Showing posts with label visi hidup. Show all posts
Showing posts with label visi hidup. Show all posts

Wednesday, January 22, 2020


RESOLUSI 2020

Kehidupan itu seperti mendaki gunung. Untuk mencapai puncaknya butuh waktu dan perjuangan, setelah di puncak tak akan tinggal untuk selamanya. Semakin tinggi gunung yang akan didaki, semakin rumit rutenya, semakin komplek peralatannya dan semakin lama waktu yang dibutuhkan dan semakin tinggi pula kapasitas yang dibutuhkan oleh pendaki yang akan menggapai puncaknya.

Demikian pula kehidupan, untuk mencapai tujuan yang kita inginkan membutuhkan waktu dan perjuangan sehingga aku memilih untuk terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG kehidupan. Untuk itu aku akan selalu belajar meningkatkan kapasitas diri dan bertindak lebih nyata dalam beribadah kepada Tuhan, berbakti kepada orang tua, memimpin keluarga, berinteraksi dengan  masyarakat, serta berinovasi dalam pekerjaan. Pembelajaran itu bukan sekedar untuk diriku sendiri namun aku akan berbagi dengan orang lain agar lebih bermanfaat untuk kehidupan di masa datang.

Beribadah Kepada Tuhan adalah hak sekaligus kewajiban setiap manusia yang beragama. Maka hidup akan dapat kujalani lebih mudah apabila setiap aktifitas yang kulakukan bertujuan untuk ibadah. Berbakti kepada orang tua bukan sekedar ajaran kebaikan, namun merupakan sebuah keasadaran diri untuk selalu mengingat kehidupan kita sejak masa dalam kandungan, lahir sebagai bayi, tumbuh menjadi anak – anak, remaja dan dengan segala kasih sayang orang tua dalam  membesarkan dan mendidikku sehingga menjadi diriku saat ini.

Keluarga adalah tempat pembelajaran pertama bagi orang tua dan anak – anaknya. Sebagai Kepala Keluarga, aku memilih untuk memberi contoh dalam detail – detail kehidupan sebagai cara untuk mendidik anak – anak dan keluarga. Memberi contoh beribadah sebelum menyuruh anak beribadah, memberi contoh sopan santun sebelum menegur perilaku anak yang kurang santun, dan contoh detail perilaku hidup lainnya.

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Sudah sewajarnya membangun hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat sebagai perwujudan rasa saling membutuhkan antar sesama manusia. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain karena untuk membangun sesuatu yang  lebih tinggi dan lebih besar diperlukan kolaborasi.

Bekerja bukan sekedar mencari uang, menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran kita, lebih dari itu bekerja adalah ekspresi jiwa dan perasaan seseorang untuk menghasilkan karya terbaik  bagi umat manusia. Untuk itu aku akan selalu mencoba menghasilkan karya terbaik dengan terus berinovasi dan berkolaborasi.

 Maka aku akan terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG, bukan hanya sebagai hobi melainkan agar aku bisa belajar menjalani  kehidupan ini dengan lebih kuat dan lebih baik.



                                                                                              Gd. Pandanaran, 07 -01 -20

                                                                                                                                           

           Kariswisata.id

Monday, October 27, 2014

Salah satu tujuan pengenalan diri adalah untuk mengetahui tujuan hidup kita. Untuk itu dalam sesi perenungan di kondisikan sedemikian rupa sehingga seluruh peserta diajak untuk duduk tenang menonton suasana kematian sampai di alam kubur. Bagaimana kemudian segala harta benda dan berbagai kemewahan duniawi lainnya tidak dibawa mati. Hal ini untuk menyadarkan kepada kita semua bahwa tujuan hidup di dunia bukanlah semata mata uang, kedudukan dan harta benda. Lebih dari itu adalah amal perbuatan kita pada sesama, terlebih pada orang - orang yang terdekat dan kita sayangi.
Perenungan belum usai, untuk menguatkan ingatan dan kesadaran kita akan pentingnya tujuan hidup, seluruh peserta diajak merenung kembali lebih dalam untuk mengingat kehidupan kita sejak kecil sampai saat ini dengan bercermin pada sebuah cerita film pendek. Bagaimana selama ini kita bersikap dan berbuat kepada orang tua kita tercinta, dimana mereka adalah orang yang paling menyayangi kita, namun ternyata apa yang kita lakukan lebih banyak mengecewakan mereka dibanding menyenangkan dan membahagiakannya.

Menulis Visi Hidup Hasil Perenungan

Setelah melalui perenungan pendek kurang lebih 30 menit, seluruh peserta diminta untuk menuliskan uneg-uneg, keinginan, harapan atau apa saja yang dirasakan saat itu. Inilah dasar dari menulis visi hidup kita dimana visi hidup diartikan sebagai tujuan hidup yang berisi prinsip - prinsip hidup. Hampir semua menuliskan pengalaman renungan bertitik tumpu pada penyesalan sikap kepada orang tua dan harapan serta keinginan berbuat yang lebih baik kepada orang tuanya. Ini wajar terjadi mengingat pengantar perenungan lebih bertitik berat ke sana, dimana dari pengalaman sebelumnya dan juga saat sharing ini dilakukan, peserta lebih tersentuh ketika melihat film pendek tentang sikap terhadap orang tua.
Penulisan visi hidup atau naskah hidup yang dilakukan memang belum ideal, namun hal ini sebagai dasar awal untuk menuliskan visi hidup yang lebih baik, (bersambung 3)


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata