Showing posts with label guahira. Show all posts
Showing posts with label guahira. Show all posts

Sunday, March 17, 2024

 

Setelah menyelesaikan pendakian di Gua Hira dengan penuh semangat dan kekhusyukan, saya  memutuskan untuk pulang menggunakan taksi. Namun, apa daya, di tengah perjalanan kami diperdaya oleh sopir taksi yang mengaku tahu jalan dengan baik. Kami diturunkan di sisi lain Masjidil Haram dan diminta untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Dengan bantuan Google Maps, kami berusaha menentukan arah pulang, namun kenyataannya jaraknya masih 1,5 jam berjalan kaki ke arah hotel menginap.

Dalam kelelahan dan kebingungan, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa taksi lagi Dengan menunjukkan tujuan titik di map dan meminta sopir taksi baru untuk mengikuti map yang sudah saya tentukan. 

Akhirnya dengan lega sampai di hotel dengan selamat. Pengalaman itu mengajarkan saya untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang asing, bahkan di tempat suci sekalipun.



Sabtu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan mendaki ke Gunung Jabal Noor untuk melihat Gua Hira, tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Dengan semangat menyala, saya melangkah dengan hati yang penuh harap, siap untuk menghadapi petualangan.

Di tengah perjalanan mendaki, keheningan pagi tiba-tiba terganggu oleh kehadiran seorang fotografer yang mendekati saya dengan kamera di tangannya. Dengan senyum lebar, dia berusaha memaksa saya untuk berpose di depan kamera tanpa seijin saya. Saya merasa terganggu dengan tindakannya yang tiba-tiba dan meminta dia untuk menghormati privasi saya. Namun, dia terus bersikeras, mengatakan bahwa dia bisa mengambil foto-foto yang bagus dan saya bisa membelinya nanti.

Tidak bersedia untuk terlibat dalam transaksi semacam itu, saya menolak dengan tegas. Namun, fotografer itu tidak mengendurkan usahanya dan mulai meminta uang dengan keras, menuntut pembayaran atas layanan yang belum saya minta. Dalam keadaan tegang, kami terlibat dalam sebuah keributan, dengan saya berbicara dalam bahasa Indonesia dan dia dalam bahasa arab.

Meskipun sulit untuk berkomunikasi karena perbedaan bahasa, saya tetap bersikeras  tidak akan membayar untuk layanan yang tidak saya minta, dan meminta dia untuk meninggalkan saya dan melanjutkan pendakian.


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata