Thursday, January 23, 2020

A. Level Konflik
1. Konflik dalam diri individu sendiri (intraindividual conflict)
adalah konflik yang dialami seseorang karena adanya pertentangan dalam diri individu tersebut.
2. Konflik Antar Individu (Interindividual Conflict)
adalah konflik yang dialami seseorang karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan pada saat yang sama pada satu atau beberapa pihak.
3. Konflik Organisasi (Organizational Conflict)
adalah konflik yang terjadi dalam proses berinteraksi dengan organisasi.

B. Pendekatan Manajemen Konflik
Minimal ada dua pendekatan dalam manajemen konflik yaitu :
1. Management of conflict
yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk menyelaraskan konflik yang ada sehingga resiko dampak negatif konflik bisa dihindarkan. Ciri utama pendekatan ini adalah konflik memang telah ada secara wajar dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi dilandasi dengan tujuan yang bersifat curative atau penyembuhan.
2. Management by conflict
Usaha-usaha yang dilakukan untuk memenage aktifitas kelompok dengan cara menciptakan konflik. Ciri utama pendekatan ini adalah konflik yang terjadi memang sengaja diciptakan kemudian dikendalikan secara ketat dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dua pendekatan ini sudah berkali kali saya implementasikan dalam organisasi yang berbeda, dan paling ampuh dalam konsolidasi organisasi olahraga adalah menciptakan musuh bersama untuk mencapai sebuah tujuan besar seperti Pekan Olahraga Nasional, Pekan Olahraga Propinsi ataupun Sea Games dan Asean Games

Wednesday, January 22, 2020


RESOLUSI 2020

Kehidupan itu seperti mendaki gunung. Untuk mencapai puncaknya butuh waktu dan perjuangan, setelah di puncak tak akan tinggal untuk selamanya. Semakin tinggi gunung yang akan didaki, semakin rumit rutenya, semakin komplek peralatannya dan semakin lama waktu yang dibutuhkan dan semakin tinggi pula kapasitas yang dibutuhkan oleh pendaki yang akan menggapai puncaknya.

Demikian pula kehidupan, untuk mencapai tujuan yang kita inginkan membutuhkan waktu dan perjuangan sehingga aku memilih untuk terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG kehidupan. Untuk itu aku akan selalu belajar meningkatkan kapasitas diri dan bertindak lebih nyata dalam beribadah kepada Tuhan, berbakti kepada orang tua, memimpin keluarga, berinteraksi dengan  masyarakat, serta berinovasi dalam pekerjaan. Pembelajaran itu bukan sekedar untuk diriku sendiri namun aku akan berbagi dengan orang lain agar lebih bermanfaat untuk kehidupan di masa datang.

Beribadah Kepada Tuhan adalah hak sekaligus kewajiban setiap manusia yang beragama. Maka hidup akan dapat kujalani lebih mudah apabila setiap aktifitas yang kulakukan bertujuan untuk ibadah. Berbakti kepada orang tua bukan sekedar ajaran kebaikan, namun merupakan sebuah keasadaran diri untuk selalu mengingat kehidupan kita sejak masa dalam kandungan, lahir sebagai bayi, tumbuh menjadi anak – anak, remaja dan dengan segala kasih sayang orang tua dalam  membesarkan dan mendidikku sehingga menjadi diriku saat ini.

Keluarga adalah tempat pembelajaran pertama bagi orang tua dan anak – anaknya. Sebagai Kepala Keluarga, aku memilih untuk memberi contoh dalam detail – detail kehidupan sebagai cara untuk mendidik anak – anak dan keluarga. Memberi contoh beribadah sebelum menyuruh anak beribadah, memberi contoh sopan santun sebelum menegur perilaku anak yang kurang santun, dan contoh detail perilaku hidup lainnya.

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Sudah sewajarnya membangun hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat sebagai perwujudan rasa saling membutuhkan antar sesama manusia. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain karena untuk membangun sesuatu yang  lebih tinggi dan lebih besar diperlukan kolaborasi.

Bekerja bukan sekedar mencari uang, menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran kita, lebih dari itu bekerja adalah ekspresi jiwa dan perasaan seseorang untuk menghasilkan karya terbaik  bagi umat manusia. Untuk itu aku akan selalu mencoba menghasilkan karya terbaik dengan terus berinovasi dan berkolaborasi.

 Maka aku akan terus BELAJAR MENDAKI GUNUNG, bukan hanya sebagai hobi melainkan agar aku bisa belajar menjalani  kehidupan ini dengan lebih kuat dan lebih baik.



                                                                                              Gd. Pandanaran, 07 -01 -20

                                                                                                                                           

           Kariswisata.id

Tuesday, January 21, 2020


Kaka has a new bicycle. He is so happy with it. Nobody are not allowed to touch it but himself. Though he is not good enough to ride it, he is fond of it so much. He still learns to ride it because the sadle makes his feet quite too high to reach the floor. Aunty Tyas gladly helps him each time he wants to ride around the front yard. Sometimes he lays the bike down on the floor and pretends to be a mechanic fixing a broken bike and muttering his own words in his fantasy world.
Go go, Kaka! You can do it, boy!


Friday, January 10, 2020

It was an exhausted early morning, when I have spent the night to take care of my wife. It seemed to be her time to deliver the baby. I was rushing out with my bike to catch a taxi for her. I stopped one in a crossroad nearby. The taxi followed me home to take my wife who was in great pain. The taxi run fast across the road to the hospital and I followed it behind. Not long after that, we arrived at the hospital and took care of the administration for a couple of minutes and moved to "IGD" to find my wife there, still in pain, but I couldn't find the taxi driver to pay for the fare. Where was he? Well, I was stunned to see the taxi driving away aut of the hospital. How come? I run after it, trying to shout out loud to stop it. The taxi slowed down before me, then the glass of the from door opened, and what I saw was only the right hand of the driver come out through the window glass with the thumb up, then the taxi moved fast again, left me there stood still trying to figure out what happened.

As far as I knew, It was the passengers who were usually runaway from the taxi (as a fraud action), but this was the other way around compared with what I experienced. My conclusion at that time was only that the taxi driver was a very good fellow and that's all. So, I wished him every luck in his life for helping me and my wife. But you know, it was not the only reason. He said there is a belief amongst drivers that if there is a delivering pregnant woman he will get a big luck. OH I see.. So, that was the case of what happened then. 

Kisah Kelahiran #Dikadut

Thursday, January 9, 2020


Yesterday night I couldn't sleep well. I was waiting for a good news. Aunty Nung and Father said that my lil bro would come out from Mom's belly. Wow, I couldn't wait to see him and play with him.

When I play with Aunty in the morning, Father told me by the phone that my lil brother had been born and was named ADIKA. Wow, I was so excited to hear that. But I have to wait for some time to see him because I am now in Semarang and he is still in a hospital in Jogja.


Cerita #kakadut



Sunday, October 21, 2018


Dalam rangka memenuhi tugas dan kewajiban instansi yang diamanahkan, terkadang kita tidak mengenal waktu apakah hari kerja ataukah hari libur. Karena mempertemukan jadwal yang pas antar stakeholder tidaklah mudah sehingga hari minggu pun menjadi pilihan.
Seperti juga pada hari minggu kemaren, kami bersama rekan - rekan belajar dan beguru ke undip untuk memastikan bahwa kebijakan - kebijakan yang diambil diputuskan by riset sehingga dapat mencapai sasaran yang diharapkan serta dapat mengeliminir kesalahan - kesalahan.
Universita Diponegoro atau lebih dikenal dengan nama undip adalah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Kota Semarang, sehingga wajar apabila keberadaannya sangat mempengaruhi warna warni kebijakan kota Semarang. Seperti halnya UGM di Jogja atau juga UNS di Solo dan sebagainya.
Semoga hasil pembelajaran ini bisa diterapkan dalam pelaksanaan program - ptogram di masa kini dan mendatang.

Saturday, January 6, 2018

Delapan tahun kau tinggalkan suami dan anak-anakmu, namun kami semua masih merasakan hangatnya kasih sayangmu. Pendidikan formalmu yang hanya sekolah dasar tak membuatmu seperti orang biasa  yang hanya kenal dapur, sumur, kasur. Visimu begitu jelas, nasehat-nasehatmu begitu terarah, perjuanganmu untuk keluarga begitu gigih hingga apapun kesulitan seakan kau hadapi sendiri. Bahkan kami anak-anakmu baru tahu semua pengorbananmu, semua penderitaan sakitmu, dan semua perjuangan kerasmu setelah kau tinggalkan kami.

Mama, waktu memang tak mungkin berputar kembali sehingga kami anak-anakmu yang nakal, yang bandel, yang suka membuatmu kecewa tak akan memperbaikinya sekarang untukmu. Kami semua hanya bisa mendoakanmu yang terbaik dan terus mengenang jasa-jasamu. Kami semua hanya bisa dengan bangga menceritakan kisah hebatmu. Kami semua selalu menyimpan kerinduan untukmu. Kerinduan yang harus kami aktualisasikan dalam karya - karya penuh rasa.

Mama, rasa rindu yang terimplementasi dalam karya anak-anakmu sudah dimulai. Rasa rindu yang selalu menjadi penyemangat kami dalam suka dan duka. Rasa rindu yang tak berkesudahan itulah yang akan selalu menumbuhkan kontribusi nyata anak-anakmu untuk cita-citamu yang belum selesai.

Mama, rasa rindu itu akan sangat terasa dibulan - bulan mendekati hari meninggalmu. Jumat dini hari bersejarah yang kau pilih sebagai hari terakhirmu di dunia. Hari terakhirmu seakan menunggu harapan dan asamu tentang kami, anak-anakmu. Dan kisah itu selalu kujadikan kisah inspiratif perjuangan seorang anak untuk mewujudkann harapan ibunya hingga kini...

Mama. Semoga kau tenang di Sana

Semarang, 07.01.18

Anak yang paling menyayangimu

📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata