Showing posts with label Indikator Kota Kreatif Versi UNESCO. Show all posts
Showing posts with label Indikator Kota Kreatif Versi UNESCO. Show all posts

Saturday, August 27, 2022

Tujuan konsep pembangunan Kota Kreatif Indonesia adalah memberikan gambaran besar dan menetapkan koridor bagi pembangunan Kota Kreatif di Indonesia, sedangkan fungsinya menjadi rujukan bagi pembangunan Kota Kreatif di Indonesia yang dilakukan oleh lintas pelaku (pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas kreatif).

Yang membedakan Kota Kreatif dari konsep kota lainnya seperti liveable city, green city & resilent, smart dancompetitive city adalah :
1.   Fokus kepada pengembangan ide dan kreativitas;
2.   Eksistensi komunitas kreatif (bottom-up); dan
3.   Rantai nilai kreasi-produksi-distribusi-konsumsi-konservasi.
Sejak didirikan tahun 2004, UNESCO Creative City Network terus meningkatkan cakupan jejaringnya ke seluuruh dunia. Per Desember 2014, terhitung terdapat 69 kota kreatif dari 32 negara dengan 7 bidang kreatif. kota Pekalongan dan Bandung, masuk dalam UNESCO Creative City Network (UCCN), dalam bidang Desain.
UNESCO Creative City Network yang diluncurkan pada tahun 2004. Jaringan yang terdiri atas 116 kota di seluruh dunia bertujuan mendorong kerjasama internasional antar kota yang berkomitmen berinvestasi di kreativitas sebagai pendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan, inklusi sosial dan budaya. Lalu, seperti apakah indicator kota kreatif yang ditetapkan oleh UNESCO?
Dikutip dari laman resmi UNESCO dilansir sejumlah indikator kota kreatif yang harus dipenuhi oleh semua kota yang mengajukan aplikasi ke UNESCO. Ke-18 indikator kota kreatif itu antara lain :
pertama, peran dan dasar-dasar bidang kreatif dalam sejarah kota.
Kedua, pentingnya ekonomi dan dinamika sektor budaya dan, jika mungkin, dari bidang kreatif yang menjadi perhatian: data pada kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan lapangan kerja di kota, jumlah perusahaan budaya, dan lain-lain.


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata