Sunday, September 24, 2017

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya.

Di Kota Semarang sudah semakin tumbuh dan berkembang Kelompok-kelompok Sadar Wisata antara lain :
1. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) PANDANARAN
    Desa Wisata Kandri RT 02 RW II Siwarak Kel. Kandri, Kec. Gunungpati
2. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KANDANG GUNUNG
    Desa Wisata Nongkosawit, Nongkosawit Utara 02/01 Nongkosawit Gunungpati
3. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) WONOLOPO
    Desa Wisata Wonolopo, Jln Raya Kuripan No 21 002/01 Wonolopo Kec. Mijen
4. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) SUKOMAKMUR
    Jl Raya Talun Kacang 05/03 Talun Kacang, Kel Kandri Kec. Gunungpati
5. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KAMPUNG ANGGREK
    Kampung Wisata Anggrek, Dusun Sodong Kel. Purwosari Kec. Mijen
6. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) JAMALSARI
    Kampung Wisata Jamalsari, Jl. Jamalsari Timur 05/02 Kel. Kedungpane Kec. Mijen
7. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) BINA TAPAK LESTARI
    Kampung Wisata Mangrove, Jl Raya Tapak 01/04 Tapak Kel. Tugurejo Kec Tugu
8. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) JATILANGGENG
    Kampung Wisata Jatirejo, Jl Potrowongso Raya 05/01 Kel Jatirejo Kec Gunungpati
9. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) CEPOKO
    Kampung Wisata Cepoko, Jl Cepoko Raya Kel Cepoko, Kec. Gunungpati

Panduan Tentang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat didownload link dibawah ini : 
PANDUAN POKDARWIS


Friday, July 14, 2017

Kota Semarang semakin hangat dengan semakin banyaknya berbagai macam jenis usaha hiburan : Karaoke, Klub Malam, Massage, Spa, Rumah Pijat, Rumah  Bilyar dan sebagainya. Kemunculan berbagai jenis hiburan yang setiap saat bertambah mengakibatkan persaingan yang begitu ketat sehingga perlu wadah untuk menjaga komitmen bersaing secara sehat dan saling berkomunikasi membesarkan pasar usaha hiburan secara bersama - sama.

Suasana Deklarasi

Sinergitas antar usaha hiburan melalui komunikasi yang intensif hanya akan dapat diwujudkan bila wadahnya ada dan memadai. Untuk itulah para pengelola usaha hiburan di Kota Semarang sepakat untuk membentuk dan mendeklarasikan paguyuban pada hari selasa tanggal 22 April 2017 bertempat di E Plaza Simpang Lima.
Deklarasi paguyuban di tandatangni oleh utusan usaha hiburan se Kota Semarang yang hadir berjumlah 43 outlet.

Invis Tamrin Menandatangi Naskah Deklarasi

Peserta maju kedepan satu persatu untuk memperkenalkan diri, tanda tangan pada naskah deklarasi dan selanjutnya menyalami utusan peserta dari usaha lain. Dan setelah semua peserta menandatangani naskah, beginilah penampakan naskahnya :


Naskah Deklarasi

Semoga dengan berdirinya #PAGERSEMAR PAGUYUBAN ENTERTAINMENT SEMARANG dapat memajukan industri usaha hiburan di Kota Semarang.
Maju Hiburannya, Hebat Kotanya dan Bahagia Warganya!


Friday, February 3, 2017

Cinta adalah anugerah. Manusia diciptakan Tuhan untuk saling mencintai satu sama lain maupun dengan sesama makluk Tuhan termasuk alam dan isinya. Tentu saja itu pengertian cinta secara umum. Bisa cinta pekerjaan, cinta satwa, cinta puspa, cinta tanah air, dan cinta-cinta yang lain.
Dalam beberapa tema khusus, kata cinta tidak berubah makna. Hanya aplikasi atau implementasi atau cara mencintainya yang berbeda-beda. Karena cintalah salah satu alasan manusia bisa menjalani hidup dan kehidupan penuh warna.
Lalu apa maksudnya Pecinta Alam? Pecinta Seni dan Pecinta Wanita?
Pecinta Alam identik dengan penikmat alam, petualang, penjelajah alam, sahabat alam dan sebagainya. Namun sesungguhnya pecinta alam tidak selalu bertualang. Bisa dikatakan pecinta alam adalah penikmat alam, namun tidak sebaliknya. Pnikmat alam belum tentu pecinta alam. 
Begitu pula dengan pecinta seni identik dengan penikmat seni, penggiat seni ataupun aktififis seni. Seorang pecinta seni hampir dipastikan penikmat seni, namun juga tidak sebaliknya. Penikmat seni belum tentu pecinta seni.
Tak kalah berbeda adalah Pecinta Wanita yang identik dengan penikmat wanita atau penggiat asmara dan sejenisnya. Dalam hal ini sulit dikatakan apakah pecinta wanita adalah penikmat wanita, dan sebaliknya apakah penikmat wanita adalah pecinta wanita. Agak sulit untuk menjelaskan karena obyek yang dicintai dan atau dinikmati berbeda. Dalam kasus pecinta alam, obyeknya adalah alam atau benda mati. Dalam kasus pecinta seni, obyeknya adalah seni... bisa aktifitas atau benda mati, namun dalam kasus pecinta wanita, obyeknya adalah wanita atau makhuk hidup yang dearajatnya paling tinggi, Sangat sensitif klo memberi penjelasan tentang hal ini, sehingga lebih baik tidak dibahas secara khusus.
Bahwa aku mengaku pecinta alam, kamu pecinta seni dan dia pecinta wanita.... ya boleh boleh saja Semoga maknanya memang sama yaitu mencintai yang artinya menyayangi, merawat, melindungi dan seterusnya terhadap obyek yang dicintai.

Saturday, December 17, 2016

Hidup adalah perjuangan karena untuk sungguh dapat hidup kita memang harus berjuang. Untuk bisa makan sehari - hari harus berjuang dengan bekerja. Untuk dapat berkeluarga kita harus berjuang mendapatkan pasangan yang sesuai. Untuk dapat bahagia kita harus memperjuangkan hidup kita dengan arah yang jelas, ikhlas dan bersyukur. Dan masih banyak lagi bentuk perjuangan lain yang kita lakukan sehari - hari untuk sungguh dapat hidup.

Hidup adalah sandiwara apabila kita melihat dari sudut pandang yang lain. Di dunia kerja tidak jelas mana kawan dan mana yang membenci kita karena banyak sandiriwara. Ketika membutuhkan kita seakan semua mendekat, memuji, menyanjung kita untuk mendapatkan jasa bantuan kita, ketika sudah tidak membutuhkan lagi dengan mudah mencampakkan begitu saja. Di dunia politik dikatakan bahwa sesuangguhnya tidak ada kawan sejati yang abadi kecuali kepentingan itu sendiri. Sekarang kawan, besuk lawan, esuknya bisa kawan agi dan seterusnya bergantung dari persamaan kepentingan kelompok atau partainya. Bahkan dalam keluargapun terkadang banyak sandiwara - sandiwara yang pada akhirnya sandiwara itu bisa berujung pada 2 hal yang berbeda : sesuau yang indah atau rasa penyesalan.

Pada akhirnya kitalah yang harus memilih sudut pandang dalam menjalani hidup. Kita bisa terus berpikir positif untuk menentukan arah dan tujuan hidup kita menuju kebahagiaan, atau kita terus berpikir negatif dengan merespon setiap sandiwara kehidupan menjadi prahara dan badai besar dalam hidup kita. Memang bukan hal yang mudah untuk selalu berpikir dengan positif ketika ada kawan, saudara atau bahkan mungkin pasangan kita berkhianat, namun apabila kita selalu ikhlas dan bersyukur serta terus memohon petunjuk Tuhan sesuai agama yang kita anut, Insya allah kita selamat dan Bahagia. 

Mana Pilihanmu?



Wednesday, October 19, 2016

Senyum selalu menghiasi bibirnya, gadis berhijab itu tampak selalu gembira dengan senyumnya. Senyum yang bisa membuat siapapun melihatnya akan terpukau karena mencerminkan karakternya yang hangat dan ramah. Gadis berhijab itu bernama Gayatri

Hari sabtu ini merupakan hari yang kutunggu-tunggu. Setelah berkenalan dengan nya lebih dari 6 bulan, akhirnya hari ini akan dipertemukan dalam sebuah janjian ala anak muda disebuah tempat nongkrong yang cukup terkenal di seputaran jakal UGM.

Detik demi detik terlewati menjadi menit. Menit bertambah menjadi jam yang kurasakan semakin cepat secepat degub jantungku saat itu. Iya, aku memang deg deg an, pun ada yang memegang jantungku seperti habis berlari puluhan kilometer, berdetak kencang namun anehnya tidak melelahkan. Justru detak itu yang selalu kutunggu tunggu untuk kunikmati sebagai karunia Tuhan.

Tepat pukul 19.00 Wib kupacu kuda besiku menuju tempat nongkrong gaulnya anak muda jogja di seputaran UGM. Ini adalah the fisrt date. Bahkan bisa dikatakan pertemuan yang pertama karena hari-hari sebelumnya berkomunikasi melalui sms, bahkan suaraku pun dia belum pernah mendengarnya. Sebaliknya aku sudah sangat hapal segala gerak gerik, perilaku, suaranya bahkan karakternya.

Pada mulanya aku menganggumi karakternya. Aku tahu persis apa cita-citanya dan bagaimana usaha tuk meraihnya. Penuh dengan keringat, darah dan air mata yang semakin membuatnya tangguh dan hebat dimataku. Karakter yang jarang ada untuk kebanyakan anak muda pada jaman ini yang cenderung manja dan lemah. Karakter yang melambangkan kekuatan emansipasi wanita di era kekinian dan yang menjadi alasanku menyamar berbulan - bulan untuk mendekati dan meraih hatinya.

Dan hari ini adalah hari yang kunantikan. Sangat deg-deg an karena masih belum tahu pasti reaksinya seperti apa andai dia tahu klo yang selama ini mendekatinya melalui sms adalah aku, orang yang sebenere ada di dekatnya namun tidak dia sadari. rasa deg - deg an inilah yang semakin membuat gairah mudaku kembali seperti masa-masa sma dulu. Rasa deg - deg an inilah yang membuat sepanjang perjalananku menuju lokasi menjadi indah penuh warna.

Bersambung ....

ilustrasi novel arswendo
Wanita selalu menarik untuk dibicarakan. Selain karena wanita adalah makhluk yang indah, wanita juga mempunyai sisi kelembutan yang merupakan kelebihan sekaligus pembeda dari makluk lainnya. Hal lain yang menarik dari wanita adalah tangisnya. Walaupun wanita tidak identik dengan menangis, namun ekspresi perasaan dalam tangis sangat lazim bagi kaum hawa ini.

Di dunia ini minimal ada 2 wanita yang sangat kucintai. Yang pertama dan utama adalah ibuku. Sosok ibu sangat melekat dihati dan pikiranku bahkan sangat mempengaruhi pembentukan karakterku. Ibu yang selalu ada untukku 24 jam sejak masih dalam kandungan sampai beliau dipanggil kembali oleh Tuhan. Pagi siang, siang, sore, malam, setiap jam, setiap menit bahkan detik selalu menjagaku. Selalu membanggakanku, menceritakan kelebihan-kelebihanku kepada sanak saudara dan tetangga-tetangga. Dan ibuku pula yang akan menjadi pelindung terdepan ketika ada yang mencoba menyakitiku

Membicarakan ibuku tidak akan ada habisnya. Setiap langkahku selalu teringat akan nasehat dan arahan beliau, Walaupun dulu kita menganggap sebagai bentuk kecerewetan, namun sekarang merasakan begitu banyak manfaat yang kuperoleh dari kecerewetan beliau itu. Lebih dari itu, ibuku selalu memberi contoh kepada anak-anaknya. Bekerja keras, selalu mengutamakan keluarga, menyediakan hidangan terbaik untuk ayah dan anak-anaknya, bahkan mungkin rela puasa ketika hidangan di meja makan hanya cukup untuk anak-anak. Oleh karena itulah maka semua anak-anaknya mencintai ibu termasuk aku.

Wanita lain yang selalu ada dihatiku adalah istriku, pendamping hidup pilihanku. Kata orang secara fisik tidak cantik, kataku pun demikian. Bahkan mungkin diantara pacar-pacarku semasa bujang dulu istriku yang paling tidak cantik. Tapi aku memilihnya karena alasan yang pada awalnya juga bukan karena cinta. Kedengarannya janggal, namun begitulah. Aku memilihnya karena dia bisa menjadi teman terbaikku yang bisa mendengarkan keluh kesahku, cerita-ceritaku dan juga semua cerita orang tentang kejelekanku. Aku memilihnya karena dialah orang yang paling mengerti aku, selalu siap mendukungku dan secara obyektf mau mengingatkanku di saat salah arah. Kadang di tidak mengerti apa yang aku bicarakan, namun paling pertama dan utama dia mau mendengarkan apapun yang kukatakan padanya.

Namun salah besar klo saat ini dikira aku tidak mencintainya. Hubungan dekat yang justru mirip pertemanan dibanding sebagai pendamping hidup inilah justru yang menimbulkan benih-benih cinta yang akhirnya berkembang semakin besar dan dirasakan olehku dan olehnya. Saat ini tidak perlu ungkapan kata-kata mesra atau romantic untuk mengungkapkan kecintaan masing-masing, cukup dengan sikap dan perbuatan yang siapa saja dapat melihatnya.

Entahlah kenapa tiba-tiba aku ingin menulis tentang kedua wanita yang kucintai. Mungkin aku rndu ibuku dan mungkin juga aku belum bisa memenuhi harapan "teman" hidupku dalam kehdupan yang lebih baik.


Tuesday, October 11, 2016


Malam ini tidak seperti hari-hari sebelumnya. Banyak pikiran melintas di kepalaku. Bayang-bayang masa lalu muncul secara tiba-tiba menguak kisah lama yang penuh suka cita. Kisah tentang upasara wulung "lelananging jagad" yang menjadikan Diah Ayu Gayatri sebagai wanita pujaannya sepanjang masa, Kisah Damar yang bermalam minggu With R, kisah kasih di Ruang Pustaka Raja, Kisah duka Upo yang bercerita tentang kerak nasi dan masih banyak cerita-cerita yang mampir di kepalaku.

Berawal dari kekaguman seorang damar kemudian berlanjut menjadi kisah cinta yang penuh haru biru dengan segala kerinduan, kehangatan dan juga tetesan air mata. Kisah cinta dengan latar belakang di arena perlombaan, hutan belantara, puncak gunung dan bahkan forum diskusi panas tentang leadership. Sulit di ungkapkan dengan kata dan kalimat yang utuh untuk menggambarkan betapa kuat dan hebatnya rasa ini.Andai saja SH. Mintardja atau Asmaraman S, Ko, Ping Ho masih hidup dan diminta untuk mengisahkan cerita ini, bisa jadi ratingnya mengalahkan kisah cinta antara endang widuri dengan arya saloka, atau mahesa jenar dengan rara wilis, atau bahkan bisa mengalahkan kisah legendaris upasara wulung dengan diah ayu gayatri.

layaknya sebuah kisah kasih dimana ada pertemuan juga pasti ada perpisahan. Kisah ini berawal dari Malming with R. Janjian malam minggu ala anak baru gede disebuah tempat nongkrong yang terkenal. Dan cerita ini akan segera berakhir di sebuah tempat pestanya para pendaki. Penasaran? tunggu lanjutannya dalam cerita bersambung "Kenang aku dihatimu seperti ibumu dan biarkan aku tetap menjadi gayatrimu"




📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata