Thursday, March 19, 2015


Berawal dari niat untuk melihat sisi lain komunitas anak muda semarang berbicara tentang wisata, ternyata justru mendapatkan banyak hal : kenalan baru, teman baru, komunitas baru, pengetahuan baru dan juga semangat baru. Semua baru, lucu dan seru....
Sebenarnya klo dibilang baru semua seh kayaknya juga gak, karena ada juga satu dua yang pernah ketemu tapi belum aware. Disana ada devi yang konon katanya pernah ketemu sewaktu thesis, setelah ku cek di kontak hapeku ternyata emang ada. Disana ada juga Yudi, walau lupa - lupa ingat akhirnya ingat juga karena dulu pernah beberapa kali ketemu di event semargres.
Devi jadi narasumber kali ini, mempresentasikan hasil thesisnya tentang minat wisatawan domestik untuk kembali mengunjungi semarang setelah kunjungan pertama. Wah keren bingit tuh paparanya, singkat padat dan jelas.... eh ternyata devi sekarang jadi dosen (pantesan pinter ya ngejelasinnya).
Beda devi beda yudi.... khas seorang profesional dengan skill khusus. Berpenampilan cool bagaikan upasara wulung dalam cerita senopati pamungkas. Tidak banyak bicara namun mrantasi...
Kenalan baru yang benar-benar baru tentu lebih banyak : ada mas asmarie sang leader, ada mas agus sang moderator, ada mbak ismi yang sepertinya jadi seksi sibuk dan masih banyak lagi teman yang ramah, lucu dan banyak juga yang pemalu :)
Nah sekarang mo ngebahas seru dan sesuatunya yang mana neh?
Seru karena diskusinya sepertinya gak mau berakhir sampai waktu sudah lewat, berbagai ide, sikap, pernyataan, curhat dan juga masukan yang membangun untuk pariwisata semarang. Keren kan diskusi santai tapi ngebahasnya sampai city branding kota, minat dan persepsi wisatawan bahkan segmen pasar khusus atau ceruk - ceruk pasar yang minat datang ke semarang pun kebahas sekilas. Hanya karena waktu sajalah maka pembicaraan berakhir..... (andai saja waktunya lebih panjang)
Mana neh sesuatunya? 
Sadar atau tidak sadar kopdar semarang kemaren membuatku termotivasi untuk berkarya dan memberi kontribusi yang lebih untuk pariwisata semarang. Kok bisa? gimana jalan ceritanya? bersambung besuk ya!

Tuesday, March 17, 2015

Pepatah jawa ini sangat dalam maknanya. Ajining Diri Gumantung Ono Lathi. " Harga diri seseorang bergantung pada perkataannya" kira - kira terjemahan bebasnya seperti itu. Klo dari pandangan penulis makna tersebut meliputi :
1. Tutur kata atau sopan santun dalam berkata
2. Kepercayaan terhadap substansi isi perkataannya yang bisa dipegang alias tidak mencla-mencle.
Dalam beberapa kasus bahwa makna pertama yaitu banyak orang yang bisa bertutur kata dengan halus dan sopan, namun tidak bisa dipercaya. Kepada A ngomong x, kepada B ngomong y dan kepada c ngomong z. Ini sungguh berbahaya karena bisa memecah belah atau justru memang ada maksud untuk memecah belah.
Dalam kasus yang lain perkataan seseorang dapat dipercaya, namun dalam berkata jujur, dan terbuka tanpa mempertimbangkan apakah perkataannya dapat melukai perasaan orang lain / kelompok orang tertentu. ini juga bisa berbahaya karena luka itu dapat mengakibatkan dendam antara satu dengan lainnya.
Maka idealnya memang harus menjaga keduanya yaitu substansi perkataan yang jujur dapat dipercaya dan disampaikan dengan tutur kata yang santun dengan mempertimbangkan perasaan pihak lain.
Mudah - mudahan tulisan ini dapat mengingatkan kembali pada penulis sendiri untuk memegang pepatah jawa ini dalam bertutur kata dan semoga bermanfaat juga bagi pembaca semuanya.





Mengusulkan sesuatu yang baru mungkin bagi sebagian orang sudah biasa, namun bagi sebagian orang lain masih harus hati-hati bergantung lingkungan peradaban yang berlaku di tempat dan waktu itu. Walaupun pepatah mengatakan bahwa "yang tidak akan berubah adalah perubahan itu sendiri" namun hal itu belumlah bisa diterima olah semua orang dengan lapang dada.
Zona nyaman yang telah dinikmati begitu lama besar kemungkinan adalah penghambat untuk menerima perubahan atau pembaharuan itu sendiri. " Ngapain harus berubah klo gaji sudah tinggi, hidup berkecukupan dan dilimpahi jabatan?". Tentu saja paradigma zona nyaman ini bisa jadi merupakan penghambat kemajuan peradaban. Atau mungkin terlalu tinggi levelnya klo disebut peradaban, maksudnya penghambat kemajuan atas perkembangan atau pembangunan.
Begitulah segelintir keluh kesah yang kadang-kadang menambah kebimbangan diantara bisikan-bisikan untuk berkhianat. Diantara lorong kemiskinan ada celah sempit dalam hati yang memungkinkan seseorang untuk berkhianat dari hati nuraninya sendiri. Diantara kecilnya godaan, ada peluang yang dahsyat untuk berkhianat dari prinsip hidup yang dipegang seseorang. 
Memang sulit mencari ukuran pengkhianatan secara kuantitatif dengan angka-angka, apalagi mencarinya dalam lingkungan yang abu-abu akan lebih sulit dan njlimet. Selalu dan selalu alasan pengkhiatan itu adalah hal-hal klasik (karena keadaan ekonomi, karena ketidak tahuan, karena perintah pimpinan, karena kebutuhan hidup dll).
Sebut saja eki seorang wanita cantik yang bekerja pada sebuah terapis spa. Di awal perkenalan dia membuat pernyataan yang mengagetkan. "Namaku Eki, walaupun aku bekerja di tempat yang abu-abu namun aku memegang prinsip, Karena orang tuaku sakit, aku terpaksa bekerja ditempat yang abu-abu ini mas"

Sudah berapa lama kerja disini?
"Dulu kerja disini 3 tahun, kemudian berpindah - pindah jadi admin sebuah kantor konsutan, pindah menjadi admin sebuah perusahaan properti lalu 3 bulan lalu saya pindah ke sini lagi"
Klo tadi kamu mengatakan kerja disini abu-abu, kenapa kamu kembali kesini?
"karena keadaan mas, ibu sakit, bapak sakit, saya butuh uang untuk merawat mereka dan juga anak saya"
Apa rencanamu ke depan?
"Saya tidak mungkin kerja disini terus mas, pasti suatu saat saya akan pergi dari tempat yang abu-abu ini, saya menyadari bahwa keberadaan saya disini berlawanan dengan hati nurani, tapi saya masih memegang prinsip kok mas"

Secuil dialog yang membuatku bingung. Sadar akan keberadaannya yang abu-abu, karena keadaan yang memaksa kembali menjadi abu-abu, namun membuat pernyataan masih memegang prinsip. Entahlah apa yang dimaksud dengan prinsip yang dianut. Aku membayangkan bila prinsip yang dipegang itu adalah kepercayaan, maka sudah begitu tipisnya bisa dipegang. Bila prinsipnya membahagiaan orang tua, betapa hancurnya mereka melihat pilihan anakknya, bila prinsipnya sebagai orang tua adalah membiayai segala kebutuhan anaknya, betapa kecewanya anak bila mengetahui darimana uang jajannya di dapat? Lalu apa sebenarnya yang bisa membuat kita melawan bisikan - bisikan untuk berkhianat itu? (bersambung)
sumber gambar : twitter.com/ kompaskampus



Sunday, March 15, 2015

Seperti biasa setiap hari sabtu pagi aku jalan-jalan untuk kesehatan tubuh, namun sabtu hari ini aku mengurungkan niat jalan-jalan karena ada suatu kepentingan jam 7.00 sehingga terlalu mepet waktunya. Namun hari ini benar-benar hari yang aneh bagiku :
1. ATM BRI KATAMSO ( 05.05)
Aku mau ambil uang di atm bri katamso, namun sampai disana ada yg ganjil, pasword belum kumasukkan kok informasi sudah masuk, jebul memang lagi eror…
2. SOTO BABAT JAPAR (05.12)
Untuk menghilangkan kekecewaan, dari jalan katamso jogja, aku menuju ke jalan paris atau japar. Niatku mau beli soto babat langgananku…. aneh…. tumben belum mateng….
3. Lumpia Pasar Prawiro Taman (05.23)
Akhirnya aku urungkan niat makan soto babat, aku meluncur ke pasar prawiro taman di japar juga, artinya aku balik ke utara. Sampai di pasar ibu penjual langgananku gak ada, dan ketika aku lirik kanan kiri juga gak ada yang jual lumpia yang murah dan enak itu…. aneh lagi…
4. Kidul Pasar Prawiro Taman (05.34)
Akhirnya kuputuskan untuk ambil kartu atm mandiri, setelah ambil uang di ATM Mandiri jalan prawiro taman aku kembali ke pasar prawiro taman, kali ini aku minta istriku untuk membelikan lumpia, aku menunggu di kidul pasar. Hmmm aneh… tiba-tiba ada bapak dan ibu tua berboncengan motor dari arah pasar menuju selatan berteriak dan… guabrakkk…. bapak dan ibu itu jatuh dari motor persis di depan aku menunggu istri. Kubantu bapak yang tidak bisa berdiri itu ke pinggir jalan, lalu aku panggil becak dan aku minta dibawa ke RS Wirosaban….. aneh lg….
5. Wall Bonbin Gembira Loka (07.59)
Makanan kecil atau lumpia dan sedikit tambahan makanan kecil lainnya kubawa ke Wall Bonbin untuk sarapan pagi temen-temen atlet panjat tebing sleman. Niatku sambil brifing, istriku aku minta untuk ambil foto pemanjatan yang kelas spider kid, biar nanti klo anakku besar ku tunjukkan agar punya nyali besar… lagi-lagi hari yang aneh, baru 1 kali jepretan kamera digital, baterynya drop… langsung mati….. euuudan… sial bener pagi ini
6. Pameran Komputer Jogja Expo Center (9.55)
Setelah memberi briefing sebentar untuk temen-temen atlet panjat tebing sleman, aku pamit mau liat pameran komputer di JEC. Biasaynya jam 9 sudah bukam sehingga aku berangkat agak gasik, soalnya siangnya istriku masuk kerja jam 12.00. Hmmm sial lagi, jam 10 belum buka… ku tunggu jam 10.15 ada pengumuman akan ada upacara pembukaan, jam 10.30 belum dimulai upacaranya…….. hari yang bener-bener indah……….. sambil loyo ku melangkah pulang…. kenapa ya kok hari ini tidak bersahabat denganku? 

Friday, March 13, 2015

Perjalananku di seputaran rawa pening beberapa hari lalu sepertinya membawa kejernihan hati. Niat golek banyu bening diseputaran rawa pening membawa dampak positif dalam memaknai hidup yang akhir - akhir ini memang sering menjadi topik hangat dalam diskusi dengan teman dan sahabat-sahabatku.
Tumbuh kembangnya semangat untuk selalu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi adalah sinyal positif pengaruh itu. Motivasi untuk upgrade skill dan Knowlegde adalah bukti nyata pengaruh itu. Memang sejak pertemuan dengan salah seorang sahabat lama yang memberiku pencerahan dalam berbagai hal tentang hidup dan kehidupan, sedikit demi sedikit memantik nyala api jiwaku untuk terus maju dan berkembang. Inilah pada awalnya yang membawaku golek banyu bening di rawa pening.
Lebih nyata lagi tentang pentingnya upgrade capacity ini karena semakin lama jaman berubah modern yang menuntut kita untuk adaptasi. Inilah realitas kehidupan nyata yang kita hadapi saat ini. Prinsip - prinsip ( baca aturan - aturan) yang dulu sebagian sudah tidak relevan dengan kondisi jaman sehingga prinsip atau aturannya pun harus menyesuaikan. Inilah yang sebenarnya aku sebut sebagai realism.
Apa hubungannya dengan idealism? tentu ada. Secara panjang lebar idealism atau idealisme sudah ditulis dalam posting sebelumnya, dimana merupakan cita-cita untuk memperjuangkan realitas kehidupan yang ideal menurut teori dan prinsip yang kita yakini benar, dimana kadang harus merubah tatanan bahkan ada yang lebih ekstrem dengan melawan kekuasaan dan menentang kebiasaan.
Apakah idealismnya berubah ketika jaman berubah? idealismnya gak berubah tapi realitasnya yang berubah sehingga cara - cara yang dilakukan untuk menciptakan tatanan kehidupan ideal tentu juga harus berubah. Inilah yang kusebut sebagai idealisme yang realistis. Tentu ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan pendapat ini. Monggo saja namun yang lebih penting dari itu semua adalah seberapa besar kontribusi kita terhadap masyarakat dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar kita, negara, agama, bangsa dan dunia untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.




Daya Tarik Wisata Bukit Cinta Rawa Pening

Mahesa Djenar adalah tokoh sentral dalam cerita "Naga Sasra Sabuk Inten" yang ditulis oleh S.H Mintardja. Sebuah cerita silat yang kondang pada jamannya dan begitu menarik untuk dibaca ulang dan dibaca lagi. 
Banyubiru adalah satu lokasi yang dijadikan latar dalam cerita tersebut, digambarkan sebagai wilayah tanah perdikan bagian yang tak terpisahkan dari Kerajaan Demak Bintoro. Tanah yang subur merupakan penggambaran yang tepat dan pas untuk banyubiru karena setelah beberapa waktu lalu kulewati dan sempat berbincang dengan petani di sana memang membenarkannya.


Penampakan Sungai Tuntang Rawa Pening

Tulisan ini bukan untuk menceritakan kembali cerita silat Naga Sasra Sabuk Inten, namun tanpa disadari ketika lika liku jalan dan penampakan rawa pening di depan mata, ingatanku melayang tertuju pada setumpuk buku silat yang dulu sering kubaca itu. Bukan cerita kepahlawanan Mahesa Djenar dalam usahanya merebut kembali keris pusaka naga sasra sabuk inten, namun yang begitu lekat adalah sosok Mahesa Djenar dengan segala prinsip hidup yang melekat padanya. Seorang ksatria yang mengedepankan kepentingan masyarakat, pemberani membela kebenaran dan yang paling membuat aku tersenyum adalah sikap dan tingkah lakunya menghadapi roro wilis.
Iya roro wilis gadis ayu cucu ki Pandan Alas yang kemudian diceritakan dalam buku itu menjadi pacar dan istri Mahesa Djenar. Bagaimana ketika awal bertemu, kenalan sampai bagaimana Mahesa Djenar sangat menghargai harkat dan martabat seorang wanita yang begitu tinggi selalu teringat dan terpatri dalam hidupku.
Sikap keteladanan Sang Tokoh Mahesa Djenar benar-benar hadir kembali dalam perjalananku, dimana hari itu adalah sebuah perjalanan "golek banyu bening" di seputar rawa pening. Semoga aku dapat bener- bener memanfaatkan momentum ini sebagai langkah perbaikan dan keberhasilan di masa datang. Semangat!

Thursday, March 12, 2015


A.   LATAR BELAKANG
Melalui resolusi No. 67/200, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional (HHI) dengan tujuan memperingati dan menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya keberadaan semua jenis hutan dan pohon di luar. Melalui HHI ini negara-negara anggota diharapkan melakukan upaya-upaya di tingkat nasional maupun internasional yang mempromosikan peran penting hutan dan pohon.

Sebagai bagian dari perayaan HHI 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang terkait, menyelenggarakan lomba pembuatan video pendek dalam bentuk stop motion sebagai salah satu bentuk kampanye kreatif untuk penyampaian pesan tentang pentingnya hutan dan pohon.

B.   BENTUK KEGIATAN
Lomba berbentuk video pendek (berdurasi 30 detik) dengan teknik stop motion.  Tema yang digunakan adalah “Hutan | Iklim | Perubahan”.

C.   TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong  dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran hutan dan pohon di dalam dan di luar hutan melalui sebuah kreativitas dan seni. 

D.   WAKTU PELAKSANAAN
  1. Tahap penerimaan materi video
Panitia menerima file video stop motion pada tanggal 21 Maret 2015 (lihat butir G);
2. Tahap penjurian
File video yang diterima panitia akan dinilai oleh Dewan Juri dan akan diumumkan pemenangnya pada 28 Maret 2015 melalui media online.

E.   SYARAT DAN KETENTUAN
  1. Peserta terbuka untuk umum, warga negara Indonesia perorangan yang berdomisili di wilayah negara Indonesia;
  2. Video bertema “Hutan | Iklim | Perubahan”;
  3. Durasi video 30 detik;
  4. Peserta boleh menggunakan segala jenis media perekam audio visual. Hasil audio visual harus memenuhi standar broadcast (720X576 px);
  5. Video yang dilombakan dibuat menggunakan teknik stop motion dan merupakan karya orisinil, bukan hasil jiplakan/mengambil sebagian hak cipta orang lain (termasuk gambar dan audio) dan belum pernah memenangkan lomba lain;
  6. Jika terdapat konten berupa video/musik/hasil karya apapun yang merupakan hak cipta milik orang lain, maka peserta wajib melampirkan surat persetujuan penggunaan karya tersebut atau menyebutkan sumbernya (berlaku bagi pemenang);
  7. Apabila dikemudian hari terdapat gugatan hak cipta, pihak panitia tidak bertanggung jawab terhadap hal tersebut;
  8. Bahasa yang dapat digunakan di dalam keseluruhan video adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Asing maupun Bahasa daerah. Jika menggunakan Bahasa asing ataupun daerah diwajibkan untuk menyertakan subtitle (terjemahan) dalam Bahasa Indonesia;
  9. Peserta boleh mengikutsertakan lebih dari 1 video;
  10. Video stop motion tidak boleh mengandung unsur yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; Kesusilaan; Moral, dan SARA tertentu, kekerasan, promosi produk komersial, serta tidak mengandung unsur pornografi;
  11. Peserta harus mengisi formulir pendaftaran lengkap yang berisi semua keterangan mengenai data diri, judul dan sinopsis film yang diajukan, serta fotocopy KTP yang dikirimkan kepada panitia dalam satu paket pengiriman. Formulir pendaftaran dapat diunduh di link berikuthttps://docs.google.com/document/d/15JBxF1WtJ85Y2CQcQ2khqAaeR0JVlv7-R2cyZy9DgMg/edit
  12. Materi film yang diikutkan lomba dikirim dalam DVD dengan format data MOV, AVI, atau MP4;
  13. Materi video stop motion diterima panitia paling lambat pada tanggal 21 Maret 2015 dengan alamat Pusat Kerjasama Luar Negeri Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lt. 4 Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270;
  14. Bagi peserta yang terpilih, wajib menyerahkan master project video;
  15. Bagi yang dinyatakan sebagai pemenang, menyetujui bahwa hak untuk setiap dan semua bagian yang telah diberikan kepada panitia dalam bentuk tertulis, tercetak, tersiar, terekam di pita dan versi elektronik lainnya yang merupakan hasil dari pengerjaan proyek dipegang sepenuhnya oleh panitia yang  yang dinyatakan dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh pemenang;
  16. Pihak penyelenggara berhak  mempublikasikan  video yang dinyatakan sebagai pemenang untuk keperluan non komersial, media pendidikan dan sosialisasi dengan hak cipta tetap melekat pada peserta;
  17. Keputusan dewan juri dan panitia dalam melakukan seleksi dan membuat kebijaksanaan adalah absolut dan tidak dapat diganggu gugat;
  18. Dengan mengirimkan karya, peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia;
  19. Panitia berhak mendiskualifikasi karya peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan;
  20. Pemenang lomba diumumkan pada fanpage facebook “Hari Hutan Internasional 2015” pada tanggal 28 Maret 2015;
  21. Pemenang bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa berkenaan dengan paket wisata yang disertai asuransi Panitia tidak bertanggung jawab atas resiko perjalanan;

F.    KRITERIA PENILAIAN JURI:
  1. Kesesuaian tema;
  2. Nilai pesan (eksplisit/implisit);
  3. Kreativitas audio visual;
  4. Kualitas teknis;
G.   TATA CARA PENGIRIMAN KARYA
Peserta mengirimkan karyanya dalam bentuk DVD yang telah disesuaikan dengan format yang telah ditentukan oleh panitia dan beberapa persyaratan lainnya (lihat butir E) pada alamat:
Pusat Kerjasama Luar Negeri
Gedung Manggala Wanabakti Blok 7 Lantai 4, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 105270.

H.   PENGUMUMAN PEMENANG
Dewan juri akan menilai dan memutuskan pemenang lomba ini berdasarkan kriteria penilaian yang tercantum dalam syarat dan kriteria penilaian lomba yang akan diumumkan melalui fanpage facebook “Hari Hutan Internasional” pada 28 Maret 2015.

I.      HADIAH
Hadiah berupa paket perjalanan lintas NTT: Danau Kelimutu - Pulau Komodo untuk setiap pemenang. Waktu pelaksanaan wisata akan disepakati oleh keempat pemenang, Panitia dan operator wisata.

J.    SEKRETARIAT PANITIA LOMBA
Pusat Kerjasama Luar Negeri
Gedung Manggala Wanabhakti Blok VII, lantai 4
Jalan Gatot Subroto Jakarta
Kontak            : Citra/Adit
Telepon          : (021) 570 1114/573 0159, Fax: (021) 5720210
Email             : biroklndephut@yahoo.com
sumber berita dan foto : facebook.com/notes/hari-hutan-internasional

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata