Ayo Dodolan Paket Wisata Semarang Melalui Pemberdayaan Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata” ADOL PAKETAN SIBARISTA
Latar Belakang
Kota Semarang telah menjadi Kota Tujuan Wisata menempati peringkat pertama di Jawa Tengah dengan angka kunjungan wisatawan mencapai 5,3 Juta pada tahun 2022 dan 6,4 Juta pada tahun 2023. Kondisi ini belum terasa dampaknya bagi masyarakat pengelola desa wisata (deswita) dan rintisan wisata (rista) di Kota Semarang. Data statistik tahun 2022 menunjukkan kontribusi angka kunjungan wisatawan Nusantara rista dan deswita 0,69?n untuk wisatawan mancanegara 0,24% terhadap total Wisatawan Kota Semarang.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya atraksi dan produk wisata, kurangnya kemampuan membuat dan menjual produk wisata dan belum optimalnya kegiatan penjualan paket wisata oleh pengelola deswita dan rista sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kepala Dinas telah menginisiasi pemecahan masalah ini dengan membentuk Tim Inovasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang melalui Surat Keputusan No. B/823/1763/VI/2022.
Ada 10 rista dan deswita yang menjadi target sasaran untuk di intervensi meliputi Desa Wisata Kandri, Omah Ampiran Wonolopo, Desa Wisata Jamalsari, Wisata Taman Setambran, Wisata Dung Tungkul, Desa Wisata Nongkosawit, Kampung Pilah Sampah Tinjomoyo, Kampung Jambu Kristal, Kampung Batik, Kampung Pelangi dengan membuat inovasi berupa gerakan sosial “ Ayo Dodolan Paket Wisata Semarang Melalui Pemberdayaan Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata” atau di singkat ADOL PAKETAN SIBARISTA
Adol Paketan Sibarista memberi dampak kontribusi yang significant terhadap angka kunjungan wisatawan Kota Semarang tahun 2023. Kontribusi angka kunjungan wisatawan Nusantara naik menjadi 3?n wisatawan mancanegara naik menjadi 9,3% terhadap total wisatawan Kota Semarang, dengan pendapatan melalui penjualan paket wisata mencapai total 2.923.033.000
Adol Paketan Sibarista merupakan bukti nyata kemampuan pemerintah untuk membuat Gerakan yang partisipatif, sistematis dan berkelanjutan dalam memberdayakan masyarakat dan memanfaatkan platform Media Digital untuk meningkatkan dampak ekonomi sektor pariwisata terhadap masyarakat lokal pengelola deswita dan rista di Kota Semarang.
Data statistik wisatawan tahun 2022 menunjukkan dari 5,3 juta wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang, 77% diantara berkunjung ke 5 Daya Tarik Unggulan yang dikelola Pemerintah dan Swasta, 22,4 % berkunjung ke beberapa daya tarik wisata lainnya yang dikelola perorangan dan swasta serta 0,6% tersisa mengunjungi rintisan daya tarik wisata dan desa wisata yang dikelola masyarakat lokal untuk meningkatkan dampak ekonomi sektor pariwisata bagi Masyarakat lokal.
Berkaca dari data-data diatas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang membangun inovasi berupa Gerakan Ayo Dodolan Paket Wisata Semarang melalui komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata disingkat “Adol Paketan Sibarista” dengan target sasaran pengelola deswita dan rista yang di Kelola Masyarakat.
Gagasan ini berasal dari pengamatan terhadap program pemerintah Kota Semarang sebelumnya yaitu Ayo Wisata Ke Semarang yang sangat berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan Kota Semarang. Dari pertimbangan diatas maka inovasi ini memilih aksi gerakan sosial sekaligus untuk memastikan bahwa kegiatan ini walaupun di inisiasi dan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, namun aksi – aksi yang dilaksanakan merupakan Gerakan dari, oleh dan untuk Masyarakat termasuk melibatkan CSR dan swadaya Masyarakat dalam pembiayaannya. Pembangunan kepariwisataan khususnya melalui promosi, pemasaran dan penjualan produk wisata. Gerakan ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai fasilitator, namun seluruh program kegiatan berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dalam komunitas sibarista.
Tujuan
Inovasi Adol Paketan Sibarista adalah sebuah Gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan dampak ekonomi lokal masyarakat pelaku wisata sehingga masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja namun juga berpartisipasi aktif dalam Pembangunan kepariwisataan khususnya melalui promosi, pemasaran dan penjualan produk wisata. Gerakan ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai fasilitator, namun seluruh program kegiatan berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dalam komunitas sibarista.
Manfaat
Tumbuhnya motivasi dan partisipasi masyarakat, berkembangnya kompetensi tata Kelola pemasaran dan penjualan serta meningkatnya transaksi penjualan paket wisata dan masyarakat merasa diapresiasi atas capaian dalam membangun pariwisata di wilayahnya.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.