Untuk mensosialisasikan olahraga panjat tebing diperlukan kreatifitas karena olahraga ini identik dengan petualangan ekstrem yang hanya dilakukan oleh pecinta alam atau penggiat alam bebas. Sebuah paradigma yang keliru, karena panjat tebing sesungguhnya adalah olahraga yang aman sekaligus menyenangkan apabila dilakukan dengan cara yang benar sesuai dengan prosedur.
Tak terasa enam tahun sudah mengurusi olahraga panjat tebing di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berbagai program dan kegiatan telah dirintis dan dilaksanakan secara terencana, terprogram, terpadu dan kontinyu. Beberapa kegiatan yang bersifat kejuaraan diantaranya : Sirkuit Panjat Tebing Sleman (SPTS), Kejuaraan Cabang Panjat Tebing Sleman, Kejuaraan Panjat Tebing Piala Bupati, Sleman Bouder League dll, sementara berbagai program kreatif yang bersifat fun climbing diantaranya Festival Dolanan Penekan, BCC Fun Climbing, STP Ampta Fun Climbing dll dimana ada yang dikhususkan untuk event fun, dan ada yang dilaksanakan bersamaan dengan kejuaraan.
Selain berbagai program berupa event, ada juga kreatifitas dari temen - temen atlet dan pengurus untuk membuat film panjat tebing berdurasi pendek dengan tema " Panjat Tebing Itu Aman dan Menyenangkan". Film ini diperuntukkan sebagai alat sosialisasi ke masyarakat, karang taruna, remaja masjid dll dengan harapan semakin banyak anak muda yang ingin mencoba olahraga ini. Tentu saja dengan banyaknya peminat yang ingin mencoba, diharapkan ada satu atau dua yang tertarik menjadi atlet untuk dilatih secara terprogram ( Pemusatan Latihan Cabang) untuk dipersiapkan dalam kejuaraan yang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Daerah, Sirkuit Panjat Tebing Yogyakarta, Kejurnas Senior dan Kelompok Umur serta Pekan Olahraga Nasional dan Sea Games.
Puluhan anak kecil bersemangat memanjat dinding papan dengan riang dan tak kenal menyerah. Mita yang berbadan gemuk tampak kesulitan, sudah 3 kali mencoba dan 3 kali pula jatuh. Mita nampak tidak puas dan mengulang yang ke 4 kalinya, anak-anak kecil yang lain bertepuk tangan memompa semangat Mita, dan akhirnya berhasil memanjat walau hanya separo lintasan, sementara anak - anak lain seumuran 7 s.d 12 tahun terus fokus pada dinding panjatnya masing-masing. Hadiah buku tulism tas sekolah, alat tulis dan berbagai macam barang keperluan sekolah menjadi daya tarik sendiri bagi anak- anak tersebut untuk mengikuti " Festival Dolanan Penekan 2012".
Festival Dolanan Penekan Dimeriahkan Foto Menek Narsis
Menek dalam bahasa jawa artinya manjat, dolanan artinya bermain, sehingga dolanan penekan artinya bermain panjat. Begitulah kira-kira even yang diciptakan oleh temen-temen pengurus panjat tebing sleman untuk mencoba lebih intensif mengenalkan dunia panjat tebing ke masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan tidak terkesan menakutkan.
Sesungguhnya dolanan penekan artinya hampir setara dengan fun climbing yang biasa diadakan oleh mapala atau fpti lain, namun fpti sleman merasa istilah itu kurang familiar di mata masyarakat awam yang merupakan sasaran sosialisasi kita di tahun 2012. Sehingga panjat tebing tidak hanya menjadi konsumsi mapala dan sispala serta pramuka saja, namun ada perubahan yang signifikan yaitu transformasi olahraga panjat tebing dari kampus ke kampung.
Hari minggu 11 Maret khusus untuk anak-anak usia 7 s.d 14 tahun. Peserta dipandu oleh tim teknis dari fpti untuk memanjat secara bebas di BCC kemudian dilakukan pengambilan foto menek narsis oleh panitia. Foto akan dicetak langsung di tempat acara dan dibawa pulang oleh masing –masing peserta beserta doorprize untuk 100 anak yang mengikuti festival dolanan penekan ini.
Efek Wom (Word Of Mouth) diharapkan terjadi yaitu anak-anak peserta festival dolanan penekan membawa foto narsisnya ke sekolah dan menceritakan pengalamannya kepada teman – temannya. Dengan demikian target sosialisasi olahraga panjat tebing kepada kalangan masyarakat di kabupaten Sleman dapat tercapai
Orang berbondong - bondong ke Fitriyani Climbing Arena. Lapak - lapak pedagang yang merupakan warga masyarakat tertata rapi di Komplek GOR Klebengan.Sementara ratusan orang mencoba memanjat dinding fiber etinggi 15 meter berharap keberuntungan Doorprize di akhir acara. Suasana gegap gempita, tepuk tangan penonton dan peserta terus mewarnai sepanjang minggu pagi. Transaksi jual beli makanan, minuman dan juga alat-alat outdoor tak henti2 di pinggir arena. Begitulah kira - kira suasana Climbing On Sunday Morning yang ku cita - citakan
Foto diatas menunjukkan kemeriahan dan antusiasme pemanjat - pemanjat cilik sleman yang siap berpartisipasi dalam Festival Dolanan Penekan tahun 2012 yang lalu. Event ini murni kegiatan sosialisasi yang digelar temen - temen pengurus FPTI Sleman untuk berkampanye mulai usia dini bahwa Panjat Tebing Itu Aman dan Menyenangkan.
Cita - cita atau impian "Climbing On Sunday Morning" lebih dari sekedar sosialisasi, namun diharapkan juga berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar Fitriyani Climbing Arena dengan menjajakan dagangannya di dalam event tersebut. Kita harus optimis bahwa kegiatan ini akan berhasil karena pada dasarnya even Sunday Morning sudah ada di UGM yang jaraknya 100 meter dari lokasi "Climbing On Sunday Morning". Dengan usaha keras, perencanaan yang matang serta promosi dan sosialisasi kepada masyarakat secara gencar maka multiplyer efek yang diharapkan dari event ini benar - benar akan terwujud. Semoga. (Habis)

0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.