Wednesday, November 8, 2023


Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata kembali membuat gebrakan dengan menggelar penganugerahan penghargaan untuk marketer lokal (Mar-klok) terbaik pada hari selasa, 24 Oktober 2023 di Hotel Up Peak Simpang Lima. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang yang diwakili oleh Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Bapak Syamsul Bahri Siregar.

Babak Grand Final di ikuti oleh 3 Finalis yaitu Sumarman dari Omah Ampiran Wonolopo, Zubaidi dari Desa Wisata Kandri dan Suhono dari Desa Wisata Kandri. Ketiga finalis mengalahkan 24 peserta lainnya dari 15 desa wisata dan rintisan wisata di Kota Semarang.

Dewan Juri terdiri dari 1 Juri Kehormatan yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ketua Dewan Juri : Angga, Sales Manajer Hotel Grandhika, Juri 1 : Roy Yuzaen, Sales Manajer Hotel Quest, Juri 2 : Wahyu Kosmos, Sales Manajer Artotel, Juri 3 : Eko, Sales Manajer Hotel Up Peak.

Babak Grand Final Sibarista Marketer Award terdiri 3 Sesi yaitu Sesi Paparan Portofolio masing - masing peserta 3 menit, Sesi Pertanyaan oleh Panelis dan saling bertanya antar Finalis. Dan setelah melalui penjurian yang cukup alot, terpilih satu pemenang yang berhak membawa piala yaitu Sumarman dari Omah Ampiran Wonolopo dan mendapatkan uang pembinaan 1 juta rupiah. Sementara Suhono dan Zubaidi menempel ketat dibelakangnya dan berhak meraih uang pembinaan masing - masing sejumlah 1 juta rupiah.

Untuk menyaksikan keseruan babak grand Final dapat disaksikan pada link Youtube diatas.



Sunday, October 22, 2023

Semangat pagi sedulur pejuang rintisan wisata & desa wisata, semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita semua

Hari Selasa 24 Oktober 2023, Komunitas  sibarista  (Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata) Kota Semarang akan menggelar Sibarista Marketer Award 2023. Sebuah ajang penghargaan  paling bergengsi untuk marketer lokal (Mar-klok) desa wisata & rintisan wisata di Kota Semarang. Event ini akan di siarkan secara langsung melalui livestreaming akun YouTube disbudpar kota semarang

SIBARISTA MARKETER AWARD (SMARD) adalah salah satu tahapan pelaksanaan program  WE ARE ALL MARKETERS. Program sekaligus komitmen bagi Mar-Klok bahwa setiap dari kita adalah pemasar. Sebuah program untuk menciptakan produk wisata & pemasar yang berkualitas guna  mendongkrak kuantitas penjualan paket wisata di rintisan wisata & desa wisata.

Jangan lupa  catat jadwalnya dan tonton livestreaming di akun disbudpar kota Semarang hari Selasa, 24 Oktober 2023 mulai pukul 08.45 wib.

Matur nuwun 🙏


Sunday, September 3, 2023

1. Tujuan Inisiasi

Inisiatif inovasi “Perintisan Ekowisata Sungai – Curug Gondoriyo” bertujuan untuk mengatasi  permasalahan yaitu:

a. Kota Semarang masih kekurangan Atraksi/Daya Tarik Wisata baik secara kuantitas maupun kualititas

b. Potensi Sungai yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai atraksi wisata

c. kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai.

d. Kegiatan Kelompok Sadar Wisata yang pasif dan Kurang Terarah

Dengan perintisan wisata Sungai Curug Gondoriyo diharapkan mampu menciptakan atraksi baru yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kenyamanan sungai melalui pemberdayaan kelompok sadar wisata



2. Keselarasan dengan kategori yang dipilih

Kegiatan inovasi ini sangat mendukung dan sejalan dengan 12 SDGs antara lain  :

TUJUAN 8. Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua

TUJUAN 9. Membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi

TUJUAN 15. Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati


3. Signifikansi (Arti Penting ) 

  • Potensi Curug yang terbengkalai menjadi menjadi daya tarik ekowisata yang dikelola masyarakat dengan baik
  • Potensi Masyarakat / Kelompok Sadar Wisata belum terberdayakan menjadi lebih berdaya dengan adanya kegiatan pengelolaan daya tarik ekowisata curug Gondoriyo
  • Kelompok sadar wisata yang semula anggotanya pasif, dan berpotensi konflik antar anggota menjadi lebih kompak, lebih semangat dan punya rasa bangga atas hasil usaha kerasnya secara bersama sama membangun daya tarik ekowisata yang diakui dan dikunjungi masyarakat luas
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan sungai yang masih rendah menjadi lebih sadar dan peduli akan arti pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai
  • Potensi ekonomi belum tergarap menjadi muncul terdampak dari kegiatan ekowisata curug, seperti tiket masuk, parkir, penjualan paket wisata dan juga penjualan makan – minum dan souvenir

4. Inovasi (Kebaruan atau Keunikan atau keaslian)

Kegiatan ini dapat dikatakan kreatif dan inovatif :

a. Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan Partisipatory rural appraisal  (PRA) belum pernah dilaksanakan di Disbudpar Kota Semarang, yang menurut pertimbangan penulis sangat cocok untuk pengembangan ekowisata sungai. (Inovasi Proses )

b. Dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai macam kesulitan dan dipecahkan secara kreatif antara lain :

  • Dalam pengembangan atraksi air terjun dihadapkan pada kondisi air yang keruh, kemudian setelah dilakukan diskusi dan bencmarking literatur dibuatlah wisata malam dengan memasang lampu pada tebing curug sehingga terciptalah lighting fountain sebagai atraksi wisata utama ekowisata curug gondoriyo.
  • Untuk memperkuat karakter ekowisata sungai (Curug Gondoriyo) dilakukan kolaborasi dengan pelaku usaha ekonomi kreatif dari beberapa sub sektor antara lain : fotografi, seni pertunjukan, kuliner dll

Inovasi yang dikembangkan ini adalah modifikasi dari konteks lain. Untuk metodologi PRA biasanya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat untuk pemberdayaan di daerah Rural sedangkan lighting fountain memodifikasi dari hasil benckmarking literatur.

5. Transferabilitas (Sifat dapat diterapkan pada konteks/tempat lain).

Inovasi ini sedang dalam proses replikasi untuk perintisan wisata sungai mayangsari, wisata curug kedunggandul, wisata banjir kanal barat dan tidak menutup kemungkinan direplikasi untuk wilayah lain yang masih bernuansa rural/pedesaan 

bersambung


Friday, September 1, 2023

Marketing Skill Up merupakan salah satu tahapan dari Program We Are All marketers Sibarista. Kegiatan yang berlangsung 30 Agustus 2023 di Rodjo Resto Siliwangi ini bertujuan untuk membekali para marketer lokal dari desa wisata dan rintisan wisata se Kota Semarang tentang konwlegde, skill dan praktek pemasaran langsung atau #directselling 

Peserta terdiri 23 Orang marketer lokal dari 12 Desa Wisata & Rintisan Wisata serta 1 Restoran Lokal Semarang  yaitu: Desa Wisata kandri, Desa Wisata Nongkosawit, Omah Ampiran Wonolopo, Wisata Mayangsari, Kampung Jambu kristal, Taman Setramban, Wisata Demoyo, Resto Rodjo, Kampung Pelangi, Curug Gondoriyo, Wisata Perahu Waduk Jatibarang, Desa Wisata Kedungpane (wisata jamalsari) dan Wisata Dung Tungkul Matesih.

Narasumber yang kita sebut fasilitator merupakan Sales Manager dari 6 Hotel berbintang di Kota Semarang yaitu : Hotel Grandhika, Artotel, Hotel Up Peak, Hotel Horison Alaska, Hotel Quest Simpang Lima dan  Hotel Noormans

Metode pembelajaran kombinasi antara diskusi kelompok dan praktek individu untuk setiap tahapan pemasaran langsung. Peserta di bagi ke dalam 4 Kelompok, dipimpin oleh seorang ketua kelompok dan dibimbing oleh seorang fasilitator. Setelah menyelesaikan diskusi kelompok, setiap peserta diminta menentukan target pasar yang akan dikunjungi untuk penugasan pemasaran langsung atau direct selling selama 2 minggu setelah pelaksanaan Marketing Skill Up.

Pasca penugasan akan di evaluasi case by case oleh fasilitator kemudian dibuat alternatif tindaklanjutnya :

1. Apakah peserta sudah mampu melaksanakan pemasaran langsung dengan baik? maka akan dilanjutkan ke tahap pembekalan untuk "table top handling"

2. Apakah masih ada hal - hal detail yang belum dikuasai oleh peserta sehingga perlu dilakukan pembekalan tambahan teknis direct selling? maka akan dilaksanakan pembekalan tambahan materi pemasaran langsung

3. Apakah masih ada komplain terhadap kesesuaian paket wisata dan harga yang ditawarkan? maka akan dilakukan evaluasi berdasarkan masukan di lapangan.

Semoga kegiatan yang merupakan inovasi program pemasaran desa wisata dan rintisan wisata ini mendapatkan hasil yang diharapkan dan berdampak bagi penjualan produk wisata masing - masing.



Kegiatan Workshop Uji Petik Penyusunan Rancangan SKKNI, KKNI dan Skema Okupasi Bidang Kepemanduan Wisata Taman Rekreasi ini berlangsung di Satoria Hotel, Jogja ada tanggal 30 Agustus 2023 mulai pukul 09.00 - 17.00 Wib.  Sebagai seroang yang sehari - hari bergerak di lapangan melakukan pemberdayaan masyarakat, tentu ini merupakan pengalaman baru bagimana mencermati sebuah rancangan Standar Kompetensi. 



Berdampingan dengan para expert dibidang kepemanduan dan pengelolaan Taman rekreasi menjadikan kita bisa berdiskusi tentang banyak hal. Pesertanya emang top dan keren - keren seh. Apalagi waktu diskusi detail per kelompok, menjadikan pemahaman kita tentang sebuah standar kepemenaduan wisata taman rekreasi bertambah mantap dan luas.

Di akhir acara, sebagai wakil Perhimpunan Pengurus Taman Rekreasi Indonesia DPD Jateng, saya diminta menandatangani hasil kesepakatan pembahasan selama workshop untuk menjadi dokumen usulan ke Kementerian Pariwisata dan BNSP.

Demikian sekelumit cerita untuk dokumentasi pribadi cerita harian dan juga memori di masa depan.

Wednesday, August 23, 2023

 Program Kerja (lanjutan)

2. Pendampingan Rintisan Wisata & Desa Wisata

Pendampingan Rintisan Wisata dan Desa Wisata sejatinya merupakan cikal bakal dan ruh dari komunitas sibarista. Pada awalnya di tahun 2018, founder sibarista kariswisata.id melakukan pemberdayaan masyarakat di 3 lokasi yaitu Curug Gondoriyo, Wisata Mayangsari dan Curug Kedunggandul. Dalam prosesnya masyarakat diajak mengenali dan memetakan potensi wisata di wilayahnya dengan metode Partisipatory Rural Appaisal. Kariswisata.id sebagai fasilitator hanya memberi motivasi dan arahan untuk pengembangan potensi wisata menjadi daya tarik wisata. Masyarakatlah yang merencanakan dan merancang atraksi dan daya tarik wisatanya. Dari ketiga rintisan wisata inilah founder mempunyai pengalaman lengkap dengan problematika yang melekat pada setiap tahapannya. Berdasarkan pengalaman pendampingan tersebut founder merasa kurang optimal untuk bekerja sebagai fasilitator sendirian, sehingga dibentuklah Komunitas Rintisan Wisata Kreatif  di tahun 2019 dengan progra utama adalah pelatihan  melalui CSR Rumah Kreatif BUMN (BRI) dan pendampingan oleh kariswisata.id

Keberhasilan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat di Curug Gondoriyo, Wisata Mayangsari dan Curug Kedunggandul menjadi pertimbangan utama dan merencanakan membentuk sebuah komunitas untuk mendampingi rintisan wisata di Kota Semarang agar sistematis dan berkelanjutan. Ide besarnya adalah bagaimana agar para local champion yang sudah berhasil membawa rintisan wisata dan desa wisata nya menjadi sebuah tujuan wisata untuk direkrut menjadi fasilitator pendamping bagi rintisan wisata lainnya. Beberapa local champion dari Desa Wisata Kandri, Desa Wisata Wonolopo, Kampung Dung tungkul, Kampung Jawi serta beberapa lainnya akan menjadi narasumber yang inspiratif sekaligus fasilitator yang hebat dalam sebuah koordinasi tunggal yang komprehensif, harmonis dan berkelanjutan.

