Wednesday, June 25, 2014



Kenangan akan puncak merapi melalui jalur selatan atau kinahrejo mungkin sulit terulang. Kenangan terindah yang pernah kumiliki dengan Mas Komo, Mas Cahyo dan temen yang lain. Waktu itu kinahrejo setiap malam minggu masih rame, baik sekedar kumpul di rumah mbah marijan atau sekedar nyari anget - anget wedang gedang di warung bu pujo.
Mengingat merapi, mbah marijan dan bu pujo sungguh tak terlupakan. mbah marijan yang setia tuhu, rendah hati dan sangat ramah pada setiap orang yang datang ke rumahnya maupun suara ramah bu pujo saat melayani tamu - tamu di warungnya yang minta makan atau sekedar jahe anget... sungguh masih terlihat dan terngiang dengan jelas.
mas Cahyo... mas Komo kapan kumpul lagi? tentu sekarang bersama keluarga dan keponakan- keponakan, atau kita ajari anak kita naik gunung kayak kita masih muda dulu?

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata