Konsep 3 langkah penjualan ini sebenarnya sederhana tapi sering jadi pembeda antara konten/penjual yang “dilihat” vs yang “dibeli”. Urutannya penting—kalau loncat, biasanya hasilnya kurang maksimal.
1. Sell Your Self (Jual Dirimu Dulu)
Ini tahap membangun kepercayaan dan kedekatan.
Orang beli bukan cuma karena produk bagus, tapi karena percaya sama yang jual.
Di sini yang kamu “jual” adalah:
- kepribadian (jujur, relatable, konsisten)
- pengalaman (misalnya kamu pasien HD yang berbagi real experience)
- value (edukatif, membantu, bukan sekadar jualan)
👉 Contoh:
Konten kamu soal makanan pasien HD → orang percaya karena kamu ngalamin sendiri, bukan teori doang.
Intinya: “Aku percaya sama kamu.”
2. Sell Your Idea (Jual Gagasan / Cara Pandang)
Setelah orang percaya, kamu mulai “mengarahkan cara pikir mereka”.
Di sini kamu:
- kasih edukasi
- ubah mindset
- bikin orang merasa “oh iya juga ya”
👉 Contoh:
- “Pasien HD bukan gak boleh makan enak, tapi harus tahu porsinya”
- “Ngatur cairan itu bukan nyiksa diri, tapi nyelamatin tubuh”
Kamu belum jual produk, tapi menanamkan alasan kenapa sesuatu itu penting.
Intinya: “Masuk akal, aku setuju.”
3. Sell Your Product (Baru Jualan)
Nah, setelah trust + mindset kebentuk, baru masuk ke produk.
Di tahap ini:
- orang sudah percaya
- sudah paham kebutuhannya
- tinggal ditawari solusi
👉 Contoh:
- affiliate makanan rendah fosfor
- alat bantu ukur cairan
- atau rekomendasi produk tertentu
Jadi jualannya terasa:
👉 bukan maksa
👉 tapi seperti solusi yang memang dibutuhkan
Intinya: “Aku butuh ini.”
🔥 Alur Simpelnya
- Kenal & percaya kamu
- Setuju sama pemikiran kamu
- Baru beli dari kamu
⚠️ Kesalahan yang sering terjadi
Langsung ke step 3:
“Ini produk bagus, beli ya!”
Padahal:
- belum kenal kamu
- belum percaya
- belum merasa butuh
Akhirnya… sepi.
Materi ini biasa ku sampaikan buat Pelatihan Sales Marketing Pelaku Desa Wisata di Kota Semarang agar naik kelas

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.