Showing posts with label inspirasi tokoh. Show all posts
Showing posts with label inspirasi tokoh. Show all posts

Tuesday, July 8, 2014

Ma…
Minggu pagi itu aku terus meneteskan air mata di pusaramu. Sebuah keputusan penting kami ambil untuk pertama kali tanpa campur tanganmu, tanpa pertimbanganmu dan bahkan mungkin akan menyakiti hatimu.
Ma…
Keputusan itu harus kami ambil ma,… kami anak-anakmu sudah berkumpul dan berembug dengan matang, kami sudah berusaha mempertimbangkan dari segala aspek, kami coba mempertimbangkan permasalahan seperti dulu yang engkau ajarkan kepada kami…
Ma…
Kami anak-anakmu tau, bahwa kamu mungkin smp pun tidak lulus, namun apalah artinya pendidikan formal bila dibanding segudang pengalamanmu mengarungi hidup membesarkan kami dengan segala keterbasanmu waktu dulu. Tak berlebihan bila kami selalu mengatakan bahwa engkaulah master kehidupan di mata kami..

Kami rasakan begitu sulitnya mengambil keputusan tanpamu, betapa berlarut-larutnya sebuah masalah tanpa campur tanganmu, dan betapa sepinya rumah kita tanpa ada engkau di dalamnya.

Aku sering dikatakan Gila, karena aku setiap saat ke pusaramu, bahkan hari itu aku dua kali ke pusaramu, aku bawakan engkau bunga, aku taburkan ke makammu, dan aku siramkan air yang kubawa dari kran kesukaanmu. Lalu aku berdoa untukmu.

Aku tidak merasa keberatan ketika Tuhan memanggilmu, karena itu mungkin yang terbaik untukmu. Aku tak tahan ketika engkau merintih menahan sakit, aku tak tega melihat engkau terbaring lemah, namun aku selalu bangga dengan semangatmu untuk selalu memperjuangkan anak-anakmu memperoleh kehidupan yang lebih baik walau ragamu sudah begitu lemah, sudah begitu sulit bahkan untuk hanya sekedar menopangmu untuk aktifitas sendiri.

Mah...
Aku bingung, ketika ada sebuah peristiwa yang memukul perasaanmu yang akhirnya juga mungkin menjadikan penderitaanmu lebih dan lebih. Sebenarnya aku tau sebelum itu terjadi, kami anak-anakmu baru berembug untuk menyelesaikannya tanpamu, karena kami tau, kalo engkau mendengar apa yang sesungguhnya menjadi permasalahan kami, niscaya engkau akan sangat sedih dan terpukul.

Namun apa daya, kami tidak dapat mencegahnya, semua terlambat dan akhirnya kami hanya dapat berucap bahwa itu jalan yang diberikan Tuhan untuk keluarga kita, takdir yang harus kita jalani.

Mah… aku sedikit lega setelah usai menulis surat ini, walaupun mungkin tidak jelas ujung pangkalnya, namun tiba-tiba aku teringat dirimu dan sangat kangen untuk berkomunikasi denganmu. Karena aku tau, jasadmu tidak akan pernah lagi menghampiri kami, maka lewat sepucuk surat inilah aku mencurahkan apa yang ada dihatiku. Aku yakin engkau mendengar dan membisikan sesuatu untuk kami.

Mah.. kami selalu berdoa untukmu, agar engkau mendapatkan yang terbaik di sisi Tuhanmu. SELAMAT BERISTIRAHAT DENGAN TENANG MAMAKU TERCINTA.


Thursday, June 26, 2014

Tapi puluhan tahun lalu, aku bertemu seseorang yang membuktikan bahwa modal terbesar ternyata bukan uang.

Melainkan cara berpikir.



Saat itu aku masih kuliah.

Untuk menambah uang saku, aku bekerja paruh waktu sebagai customer service di sebuah warnet. Suatu malam, datang seorang bapak sederhana.

Namanya Pak Giyono.

Beliau duduk di depanku sambil bertanya pelan,

"Mas... ada informasi lowongan CPNS yang baru?

Aku langsung membuka Google. Zaman itu internet belum secanggih sekarang. Aku mencari cukup lama, membuka satu demi satu situs pemerintah.

Hasilnya nihil.

Belum ada pengumuman baru.

Kupikir urusan selesai.

Ternyata sebelum pulang beliau berkata,

"Kalau nanti ada informasi CPNS baru, tolong SMS saya ya, Mas."

Aku mengangguk.

Dalam hati aku berpikir,

"Wah... semangat sekali bapak ini mencari pekerjaan."

Beberapa hari kemudian, aku baru tahu kalau dugaanku salah.

Pak Giyono sama sekali bukan sedang mencari pekerjaan.

Beliau bekerja sebagai tukang parkir di sebuah instansi pemerintah yang setiap hari dipenuhi pencari kartu kuning.

Beliau melihat sesuatu yang tidak terpikir olehku.

Kalau ribuan orang membutuhkan informasi CPNS...

mengapa tidak menjual informasi itu?

Dua hari kemudian akhirnya muncul pengumuman CPNS UIN.

Pagi-pagi sekali aku mencetaknya.

Belum sempat beliau datang, aku lebih dulu mengirim SMS.

Tak lama kemudian Pak Giyono muncul dengan senyum lebarnya.

Beliau mengambil hasil cetakan itu, mengucapkan terima kasih, lalu pamit.

Beliau tidak membawanya ke rumah.

Beliau membawanya ke tempat fotokopi.

Lalu memperbanyaknya.

Dan menjualnya kepada orang-orang yang memang sedang membutuhkan.

Aku tersenyum sendiri.

Bukan karena melihat beliau akan mendapat keuntungan.

Tetapi karena baru sadar...

Aku melihat selembar pengumuman.

Pak Giyono melihat peluang.

Sejak hari itu aku percaya...

Kreativitas bukan milik orang yang sekolahnya tinggi.

Bukan juga milik orang yang punya modal besar.

Kadang kreativitas justru lahir dari orang-orang sederhana yang setiap hari bergelut dengan kehidupan.

Mereka terbiasa melihat peluang di tempat yang bagi orang lain hanya terlihat sebagai sesuatu yang biasa.

Entah sekarang Pak Giyono masih ada di mana.

Tetapi sampai hari ini, setiap kali mendengar kata "kreatif", wajah beliau selalu terlintas di kepalaku.

Karena orang pertama yang mengajariku arti kreativitas...

bukan seorang dosen.

Bukan seorang pengusaha.

Bukan pula seorang motivator.

Melainkan seorang tukang parkir bernama Pak Giyono.


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata