Wednesday, March 5, 2014


Jawaban atas pemberitaan bayu di media massa minggu lalu.


Tuesday, March 4, 2014

Perpindahan atlet dari satu daerah ke daerah yang lain menjelang Kejuaraan Multievent seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Daerah (Porda), Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) dan lain - lain selalu menimbulkan polemik yang panjang. Ada yang mengatakan sebagai sebuah tindakan "tidak loyal", "tidak setia" bahkan ada yang menyebutnya sebagai "murtad". Namun aku tidak sependapat dengan itu semua. Apa parameter dikatakan tidak loyal? tidak setia? atau murtad? lalu kita sandingkan dengan alasan kepindahan atlet yang bersangkutan. tentu saja seorang atlet juga punya tujuan, visi dan misi pribadi. Kita juga harus menghargai keputusan - keputusan yang di ambil seorang atlet berdasarkan idealisme dan pertimbangan dari naskah hidupnya.

Wednesday, February 26, 2014






Memantau Perkembangan si Kecil.



Bermodal baju flanel kotak - kotak, tas rangsel kuliah dan sepatu kets jogging akhirnya sampai di Puncak Gunung Sundoro. Hamparan bunga eidelweis, pemandangan yang indah, sejuknya udara pegunungan serta kabut yang seringkali menyelimuti tubuh kita di ketinggian tertentu merupakan suasana yang selalu ku inginkan disaat beban pikiran sudah penuh dan butuh refreshing. Tak heran jika setiap ada masalah baik di perkuliahan maupun urusan pekerjaan bahkan keluarga, Gunung selalu menjadi tujuanku untuk menumpahkan segala rasa ini.


Kesibukan pekerjaan dan rutinitas kantor membuat kelelahan fisik dan kejenuhan pikiran. Itu normal karena beban pekerjaan yang menumpuk kadang membuat kita melupakan kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Untuk itu saya berbagi tips ringan :
1. Senam Pernafasan


Foto diatas adalah saat aku memberikan materi hakekat pecinta alam di lereng selatan merapi tepatnya di belakang almarhum Mbah Marijan. Kenangan ini tak pernah kulupakan karena se ingatkan, pada saat aku mengisi pendidikan dasar pecinta alam ini merupakan pertemuan terakhirku dengan almarhum Mbah Marijan. Sengaja aku datang sore hari untuk mampir ke rumah beliau dan sedikit berbincang sambil minum wedang gedang khas merapi.

Tuesday, February 25, 2014


Dikadut adalah jagoan kecilku yang ragil atau bungsu. Sejak bisa berbicara jagoanku ini sudah menampakkan bakat kecerdasan dan ke sangunisan nya yang dikenali dari cara berbicara dan mengambil sudut pandang. Saat ketemu papahnya akan terus bercerita dan terus bertanya apapun yang ada di kepalanya sampai dikadut puas.
Suatu saat adikku melahirkan, kami sekeluarga menengok ke rumah kakungnya di wonogiri. Seperti adat kebiasaan orang jawa, di dalam rumah dekat pintu di tanam ari- ari bayi yang diberi lampu siang malam. Tampaknya Dikadut tertarik dengan hal yang tidak biasa dia lihat ini.  Berikut pembicaraan yang terjadi
Dikadut : " Pah, di dekat pintu itu apa?"
Papah : "Itu ari - ari mas, temannya adik kecil waktu lahir"
Dikadut : " Adik lahir kok ada temannya pah, la ngopo?"
Papah : *mikir agak puyeng ngejawabnya* "ya klo setiap anak kecil yang lahir itu pasti ada temannya mas, dulu kamu juga begitu"
Dikadut : " kok temennya adik gak diajak bobo pah, kok ditaruh di dalam tanah? la ngopo?"
Papah : *makin bingung* belum aku jawab sudah tanya lagi
Dikadut : "terus kok temannya adik kecil dikasih lampu pah, la ngopo?
Papah : *nyerah deh* " Sana tanya sama kakung "
...........
Entah apa jawaban kakungnya, beberapa saat kemudian Dikadut mendatangiku dan bercerita :
Dikadut : " Pah... temene adik kecil itu waktu lahir gak hidup, terus bentuknya kayak daging pah... terus ditaruh disitu biar dagingnya gak dimakan kucing (aem aem aem *menirukan dengan gerakan memakan), klo klo klo...ada lampu kucingnya takut pah..."
Papah : " iya mas..." *dalam hati aku berkata " akhrnya dikadut terpuaskan dengan jawaban kakungnya"

Setelah itu setiap ada yang mendekat, Dikadut akan mengulang cerita tentang teman adik kecil yang diberi lampu....


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata