menjalankan program kerjanya. Bukan hanya bisa disaksikan anggota tapi juga masyarakat secara luas

Saturday, October 7, 2017

Foto Bersama  SPG dan Terapis Elysium Spa Semarang


Foto Bersama SPG Inul Vista Mugas Semarang

Foto Bersama SPG Vsix Karaoke Semarang

Apakah dengan aktif di dunia hiburan tidak berlawanan dengan visi pae? (anak 1)
Pae Sekarang beda, dulu mengajarkan kita untuk sembuh dari dunia hiburan, mengapa sekarang justru masuk ke dalam dunia hiburan? (anak 2)
Apakah Pae sudah memikirkan masak-masak bahwa keaktifan Pae di dunia hiburan akan menurunkan citra Pae dimata Anak-anakmu? (anak 3)

Pak Karis sekarang suka karaoke? massage? dugem? (sahabat 1)
Sejak kapan pak karis terjun di dunia hiburan? yakin sudah dipikirkan resikonya? (sahabat 2)
Bukankah dunia hiburan bukan duniamu bang, sejak kapan berubah? (sahabat 3)

Banyak pertanyaan dibenak mereka anak-anak, kolega, sahabat dan juga orang-orang yang mengenalku. Mungkin kasus ini mirip awal tahun 2000 dimana banyak pertanyaan besar dikalangan teman kuliah dan para sahabat pendaki gunung
Kemana saja gak pernah kuliah, ngurusi anak-anakmu yang gak jelas itu?
Kamu bela-belain gak lulus kuliah hanya ngurusin anak orang?
Buat apa kamu ngurusin anak-anak kesasar, hamil diluar nikah, suka mabuk2an? 

Waktu itu aku menjawab, " tunggu beberapa waktu.... kalian akan melihat apa yang kulakukan!"
dan saat ini jawabanku kurang lebih sama. Bersabarlah dan tunggu apa yang akan terjadi dengan dunia pariwisata kota semarang khususnya dunia hiburan. ok?


Friday, July 14, 2017

Kota Semarang semakin hangat dengan semakin banyaknya berbagai macam jenis usaha hiburan : Karaoke, Klub Malam, Massage, Spa, Rumah Pijat, Rumah  Bilyar dan sebagainya. Kemunculan berbagai jenis hiburan yang setiap saat bertambah mengakibatkan persaingan yang begitu ketat sehingga perlu wadah untuk menjaga komitmen bersaing secara sehat dan saling berkomunikasi membesarkan pasar usaha hiburan secara bersama - sama.

Suasana Deklarasi

Sinergitas antar usaha hiburan melalui komunikasi yang intensif hanya akan dapat diwujudkan bila wadahnya ada dan memadai. Untuk itulah para pengelola usaha hiburan di Kota Semarang sepakat untuk membentuk dan mendeklarasikan paguyuban pada hari selasa tanggal 22 April 2017 bertempat di E Plaza Simpang Lima.
Deklarasi paguyuban di tandatangni oleh utusan usaha hiburan se Kota Semarang yang hadir berjumlah 43 outlet.

Invis Tamrin Menandatangi Naskah Deklarasi

Peserta maju kedepan satu persatu untuk memperkenalkan diri, tanda tangan pada naskah deklarasi dan selanjutnya menyalami utusan peserta dari usaha lain. Dan setelah semua peserta menandatangani naskah, beginilah penampakan naskahnya :


Naskah Deklarasi

Semoga dengan berdirinya #PAGERSEMAR PAGUYUBAN ENTERTAINMENT SEMARANG dapat memajukan industri usaha hiburan di Kota Semarang.
Maju Hiburannya, Hebat Kotanya dan Bahagia Warganya!


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata