Wednesday, January 27, 2021


Merapi adalah fenomena. Gunung teraktif di dunia dengan branding " Wedhus Gembel" alias awan panas yang selalu menyertai setiap letusan yang terjadi. Dunia pendidikan dan perguruan tinggi yang berkaitan dengan ilmu alam selalu membahas merapi bagaikan menimba air laut yang tidak ada habisnya. Sungguh menakjubkan dan memberikan gambaran kuasa Tuhan di muka bumi


aku dan teman-teman grafika 93 di Puncak garuda tahun 94

Bicara merapi akan selalu teringat Mbah Marijan, Sang Juru Kunci Merapi yang menjadi panutan warga seputar merapi, juga para pendaki yang akan naik ke puncak merapi. Hanya satu kata mbah Marijan, akan berarti terus mendaki atau berhenti di rumah beliau. Ya... berari lanjut, tidak berarti tinggal. Gak peduli apakah Dinas Kegunung Apian menyatakan Ya atau tidak, biasanya yang menjadi patokan teman-teman pendaki adalah kata-kata dari Mbah Marijan.

Ketika para pendaki itu turun dari puncak, ketika mereka hanya sekedar jalan-jalan, ketika merapi belum terkenalpun semua mendengar setiap petunjuk dan petuah mbah marijan. Namun perbedaan perlakuan akhir-akhir ini, seiring kepopuleran beliau sebagai bintang iklan, agak sedikit berbeda. Klo dahulu berpose dan foto bersama beliau adalah hal lumrah dan bisa dilakukan setiap saat, di akhir-skhir ini menjadi hal yang agak sulit, Kadang beliau menolak, karena beliau takut dikaitkan dengan komersialisasi foto.

Kita semua paham, beliau sang juru kunci tetaplah seorang yang bijak dan andhap ashor, sangat menghargai siapapun yang sowan atau sekedar berbincang dengan beliau, Bahkan di usianya yang mulai renta, Mbah Marijan sesungguhnya sudah mulai menurun secara fisik, namun  semangat beliau, semangat untuk melindungi warganya, semangat untuk menjaga merapi, patutlah di contoh dan dijadikan tauladan.

Beberapa saat yang lalu, aku masih sempat mampir, menyapa beliau yang sedang menebang ranting pohon belimbing di depan rumahnya. Beliau masih seperti yang dulu, ramah dan selalu mituturi kami dengan bahasa jawanya yang kenthal. Terima kasih mbah Marijan, jasamu tak terlupakan. Terima kasih engkau telah menjaga kami semua, menjaga merapi sampai titik darah penghabisan. Aku yakin, Kematianmu yang juga oleh awan panas itu, akan menjadikanmu bangga, menjadikan anak cucumu bangga, bahwa engkau pelindung sejati. Sekali lagi terima kasih dan SELAMAT JALAN MBAH, Semoga Tuhan Memberikan tempat terbaik di sisi NYA. Amien

Semarang, 27 Oktober 2010.

Yang selalu kangen Merapi
karis GRAFIKA 93

 

EKOWISATA WADUK JATIBARANG

Waduk Serbaguna Jatibarang ramai dikunjungi warga Kota Semarang dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan. Waduk buatan dengan luas genangan sebesar 189 hektar ini menjadi tempat favorit untuk wisata bersama keluarga, terlebih harga tiket masuk yang sangat murah.

Waduk Jatibarang sebenarnya didesain untuk mengatasi banjir di Kota Semarang. Pembangunan waduk Jatibarang di Semarang didasari oleh bencana banjir besar yang melanda kota Semarang pada tahun 1973, 1988, 1990, dan 1993. Waduk ini mengurangi banjir di Semarang tengah dengan desain banjir 170 m3 per detik.

Waduk (bendungan air) yang terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang itu sangat luas. Mencapai area perairan seluas 189 hektare. Yang menarik, dengan airnya yang jernih pengunjung bisa menjelajahi danau raksasa ini dengan naik perahu. Mengelilingi waduk dengan panorama alam perbukitan. Yang hobi mancing sangat kerasan berada di tengah waduk dengan perahu sewaan. Ikan-ikan di waduk juga banyak dan besar.

Saking luasnya waduk ini, di tengahnya ada pulau kecil. Pulau Kreo namanya. Pulau itu dipakai kawasan pembiakan 500 ekor lebih monyet ekor panjang. Keberadaan monyet-monyet ini menambah daya tarik wisata Goa Kreo. Menuju pulau Kreo dihubungkan dengan jembatan gantung di atas waduk.

Yang menarik, menuju Waduk Jatibarang pengunjung akan melewati desa wisata, yaitu Desa Kandri. Penduduk desa menyajikan suvenir dan olahan makanan khas yang menarik.

Lokasi Waduk Jatibarang

Lokasi wisata Waduk Jatibarang beralamat di Jalan Jatibarang, Kedungpane, Mijen, Semarang.

