Monday, October 10, 2016


Ramai dalam Kesendirian bukanlah kalimat asing bagi orang-orang yang lebih suka menyendiri, demikian juga sebaliknya sepi dalam keramaian akan di akrabi orang-orang sanguinis yang kurang perhatian. Kedengarannya asing atau aneh atau mungkin gak masuk akal, namun begitulah beberapa karakter tertentu yang bisa menikmati kesendiriannya, sangat berbanding terbalik dengan sanguin. 

Memahami karakter diri sendiri adalah modal awal kita untuk dapat beradaptasi dan memposisikan diri kita di lingkungan kerja, masyarakat, rumah maupun lingkungan lain yang menuntut kita selalu adaptif dalam lingkungan yang selalu berubah. Berbagai teori dapat menolong kita untuk belajar tentang karakter kita, Satu contoh Personality Plus sebuah buku yang cukup praktis untuk digunakan untuk pembelajaran karakter manusia termasuk diri kita.

Tentu saja tidak ada buku atau teori yang sempurna. Semua memiliki persyaratan dan keterbatasan dalam implementasinya. Toh bukan berarti kita tidak bisa mengambil manfaat dari teori tersebut. Satu hal nyata adalah judul postingan ini. Bagaimana mungkin seseorang bisa merasakan keramaian dalam kesendirian disisi lain ada yang merasa sepi dalam keramaian. Pengen tahu lebih banyak tentang diri kita? atau tentang arti dari judul ini? selamat belajar memahami karakter diri kita!


Tuesday, May 17, 2016

Dokumentasi Penyampaian Materi Kepariwisataan

Beberapa waktu lalu ada kesempatan berbagi dengan anak muda pilihan se Kota Semarang dalam kegiatan "Pemilihan Pemuda Pelopor Keselamatan Berlalulintas Tingkat Kota Semarang Tahun 2016". Kegiatan ini menarik dan strategis untuk pembinaan generasi muda, dengan mengemban tugas menyampaikan materi kepariwisataan maka dapat dikemas dengan asik, seru dan bermanfaat bukan hanya untuk pemilihannya itu sendiri namun untuk promosi pariwisata pada umumnya dan pengembangan diri peserta pada khususnya.

Peserta berinteraksi dan bersuka cita

Foto diatas menggambarkan kesenangan dan keceriaan peserta dengan menampilkan flashmob Joget Keselamatan Berlalulintas. Keterlibatan peserta secara aktif dan berbagai game serta kesempatan beraktualisasi secara individual maupun kelompok menambah antusiasme peserta mengikuti pembekalan materi kepariwisataan. Dan inilah komentar seluruh peserta pada sesi penyampaian materi kepariwisataan :

Komentar Peserta Pemilihan Pemuda Pelopor

Dari komentar tersebut 17 dari 28 peserta membuat komentar bahwa sesi materi  kepariwisataan cukup asik, fun, menyenangkan, gembira dan seru bagi peserta dan 18 dari 28 peserta memberi komentar bermanfaat, berwawasan, pengalaman, dan mencerdaskan.
Pemberian komentar dengan membagikan kertas kecil kepada peserta untuk menuliskan 3 kata secara bebas atas sesi kepariwisataan yang barusan mereka ikuti.



Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Bisa jadi kalimat itu normatif menurut kebanyakan orang karena tidak mungkin setiap tahun itu sama. Namun maksud dari pernyataan itu adalah ada beberapa hal pembaharuan positif pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya adalah adanya even Ikastara Happy Challange dimana setiap alumni sma berlomba dan berkompetisi berlari selama 1 bulan penuh dimana setiap kilometer yang ditempuh adalah angka pengali untuk donasi beasiswa. Dengan demikian secara fisik kita bertambah sehat dan bugar, disisi lain secara psikis tumbuh pembaharuan dengan adanya donasi yang kita setorkan untuk beasiswa adik-adik kita dimana psikological orgasm nya sulit utk dinilai dengan materi.
Event ini unik, itu pasti, karena bagaimana mungkin seseorang berlomba tanpa hadiah, justru hadiahnya adalah mendonasikan sebagian penghasilan kita. Makin jauh jarak tempuh lari kita, makin banyak yang harus kita donasikan. Keunikan yang lain adalah bahwa peserta lomba tidak saling bertemu dan di ikuti oleh ratusan bahkan ribuan alumni. Dengan program apilkasi endomondo atau nike++ setiap peserta yang mengikuti challange akan tercatat realtime lengkap dengan berbagai indikatornya yaitu jarak tempuh, peta rute tempuh, kecepatan maksimak, kecepatan minimal, rata-rata kecepatan berlari, kalori yang dikeluarkan selama berlari dan jumlah kebutuhan air minum yang diperlukan setelah berlari.
Pengen nyoba? tidak harus ikutan event ikastara, siapa saja, kapan saja dan dimana saja bisa melakukan dengan melakukan instalasi di smarrphone anda aplikasi endomondo, nike++ atau sejenisnya dan segera tetapkan motivasi untuk berlari setiap ada waktu luang atau tetapkan berapa hari dalam seminggu anda berlari!

Ilustrasi Liburan sebagai bahan ide nulis blog

Aktifitas menulis sesungguhnya sangat mengasyikkan. Banyak manfaat yang kita dapatkan dari aktifitas menulis blog. Pertama kita dapat menuangkan ide dan gagasan kita tentang apa saja tanpa takut di edit, disensor atau ditolak. Karena kita adalah penulis, editor sekaligus pemilik blog. Kedua dari ide dan gagasan yang kita lontarkan bisa berkontribusi untuk pembaca, minimal berbagi pengetahuan dan pengalaman bahkan tidak menutup kemungkinan memberikan inspirasi pada orang lain. Ketiga melalui tulisan kita dapat beraktualisasi diri ke publik, siapa tahu dari membaca ide dan gagasan kita da yang cocok dan mengajak kerjasama untuk mewujudkan ide dan gagasan tersebut menjadi peluang usaha. Dan ke empat dengan media blog yang kita punya maka kita bisa memanfaatkan untuk mendapatkan uang, baik secara langsung memasang iklan dari pengiklan ataupun memasang berbagai program mencari uang di internet seperti pay per clik, pay per view maupun pay per sale yang sekarang marak dan booming di dunia maya.
Untuk mendapatkan ide atau gagasan atau bahan tulisan juga tidak terlalu sulit. Selama kita beraktifitas dan bekerja sehari - hari adalah bahan yang dapat kita tulis. Kita liburan bersama anak-anak dan keluarga bisa kita deskripsikan dalam bentuk tulisan yang menghibur, berbagi pengalaman kebahagiaan bersama keluarga. Pengalaman intelektual kita selama bekerja juga bisa kita share di blog, betapapun sederhananya. Lalu? nunggu apalagi... yuk kita mulai  ngeblog!

Sunday, October 11, 2015



Akhir - akhir ini banyak terjadi kebakaran hutan yang menyita banyak perhatian. Salah satu sorotan yang menyolok adalah dugaan penyebab kebakaran yang ditujukan kepada Pecinta Alam. Sungguh ironis apabila dugaan itu benar karena seorang pecinta alam yang idealnya menjaga kelestarian alam dan isinya justru lalai. Namun dugaan itu belum tentu benar adanya. Perlu dibuktikan dan klo perlu diproses secara hukum, benarkah pecinta alam penyebab kebakaran hutan?

Sebelum kita menyimpulkan tentang itu, marilah kita pahami dulu siapa yang dimaksud dengan pecinta alam itu sendiri. Pertama - tama kita harus membedakan antara pecinta alam dengan penikmat alam. Seseorang yang suka jalan- jalan ke alam termasuk ke gunung, sungai, hutan, pantai, gua, tebing dll sudah bisa dipastikan adalah penikmat alam, namun belum tentu pecinta alam. Karena tujuannya pastilah menikmati keindahan alam beserta aktifitas petualangan yang dilakukannya. Sebaliknya seorang pecinta alam belum tentu suka naik gunung, ke hutan manjat tebing dll. Bisa saja seorang pecinta alam itu tinggal dirumah, namun oleh karena kecintaannya terhadap alam, dia mengekspresikannya dengan menulis cerita tentang alam dan usaha penyelamatannya, bisa juga sekedar menyemangati dan mengingatkan temannya yang pendaki gunung agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuat api unggun yang berlebihan, tidak memotong jalur pendakian yang sudah ada atau bahkan sekedar mengingatkan agar tidak membuat kemah ditempat yang bukan zona peruntukannya.


Ekstremnya seorang pecinta alam bisa jadi pekerjaannya setiap saat berdemontrasi menyuarakan agar dalam pembangunan tidak mengekploitasi sumber daya alam dengan semena mena. Sehingga hakekat seorang pecinta alam berawal dari niat di hatinya untuk mencintai alam. Ekspresi bentuk implementasinya bisa bermacam-macam, tidak harus selalu menjadi petualang yang mengembara kemana mana. Lalu relevankah kita menyalahkan pecinta alam sebagai salah satu penyebab kebakaran hutan?
Menurut pendapat penulis tidak relevan. Bagaimana mungkin seorang yang mengikrarkan dirinya cinta alam berlaku sembarangan di hutan atau gunung? bisa jadi yang dimaksud adalah para penikmat alam yang sejak awal niatnya ingin menikmati pemandangan alam, berkemah, melihat sun rise dan lain-lain tanpa mempedulikan konservasi lingkungan yang kita nikmati. Jadi kita pengen jadi pecinta alam atau penikmat alam? pecinta alam yang penikmat alam juga boleh kok, justru aktifitas bergaul dengan alam yang semakin intim akan menumbuhkan semangat kecintaan kepada alam pula, Tapi ingat, jangan sampai menjadi biang keladi kebakaran hutan atau perusakan alam lainnya. Sepakat ya!


Saturday, October 3, 2015


Hari sabtu dan minggu merupakan hari yang ditunggu - tunggu oleh anak-anak. Diakhir pekan mengajak ayah dan ibunya berlibur kemana saja yang mereka mau. Tentu saja berlibur selain mengunjungi tempat yang asik juga melakukan suatu aktifitas yang disukai dan juga membeli sesuatu.



Pantai Goa Cemara melakukan salah satu tujuan wisata favorit untuk keluarga. Tempatnya masih relatif alami, bersih dan juga indah. Tersedia berbagai macam atraksi dan jajanan yang disukai anak-anak. Goa Cemara selalu menjadi pilihan dikadut dan kakadut, salah satunya karena ada jajanan kuliner Pecel Sate yang nikmat. Belum pernah ke sana? Silahkan berkunjung! Belum pernah icip- icip pecel sate? Monggo dicoba!





Wednesday, September 30, 2015


Goa Kreo adalah salah satu daya tarik wisata di Kota Semarang yang dikelola Pemerintah Kota melalui Unit Pengelola Teknis Daerah dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Gioa Kreo terletak di Desa Kandri Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Untuk mencapai lokasi bisa melalui Semarang - Bunderan Kalibanteng- Kandri, atau Ungaran - Gunung Pati - Kandri.
Pada dasarnya Goa Kreo adalah kombinasi antara wisata alam dan budaya. Wisata alam karena berupa goa diatas bukit kecil ditengah - tengah waduk Jatibarang, dan wisata budaya karena Goa dan sekitarnya diyakini sebagai salah satu petilasan Sunan kalijaga ketika mencari kayu jati untuk soko atau tiang masjid Demak.

Berwisata ke Goa Kreo bersama keluarga akan sangat mengasyikkan. Banyak hal yang dapat kita sampaikan kepada anak-anak kita terutama tentang konservasi lingkungan. Kita bisa menyaksikan banyak kera ekor panjang yang merupakan spesies dilindungi, beberapa jenis tanaman, bebatuan goa maupun petilasan, Pemandangan Gunung Ungaran, hamparan green belt sebagai pendukung pencegah erosi waduk, bendungan sebagai usaha mengendalikan banjir dan berbagai proses alam yang menarik untuk diceritakan. 



Jalan - jalan sambil menjelaskan proses - proses alam dan budaya akan membentuk pola pikir yang runtut dan logis serta menimbulkan kesadaran untuk cinta lingkungan. Belum pernah ke sana? Yuk mari berkunjung ke Goa Kreo! Sudah pernah kesana? Yuk mencoba mengamati lebih lanjut tentang proses alam dan budaya untuk menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap lingkungan!

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata