Showing posts with label visi hidup. Show all posts
Showing posts with label visi hidup. Show all posts

Monday, September 28, 2026

RESOLUSI 2026



Kehidupan itu seperti mendaki gunung. Untuk mencapai puncaknya membutuhkan waktu dan perjuangan. Semakin tinggi gunung yang akan didaki, semakin rumit rutenya, semakin banyak bekal yang diperlukan, dan semakin tinggi pula kapasitas yang harus dimiliki oleh pendakinya. Namun puncak bukanlah tempat untuk tinggal selamanya. Selalu ada perjalanan berikutnya yang harus dijalani.

Karena itu aku memilih untuk terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG kehidupan. Belajar meningkatkan kapasitas diri sekaligus memahami keterbatasan, menjaga hubungan dengan Tuhan, keluarga dan masyarakat, terus berkarya, serta mempersiapkan diri menghadapi setiap perubahan kehidupan.

Beribadah kepada Tuhan tetap menjadi dasar perjalanan hidupku. Aku ingin setiap aktivitas yang kulakukan mempunyai nilai ibadah dan manfaat. Berbakti kepada orang tua, menjaga keluarga dan mensyukuri orang-orang yang hadir dalam kehidupanku adalah bagian dari perjalanan itu.

Anak-anakku kini telah semakin dewasa. Aku ingin tetap menjadi orang tua yang hadir, bukan hanya melalui nasihat, tetapi melalui contoh bagaimana menjalani kehidupan dengan tanggung jawab, kerja keras, kejujuran, kepedulian dan keberanian menghadapi perubahan. Keluarga tetap menjadi tempat pertama untuk belajar sekaligus tempat untuk kembali.

Kesehatan kini menjadi bagian penting dari perjalanan hidupku. Menjalani kehidupan dengan hemodialisa membuatku semakin menyadari bahwa tubuh juga harus dijaga dan dirawat. Aku ingin tetap sehat dan bugar sesuai kemampuanku agar masih bisa beraktivitas, berkarya, menghasilkan dan memberi manfaat kepada orang lain.

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Mandiri bukan berarti berjalan sendirian. Aku akan terus membangun hubungan baik, berkolaborasi, berbagi pengalaman dan ikut memberdayakan orang lain. Aku percaya sesuatu yang dikerjakan bersama dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar daripada dikerjakan hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Bekerja bukan sekadar mencari uang. Bekerja adalah kesempatan untuk berkarya, belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Menjelang masa pensiun, aku ingin mulai membangun kemandirian baru dengan menjadikan pengalaman, pengetahuan, jaringan dan teknologi sebagai modal untuk tetap produktif dan menghasilkan.

Aku akan terus belajar tentang marketing dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai ruang baru untuk berkarya, membangun kemandirian dan menghasilkan. Pengalaman panjang dalam pekerjaan, organisasi, olahraga, pariwisata serta pendampingan masyarakat akan menjadi bekal untuk terus belajar, berbagi dan memberi manfaat.

Perintisan, pemberdayaan, karakter bangsa, anak muda dan upaya memperbesar manfaat dari setiap aktivitas akan tetap menjadi nilai yang kubawa. Aku ingin apa yang kukerjakan tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu kepentingan, tetapi sebisa mungkin tumbuh, melibatkan orang lain dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Aku sadar perjalanan berikutnya mungkin tidak selalu mudah. Kondisi fisik berubah, masa kerja akan berakhir, zaman terus berkembang dan lingkungan juga terus berubah. Tetapi seperti mendaki gunung, perubahan medan bukan alasan untuk berhenti. Yang diperlukan adalah terus belajar, menyesuaikan langkah, menjaga bekal dan tetap mengetahui ke mana arah perjalanan.

Aku tidak harus selalu berjalan cepat. Aku juga tidak harus mencapai semua puncak. Tetapi selama masih diberi kesempatan, aku ingin tetap mempunyai tujuan dan terus bergerak menuju kehidupan yang lebih baik.

Aku akan terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG. Bukan hanya untuk mencapai sesuatu bagi diriku sendiri, tetapi agar aku tetap mampu menjaga diri, menjaga keluarga, berkarya, menghasilkan dan memberi manfaat bagi kehidupan.


Wednesday, January 22, 2020


RESOLUSI 2020

Kehidupan itu seperti mendaki gunung. Untuk mencapai puncaknya butuh waktu dan perjuangan, setelah di puncak tak akan tinggal untuk selamanya. Semakin tinggi gunung yang akan didaki, semakin rumit rutenya, semakin komplek peralatannya dan semakin lama waktu yang dibutuhkan dan semakin tinggi pula kapasitas yang dibutuhkan oleh pendaki yang akan menggapai puncaknya.

Demikian pula kehidupan, untuk mencapai tujuan yang kita inginkan membutuhkan waktu dan perjuangan sehingga aku memilih untuk terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG kehidupan. Untuk itu aku akan selalu belajar meningkatkan kapasitas diri dan bertindak lebih nyata dalam beribadah kepada Tuhan, berbakti kepada orang tua, memimpin keluarga, berinteraksi dengan  masyarakat, serta berinovasi dalam pekerjaan. Pembelajaran itu bukan sekedar untuk diriku sendiri namun aku akan berbagi dengan orang lain agar lebih bermanfaat untuk kehidupan di masa datang.

Beribadah Kepada Tuhan adalah hak sekaligus kewajiban setiap manusia yang beragama. Maka hidup akan dapat kujalani lebih mudah apabila setiap aktifitas yang kulakukan bertujuan untuk ibadah. Berbakti kepada orang tua bukan sekedar ajaran kebaikan, namun merupakan sebuah keasadaran diri untuk selalu mengingat kehidupan kita sejak masa dalam kandungan, lahir sebagai bayi, tumbuh menjadi anak – anak, remaja dan dengan segala kasih sayang orang tua dalam  membesarkan dan mendidikku sehingga menjadi diriku saat ini.

Keluarga adalah tempat pembelajaran pertama bagi orang tua dan anak – anaknya. Sebagai Kepala Keluarga, aku memilih untuk memberi contoh dalam detail – detail kehidupan sebagai cara untuk mendidik anak – anak dan keluarga. Memberi contoh beribadah sebelum menyuruh anak beribadah, memberi contoh sopan santun sebelum menegur perilaku anak yang kurang santun, dan contoh detail perilaku hidup lainnya.

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Sudah sewajarnya membangun hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat sebagai perwujudan rasa saling membutuhkan antar sesama manusia. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain karena untuk membangun sesuatu yang  lebih tinggi dan lebih besar diperlukan kolaborasi.

Bekerja bukan sekedar mencari uang, menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran kita, lebih dari itu bekerja adalah ekspresi jiwa dan perasaan seseorang untuk menghasilkan karya terbaik  bagi umat manusia. Untuk itu aku akan selalu mencoba menghasilkan karya terbaik dengan terus berinovasi dan berkolaborasi.

 Maka aku akan terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG, bukan hanya sebagai hobi melainkan agar aku bisa belajar menjalani  kehidupan ini dengan lebih kuat dan lebih baik.



                                                                                              Gd. Pandanaran, 07 -01 -20

                                                                                                                                           

           Kariswisata.id

Monday, October 27, 2014

Salah satu tujuan pengenalan diri adalah untuk mengetahui tujuan hidup kita. Untuk itu dalam sesi perenungan di kondisikan sedemikian rupa sehingga seluruh peserta diajak untuk duduk tenang menonton suasana kematian sampai di alam kubur. Bagaimana kemudian segala harta benda dan berbagai kemewahan duniawi lainnya tidak dibawa mati. Hal ini untuk menyadarkan kepada kita semua bahwa tujuan hidup di dunia bukanlah semata mata uang, kedudukan dan harta benda. Lebih dari itu adalah amal perbuatan kita pada sesama, terlebih pada orang - orang yang terdekat dan kita sayangi.
Perenungan belum usai, untuk menguatkan ingatan dan kesadaran kita akan pentingnya tujuan hidup, seluruh peserta diajak merenung kembali lebih dalam untuk mengingat kehidupan kita sejak kecil sampai saat ini dengan bercermin pada sebuah cerita film pendek. Bagaimana selama ini kita bersikap dan berbuat kepada orang tua kita tercinta, dimana mereka adalah orang yang paling menyayangi kita, namun ternyata apa yang kita lakukan lebih banyak mengecewakan mereka dibanding menyenangkan dan membahagiakannya.

Menulis Visi Hidup Hasil Perenungan

Setelah melalui perenungan pendek kurang lebih 30 menit, seluruh peserta diminta untuk menuliskan uneg-uneg, keinginan, harapan atau apa saja yang dirasakan saat itu. Inilah dasar dari menulis visi hidup kita dimana visi hidup diartikan sebagai tujuan hidup yang berisi prinsip - prinsip hidup. Hampir semua menuliskan pengalaman renungan bertitik tumpu pada penyesalan sikap kepada orang tua dan harapan serta keinginan berbuat yang lebih baik kepada orang tuanya. Ini wajar terjadi mengingat pengantar perenungan lebih bertitik berat ke sana, dimana dari pengalaman sebelumnya dan juga saat sharing ini dilakukan, peserta lebih tersentuh ketika melihat film pendek tentang sikap terhadap orang tua.
Penulisan visi hidup atau naskah hidup yang dilakukan memang belum ideal, namun hal ini sebagai dasar awal untuk menuliskan visi hidup yang lebih baik, (bersambung 3)


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran
Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis.

Popular Posts