Tuesday, July 8, 2014
Thursday, June 26, 2014
Tapi puluhan tahun lalu, aku bertemu seseorang yang membuktikan bahwa modal terbesar ternyata bukan uang.
Melainkan cara berpikir.
Saat itu aku masih kuliah.
Untuk menambah uang saku, aku bekerja paruh waktu sebagai customer service di sebuah warnet. Suatu malam, datang seorang bapak sederhana.
Namanya Pak Giyono.
Beliau duduk di depanku sambil bertanya pelan,
"Mas... ada informasi lowongan CPNS yang baru?
Aku langsung membuka Google. Zaman itu internet belum secanggih sekarang. Aku mencari cukup lama, membuka satu demi satu situs pemerintah.
Hasilnya nihil.
Belum ada pengumuman baru.
Kupikir urusan selesai.
Ternyata sebelum pulang beliau berkata,
"Kalau nanti ada informasi CPNS baru, tolong SMS saya ya, Mas."
Aku mengangguk.
Dalam hati aku berpikir,
"Wah... semangat sekali bapak ini mencari pekerjaan."
Beberapa hari kemudian, aku baru tahu kalau dugaanku salah.
Pak Giyono sama sekali bukan sedang mencari pekerjaan.
Beliau bekerja sebagai tukang parkir di sebuah instansi pemerintah yang setiap hari dipenuhi pencari kartu kuning.
Beliau melihat sesuatu yang tidak terpikir olehku.
Kalau ribuan orang membutuhkan informasi CPNS...
mengapa tidak menjual informasi itu?
Dua hari kemudian akhirnya muncul pengumuman CPNS UIN.
Pagi-pagi sekali aku mencetaknya.
Belum sempat beliau datang, aku lebih dulu mengirim SMS.
Tak lama kemudian Pak Giyono muncul dengan senyum lebarnya.
Beliau mengambil hasil cetakan itu, mengucapkan terima kasih, lalu pamit.
Beliau tidak membawanya ke rumah.
Beliau membawanya ke tempat fotokopi.
Lalu memperbanyaknya.
Dan menjualnya kepada orang-orang yang memang sedang membutuhkan.
Aku tersenyum sendiri.
Bukan karena melihat beliau akan mendapat keuntungan.
Tetapi karena baru sadar...
Aku melihat selembar pengumuman.
Pak Giyono melihat peluang.
Sejak hari itu aku percaya...
Kreativitas bukan milik orang yang sekolahnya tinggi.
Bukan juga milik orang yang punya modal besar.
Kadang kreativitas justru lahir dari orang-orang sederhana yang setiap hari bergelut dengan kehidupan.
Mereka terbiasa melihat peluang di tempat yang bagi orang lain hanya terlihat sebagai sesuatu yang biasa.
Entah sekarang Pak Giyono masih ada di mana.
Tetapi sampai hari ini, setiap kali mendengar kata "kreatif", wajah beliau selalu terlintas di kepalaku.
Karena orang pertama yang mengajariku arti kreativitas...
bukan seorang dosen.
Bukan seorang pengusaha.
Bukan pula seorang motivator.
Melainkan seorang tukang parkir bernama Pak Giyono.