Showing posts with label Desa Wisata. Show all posts
Showing posts with label Desa Wisata. Show all posts

Thursday, October 30, 2025

2. Desa Wisata Nongkosawit


Pagi baru saja membuka tirai di Desa Wisata Nongkosawit. Kabut tipis masih menempel di pucuk bambu, sementara angin lembut berhembus membawa aroma tanah yang basah semalam. Di tengah halaman rumah joglo yang teduh, bunyi gamelan pelan-pelan mengisi udara—ting, dung, ting, dung—mengalun seperti sapaan ramah dari masa lalu.

Di satu sudut, Ibu-ibu tersenyum sambil memukul bilah logam kuningan, menciptakan irama yang membuat hati ikut menari. Tak jauh dari situ, sepasang tangan muda tengah sibuk merangkai manik-manik warna-warni menjadi gelang cantik. Setiap simpul tali seperti mengikat makna: kesabaran, ketelatenan, dan cinta pada tradisi. Lalu di halaman rumput yang hijau, seorang penari berbalut kebaya kuning mulai menggerakkan tubuhnya. Lenggoknya lembut, tapi berwibawa—seolah setiap gerakan adalah doa bagi bumi Nongkosawit.

Di desa ini, wisata bukan sekadar datang dan melihat, tapi ikut hidup di dalamnya. Setiap nada gamelan mengajak kita mendengar harmoni, setiap kerajinan mengajarkan makna tangan yang bekerja, dan setiap tarian mengingatkan bahwa budaya bukan barang pajangan, melainkan napas yang terus berdenyut.

Nongkosawit tidak menjual gemerlap, tapi menghadirkan keindahan dalam kesederhanaan. Ia mengajarkan kita bahwa kekayaan sejati ada pada kebersamaan, pada tawa yang lahir dari gotong royong, dan pada rasa bangga menjaga warisan.

Saat matahari naik, cahaya menimpa wajah-wajah yang penuh semangat. Di sini, masa lalu dan masa kini bersatu, menciptakan harmoni yang membuat siapa pun betah berlama-lama. Nongkosawit bukan sekadar desa wisata—ia adalah panggung kecil di mana budaya hidup kembali dengan senyum yang tulus dan irama yang abadi.



Thursday, August 26, 2021

,

Buku dengan judul Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Desa Wisata ini, merupakan buku yang ke-3 yang kami tulis berdasarkan hasil telaahan dan kajian yang dilakukan di Kelurahan Kakaskasen Dua Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, Kelurahan Teritip Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, dan Desa Punten Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Penulisan buku pertama merupakan hasil telaahan dan kajian di desa Leang-Leang Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, Desa Kuin Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, dan di Desa Cijawura Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Penulisan buku kedua merupakan hasil telaahan dan kajian di desa Toronipa Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, Desa Bungus Selatan Kota Padang Provinsi Sumatera Barat dan di desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Sebagaimana dua buku sebelumnya, buku ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan masukan dan mendorong kreatifitas para Kepala Dinas yang Menangani Pariwisata atau pihak terkait guna mengembangkan kepariwisataan di pedesaan, khususnya di desa yang memiliki potensi daya tarik wisata baik berupa alam maupun budaya.
Melalui pengembangan desa wisata, masyarakat di pedesaan ‘dibuka’ wawasannya agar mereka mengerti dan menyadari bahwa lingkungan pedesaan tempat mereka tinggal yang dianugerahi keindahan alam/keunikan budaya, memiliki peluang usaha dan peluang lapangan kerja yang besar yang dapat mereka manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraannya.




Sunday, September 24, 2017

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya.

Di Kota Semarang sudah semakin tumbuh dan berkembang Kelompok-kelompok Sadar Wisata antara lain :
1. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) PANDANARAN
    Desa Wisata Kandri RT 02 RW II Siwarak Kel. Kandri, Kec. Gunungpati
2. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KANDANG GUNUNG
    Desa Wisata Nongkosawit, Nongkosawit Utara 02/01 Nongkosawit Gunungpati
3. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) WONOLOPO
    Desa Wisata Wonolopo, Jln Raya Kuripan No 21 002/01 Wonolopo Kec. Mijen
4. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) SUKOMAKMUR
    Jl Raya Talun Kacang 05/03 Talun Kacang, Kel Kandri Kec. Gunungpati
5. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KAMPUNG ANGGREK
    Kampung Wisata Anggrek, Dusun Sodong Kel. Purwosari Kec. Mijen
6. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) JAMALSARI
    Kampung Wisata Jamalsari, Jl. Jamalsari Timur 05/02 Kel. Kedungpane Kec. Mijen
7. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) BINA TAPAK LESTARI
    Kampung Wisata Mangrove, Jl Raya Tapak 01/04 Tapak Kel. Tugurejo Kec Tugu
8. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) JATILANGGENG
    Kampung Wisata Jatirejo, Jl Potrowongso Raya 05/01 Kel Jatirejo Kec Gunungpati
9. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) CEPOKO
    Kampung Wisata Cepoko, Jl Cepoko Raya Kel Cepoko, Kec. Gunungpati

Panduan Tentang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat didownload link dibawah ini : 
PANDUAN POKDARWIS


Tuesday, May 27, 2014


Ngintir Kali Artinya mengikuti aliran air sungai ke arah hilir. Ngintir Kali Sunan Kalijogo artinya mengikuti aliran sungai mengikuti jejak petilasan sunan kaljogo ketika membawa kayu jati melawati Goa Kreo Untuk Pembangunan Masjid Demak

Thursday, April 17, 2014




Desa Wisata Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Semarang memiliki berbagai keunggulan agrokultur. Lahan yang luas ditanami pepaya, cabai, durian montong, dan jeruk.dan juga untuk peternakan kambing dan sapi. Potensi atraksi budaya berupa kesenian tradisional setempat, seperti kuntulan, kuda lumping dan seni sapi sagolo-golo 
Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mendukung Kelurahan Nongkosawit  sebagai desa wisata andalan di kota Semarang. Dukungan pemerintah ini adalah dengan digelontorkannya dana sebesar Rp 7,5 juta untuk desa-desa bagi yang sedang dibina maupun yang sudah menjadi desa wisata. 
Bantuan disampaikan pada acara "Fasilitasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Berbasis Desa Wisata Di Jawa Tengah tahun 2012" 

Wednesday, April 16, 2014

1. Paket Wisata Minat Khusus
Petulangan Seru Panjat Tebing di Tepi Pantai Selatan. 
Cocok untuk : Kelompok Hobi Petulangan, Backpaker, Gathering bersama komunitas dan Outbund Training


Special Weekend At Siung Cliff And Beach

Sport Climbing At Siung Cliff
Sport Climbing dikemas untuk para atlet atau pemanjat tebing alam yang sudah mahir sebagai ajang ujicoba mental ataupun meningkatkan skill, endurance, power dan pemecahan jalur pemanjatan. Tersedia jalur mulai dari grade 5.9 sd 5.12 b.

Fun Climbing At Siung Cliff
Fun Climbing dikemas dalam sebuah aktifitas panjat tebing yang menyenangkan, menumbuhkan motivasi dan keberanian untuk mengambil keputusan dengan jalur yang disesuaikan dan prosedur keselamatan yang memadai. Lokasi di Tebing Siung Yogyakarta dan Pemandu Teknis sangat Berpengalaman.


Informasi selengkapnya dan gallery tebing siung dapat disimak di www.tebingsiung.tk

Thursday, April 10, 2014

Maksud:
Mengembangkan kelompok masyarakat yang dapat berperan sebagai motivator, penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi berkembangnya kepariwisataan, serta memiliki kesadaran akan peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

Sunday, March 16, 2014


Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. ( Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata BudayaYogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3)
Terdapat dua konsep yang utama dalam komponen desa wisata :
1. Akomodasi : sebagian dari tempat tinggal para penduduk setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk.

2. Atraksi : seluruh kehidupan keseharian penduduk setempat beserta setting fisik lokasi desa yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipasi aktif seperti : kursus tari,bahasa dan lain-lain yang spesifik.
Sedangkan Edward Inskeep, dalam Tourism Planning An Integrated and Sustainable Development Approach, hal. 166 memberikan definisi : Village Tourism, where small groups of tourist stay in or near traditional, often remote villages and learn about village life and the local environment. Inskeep : Wisata pedesaan dimana sekelompok kecil wisatawan tinggal dalam atau dekat dengan suasana tradisional, sering di desa-desa yang terpencil dan belajar tentang kehidupan pedesaan dan lingkungan setempat.















📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata