Friday, October 4, 2024

 Dalam rangka mempromosikan potensi Desa Wisata Pudakpayung, Pengelola Deswita yang difasilitasi Kecamatan Banyumamik dan disbudpar kota semarang akan menggelar lomba foto di wisata Curug Kedung Kudhu, Jembatan Dung Kopyah dan Ondorante serta penanaman pohon akan digelar pada 19 Oktober 2024. Lomba yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 9 juta.



Dalam upaya promisi ini pengurus deswita dan Pemerintah Cecamatan Banyumanik menggandeng berbagai komunitas anak muda yang bergerak di dunia model, fotografi dan kepariwisataan antara lain : Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang serta komunitas fotografi Semarang, Komunitas Fotografer Semarang (KFS), Komunitas Fotografer Kota Lama Semarang, Komunitas Diajeng Semarang (KDS), Komunitas Denok Kenang Semarang serta Karang Taruna Kota Semarang.

Untuk menambah hidupnya hasil jepretan peserta lomba, disiapkan model Semarang, baik yang tergabung dalam Komunitas Denok Kenang maupun Komunitas Diajeng Semarang. "Dipastikan suasana akan hidup dan meriah,'' kata Muhammad Sang Ketua Pelaksana, dalam rilisnya Jumat 4 Oktober 2024.

Untuk pendaftaran peserta dibuka mulai 12 Oktober hingga 19 Oktober 2024. Pengiriman hasil karya 22 Oktober dan pengumuman juara lomba 2 November 2025

Sebelum memasuki kawasan Curug Kedung Kudhu, ada vihara yang selalu dikunjungi biksu dari Thailand, yg memiliki nilai sejarah tinggi, yakni Vihara Shimma 2500 Buddha Jayanti.

Masih di kawasan tersebut, wisatawan bisa berwisata berkuda, belajar musik kolintang maupun belajar gamelan. Sedangkan atraksi wisata lainnya, ada Vihara Buddha Gaya Watugong, Masjid Al Aliy, kampung kuliner dan bank sampah.

Semangat semua pihak dan warga untuk mewujudkan Pudakpayung menjadi destinasi wisata sangat luar biasa. Lurah Pudakpayung Pamirah mencoba membuat dan melengkapi atraksi wisata tersebut dengan sajian kuliner tradisional khas Pudakpayung, yakni Sego Berkat ( sejahterakan wargo dengan peran serta masyarakat).

"Apabila wisatawan sudah mengalir, maka kesejahteraan warga akan terwujud, " Kata Muhammad.

Untuk suksesnya lomba fotografi ini, dipersilakan semua komunitas fotografi, jurnalis foto serta peminat fotografi untuk mengikuti kegiatan ini.


Sunday, April 14, 2024

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menyebut jumlah kunjungan wisata ke Ibu kota Jawa Tengah mengalami peningkatan 32 persen hingga hari ketiga libur Lebaran tahun 2024 ini. Hal ini disampaikan Sub Koordinator Informasi Budaya & Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Agus Kariswanto, Jumat (12/4). Jumlah kunjungan wisata ke Kota Semarang sampai kemarin mencapai 162 ribu. Hari ini data belum masuk, namun kalau dihitung periode sama dibanding tahun lalu naik 32 persen," kata Karis, sapaannya. 

Salah satu destinasi wisata jujugan adalah kawasan Kota Lama Semarang yang masih menjadi andalan. Destinasi wisata Kota Lama Semarang merupakan salah satu wisata yang paling sering dikunjungi. "Jelas nomor satu kawasan Kota Lama. Kota Lama Semarang saat ini masih peringkat pertama di kunjungan wisata di Jawa Tengah," jelasnya. 


Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kota Lama mulai berbenah. Semakin cantik dan tertata hingga disebut Little Netherland, mengingat pada area ini dulunya merupakan fokus pembangunan di masa penjajahan Belanda. Tidak hanya itu, Kota Lama menawarkan wisata dengan suasana tempo dulu, dikelilingi bangunan kuno masa kolonial Belanda, dengan sebagian besar bangunan telah direvitalisasi.  "Paling favorit itu destinasi Kota Lama Semarang. Kemudian ada Pantai Marina dan Museum Lawang Sewu," sebut Karis. Wisata lain seperti Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang Zoo, Goa Kreo, juga turut mengalami peningkatan pengunjung.  Menurutnya, cuaca cerah dan relatif sejuk dibanding tahun sebelumnya menjadi salah faktor wisatawan tertarik datang ke kota Semarang. "Karena tahun lalu cuaca saat lebaran sangat panas, sedangkan tahun ini relatif sejuk. Sehingga  pergerakan pengunjung wisata juga lebih oke. Hanya saja, data itu masih sementara dan akan terus berkembang. Karena tahun lalu justru pasca lebaran terjadi lonjakan pengunjung," imbuhnya. 

Senada, Manager Operasional dan Pengembangan Semarang Zoo, Swandito Widyotomo mengatakan,  selama Libur Lebaran 2024, Semarang Zoo menargetkan 50 ribu pengunjung. "Target Semarang Zoo selama libur Lebaran 2024 ini adalah 50 ribu pengunjung untuk khusus event Lebaran," kata dia. Tentu saja, pihaknya berharap dengan skenario libur lebaran dari Pemerintah yang cukup panjang, bisa menambah jumlah wisatawan yang datang. "Rata-rata harian sudah di angka 4000 pengunjung  tapi belum di titik puncak. Kalau berkiblat dari tahun sebelumnya, puncaknya bisa sampai 7000-8000 pengunjung," imbuh dia. Pihaknya memprediksi, puncak kunjungan wisatawan akan terjadi pada Sabtu dan Minggu 12-13 April 2024. 

"Untuk prediksi puncaknya, Sabtu Minggu dan susulan terakhir kemungkinan pada syawalan. Karena kita berdekatan dengan area Kendal Kaliwungu. Apalagi biasanya momen liburan bagi warga Kendal Kaliwungu adalah di Syawalan," jelasnya. Terkait wahana baru yang ada di Semarang Zoo yang digadang bisa menarik minat wisatawan, Swandito menyebut beberapa gebrakan.  "Wahana yang baru kita rilis ada Reptile Cave. Itu wahana khusus untuk aneka reptil. Kemudian ada kegiatan lain seperti Carnivore Feeding Adventure," imbuhnya. 

Carnivore Feeding Adventure ini mengajak pengunjung untuk menguji nyali dengan cara memberi makan satwa-satwa karnivora. "Selama ini Carnivore Feeding bersifat tentatif, lokasinya juga lebih privat. Kita memberikan kesempatan masyarakat untuk merasakan sensasi memberikan makanan ke harimau. Pastinya terjangkau untuk semua pengunjung yang ingin memberikan makan pada harimau. Tapi, untuk yang privat itu jelas berbeda karena sangat dekat dengan harimau pastinya masih dalam ruang lingkung keamanan yang kita jaga," paparnya.


Wednesday, March 27, 2024

 Quality tourism dan sustainable tourism memiliki banyak persamaan, tetapi juga memiliki perbedaan yang penting. Berikut ini adalah penjelasan mengenai persamaan dan perbedaan keduanya:

Persamaan:

  1. Berorientasi pada Pengalaman Wisata yang Berkualitas: Baik quality tourism maupun sustainable tourism menekankan pentingnya pengalaman wisata yang memuaskan bagi para wisatawan. Keduanya mengutamakan pelayanan yang ramah, fasilitas yang berkualitas, dan kegiatan wisata yang unik dan berkesan.

  2. Pemeliharaan Lingkungan: Keduanya memiliki fokus pada perlindungan dan pelestarian lingkungan alam dan budaya. Baik quality tourism maupun sustainable tourism berusaha untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam, seperti polusi dan kerusakan habitat.

  3. Manfaat bagi Komunitas Lokal: Baik quality tourism maupun sustainable tourism berupaya untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam industri pariwisata. Keduanya menciptakan lapangan kerja lokal, mempromosikan kegiatan budaya dan seni lokal, serta mendukung pengembangan infrastruktur sosial.

  4. Partisipasi dan Kemitraan: Keduanya mengutamakan keterlibatan aktif dan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, dan wisatawan dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata. Dengan melibatkan semua pihak terkait, tujuan-tujuan quality tourism dan sustainable tourism dapat lebih efektif dicapai.

Perbedaan:

  1. Fokus Utama: Quality tourism terutama menekankan pada pengalaman wisata yang berkualitas, sedangkan sustainable tourism lebih berfokus pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

  2. Prioritas: Quality tourism mungkin lebih cenderung memprioritaskan pengalaman wisatawan dan kepuasan pelanggan, sementara sustainable tourism mungkin lebih cenderung memprioritaskan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

  3. Tujuan Jangka Panjang: Sustainable tourism memiliki fokus jangka panjang yang lebih kuat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan budaya, sementara quality tourism mungkin lebih terfokus pada penciptaan pengalaman wisata yang menyenangkan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

Meskipun memiliki perbedaan dalam fokus dan prioritas, baik quality tourism maupun sustainable tourism merupakan pendekatan yang penting dalam memastikan bahwa pariwisata berkembang secara bertanggung jawab, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat. Idealnya, kedua pendekatan ini dapat digabungkan untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bermakna


Quality tourism adalah konsep yang menekankan pada pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan bagi para wisatawan serta masyarakat lokal yang terlibat. Konsep ini tidak hanya menekankan pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pengalaman yang diperoleh wisatawan, dampak positif terhadap lingkungan, serta manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas setempat.

Berikut adalah beberapa komponen utama dari konsep quality tourism:

  1. Pengalaman Wisata yang Berkualitas: Quality tourism menempatkan penekanan pada pengalaman wisatawan yang memuaskan dan berkesan. Hal ini meliputi fasilitas yang berkualitas, layanan yang ramah dan profesional, serta kegiatan wisata yang unik dan autentik.

  2. Pemeliharaan Lingkungan: Konsep quality tourism berusaha untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alam dan budaya. Ini mencakup praktik-praktik ramah lingkungan seperti pengelolaan sampah yang baik, konservasi alam, dan pendidikan lingkungan bagi para wisatawan.

  3. Manfaat bagi Komunitas Lokal: Quality tourism berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang terlibat dalam industri pariwisata. Hal ini bisa dicapai melalui penciptaan lapangan kerja lokal, pembangunan infrastruktur sosial, dukungan terhadap kegiatan budaya dan seni lokal, serta partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pariwisata.

  4. Keterlibatan dan Kemitraan: Konsep ini mendorong keterlibatan aktif dan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, dan wisatawan dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata. Dengan melibatkan semua pihak terkait, tujuan-tujuan quality tourism dapat lebih efektif dicapai.

  5. Pemberdayaan Budaya Lokal: Quality tourism menghargai dan mempromosikan warisan budaya dan tradisional masyarakat lokal. Hal ini meliputi perlindungan terhadap situs-situs bersejarah, dukungan terhadap seni dan kerajinan lokal, serta pengembangan program-program edukasi budaya bagi wisatawan.

Dengan menerapkan konsep quality tourism, sebuah destinasi pariwisata dapat menciptakan pengalaman yang bermakna bagi para wisatawan, sambil menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ini merupakan pendekatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam industri pariwisata


Sunday, March 17, 2024

 

Setelah menyelesaikan pendakian di Gua Hira dengan penuh semangat dan kekhusyukan, saya  memutuskan untuk pulang menggunakan taksi. Namun, apa daya, di tengah perjalanan kami diperdaya oleh sopir taksi yang mengaku tahu jalan dengan baik. Kami diturunkan di sisi lain Masjidil Haram dan diminta untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Dengan bantuan Google Maps, kami berusaha menentukan arah pulang, namun kenyataannya jaraknya masih 1,5 jam berjalan kaki ke arah hotel menginap.

Dalam kelelahan dan kebingungan, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa taksi lagi Dengan menunjukkan tujuan titik di map dan meminta sopir taksi baru untuk mengikuti map yang sudah saya tentukan. 

Akhirnya dengan lega sampai di hotel dengan selamat. Pengalaman itu mengajarkan saya untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang asing, bahkan di tempat suci sekalipun.



Sabtu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan mendaki ke Gunung Jabal Noor untuk melihat Gua Hira, tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Dengan semangat menyala, saya melangkah dengan hati yang penuh harap, siap untuk menghadapi petualangan.

Di tengah perjalanan mendaki, keheningan pagi tiba-tiba terganggu oleh kehadiran seorang fotografer yang mendekati saya dengan kamera di tangannya. Dengan senyum lebar, dia berusaha memaksa saya untuk berpose di depan kamera tanpa seijin saya. Saya merasa terganggu dengan tindakannya yang tiba-tiba dan meminta dia untuk menghormati privasi saya. Namun, dia terus bersikeras, mengatakan bahwa dia bisa mengambil foto-foto yang bagus dan saya bisa membelinya nanti.

Tidak bersedia untuk terlibat dalam transaksi semacam itu, saya menolak dengan tegas. Namun, fotografer itu tidak mengendurkan usahanya dan mulai meminta uang dengan keras, menuntut pembayaran atas layanan yang belum saya minta. Dalam keadaan tegang, kami terlibat dalam sebuah keributan, dengan saya berbicara dalam bahasa Indonesia dan dia dalam bahasa arab.

Meskipun sulit untuk berkomunikasi karena perbedaan bahasa, saya tetap bersikeras  tidak akan membayar untuk layanan yang tidak saya minta, dan meminta dia untuk meninggalkan saya dan melanjutkan pendakian.


Sunday, December 17, 2023



Aplikasi Koncodolan adalah inovasi terbaru dari Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. yang dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan menemukan lokasi wisata yang menarik di Kota Semarang. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap, meliputi Calender Of Event, Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Amenitas dan Database Pariwisata dan Budaya. 

Fitur Calender Of Event merupakan Atraksi Seni Budaya, Pameran, Fesyen, Sport Tourism dan lainnya yang ditampilkan secara bulanan dalam setahun. Fitur Daya Tarik Wisata terbagi ke dalam beberapa ruang lingkup antara lain wisata alam, wisata religi, wisata belanja, wisata heritage, desa wisata dan paket wisata.

Data Amenitas dengan tampilan simpel, terintegrasi dengan google maps memudahkan wisatawan dalam mencari penginapan, restoran, tempat nongkrong, karaoke maupun spa di Kota Semarang. Sementara itu data Aksesibilitas memudahkan wisatawan yang akan bepergian menggunakan sarana transportasi umum, bus wisata dan rental mobil untuk mobilitas selama di Kota Semarang.

 Database Pariwisata menjadi fitur pembeda dengan aplikasi pariwisata sebelumnya yaitu terdiri dari Database 13 Jenis Usaha Pariwisata by name by adress serta publikasi hasil-hasil Riset Pariwisata dan Budaya yang diperlukan para mahasiswa untuk tugas akhir atau penelitian dan juga para pelaku usaha pariwisata untuk mengetahui potensi dan tren pasar wisata, jumlah kunjungan wisatawan,  dan indikator statistik lainnya.

Aplikasi koncodolan ini terintegrasi dengan website pariwisata.semarangkota.go.id, tidak hanya memberikan informasi tentang pariwisata tetapi juga terintegrasi dengan petunjuk arah google maps. Dan untuk peningkatan layanan berupa informasi, interaksi, transaksi pariwisata akan dikembangkan pada Aplikasi Koncodolan ini sehingga diharapkan semakin besar dalam memberi dampak bagi masyarakat dan pelaku wisata yang ada di Kota Semarang.

Download Konco Dolan - Apps on Google Play

Buka Website Disbudpar || Semarang (semarangkota.go.id)


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata