Siapa bilang desa di pelosok hanya bisa menjadi penonton kemajuan? Siapa bilang kandang sapi hanya tempat memerah susu? Di Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, sebuah gagasan besar mulai tumbuh. Dari hijaunya alam pedesaan, semangat para peternak, dan kekuatan kolaborasi, lahirlah mimpi untuk menjadikan potensi lokal sebagai sumber pengetahuan, kebanggaan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat!
Inilah semangat yang diusung melalui program Wisata Edukasi Green Fresh Farm Susu Sapi, sebuah inisiatif tim Kedaireka Universitas Katolik Soegijapranata Semarang bersama Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Jatirejo.
Bukan sekadar membangun destinasi wisata. Bukan pula sekadar memperkenalkan susu sapi kepada pengunjung. Program ini membawa cita-cita yang jauh lebih besar: membangun kemandirian masyarakat, menghidupkan ekonomi kreatif pedesaan, dan menjadikan Jatirejo sebagai ruang pembelajaran yang inspiratif bagi generasi masa depan.
KETIKA KAMPUS, PEMERINTAH, DAN MASYARAKAT BERGERAK BERSAMA!
Sebuah perubahan besar selalu membutuhkan langkah pertama. Dan langkah itu diwujudkan melalui kegiatan seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada 28–29 Juli 2022 di Hotel Grand Candi, Semarang.
Kegiatan ini mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat Jatirejo dalam satu semangat: menggali potensi desa dan merumuskan masa depan wisata edukasi berbasis peternakan sapi perah.
Sejumlah narasumber hadir membawa perspektif dan keahlian masing-masing:
Gunawan Permadi, Komite Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Semarang sekaligus Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, membahas Ekonomi Kreatif Wisata Edukasi.
Agus Kariswanto, SE, Subkoordinator Informasi Budaya dan Pariwisata, mengangkat tema Wisata Edukasi Alam Pemerahan Susu Sapi.
Drs. Hernowo Budi Luhur, SH., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, membahas Kebijakan Pemerintah dalam Menyikapi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Haris Cahyo Swasono, SP, Koordinator BPP Kostratani Gunungpati, Dinas Pertanian Kota Semarang, membahas Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang PMK.
Triyono, S.Pt., Penyuluh Pertanian BPP Kostratani Gunungpati, Dinas Pertanian Kota Semarang, turut memberikan pemahaman mengenai implementasi kebijakan penanganan PMK.
Pertemuan ini bukan sekadar forum bertukar pikiran. Di sinilah ilmu pengetahuan dipertemukan dengan pengalaman masyarakat, kebijakan pemerintah dipertemukan dengan kebutuhan peternak, dan potensi desa mulai diterjemahkan menjadi peluang nyata.
Karena desa tidak cukup hanya memiliki potensi. Potensi harus dikenali, dikembangkan, dan diperjuangkan agar benar-benar membawa kesejahteraan!
DARI RENOVASI KANDANG MENUJU TRANSFORMASI WISATA!
Elizabeth Lucky Maretha S., selaku koordinator kelompok sekaligus ketua pelaksana program Wisata Edukasi Green Fresh Farm, menjelaskan bahwa kegiatan Kedaireka merupakan perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keterlibatan tim Unika Soegijapranata di Jatirejo bukanlah perjalanan yang baru dimulai.
Sebelumnya, berbagai kegiatan pemberdayaan telah dilakukan bersama masyarakat, mulai dari pengolahan kolang-kaling, pengolahan jagung, hingga pengembangan peternakan sapi perah.
Bahkan, langkah awal pengembangan peternakan telah menyentuh persoalan yang sangat mendasar: renovasi kandang dan perbaikan sanitasi agar lingkungan peternakan menjadi lebih bersih, sehat, dan tidak berbau.
Namun, perjuangan tidak berhenti pada kandang yang lebih baik.
Kandang yang bersih adalah awal. Peternakan yang produktif adalah kemajuan. Tetapi peternakan yang mampu menjadi pusat edukasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat adalah sebuah lompatan masa depan!
Dari pemikiran itulah gagasan Wisata Edukasi Green Fresh Farm terus dikembangkan.
JATIREJO TIDAK HARUS BERUBAH MENJADI TEMPAT LAIN UNTUK MENJADI LUAR BIASA!
Selama ini, Jatirejo dikenal memiliki potensi kolang-kaling dan kawasan bumi perkemahan. Namun, di balik kekayaan alam tersebut, tersimpan potensi lain yang layak mendapatkan perhatian lebih luas: peternakan sapi perah dan produksi susu segar.
Elizabeth Lucky melihat posisi Jatirejo yang berada di kawasan pinggiran justru sebagai peluang untuk membangun identitas wisata yang berbeda.
Mengapa harus meniru destinasi lain, jika Jatirejo memiliki kekuatan dan keunikannya sendiri?
Mengapa harus mengubah wajah desa secara besar-besaran, jika keaslian lingkungan pedesaan justru menjadi daya tarik yang begitu berharga?
Wisata yang hebat bukan selalu wisata yang paling megah. Wisata yang hebat adalah wisata yang mampu mengubah potensi sederhana menjadi pengalaman luar biasa, tanpa kehilangan jati dirinya!
Prinsip inilah yang menjadi dasar pengembangan Green Fresh Farm.
GREEN, FRESH, FARM: TIGA KATA, SATU CITA-CITA BESAR!
Nama Green Fresh Farm bukan sekadar identitas yang terdengar menarik. Di dalamnya terkandung filosofi tentang alam, produk unggulan, dan kehidupan masyarakat Jatirejo.
GREEN — Menjaga Alam, Merawat Masa Depan
Jatirejo dianugerahi lingkungan pedesaan yang hijau dan alami. Keindahan inilah yang ingin dipertahankan.
Pengembangan wisata edukasi tidak diarahkan untuk mengubah lingkungan secara drastis, melainkan memanfaatkan potensi yang sudah ada dengan tetap menjaga kelestariannya.
Karena kemajuan pariwisata seharusnya tidak mengorbankan alam yang menjadi sumber kehidupannya.
FRESH — Dari Susu Segar, Tumbuh Pengalaman Baru
Susu segar menjadi kekuatan utama yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Melalui konsep wisata edukasi, pengunjung, khususnya anak-anak dan generasi muda, diharapkan tidak hanya mengenal susu sebagai minuman bergizi, tetapi juga memahami perjalanan produksinya.
Mulai dari mengenal sapi perah, mempelajari cara pemeliharaan, memahami proses pemerahan, hingga mengenal bagaimana susu dipasarkan.
Potensi bumi perkemahan yang telah ada di Jatirejo juga membuka peluang untuk mengembangkan paket wisata edukasi yang menggabungkan pembelajaran dengan pengalaman menikmati suasana pedesaan.
FARM — Peternak sebagai Jantung Pengembangan Wisata
Kekuatan Green Fresh Farm terletak pada masyarakat peternaknya.
Dalam pemaparan program tersebut, Jatirejo disebut memiliki 16 peternak, dengan kepemilikan sekitar 6–8 ekor sapi per peternak.
Angka ini bukan sekadar gambaran jumlah peternakan. Di baliknya ada keluarga yang menggantungkan penghidupan, pengalaman yang diwariskan, serta pengetahuan praktis yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pengunjung.
Para peternak bukan hanya penyedia objek wisata. Mereka adalah pemilik pengetahuan, pelaku utama, sekaligus calon penggerak ekonomi wisata edukasi.
Dan ketika peternak tidak lagi hanya menjual hasil produksi, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman, di situlah nilai ekonomi baru mulai tercipta!
WISATA EDUKASI: BUKAN SEKADAR DATANG, MELIHAT, LALU PULANG!
Green Fresh Farm membawa gagasan bahwa kegiatan wisata harus memberikan manfaat yang lebih mendalam daripada sekadar hiburan.
Bayangkan anak-anak datang ke Jatirejo, melihat langsung kehidupan peternakan, belajar bagaimana sapi dirawat, mengenal proses pemerahan susu, dan memahami bahwa segelas susu yang mereka nikmati merupakan hasil kerja keras para peternak.
Pengalaman seperti inilah yang ingin dibangun.
Wisata menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan dan pengalaman nyata.
Anak-anak memperoleh pembelajaran. Pengunjung mendapatkan pengalaman baru. Peternak memiliki peluang mengembangkan usaha. Dan masyarakat desa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi kreatif.
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap susu, pengembangan wisata edukasi juga diharapkan mampu memperluas pemahaman tentang produk susu sekaligus membuka peluang pemasaran bagi peternak lokal.
Inilah pariwisata yang memiliki makna: ketika perjalanan tidak hanya menghasilkan kenangan, tetapi juga menumbuhkan pengetahuan, membuka peluang usaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat!
KEMANDIRIAN MASYARAKAT ADALAH TUJUAN SESUNGGUHNYA!
Ada satu cita-cita penting yang menjadi ruh program Kedaireka ini: keberlanjutan.
Elizabeth Lucky menekankan bahwa pendampingan perguruan tinggi tidak boleh menjadikan masyarakat terus-menerus bergantung kepada pihak luar.
Sebaliknya, proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar kelak dapat mengelola dan mengembangkan potensinya secara mandiri.
Ketika program pendampingan berakhir, para peternak diharapkan tetap mampu beradaptasi, menjaga kualitas usaha, mengembangkan wisata edukasi, dan meningkatkan taraf kehidupannya.
Karena keberhasilan pemberdayaan bukan diukur dari seberapa lama masyarakat didampingi, melainkan dari seberapa kuat mereka mampu melangkah ketika pendampingan telah selesai.
Bukan tentang siapa yang datang membawa perubahan, tetapi tentang siapa yang kelak mampu menjaga dan melanjutkan perubahan itu!
DARI JATIREJO, SEMANGAT BESAR UNTUK PARIWISATA SEMARANG!
Green Fresh Farm adalah gambaran bagaimana sebuah desa dapat melihat masa depannya melalui kekuatan yang telah dimiliki.
Alam yang hijau tidak harus dikorbankan demi pembangunan. Peternakan tradisional tidak harus ditinggalkan untuk menyambut modernisasi. Dan masyarakat lokal tidak boleh sekadar menjadi penonton ketika pariwisata berkembang di lingkungannya.
Justru dari perpaduan alam, pengetahuan, kreativitas, dan semangat gotong royong itulah lahir peluang untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan.
Program Wisata Edukasi Green Fresh Farm menunjukkan sebuah langkah awal menuju cita-cita tersebut.
Perjalanan menuju kemandirian tentu membutuhkan proses, konsistensi, dan kolaborasi yang panjang. Namun, setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melihat peluang di tempat yang mungkin selama ini dianggap biasa.
Jatirejo mengajarkan satu pesan penting: desa tidak harus kehilangan keasliannya untuk meraih kemajuan. Desa justru bisa tumbuh besar karena berani mengangkat keunggulannya sendiri!
Dari kandang sapi, lahir gagasan. Dari susu segar, terbuka peluang. Dari kolaborasi, tumbuh harapan.
Karena pariwisata bukan hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi juga tentang siapa yang ikut maju dan sejahtera ketika pariwisata berkembang!
KARISWISATA — Jelajahi Potensinya, Rasakan Pengalamannya, Bangkitkan Semangatnya!
Sumber foto : https://www.unika.ac.id/wp-content/uploads/2022/09/Green-Fresh-Farm-Jatirejo-1536x948.jpeg
