Piala dunia semakin dekat, setiap kumpulan orang yang nongkrong di warung kopi, angkringan atau warung burjo membicarakan prediksi negara yang bakal juara, pemain yang akan bersinar maupun bumbu-bumbu obrolan lain yang sangat menarik. Namun saya tidak tertarik untuk membahas obrolan-obrolan itu. Karena untuk tahun ini belum punya jago. Saya lebih tertarik untuk membahas taktik sepakbola yang pernah kupelajari dari seorang tokoh masyarakat di kampung.
Namanya Kasino Budi Santoso. Sekarang sudah almarhum, namun pemikiran dan semangatnya masih tergambar jelas dan kata-katanya masih terngiang di telinga ketika bertanding atau membawa tim olahraga. Hal - hal yang patut ditiru dan diteladani yang pertama adalah semangatnya yang tinggi dan selalu memberi kepercayaan diri kepada tim. Seorang Kasino tidak pernah terlalu pusing dengan anggota tim yang dipunyai maupun kelihaian pemain - pemain lawan. Beliau akan fokus pada anggota tim yang ada, memberikan semangat bahwa peluang menang itu selalu ada dan meracik taktik untuk menghadapai setiap lawan yang berbeda.
Formasi yang paling beliau pakai adalah 4 - 3 - 3 atau 4 - 4 - 2. bergantung lawan yang dihadapi. Ketika lawan dianggap seimbang atau lebih lemah maka formasi 4 - 3 - 3 akan dimaksimalkan sedangkan ketika tim lawan dianggap lebih kuat maka pilihannya adalah 4 - 4 - 2. Pertahanan belakang selalu 4 dengan menempatkan seorang bek kanan, bek kiri, bek tengah dan seorang stoper di depan bek tengah. Ini formasi yang tidak pernah berubah penempatannya baik menggunakan formasi bertahan maupun menyerang.
Posisi yang kutempati ketika masih smp kelas 1 adalah gelandang kanan. Menurut beliau posisi gelandang ini vital karena harus membantu menyerang saat tim menyerang dan membantu bertahan saat tim diserang. Seorang gelandang harus mempunyai fisik 1,5 atau 2 kali dari pemain lainnya agar daya jelajahnya tinggi dan mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik.
Bagi seorang pelatih Kasino, BS penempatan pemain hanya soal taktik, selama pemain yang ada dalam tim bisa berlari, menendang dan mengontrol bola dengan baik, maka potensi pemaian akan ditempatkan dimana berdasarkan seberapa baik berlari dan seberapa bagus mengontrol bola. Biasanya pelatih hanya akan menempatkan 3 sampai 4 pemain kunci, masing - masing sebagai penyerang, gelandang dan pemain bertahan. Ketiga pemain kunci tersebut untuk posisi penyerang diutamakan punya tendangan terarah, dan bisa berlari kencang sedangkan pemain gelandang diutamakan yang mempunyai fisik yang kuat sehingga bosa terus berlari. Posisi pemain bertahan akan di isi oleh seorang bek tengah yang mempunyai tendangan kencang sedangkan untuk bek kiri dan kanan harus pelari - pelari yang kencang sementara untuk stoper nya diharapkan seorang yang mempunyai kontrol bola yang sempurna.
Dengan kombinasi pemain itu maka tim sudah bisa bermain dengan baik, strategi secara umum bahwa pemain dilarang membawa bola terlalu lama. Untuk pemain bertahan arahannya adalah bagaimana agar pemain lawan tidak lolos berlari mendekati gawang, sehingga tugas pemain bertahan adalah selalu menempel ketat penyerang lawan di area pertehanan sendiri, lalu klo membuang bola diarahkan ke samping, tidak boleh ke tengah. Dengan petunjuk yang sederhana itu, memudahkan pemain untuk saling berkoordinasi dan hafal gaya permainan dari teman-temannya, namun apabila berhadapan dengan tim yang sudah biasa bermain maka akan sangat membosankan karena bola akan berkutat selalu di lapangan tengah akibat permainan yang sudah terbaca.
Yang perlu digaris bawahi kepemimpinan seorang kasino adalah cara memberi instruksi yang sederhana, bisa membangkitkan kepercayaan diri pada pemain dan akan selalu disamping pemain walaupun suatu saat pernah kalah. Bahkan dengan tim sekuat apapun, kasino selalu mengatakan bahwa dengan strategi yang sudah direncanakan pasti bisa memenangkan pertandingan. Dan terbukti dibawah kepemimimpinan almarhum kasino pada saat itu, tim amg selalu menjadi kampium di setiap turnamen di kelasnya. (habis)

0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.