Maka sejak tahun 2021, dibentuklah Komunitas Sibarista yaitu Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata dengan misi utama membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk karena pandemi dengan melakukan pendampingan kepada seluruh rintisan wisata dan desa wisata di Kota Semarang yang mau begabung di dalam sibarista.

Program pendampingan yang menjadi prioritas adalah bagaimana agar setiap rintisan wisata mempunyai minimal 1 produk wisata (atraksi wisata atau paket wisata ) yang menjadi uniq selling point #usp dari wisata yang dikelolanya dan mampu menjual kepada target pasar yang spesifik ( Segmentasi pasar sebelum memasarkan produk)




Monday, August 14, 2023

 Program Kerja 

1. Monthly Meeting

Sibarista beranggotakan kurang lebih 250 orang dari 50 Istitusi #ABGCaeM. Setiap hari komunikasi dan koordinasi melalui Whashapp Grup #sibarista dengan sangat inten membahas perkembangan pariwisata di Desa Wisata dan Rintisan Wisata Masing-masing antara lain pembangunan infrastuktur, pelatihan, pertemuam rutin pengelola, penerimaan kunjungan tamu ataupun pelaksanaan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sangat menarik mengikuti perkembangan masing - masing tempat wisata yang beraneka ragam karena substansi pembangunan maupun kecepatannya juga sangat bervariasi. Ada yang setiap hari menerima kunjungan  wisatawan, ada yang setiap weekend menerima tamu ratusan orang, ada yang sebulan sekali menerima segelintir kunjungan tamu, ada yang sudah menerima kunjungan tamu mancanagera, namun juga masih ada yang setahun sekali belum tentu menerima tamu (komersial).

Tamu komersial yang dimaksud disini adalah tamu yang datang berkunjung karena membeli paket wisata atau tiket masuk atau berbelanja di Desa Wisata atau Rintisan Wisata.

Untuk meningkatkan kinerja Desa Wisata dan Rintisan Wisata dilaksanakan pembinaan secara berkala yang dikemas dalam program Monthly Meeting. Setiap Desa Wisata dan rintisan wisata secara bergantian akan mengajukan diri menjadi tuan rumah. Dalam #monthlymeeting dibahas bebrapa hal antara lain :

Tata Kelola Destinasi 

Tata Kelola Destinasi dibahas dalam satu grup kecil, dua orang sebagai fasilitator dan anggota lainnya akan menjadi peserta diskusi. Fasilitator akan memimpin jalannya diskusi untui menghasilkan produk tata kelola tertentu, misalnya SOP Pelayanan di Rintisan Wisata A, SOP PPGD di Rintisan Wisata Alam B, SOP Parkir di Desa Wisata C dan seterusnya

Peningkatan Atraksi Wisata dan Infrastruktur

Seorang local champion salah satu desa wisata atau rintisan wisata ditunjuk sebagai fasilitator untuk membagikan ilmud an pengelamannya dalam meningkatkan daya tarik dan infrastruktur beserta strategi pendanaannya.

Pembuatan Paket Wisata dan Pemasaran

Setiap rintisan wisata dan desa wisata diwajibkan minimal mempunyai 1 paket wisata sebagai produk unggulan. Apabila atraksinya kurang cukup menarik akan di kolaborasikan paket wisatanya dengan desa wisata atau rintisan wisata dalam kawasan yang berdekatan sehingga membentuk pola perjalanan

Produk Wisata & Layanan Konsultasi Lainnya

Diantara beberapa peserta masih ada yang masih bingung mau membuat produk wisata apa, atau kuliner apa atau oleh - oleh apa atau bahkan belum punya gambaran tentang atraksi yang akan dibuat paket wisata, maka di kelompok inilah forum yang paling tepat untuk #curcol #curhat dan mengeluarkan #uneguneg nya kepada fasilitator dari dinas adan akademisi


2. Pendampingan Rintisan Wisata & Desa Wisata... (bersambung)



📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata