Showing posts with label kenangan merbabu. Show all posts
Showing posts with label kenangan merbabu. Show all posts

Wednesday, March 11, 2015


Klo jodoh, apapun yang terjadi tetap dipertemukan untuk yang pertama kali lalu dipertemukan kembali dan kembali lagi. Aku mengenalnya di akhir tahun 1993, saat weekend diantara kesibukan sebagai mahasiswa baru. Di saat jiwa dan semangat muda menggebu - gebu ingin menyalurkan hasrat petualangan cinta yang begitu besar, aku diajak teman untuk diperkenalkan dengannya. Sungguh momen yang spesial dan indah dalam hidupku.
Pertemuan pertama begitu sempurna, aku langsung jatuh cinta. Penampilan yang apa adanya semakin menampakkan ke elokan dan kecantikan yang alami. Tidak perlu bersolek agar aku jatuh cinta karena sejak sebelum pertemuan pertama itupun aku mendengarkan cerita - cerita tentangnya sudah jatuh cinta.
Merbabu dengan floranya yang rimbun dan teduh serta hamparan eidelweis yang dikiri kanan jembatan setan itulah yang membuatku jatuh cinta, bukan hanya tentang indahnya, Tapi suasana dan tantangan sepanjang jalur pendakiannya membuatku selalu kangen dan kangen lagi untuk kembali ke sana.
Merbabu dengan segala fauna berbagai macam burung dan kera ekor panjanglah yang membuatku terkesan dan selalu pengen menengoknya kembali dan kembali lagi.
Lebih dari itu semua, sejarah telah mencatat bahwa banyak kenangan merbabu yang tertulis dengan tinta emas berbagai kejadian spesial yang sangat mempengaruhi hidupku.
Aku jatuh cinta lagi setiap kali aku kembali ke sana dan akan selalu kembali ke sana dengan segala rindu dan kenangan yang terpahat indah dalam hatiku.

Cerita ini merupakan salah satu bagian dari perjalanan panjang saya bersama Merbabu sejak 1993. Berbagai pendakian, persahabatan, keputusan, pertemuan, dan kenangan selama lebih dari tiga dekade saya rangkai dalam tulisan [Merbabu: Gunung yang Menyimpan Sebagian Perjalanan Hidup Saya].


Monday, November 3, 2014

Empat Belas Tahun lalu dalam sebuah pendakian masal ke Gunung Sumbing bersama Kapala Magmagama, aku mengenal 4 orang peserta pendakian yang berasal  dari Akademi Pariwisata Ampta yaitu Supriyanto Kusnadi, Ardianta, Rara dan Calvin. Inilah yang merupakan cikal bakal pertemuan selanjutnya untuk mendirikan sebuah UKM di Kampus Akademi Pariwisata AMPTA yang bergerak di bidang ke pecinta alaman. Dan 2 dari mereka yaitu Supriyanto Kusnadi atau yang dikenal dengan nama Bang Upok dan Ardianta yang dikenal dengan nama Bang Gantang lah yang kemudian aktif melakukan pergerakan untuk mewujudkan impian mereka mewujudkan UKM di AMPTA.

Yang Lama dan Yang Kini Dalam Gambar

Pose Narsis Tahun 2000


Pose Narsis Tahun 2014
Apanya yang beda?
Bersambung bag 2


Wednesday, September 3, 2014

"Sejuta kenangan indah Merbabu seakan muncul dan memenuhi memori kepalaku, pendakian Gunung diatas 3000 DPL pertamaku, pertemuan dengan mantan pacarku dan juga segudang cerita masa lalu tentang cinta, persahabatan dan air mata"

Dua puluh satu tahun lalu aku menginjak Puncak Merbabu. Hari ini aku mulai menginjak lerengnya dan berbincang ngalor ngidul dengan Pak Dhupar, seorang petani sayuran yang dulu begitu miskin dan sederhana, sekarang sudah menjadi pedagang yang mapan dan berkecukupan. Obrolan seputar pekerjaan, keluarga dan cerita perjalanann hidupnya membuat cuaca yang dingin terasa hangat. Anaknya yang pertama seusia denganku, saat ini sudah memberikan cucu wanita cantik yang beliau banggakan, anaknya yang kedua sudah menikah dan selalu sibuk dengan pekerjaannya yang baru, serta banyak hal lain yang beliau ceritakan hingga larut.


Sejujurnya Anganku sudah jauh menerawang ke dalam peristiwa pendakian masal yang dilakukan oleh 30 orang anggota konglomerate di akhir tahun 1993. Kekompakan, kebersamaan dan semangat saling mendukung untuk menyelesaikan kuliah di UGM membawa kami ke Puncak Merbabu 3142 mdpl.Lagu bagimu negeri dan syukur berkumandang, menggema bersamaan munculnya sang surya di ufuk timur. 2 buah lagu yang selalu di nyanyikan oleh anak - anak alam ketika menggapai puncak gunung itu terasa khidmat dan menyentuh hati. BAGIMU NEGERI, JIWA RAGA KAMI.


Dua tahun setelah pendakian itu aku kembali ke Merbabu. Saat itulah pertemuanku dengan mantan pacarku yang tidak lain adalah istriku yang saat ini mendampingiku. Cerita unik bak sinetron tersaji dalam peristiwa pendakian 12 orang lintas universitas yang dibumbui cerita mistis, petualangan dan juga kisah cinta. 

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran
Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis.

Popular Posts