Showing posts with label pertemanan kualitatif. Show all posts
Showing posts with label pertemanan kualitatif. Show all posts

Monday, November 17, 2014


"Orang banyak menyukaimu itu konsekwensi logis dari parasmu yang ayu, tubuhmu yang indah dan kecerdasan otakmu yang diatas rata-rata. Tidak ada orang yang bisa melarang orang lain untuk menyukaimu termasuk kamu sendiri. Yang dapat kamu lakukan adalah bagaimana merespon dengan sikap yang baik, sopan dan tidak menyinggung perasaan"

Ketika beberapa kali kamu mengeluhkan banyak orang yang menyukai dan naksir dirimu, berulang - ulang pula kalimat itu menjadi jawabanku. Sebuah konsekwensi logis dari anugerah Tuhan berupa kecantikan dan keindahan yang ada pada dirimu pastilah banyak yang melirik dan mencoba untuk mendekatimu. Diskusi itu sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu yang puncaknya pada saat pesta sanguin....

Sekarang saat kamu sudah tidak disini, ketika sudh terjun langsung ke masyarakat, aku yakin pola pikir dan keputusan-keputusanmu sudah mapan. Cara bersikap dan memberikan jawaban atas persoalan - persoalan yang menimpamu semakin matang dan dewasa. Itulah harapan dan keinginan yang sejak awal selalu kutekankan padamu.

Sejujurnya kamu memang istimewa, namun bukan berarti aku mengistimewakanmu. Sebuah kewajaran bahwa aku memperlakukanmu sesuai dengan level dan kemampuanmu. itu saja.... yang kemudian justru menyeret ke sebuah persoalan panjang yang seakan tiada ujung......

Ditengah persoalan yang berkepanjangan dan tidak ada ujung pangkalnya ini, aku mendapatkan kado lagi darimu di akhir pekan.....sebuah sms bahwa kamu selalu mengingat jawabanku tentang cara bersikap pada  orang - orang yang menyukai. Semoga selalu berarti dan bermanfaat bagimu di masa datang....Tetap Semangat!



📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata