Merapi adalah fenomena. Gunung teraktif di dunia dengan branding " Wedhus Gembel" alias awan panas yang selalu menyertai setiap letusan yang terjadi. Dunia pendidikan dan perguruan tinggi yang berkaitan dengan ilmu alam selalu membahas merapi bagaikan menimba air laut yang tidak ada habisnya. Sungguh menakjubkan dan memberikan gambaran kuasa Tuhan di muka bumi
Wednesday, January 27, 2021
Waduk Jatibarang sebenarnya didesain untuk mengatasi banjir di Kota Semarang. Pembangunan waduk Jatibarang di Semarang didasari oleh bencana banjir besar yang melanda kota Semarang pada tahun 1973, 1988, 1990, dan 1993. Waduk ini mengurangi banjir di Semarang tengah dengan desain banjir 170 m3 per detik.
Waduk (bendungan air) yang terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang itu sangat luas. Mencapai area perairan seluas 189 hektare. Yang menarik, dengan airnya yang jernih pengunjung bisa menjelajahi danau raksasa ini dengan naik perahu. Mengelilingi waduk dengan panorama alam perbukitan. Yang hobi mancing sangat kerasan berada di tengah waduk dengan perahu sewaan. Ikan-ikan di waduk juga banyak dan besar.
Saking luasnya waduk ini, di tengahnya ada pulau kecil. Pulau Kreo namanya. Pulau itu dipakai kawasan pembiakan 500 ekor lebih monyet ekor panjang. Keberadaan monyet-monyet ini menambah daya tarik wisata Goa Kreo. Menuju pulau Kreo dihubungkan dengan jembatan gantung di atas waduk.
Yang menarik, menuju Waduk Jatibarang pengunjung akan melewati desa wisata, yaitu Desa Kandri. Penduduk desa menyajikan suvenir dan olahan makanan khas yang menarik.
Lokasi Waduk Jatibarang
Lokasi wisata Waduk Jatibarang beralamat di Jalan Jatibarang, Kedungpane, Mijen, Semarang.
Kawasan Waduk Jatibarang meliputi dua kecamatan dengan empat kelurahan. Kecamatan pertama adalah Kecamatan Gunungpati dengan Kelurahan Kandri dan Kelurahan Jatirejo. Kecamatan kedua adalah Kecamatan Mijen dengan Kelurahan Kedungpane dan Kelurahan Jatibarang.
Kantor administrasi atau pengelolaan bendungan berlokasi di Jatibarang sedangkan pintu masuk kawasan bendungan di Gunungpati.
Meski berada di pinggiran kota, menuju Waduk Jatibarang tidaklah sulit. Selain jalannya sudah mulus sampai lokasi, juga tidak terlalu jauh. Dari bandara Ahmad Yani Semarang bisa ditempuh 40 menit dengan jarak sekitar 13 km
Rute Menuju Waduk Jatibarang
Lokasi dan Rute Menuju Waduk Jatibarang Tidak sulit untuk dicapai. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dengan rute ke Goa Kreo. Bisa juga memilih menggunakan taksi atau menggunakan kendaraan pribadi.
Jarak yang ditempuh dari pusat kota Semarang kira-kira 13 kilometer. Untuk menuju tempat wisata ini dengan kendaraan pribadi, pengunjung dapat menggunakan jalur dari Kalibanteng.
Jam Buka Waduk Jatibarang
Lokasi wisata air waduk Jatiberang melayani kunjungan wisatawan, mulai jam 05.00 sampai jam 18.00.
Tiket Waduk Jatibarang
Tiket masuk ke spot wisata Waduk Jatibarang sangat murah yaitu hanya Rp. 2.500.
Fasilitas Wisata Waduk Jatibarang
Fasilitas penunjang di Waduk Jatibarang sudah cukup lengkap. Terdapat sarana parkir luas dekat bibir bendungan. Unutk pengunjung yang mau kuliner, lokasi ini juga lengkap dengan warung-warung makan dan es kelapa muda. MCK dan musala sangat rapi dan bersih.
Selain fasilitas wisata dasar seperti di atas, waduk Jatibarang juga memiliki fasilitas lain. Di tepi Waduk Jatibarang telah dibangun sebuah plaza pertunjukan. Plaza ini dilengkapi tribun penonton yang mampu menampung ratusan orang. Dengan latar belakang pemandangan waduk, tempat ini akan menjadi tempat pementasan kesenian tradisional maupun modern.
Selain itu, fasilitas lain yang telah rampung dikerjakan adalah gardu pandang setinggi 12 meter, pedestrian bermotif warna-warni, halte pengunjung, dan jalan akses masuk kawasan Waduk Jatibarang.
SUMBER : Waduk Jatibarang, Bendungan Indah Pelindung Kota Semarang (nativeindonesia.com)
Monday, January 11, 2021
The history of essential oils stretches back to as early as 2,000 BC, and in Rumah Atsiri Museum, you can follow the journey of how essential oils were first discovered and how they spread all over the world (especially in Indonesia). The museum also preserved some original equipment and tools used to produce essential oils.
Sunday, January 10, 2021
Malam itu suasana begitu hangat saat berlangsungnya musyawarah anggota Paguyuban Entertainment Semarang atau yang lebih di kenal dengan nama #Pagersemar. Setelah di awali dengan pembahasan tata tertib musyawarah, mendengarkan dan menyetujui Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus 2017 - 2020, selanjutnya memasuki pemilihan ketua umum baru.
Pemilihan direncanakan 2 tahap, yaitu putaran pertama memilih 3 orang formatur kepengurusan, dan putaran kedua adalah memilih ketua umum. Berdasarkan voting tahap 1 diperoleh suara 3 besar yaitu Indarto, Negro dan Sahili... selanjutnya lihat video diatas untuk mengetahui hasilnya :)
Thursday, May 21, 2020
- Sumber Oksigen sehingga dijuluki “Paru – Parunya nya kota Semarang”
- Sumber Plasma Nuftah dan Keanekaragaman hayati dengan keberadaan berbagai jenis flora dan fauna
- Daerah Resapan Air sehingga menopang kebutuhan air bersih masyarakat semarang bawah sebagai sumber kehidupan
Friday, April 24, 2020
Ekuador – All you need is Equador
El Salvador – The 45 Minute Country
Estonia – Epic Estonia
Etiopia - Land of origins
Fiji – Where Happiness Finds You
Filipina – It’s more fun in the Philippines
Finlandia – I wish I was in Finland
Gambia – The smiling coast of Africa
Georgia – For the best moments of your life
Grenada – Pure Grenada
Guatemala – Heart of the Mayan World
Guyana – South America Undiscovered
Haiti – Experience It!
Honduras – Everything is here
Hongaria – Think Hungary more than expected
India – Incredible !ndia
Indonesia – Wonderful Indonesia
Irak – The Other Iraq (Kurdistan)
Iran – You Are Invited
Irlandia – Jump into Ireland
Islandia – Inspired by Iceland
Israel – Land of Creation
sumber :https://travel.kompas.com/read/2016/11/24/060800327/yuk.kenali.slogan.pariwisata.semua.negara.di.dunia.