Kawasan Waduk Jatibarang meliputi dua kecamatan dengan empat kelurahan. Kecamatan pertama adalah Kecamatan Gunungpati dengan Kelurahan Kandri dan Kelurahan  Jatirejo. Kecamatan kedua adalah Kecamatan Mijen dengan Kelurahan Kedungpane dan Kelurahan Jatibarang.

Kantor administrasi atau pengelolaan bendungan berlokasi di Jatibarang sedangkan pintu masuk kawasan bendungan di Gunungpati.

Meski berada di pinggiran kota, menuju Waduk Jatibarang tidaklah sulit. Selain jalannya sudah mulus sampai lokasi, juga tidak terlalu jauh. Dari bandara Ahmad Yani Semarang bisa ditempuh 40 menit dengan jarak sekitar 13 km

Rute Menuju Waduk Jatibarang

Lokasi dan Rute Menuju Waduk Jatibarang Tidak sulit untuk dicapai. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dengan rute ke Goa Kreo. Bisa juga memilih menggunakan  taksi atau menggunakan kendaraan pribadi.

Jarak yang ditempuh dari pusat kota Semarang kira-kira 13 kilometer. Untuk menuju tempat wisata ini dengan kendaraan pribadi, pengunjung dapat menggunakan jalur dari Kalibanteng.

Jam Buka Waduk Jatibarang

Lokasi wisata air waduk Jatiberang melayani kunjungan wisatawan, mulai jam 05.00 sampai jam 18.00.

Tiket Waduk Jatibarang

Tiket masuk ke spot wisata Waduk Jatibarang sangat murah yaitu hanya Rp. 2.500.

Fasilitas Wisata Waduk Jatibarang

Fasilitas penunjang di Waduk Jatibarang sudah cukup lengkap. Terdapat sarana parkir luas dekat bibir bendungan. Unutk pengunjung yang mau kuliner, lokasi ini juga lengkap dengan warung-warung makan dan es kelapa muda. MCK dan musala sangat rapi dan bersih.

Selain fasilitas wisata dasar seperti di atas, waduk Jatibarang juga memiliki fasilitas lain. Di tepi Waduk Jatibarang telah dibangun sebuah plaza pertunjukan. Plaza ini dilengkapi tribun penonton yang mampu menampung ratusan orang. Dengan latar belakang pemandangan waduk, tempat ini akan menjadi tempat pementasan kesenian tradisional maupun modern.

Selain itu, fasilitas lain yang telah rampung dikerjakan adalah gardu pandang setinggi 12 meter, pedestrian bermotif warna-warni, halte pengunjung, dan jalan akses masuk kawasan Waduk Jatibarang.

SUMBER : Waduk Jatibarang, Bendungan Indah Pelindung Kota Semarang (nativeindonesia.com)



Monday, January 11, 2021


The history of essential oils stretches back to as early as 2,000 BC, and in Rumah Atsiri Museum, you can follow the journey of how essential oils were first discovered and how they spread all over the world (especially in Indonesia). The museum also preserved some original equipment and tools used to produce essential oils.


From 50-year old essential oil bottles and documents to vintage distillation machine, find out the history behind Indonesia's dream to be one of the biggest players in the world's essential oil industry.

Rumah Atsiri Indonesia
Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792, Indonesia

Sunday, January 10, 2021

 

Aku berkesempatan memimpin sidang pada saat Ketua umum #pagersemar Paguyuban Entertainment Semarang menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2017 - 2020 dalam forum Musyawarah Umum Anggota yang berlangsung di Blackroom, 17 Desember 2020 Pukul 16.00. Apa isinya dan apakah pertanggungjawaban diterima atau tidak? simak videonya :)

Dokumentasi Video Musyawarah sebagai bentuk akuntabilitas organisasi dalam menjalankan program kerjanya. Bukan hanya bisa disaksikan anggota tapi juga masyarakat secara luas

Malam itu suasana begitu hangat saat berlangsungnya musyawarah anggota Paguyuban Entertainment Semarang atau yang lebih di kenal dengan nama #Pagersemar. Setelah di awali dengan pembahasan tata tertib musyawarah, mendengarkan dan menyetujui Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus 2017 - 2020, selanjutnya memasuki pemilihan ketua umum baru.

Pemilihan direncanakan 2 tahap, yaitu putaran pertama memilih 3 orang formatur kepengurusan, dan putaran kedua adalah memilih ketua umum. Berdasarkan voting tahap 1 diperoleh suara 3 besar yaitu Indarto, Negro dan Sahili... selanjutnya lihat video diatas untuk mengetahui hasilnya :)



Thursday, May 21, 2020


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, SE atau lebih dikenal dengan nama IIN melaunching atraksi baru yaitu Jalur Tracking Air Mata Mantan. Atraksi ini dikembangkan sebagai implementasi perubahan konsep pengembangan dari Hutan Wisata menjadi Ekowisata Hutan. Sebelum diresmikan, Karis selaku Kepala Seksi Destinasi Melaporkan bahwa Gagasan Inovasi Pengembangan Hutan Tinjomoyo menjadi Kawasan Ekowisata didasari kekayaan hutan tinjomoyo akan plasma nuftah, keanekaragaman hayati, Sumber Oksigen dan daerah Resapan Air sehingga keberadaannya harus di lestarikan untuk menyangga kehidupan masyarakat Kota Semarang. Dengan konsep ekowisata maka partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam rangka menjaga dan sejkaligus dapat menikmati keberadaan hutan tinjomoyo.

Gagasan ini didukung oleh Kepala Bidang Industri Pariwisata, Syamsul Bahri Siregar, SH, MM yang menyatakan bahwa Pembangunan Tinjomoyo ke depan harus di dukung infratruktur yang memadai sehingga akan di usulkan dalam anggaran Dana Alokasi Khusus Kementerian Pariwisata. Sementara, Indriyasari, SE saat meresmikan Jalur Tracking Air mata mantan yang diikuti oleh peserta dari seluruh asosiasi kepariwisataan di Kota Semarang melalui Vidcon Zoom Meeting, dan juga disiarkan secara live melalui instagram disbudparkota semarang menyatakan mendukung penuh konsep dan gagasan inovasi ini dan berpesan agar mensinkronkan dengan rencana pembangunan yang sudah ada sebelumnya dengan penyesuaian-penyesuaian sesuai konsep pengembangan yang baru.
Setelah acara peresmian selesai, karis selaku Kepala Seksi Destinasi Pariwisata Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menceritakan lebih detail tentang konsep pengembangan jalur tracking air mata mantan. 
Jalur Tracking Air Mata Mantan adalah sebuah jalur ekowisata menyusuri lebatnya hutan tinjomomoyo dengan titik start di Pohon Beringin Cinta dan titik Destination di Top Selfie Air Mata Mantan. Dalam perjalanan dari titik start sampai titik destination menyusuri hutan, Pemandu Wisata akan menjelaskan beberapa fenomena alam yang terjadi di Ekowisata Hutan Tinjomoyo terkait Fungsi Hutan Tinjomoyo :
  1. Sumber Oksigen sehingga dijuluki “Paru – Parunya nya kota Semarang”
  2. Sumber Plasma Nuftah dan Keanekaragaman hayati dengan keberadaan berbagai jenis flora dan fauna
  3. Daerah Resapan Air sehingga menopang  kebutuhan air bersih masyarakat semarang bawah sebagai sumber kehidupan
Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik maka perlu dilakukan usaha – usaha konservasi dan kepedulian masyarakat dan pengunjung. Penjelasan proses fenomena alam dan kaitan satu proses dengan yang lain untuk mengoptimalkan fungsi hutan inilah merupakan core atau inti dari atraksi ekowisata “air mata mantan”

Dinamakan air mata mantan karena jalur ini ditemukan berawal dari penyusuran mencari air bersih untuk meningkatkan pelayanan wisatawan di Hutan Tinjomoyo. Perjalanan tersebut menyusuri hutan menuju Mata Air yang dahulu pernah dipakai untuk memenuhi kebutuhan (mantan) Bonbin Tinjomoyo. Dalam penyusuran tersebut ditemukan fenomena alam yang luar biasa yaitu pipa – pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari mata air ke (mantan) bonbin selalu patah terkena longsoran di suatu lereng yang agak terjal sehingga setiap kali hujan lebat terjadi longsor maka suply air akan terhenti dan petugas akan berjalan menyusuri hutan untuk memperbaiki pipa – pipa tersebut.. Membayangkan betapa beratnya jalur yang dilalui para petugas pengairan  melalui  jalur tersebut sampai tak terasa meneteskan air mata .. ibarat air mata mantan yang selalu rindu namun harus rela melepaskan :]
Sehingga tempat longsoran yang mematahkan pipa pipa tersebut dinamakan top selfie air mata mantan sedangkan jalur trekking untuk menuju ke sana disebut jalur trekking Air Mata Mantan


Friday, April 24, 2020

Berikut slogan pariwisata semua negara di dunia, mengutip dari peta keluaran FamilyBreakFinder:


Ekuador – All you need is Equador
El Salvador – The 45 Minute Country
Estonia – Epic Estonia
Etiopia - Land of origins
Fiji – Where Happiness Finds You
Filipina – It’s more fun in the Philippines
Finlandia – I wish I was in Finland
Gambia – The smiling coast of Africa
Georgia – For the best moments of your life
Grenada – Pure Grenada
Guatemala – Heart of the Mayan World
Guyana – South America Undiscovered
Haiti – Experience It!
Honduras – Everything is here
Hongaria – Think Hungary more than expected
India – Incredible !ndia
Indonesia – Wonderful Indonesia
Irak – The Other Iraq (Kurdistan)
Iran – You Are Invited
Irlandia – Jump into Ireland
Islandia – Inspired by Iceland
Israel – Land of Creation

sumber :https://travel.kompas.com/read/2016/11/24/060800327/yuk.kenali.slogan.pariwisata.semua.negara.di.dunia.

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata