Saturday, April 1, 2023

 Sibarista pada awalnya adalah program pendampingan tata kelola dan peningkatan sdm pemandu wisata dari anggaran Dana Alokasi Khusus Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang selama tahun 2019 - 2021. Pada tahun 2022 anggaran untuk pendampingan tidak ada dan setelah di evaluasi program pendampingan secara formal tidak cukup efektif untuk menghasilkan ouput yang sudah di tentukan sehingga dibuatkan menjadi kegiatan informal yang dilakukan oleh Komunitas Pengelola Desa Wisata dan Rintisan Wisata se Kota Semarang.

Sibarista adalah kependekan dari Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata yang bertujuan untuk :

1. Silaturahmi dan saling berbagi informasi perkembangan wisata di tempat masing2 antar pengelola daya tarik wisata dan desa wisata khususnya untuk penelola rintisan wisata

2. kolaborasi pemasaran antar pengelola dengan menciptakan paket paket wisata bersama, saling tukar media promosi dan saling merekomendasikan  kepada wisatawan

3. Menciptakan produk wisata di tempat masing untuk membuat paket atraksi baru, menambah variasi paket untuk target pasar yang berbeda , memfokuskan paket / produk wisata kepada target pasar tertentu yang di dorong oleh kebutuhan / permintaan pasar

4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM dalam pemasaran digital melalu platform media sosial, website, blog, google bisnis dst

5. Hal2 diatas di kemas dalam bentuk Sinau bareng. Yang sudah pinter membimbing yg masih belajar, yang sudah bisa membimbing yang belum bisa, yang lebih memberi bimbingan yang masih kurang dst

Dan apabila diperlukan satu dua kali mendatangkan narsum yang sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan


Saturday, March 25, 2023

 


Olahraga secara teratur dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Pada saat libur sebaiknya mengajak anak - anak dan keluarga untuk mengenalkan pentingnya olahraga bagi kita. Selain itu ada baiknya juga mengenalkan jenis dan teknik bermain olahraga pada anak anak kita.

Hari ini belajar bareng teknik bermain volley ball, khususnya passing atas dan passing bawah. 

Passing in Volleyball: Before the serve keep feet shoulder width apart in a balanced position with knees bent and right foot 2 inches in front of your left. Arms and shoulders shouldn't be too high or too close to your body. Passing in volleyball: As the server tosses the ball the passer's hands come off the knees and extend out in front of you.

Teknik lain yang dipraktekkan dalam video ini adalah servis atas dan servis bawah.

 The service means starting the volleyball action. The action is always started by the player who is in the defense line. In reality, almost all players serve, because of rotations. A couple of times during a set every player is in the defense zone, and he needs to serve. The service must take place in the service zone

Friday, March 24, 2023

 

Air Mata Mantan Ekowisata Hutan Tinjomoyo

Semarang, Selasa 19 Mei 2020
Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang secara resmi memperkenalkan jalur Tracking Air Mata Mantan di kawasan Ekowisata Hutan Tinjomoyo oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, SE.
Kenapa dinamakan air mata mantan? dulu terdapat sumber mata air yang mengalir untuk memenuhi kebutuhan Bonbin Tinjomoyo. Karena peristiwa alam, pipa yang mengalirkan air tersebut rusak sehingga kini air tersebut terhenti. Untuk mengalirkan kembali sumber air ini diperlukan usaha yang luar biasa, Membayangkan betapa beratnya jalur yang dilalui para petugas pengairan melalui jalur tersebut sampai tak terasa meneteskan air mata sehingga ini lah yang disebut dengan Air Mata Mantan.

Nantinya trek Air Mata Mantan akan di aplikasikan sebagai sebuah jalur ekowisata menyusuri lebatnya hutan Tinjomoyo. Dengan titik awalnya berada di pohon beringin dan berakhir dir titik top swafoto Air Mata Mantan.
Pohon beringin ini di namakan beringin cinta, karena pohon ini ada sepasang, yang lokasi nya di depan pintu masuk. Biasanya beringin ini sering di gunakan sebagai tempat foto sepasangan muda – mudi serta keluarga untuk mengabadikan kebersamaan mereka.

Dalam perjalanan dari titik start sampai titik destination menyusuri hutan, pemandu wisata akan menjelaskan beberapa fenomena alam yang terjadi. Kemudian keanekaragaman hayati yang ada, dan bagaimana hutan menjadi sumber resapan air untuk sumber kehidupan.
Diharapkan, usaha – usaha konservasi dan kepedulian masyarakat dan pengunjung semakin baik ke depannya.

Simak videonya disini

sumber berita klik disini

Thursday, March 23, 2023

BANYUMANIK, AYOSEMARANG.COM - Disbudpar Kota Semarang menggelar Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata di Kelurahan Pudak Payung, Sabtu 16 Juli 2022.

Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata oleh Disbudpar Kota Semarang itu digelar di Wisata Alam Kedung Beras.

Adapun peserta dalam Sinau Bareng dari Disbudpar Kota Semarang ini adalah para pegiat wisata di Kota Semarang. Kasi Informasi Budaya dan Pariwisata Disbudpar Kota Semarang Agus Kariswanto menyampaikan dalam hal ini fokusnya memang untuk pengembangan sumber daya manusia

Masyarakat ini kan di tempatnya punya potensi, namun cara untuk mengemas banyak yang belum tahu. Nah, di sinilah peran kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola," ucap pria yang akrab disapa Karis tersebut.

Dalam Sinau Bareng, Karis mengungkapkan jika tidak ada narasumber yang dihadirkan. Namun yang menjadi penyampai materi adalah para pegiat wisata yang terbukti sudah sukses dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya.

"Jadi yang sudah punya paket pariwisata ngajari yang belum punya. Lalu yang paket wisatanya sudah laris, ngajari yang belum laris," paparnya.

Teknis yang dilakukan adalah dengan membentuk kelompok-kelompok kecil lalu saling berdiskusi.

Dalam kelompok-kelompok kecil itu, para pegiat wisata saling sharing untuk berbagi pengalaman dan teknis mengani cara membuat paket wisata dan mengembangkan potensi-potensi yang ada.

"Kayak di Jomblang ini kan sedang merintis. Maka sekalian ini 'sinau bareng' bersama para pegiat wisata lain agar saling berbagi tentang pariwisata di Kota Semarang," sambungnya.

Salah seorang peserta adalah Tarti yang kebetulan juga menggiatkan masyarakatnya untuk pengelolaan bank sampah di Tinjomoyo."Tapi kami belum tahu banyak soal branding-nya. Makanya dengan datang ke sini, kami diajarkan banyak bagaimana pengemasan dan penjualannya," katanya.

sumber : Tingkatkan SDM dan Tata Kelola, Disbudpar Kota Semarang Gelar Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata - Ayo Semarang - Halaman 2


Salah satu tim Kedaireka Unika Soegijapranata membuat program Wisata Edukasi Green Fresh Farm Susu Sapi Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Jatirejo. Elizabeth Lucky Maretha S selaku koordinator kelompok membeberkan rencana program tim Kedaireka ini.

Salah satu program yang telah dilakukan yakni Seminar sekaligus Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis, 28-29 Juli 2022 di Hotel Grand Candi, Semarang. Seminar dan FGD ini menggaet beberapa institusi untuk melakukan diskusi bersama warga Jatirejo. Berikut beberapa narasumber sekaligus pemantik diskusi:

  1. Gunawan Permadi selaku Komite Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Semarang Pemimpin Redaksi Suara Merdeka. (Ekonomi Kreatif Wisata Edukasi)
  2. Agus Kariswanto, SE selaku Sub. Koordinator Informasi Budaya dan Pariwisata (Wisata Edukasi Alam Pemerahan Susu Sapi)
  3. Drs. Hernowo Budi Luhur, SH., Msi selaku Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang (Kebijakan Pemerintah dalam Menyikapi PMK)
  4. Haris Cahyo Swasono, SP selaku Koordinator BPP Kostratani Gunungpati Unit Kerja: Dinas Pertanian Kota Semarang (Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang PMK)
  5. Triyono, Spt selaku Penyuluh Pertanian BPP Konstratani Gunungpati, Unit Kerja; Dinas Pertanian Kota Semarang (Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang PMK)

 

“Kedaireka ini penelitian, pendidikan dan juga pengabdian. Tri Dharma ini komplit ada di tim kami. Tim kami tidak hanya mengikuti sesi ini saja, tetapi sebelumnya kami sudah memiliki banyak sesi dengan warga Jatirejo misalnya, pengabdian kolang kaling, pengolahan jagung dan yang susu ini kedua kalinya. Awalnya merenovasi kandang, sanitasinya baik tidak berbau, tidak sampai di situ saja kemudian kami ingin melanjutkan wisata edukasi.” ucap Elizabeth Lucky, selaku ketua pelaksana Wisata Edukasi Green Fresh Farm.

Selain itu, kegiatan seminar dan FGD ini dilakukan sebagai langkah awal mengenai perancangan mengenai Wisata Edukasi Fresh Farm sebagai tempat pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal potensi alam dengan menerapkan prinsip wisata edukasi yang berkelanjutan. Manfaat kegiatan dari Wisata Edukasi Fresh Farm Unika Soegijapranata ini juga mengajak masyarakat kelurahan Jatirejo untuk melakukan sinergi membangun dan mengembangkan desanya sehingga meningkatkan ekonomi kreatif desa Jatirejo.

“Wisata edukasi menjadi alasan kami memilih karena melihat potensi yang ada di desa Jatirejo ini. Letak Jatirejo yang paling pojok ini menjadi satu ketertarikan untuk meningkatkan nama Jatirejo yang tidak hanya dikenal mengenai kolang kaling ataupun bumi perkemahan saja tapi kami ingin mengenalkan susunya.” lanjut Elizabeth Lucky.

Elizabeth Lucky bahkan ingin menciptakan wisata edukasi di lingkungan pedesaan tanpa merusak apapun termasuk kelestarian yang ada di desa Jatirejo. Pasalnya nama Green Fresh Farm sendiri memiliki arti mengenai penggambaran dari desa Jatirejo.

Nama Green diambil karena melihat lingkungan yang hijau di desa Jatirejo dan tidak ingin mengubah lingkungan itu secara seketika. Kemudian Fresh sendiri menjadi satu acuan mengenai susu yang fresh dan melihat potensi bumi perkemahan yang ada di lingkungan Jatirejo, kami membuat konsep mengenai paket untuk edukasi yang bisa dilakukan oleh anak-anak untuk mengetahui edukasi tentang susu sapi. Terakhir, Farm merupakan peternak yang ingin dijaga, di desa Jatirejo sendiri memiliki 16 peternak dan 1 peternak memiliki 6-8 ekor sapi, lanjutnya..

Selain itu hal yang ingin ditekankan yaitu mengenai Wisata Edukasi sebagai sebuah pembelajaran. Bahwasannya susu sudah menjadi satu demand yang sangat tinggi. Kemudian Elizabeth Lucky ingin memperlihatkan konsep pendidikan seperti; bagaimana memelihara sapi, memerah susu sapi dan bagaimana memasarkan susu sapi dengan cara mengedukasi. Edukasi ini harapannya dapat menghasilkan SDM yang mandiri bagi tim peternak di desa Jatirejo, sehingga setelah tim Kedaireka tidak lagi membina Kelompok Tani Ternak mampu beradaptasi dengan baik meningkatkan kualitas hidup. (Kris)

sumber : Tim Kedaireka Wisata Edukasi Green Fresh Farm Susu Sapi Jatirejo – UNIKA


Hari ini 11 November 2020 bertempat di di Gedung Mr.Moch.Ichsan lantai 8 Ruang Lokakrida, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang mengadakan Upacara Penutupan Pelatihan Kepemimpinan (PKP) Angkatan 1 dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pemerintah Kota Semarang Tahun 2020 yang dibuka oleh Pjs.Walikota Semarang, Drs.Tavip Supriyanto,M.Si. Peserta PKA diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dan dinyatakan Lulus dengan peringkat 5 terbaik, yaitu:

1. Arwita Mawarti,ST,MT dari Bappeda
2. Sutarni,SH dari BKPP
3. Ir. Tegoeh Tri Adijanto dari DP3A
4. Laila Firdhous Aribawa, S.STP, M.Si. dari DPMPTSP
5. Arfiana Kusumawardani, S.Psi, MM dari BKPP

Sedangkan dari peserta PKP diikuti sebanyak 40 (empat puluh) orang peserta dan dinyatakan Lulus dengan peringkat 5 terbaik, yaitu :

1. Maileni, ST, M.Si dari DPU
2. Agus Kariswanto,SE dari Disbudpar
3. Sugeng Hartanto S.Sos,MT dari Bappeda
4. Natalistiyanto Kurniawan S.Pd,M.Pd dari Bapenda
5. Ratmi,SP dari Dinas Pertanian. 

Selamat bagi semuanya,Mari kita bersama membangun Semarang Semakin Hebat.

sumber : Post | Website BKPP Kota Semarang (semarangkota.go.id)



Tuesday, March 21, 2023

 

Pansus 2 DPRD Kabupaten Indramayu yang dipimpin oleh Turah selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu bersama anggota Pansus 2 DPRD Kabupaten Indramayu lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kota Semarang di Firdaus Fatimah Zahra. Hal ini dilakukan guna sharing dan mendapatkan saran masukan tentang Perda Pengelolaan Obyek Pariwisata di Kabupaten Indramayu dan lokasi dipilih sebagai salah satu objek wisata religi terbaik Kota Semarang yang dikelola oleh pihak Swasta.

Koordinasi diterima oleh Sub Koordinator Informasi Budaya dan Pariwisata Disbudpar Kota Semarang Agus Kariswanto & Pengelola Firdaus Fatimah Zahra.

Seperti telah diketahui bahwa Kota Semarang merupakan salah satu Kota dengan tujuan wisata favorit bagi wisatawan domestik berdasrkan Global Travel Intention Study tahun 2021 dan didominasi oleh kategori wisata Budaya dan Heritage. Selain itu Pemerintah Kota Semarang telah memilik Perda tentang Pariwisata, yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Semarang Tahun 2015-2025 dan secara terperinci dijelaskan pada Perda Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031.

Berdasarkan penjelasan dari Agus Kariswanto bahwa “Kepariwisataan di Kota Semarang dikelola secara terperinci berdasarkan kawasan dan peronyeknya. Kemudia terbagi oleh beberapa pengelolaan diantaranya, dikelolan oleh Pemerintah Daerah melalui UPTD, Pihak masyarakat dan Pihak Swasta. Pemerintah Daerah membantu dan bekerjsama dalam bentuk pemasaran”, jelasnya.

Pemerintah Kota Semarang pun diketahui menggunakan strategi Pemetaan sesuai lokasi pengembangan kawasan strategis yang berdasarkan obyek dan fokusnya meliputi wisata religi, budaya, alam dan buatan.

Pimpinan dan Anggota Pansus 2 DPRD Kabupaten Indramayu berharap hal-hal baik dari beberapa poin penting koordinasi tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perda Pengelolaan Obyek Wisata Kabupaten Indramayu dan akan berdampak baik pula bagi Masyarakat Kabupaten Indramayu.

sumber : Sharing dengan Disbudpar Kota Semarang, Pansus 2 Kunjungi Firdaus Fatimah Zahra - DPRD Indramayu (dprd-indramayukab.go.id)


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata