Showing posts with label sanguinis pesta desa wisata. Show all posts
Showing posts with label sanguinis pesta desa wisata. Show all posts

Sunday, November 16, 2014

" Semangat Malam Pak, Hari ini saya pelatihan guide di lokasi KKN. Berbicara di depan masyarakat itu tidak mudah, dan tiba - tiba saya teringat latihan presentasi saat hadiah ulang tahun saya. Bagaimana membuat suasana yang menyegarkan dengan joke joke yang sesuai dengan audience dan situasi kondisi nya"


Bunyi sms itu mungkin bagi orang lain tidaklah banyak berarti, namun bagi yang berkepentingan sangatlah bermakna dalam bagi yang mengalaminya. Seakan makna dari sms itu adalah penegasan bahwa pilihan pesta sanguinis sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 21. Sebuah pesta ulang tahun yang lebih mirip sebagai pendidikan dan latihan selama 24 jam.
Pendidikan latihan yang dimulai sejak jam 8 pagi. Sambil makan pagi berdiskusi merancang kegiatan, beradu argumentasi ketika menentukan pilihan-pilihan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa sepakat untuk berpesta selama 24 jam dengan menu pesta yang sudah disepakati pula. Tujuan pertama adalah Deswita di daerah terpencil dengan daya tarik utama adalah wisata alam berupa curug.
Tema pesta sanguin  di Deswita adalah "Mengemas Kearifan Lokal Untuk Menambah Daya Tarik Deswita dan  mempelajari keterlibatan masyarakat lokal untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Deswita" Karena daya tarik wisata utamanya berupa curug maka materi tentang interpretasi fenomena alam menjadi dasar utama sebelum melakukan kegiatan lapangan, oleh karena itu pesta dimulai dengan diskusi tentang pengamatan lanscape atau bentang alam. Bagaimana melakukan pengamatan burung maupun pengamatan katak, bagaimana mendeskripsi bentang alam tersebut, bagaimana mendeskripsi isi bentang alamnya dan seterusnya. Kemudian untuk kearifal lokal menyangkut adat istiadat dan budaya setempat pembekalan berupa bagaimana memilih responden untuk diwawancara dan bagaimana cara mewawancarainya.
Tak kalah pentingnya adalah melakukan pengamatan infrastruktur dan fasilitas yang sudah ada di evaluasi, apakah sesuai atau tidak dengan potensi kearifan lokal deswita tersebut. 

Kado Lain di Akhir Pekan


"Orang banyak menyukaimu itu konsekwensi logis dari parasmu yang ayu, tubuhmu yang indah dan kecerdasan otakmu yang diatas rata-rata. Tidak ada orang yang bisa melarang orang lain untuk menyukaimu termasuk kamu sendiri. Yang dapat kamu lakukan adalah bagaimana merespon dengan sikap yang baik, sopan dan tidak menyinggung perasaan"

Ketika beberapa kali kamu mengeluhkan banyak orang yang menyukai dan naksir dirimu, berulang - ulang pula kalimat itu menjadi jawabanku. Sebuah konsekwensi logis dari anugerah Tuhan berupa kecantikan dan keindahan yang ada pada dirimu pastilah banyak yang melirik dan mencoba untuk mendekatimu. Diskusi itu sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu yang puncaknya pada saat pesta sanguin....

Sekarang saat kamu sudah tidak disini, ketika sudh terjun langsung ke masyarakat, aku yakin pola pikir dan keputusan-keputusanmu sudah mapan. Cara bersikap dan memberikan jawaban atas persoalan - persoalan yang menimpamu semakin matang dan dewasa. Itulah harapan dan keinginan yang sejak awal selalu kutekankan padamu.

Sejujurnya kamu memang istimewa, namun bukan berarti aku mengistimewakanmu. Sebuah kewajaran bahwa aku memperlakukanmu sesuai dengan level dan kemampuanmu. itu saja.... yang kemudian justru menyeret ke sebuah persoalan panjang yang seakan tiada ujung......

Ditengah persoalan yang berkepanjangan dan tidak ada ujung pangkalnya ini, aku mendapatkan kado lagi darimu di akhir pekan.....sebuah sms bahwa kamu selalu mengingat jawabanku tentang cara bersikap pada  orang - orang yang menyukai. Semoga selalu berarti dan bermanfaat bagimu di masa datang....Tetap Semangat!




Monday, November 10, 2014

"Jalan  itu sebenarnya datar... namun karena banyak pohon ditengahnya maka diperlukan kehati hatian untuk melewatinya. Inilah awal jalan terjal di akhir tahun ini"

Hari telah menginjak pagi ketika aku terjaga dari tidur. Antara percaya dan tidak, aku mengingat kembali bahwa aku akan pergi dengan nya untuk waktu yang cukup lama.... 24 jam atau sehari semalam. Segera aku membuka ha untuk memastikan bahwa semalam tidak ada sms masuk yang membatalkan janjian hari ini, dan ternyata memang tidak ada kabar apapun...


Segera Kukayuh Sepeda Bututku untuk menjemputmu sambil mengingat apa yang sesungguhnya terjadi  Berkenalan, ngobrol, menjadi deket, ngajak makan, ngajak jalan dan pada hari ini janjian jalan 24 Jam. Agenda bersama yang  kita namakan Pesta Sanguin. Lamunanku buyar ketika muncul seorang gadis cantik dengan pakaian lapangan hitam yany tampak serasi. " Mas.. kita sarapan dulu ya, aku masih males keluar tadi jadi baru minum susu", mintanya padaku.Sambil menganggukan kepala kuberi isyarat untuk membonceng di sepedaku yang nampak lusuh tapi penuh kenangan.

Sangunis emang hobi ngobrol, dimana - mana selalu mencari kesempatan untuk ngobrol dan ngobrol. Inilah yang kami maksud dengan pesta sanguinis. Pesta untuk memuaskan hobi sekaligus bakat untuk berbicara. Tentu saja karena sama - sama sanguinis maka akan bergantian berbicara dan mendengarkan. Tema pembicaraanpun sangat variatif, dari sekedar menceritakan seekor cicak yang mempertahankan diri dengan melepaskan ekornya sampai persoalan serius yang menyangkut akademik seperti penelitian dan tugas akhir. 

Namun ada yag berbeda yang sengaja disepakati untuk dilakukan pada hari ini, yaitu bahwa sanguinis yang cenderung hedonis harus menahan diri untuk tidak hedonis. Maka sambil berpesta akan melaksanakan sesuatu yang serius dan melelahkan yaitu analisis desa wisata sepanjang pagi hingga menjelang sore dilanjutkan mempresentasikan hasilnya. (bersambung 2)


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata