Thursday, February 27, 2025



Aplikasi Koncodolan adalah inovasi terbaru dari Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. yang dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan menemukan lokasi wisata yang menarik di Kota Semarang. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap, meliputi Calender Of Event, Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Amenitas dan Database Pariwisata dan Budaya. 

Fitur Calender Of Event merupakan Atraksi Seni Budaya, Pameran, Fesyen, Sport Tourism dan lainnya yang ditampilkan secara bulanan dalam setahun. Fitur Daya Tarik Wisata terbagi ke dalam beberapa ruang lingkup antara lain wisata alam, wisata religi, wisata belanja, wisata heritage, desa wisata dan paket wisata.

Data Amenitas dengan tampilan simpel, terintegrasi dengan google maps memudahkan wisatawan dalam mencari penginapan, restoran, tempat nongkrong, karaoke maupun spa di Kota Semarang. Sementara itu data Aksesibilitas memudahkan wisatawan yang akan bepergian menggunakan sarana transportasi umum, bus wisata dan rental mobil untuk mobilitas selama di Kota Semarang.

 Database Pariwisata menjadi fitur pembeda dengan aplikasi pariwisata sebelumnya yaitu terdiri dari Database 13 Jenis Usaha Pariwisata by name by adress serta publikasi hasil-hasil Riset Pariwisata dan Budaya yang diperlukan para mahasiswa untuk tugas akhir atau penelitian dan juga para pelaku usaha pariwisata untuk mengetahui potensi dan tren pasar wisata, jumlah kunjungan wisatawan,  dan indikator statistik lainnya.

Aplikasi koncodolan ini terintegrasi dengan website pariwisata.semarangkota.go.id, tidak hanya memberikan informasi tentang pariwisata tetapi juga terintegrasi dengan petunjuk arah google maps. Dan untuk peningkatan layanan berupa informasi, interaksi, transaksi pariwisata akan dikembangkan pada Aplikasi Koncodolan ini sehingga diharapkan semakin besar dalam memberi dampak bagi masyarakat dan pelaku wisata yang ada di Kota Semarang.

Download Konco Dolan - Apps on Google Play




Salah satu hasil kesepakatan pertemuan sibarista yang kita prediksi akan berdampak adalah Rencana Fasilitasi Desa Wisata Kandri untuk Menyediakan Booth  dalam Gelar Potensi Desa Wisata & Rintisan wisata yg dikolaborasikan dengan giat Nyadran Kali

Nyadran kali akan dilaksanakan 6 - 7 Januari 2023. Bagi pengelola Deswita & rintisan wisata yang berminat mengisi booth dimaksud, berkenan mengisi list partisipasi kegiatan tersebut

List partisipasi Gelar Potensi Desa Wisata & Rintisan Wisata dalam Event Nyadran Kali, 6 - 7 Januari 2024 di Desa Wisata Kandri

1. Demoyo Village Srikandi (craf dr kertas koran,produk UMKM unggulan olahan jahe,serta paket praktik kilat membuat craf distand)

2.Jamalsari Kedungpane (Nasi Jantung Radja dan berbagai Olahan Makanan Lokal)

3. Omah Ampiran Wonolopo (produk Jamu Jawa, Syrup Jahe rempah wangi, Wedang Uwuh, Syrup Bawang Lanang, Sambal Pecel Pincuk, pupuk kompos dari limbah Jamu)

4, ecoeduwisata mangrove tapak (produk olahan mangrove dan hasil tambak, destinasi wisata, edukasi)

5.Kampoeng Djadhoel Laksmi Art Batik (Membatik di Secarik Kain & Edukasi di Totebag)

Silahkan di isi bagi yang berminat untuk di kalkulasi kebutuhan faislitasi oleh tuan rumah

26 Nopember 2023

Presiden Sibarista




Semangat Pagi Para Pejuang Desa Wisata dan Rintisan Wisata Kota Semarang, Semoga Tuhan Selalu Menjaga dan Melindungi Kita Semua

Semangat kolaborasi untuk menimbulkan dampak positif bagi kemajuan desa wisata & rintisan wisata seakan menjadi RUH sibarista dan para anggotanya. Desa Wisata Kandri yang sempat melaju kencang sendirian, pada tahun 2019 kita coleg coleg agar mau membagi ilmu dan pengalaman yang dimilikinya kepada desa wisata & rintisan wisata lain di Kota Semarang. 

Dengan kebesaran hati dan sikap Legowo para pengelola Kandri antara lain pak @Saipul Kandri Baru Lagi , pak @pak duki Kandri mas @Zubaidi Kandri mas @Lek Wakhid Kandri mas @Suhono Kandri mau mengajak dan mendorong rekan rekan yang lain untuk bergerak bersama dan maju bersama

Sejak saat itulah Kandri yang tadinya melaju kencang sendirian dg indikator pendapatan 1 tahun kurleb 2 Milyar dimuat di beberapa media wisata termasuk media lokal Bali kembali ke pangkuan kita semua mengirimkan local champion terbaik nya untuk berbagi sana sini dengan semangat nyawiji dalam wadah sibarista

Apa yg ingin saya sampaikan? Mungkin banyak orang hebat disini, Mungkin juga banyak yg punya produk hebat, ilmu hebat, pengalaman hebat. Namun bila semua itu hanya untuk diri sendiri, tidak akan berdampak untuk masyarakat

Jadi.... Mari kita tiru sikap mental para tokoh desa wisata Kandri dan juga tokoh2 sibarista untuk selalu bergerak bersama, mau berbagi dan berkolaborasi memajukan pariwisata kota Semarang

Semangat pagi, selamat prepare menuju rutinitas kerja masing2 🙏


Sunday, December 22, 2024

Kota Semarang bersiap menyambut masa depan pariwisata yang lebih dinamis dan segar di tahun 2025. Sebagai salah satu kota dengan potensi wisata terbesar di Jawa Tengah, Semarang tak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga pengalaman yang menggugah rasa penasaran. Tahun 2025 adalah waktunya bagi kota ini untuk tampil beda, menjadi sorotan, dan memikat hati wisatawan dari berbagai belahan dunia. Bersiaplah, era baru wisata urban ada di depan mata!

Tren Pariwisata Kota Semarang 2025

  1. Teknologi yang Mengubah Cara Berwisata

    • Wisata di Semarang akan dipadukan dengan teknologi canggih. Bayangkan berjalan-jalan di Kota Lama sambil memakai kacamata AR yang memperlihatkan suasana abad ke-18. Setiap sudut menceritakan sejarah, membuat Anda merasa berada di masa lalu.

    • Aplikasi wisata berbasis AI juga akan menjadi teman terbaik wisatawan, membantu merancang liburan personal hingga memesan tiket dan mencarikan spot foto terbaik.

  2. Wisata Hijau yang Semakin Mendunia

    • Tren wisata ramah lingkungan kian digemari. Semarang memimpin dengan taman kota dan desa wisata yang mengusung konsep zero waste serta penggunaan energi terbarukan.

    • Tinjomoyo Forest Park adalah contoh nyata, menawarkan jalur trekking ramah lingkungan dan aktivitas seru seperti workshop konservasi alam.

  3. Kuliner Lokal dengan Sentuhan Baru

    • Pasar Semawis akan menjadi destinasi kuliner malam yang tak tertandingi. Hidangan tradisional disajikan dengan cara modern, memadukan resep nenek moyang dengan teknologi masa kini.

    • Jangan lewatkan festival kuliner "Semarang Food Week," di mana chef lokal berlomba menciptakan menu baru berbahan dasar lokal.

  4. Pengalaman Wisata yang Unik dan Tak Terlupakan

    • Desa Wisata Kandri akan memanjakan wisatawan dengan pengalaman budaya yang otentik. Mulai dari belajar membatik hingga memasak makanan khas bersama penduduk setempat.

    • Kampung Pelangi, dengan seni digital interaktifnya, menjadi surga bagi para pemburu foto Instagram.

Rekomendasi Tempat Wisata di Semarang 2025

  1. Kota Lama Semarang

    • Dengan museum digital dan pertunjukan seni jalanan, kawasan ini menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin merasakan sejarah hidup.

  2. Sam Poo Kong

    • Klenteng ini kaya akan story telling laksamana cheg ho dan menawarkan berbagai macam atraksi wisata serta kuliner khas lokal

  3. Lawangsewu

    • Lokasi ini cocok untuk pencinta heritage, sejarah dan budaya.  Dilengkapi dengan museum imersif  membuatnya lebih menarik.

  4. Tinjomoyo 

    • Nikmati jogging track berbatu yang dikelilingi hutan asri atau hadiri festival tahunan yang menggabungkan seni dan alam.

  5. Pantai Marina

    • Selain menikmati sun set, Anda bisa mencoba jetsky, naik perahu, atau memancing. Tersedia juga berbagai macam kuliner lokal

Tips Sukses Bagi Pelaku Wisata

  1. Adaptasi Digital atau Tertinggal

    • Pastikan bisnis Anda memiliki kehadiran digital yang kuat. Dari media sosial hingga chatbot, semuanya penting untuk menjangkau wisatawan modern.

  2. Ciptakan Pengalaman Berbeda

    • Jangan hanya menjual tiket atau produk, tawarkan pengalaman. Paket seperti "Malam Misteri Kota Lama" akan membuat pengunjung merasa terlibat.

  3. Latih Karyawan Anda

    • Wisatawan menghargai keramahan dan kompetensi. Pastikan staf Anda fasih berbahasa asing dan paham teknologi.

  4. Libatkan Masyarakat Lokal

    • Kolaborasi dengan penduduk setempat tak hanya menambah autentisitas, tetapi juga memberi dampak positif bagi komunitas.

  5. Jadilah Viral

    • Manfaatkan kekuatan media sosial. Gandeng influencer atau buat konten unik yang bisa menarik perhatian dunia maya.

Masa Depan Dimulai dari Semarang

Semarang sedang bersiap menjadi kiblat wisata urban di Indonesia. Kota ini bukan hanya soal destinasi, tetapi tentang bagaimana memberikan pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan. Para pelaku wisata, inilah momen Anda untuk berinovasi, berani mencoba hal baru, dan menjadi bagian dari perubahan besar. Semarang 2025 adalah tentang masa depan yang dimulai hari ini. Jangan sampai tertinggal!A


Friday, October 4, 2024

 Dalam rangka mempromosikan potensi Desa Wisata Pudakpayung, Pengelola Deswita yang difasilitasi Kecamatan Banyumamik dan disbudpar kota semarang akan menggelar lomba foto di wisata Curug Kedung Kudhu, Jembatan Dung Kopyah dan Ondorante serta penanaman pohon akan digelar pada 19 Oktober 2024. Lomba yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 9 juta.



Dalam upaya promisi ini pengurus deswita dan Pemerintah Cecamatan Banyumanik menggandeng berbagai komunitas anak muda yang bergerak di dunia model, fotografi dan kepariwisataan antara lain : Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang serta komunitas fotografi Semarang, Komunitas Fotografer Semarang (KFS), Komunitas Fotografer Kota Lama Semarang, Komunitas Diajeng Semarang (KDS), Komunitas Denok Kenang Semarang serta Karang Taruna Kota Semarang.

Untuk menambah hidupnya hasil jepretan peserta lomba, disiapkan model Semarang, baik yang tergabung dalam Komunitas Denok Kenang maupun Komunitas Diajeng Semarang. "Dipastikan suasana akan hidup dan meriah,'' kata Muhammad Sang Ketua Pelaksana, dalam rilisnya Jumat 4 Oktober 2024.

Untuk pendaftaran peserta dibuka mulai 12 Oktober hingga 19 Oktober 2024. Pengiriman hasil karya 22 Oktober dan pengumuman juara lomba 2 November 2025

Sebelum memasuki kawasan Curug Kedung Kudhu, ada vihara yang selalu dikunjungi biksu dari Thailand, yg memiliki nilai sejarah tinggi, yakni Vihara Shimma 2500 Buddha Jayanti.

Masih di kawasan tersebut, wisatawan bisa berwisata berkuda, belajar musik kolintang maupun belajar gamelan. Sedangkan atraksi wisata lainnya, ada Vihara Buddha Gaya Watugong, Masjid Al Aliy, kampung kuliner dan bank sampah.

Semangat semua pihak dan warga untuk mewujudkan Pudakpayung menjadi destinasi wisata sangat luar biasa. Lurah Pudakpayung Pamirah mencoba membuat dan melengkapi atraksi wisata tersebut dengan sajian kuliner tradisional khas Pudakpayung, yakni Sego Berkat ( sejahterakan wargo dengan peran serta masyarakat).

"Apabila wisatawan sudah mengalir, maka kesejahteraan warga akan terwujud, " Kata Muhammad.

Untuk suksesnya lomba fotografi ini, dipersilakan semua komunitas fotografi, jurnalis foto serta peminat fotografi untuk mengikuti kegiatan ini.


Sunday, April 14, 2024

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menyebut jumlah kunjungan wisata ke Ibu kota Jawa Tengah mengalami peningkatan 32 persen hingga hari ketiga libur Lebaran tahun 2024 ini. Hal ini disampaikan Sub Koordinator Informasi Budaya & Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Agus Kariswanto, Jumat (12/4). Jumlah kunjungan wisata ke Kota Semarang sampai kemarin mencapai 162 ribu. Hari ini data belum masuk, namun kalau dihitung periode sama dibanding tahun lalu naik 32 persen," kata Karis, sapaannya. 

Salah satu destinasi wisata jujugan adalah kawasan Kota Lama Semarang yang masih menjadi andalan. Destinasi wisata Kota Lama Semarang merupakan salah satu wisata yang paling sering dikunjungi. "Jelas nomor satu kawasan Kota Lama. Kota Lama Semarang saat ini masih peringkat pertama di kunjungan wisata di Jawa Tengah," jelasnya. 


Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kota Lama mulai berbenah. Semakin cantik dan tertata hingga disebut Little Netherland, mengingat pada area ini dulunya merupakan fokus pembangunan di masa penjajahan Belanda. Tidak hanya itu, Kota Lama menawarkan wisata dengan suasana tempo dulu, dikelilingi bangunan kuno masa kolonial Belanda, dengan sebagian besar bangunan telah direvitalisasi.  "Paling favorit itu destinasi Kota Lama Semarang. Kemudian ada Pantai Marina dan Museum Lawang Sewu," sebut Karis. Wisata lain seperti Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang Zoo, Goa Kreo, juga turut mengalami peningkatan pengunjung.  Menurutnya, cuaca cerah dan relatif sejuk dibanding tahun sebelumnya menjadi salah faktor wisatawan tertarik datang ke kota Semarang. "Karena tahun lalu cuaca saat lebaran sangat panas, sedangkan tahun ini relatif sejuk. Sehingga  pergerakan pengunjung wisata juga lebih oke. Hanya saja, data itu masih sementara dan akan terus berkembang. Karena tahun lalu justru pasca lebaran terjadi lonjakan pengunjung," imbuhnya. 

Senada, Manager Operasional dan Pengembangan Semarang Zoo, Swandito Widyotomo mengatakan,  selama Libur Lebaran 2024, Semarang Zoo menargetkan 50 ribu pengunjung. "Target Semarang Zoo selama libur Lebaran 2024 ini adalah 50 ribu pengunjung untuk khusus event Lebaran," kata dia. Tentu saja, pihaknya berharap dengan skenario libur lebaran dari Pemerintah yang cukup panjang, bisa menambah jumlah wisatawan yang datang. "Rata-rata harian sudah di angka 4000 pengunjung  tapi belum di titik puncak. Kalau berkiblat dari tahun sebelumnya, puncaknya bisa sampai 7000-8000 pengunjung," imbuh dia. Pihaknya memprediksi, puncak kunjungan wisatawan akan terjadi pada Sabtu dan Minggu 12-13 April 2024. 

"Untuk prediksi puncaknya, Sabtu Minggu dan susulan terakhir kemungkinan pada syawalan. Karena kita berdekatan dengan area Kendal Kaliwungu. Apalagi biasanya momen liburan bagi warga Kendal Kaliwungu adalah di Syawalan," jelasnya. Terkait wahana baru yang ada di Semarang Zoo yang digadang bisa menarik minat wisatawan, Swandito menyebut beberapa gebrakan.  "Wahana yang baru kita rilis ada Reptile Cave. Itu wahana khusus untuk aneka reptil. Kemudian ada kegiatan lain seperti Carnivore Feeding Adventure," imbuhnya. 

Carnivore Feeding Adventure ini mengajak pengunjung untuk menguji nyali dengan cara memberi makan satwa-satwa karnivora. "Selama ini Carnivore Feeding bersifat tentatif, lokasinya juga lebih privat. Kita memberikan kesempatan masyarakat untuk merasakan sensasi memberikan makanan ke harimau. Pastinya terjangkau untuk semua pengunjung yang ingin memberikan makan pada harimau. Tapi, untuk yang privat itu jelas berbeda karena sangat dekat dengan harimau pastinya masih dalam ruang lingkung keamanan yang kita jaga," paparnya.


Wednesday, March 27, 2024

 Quality tourism dan sustainable tourism memiliki banyak persamaan, tetapi juga memiliki perbedaan yang penting. Berikut ini adalah penjelasan mengenai persamaan dan perbedaan keduanya:

Persamaan:

  1. Berorientasi pada Pengalaman Wisata yang Berkualitas: Baik quality tourism maupun sustainable tourism menekankan pentingnya pengalaman wisata yang memuaskan bagi para wisatawan. Keduanya mengutamakan pelayanan yang ramah, fasilitas yang berkualitas, dan kegiatan wisata yang unik dan berkesan.

  2. Pemeliharaan Lingkungan: Keduanya memiliki fokus pada perlindungan dan pelestarian lingkungan alam dan budaya. Baik quality tourism maupun sustainable tourism berusaha untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam, seperti polusi dan kerusakan habitat.

  3. Manfaat bagi Komunitas Lokal: Baik quality tourism maupun sustainable tourism berupaya untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam industri pariwisata. Keduanya menciptakan lapangan kerja lokal, mempromosikan kegiatan budaya dan seni lokal, serta mendukung pengembangan infrastruktur sosial.

  4. Partisipasi dan Kemitraan: Keduanya mengutamakan keterlibatan aktif dan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, dan wisatawan dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata. Dengan melibatkan semua pihak terkait, tujuan-tujuan quality tourism dan sustainable tourism dapat lebih efektif dicapai.

Perbedaan:

  1. Fokus Utama: Quality tourism terutama menekankan pada pengalaman wisata yang berkualitas, sedangkan sustainable tourism lebih berfokus pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

  2. Prioritas: Quality tourism mungkin lebih cenderung memprioritaskan pengalaman wisatawan dan kepuasan pelanggan, sementara sustainable tourism mungkin lebih cenderung memprioritaskan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

  3. Tujuan Jangka Panjang: Sustainable tourism memiliki fokus jangka panjang yang lebih kuat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan budaya, sementara quality tourism mungkin lebih terfokus pada penciptaan pengalaman wisata yang menyenangkan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

Meskipun memiliki perbedaan dalam fokus dan prioritas, baik quality tourism maupun sustainable tourism merupakan pendekatan yang penting dalam memastikan bahwa pariwisata berkembang secara bertanggung jawab, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat. Idealnya, kedua pendekatan ini dapat digabungkan untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bermakna


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata