Tuesday, April 29, 2014

Judul diatas sepintas memang nyleneh, tapi mari kita ikuti dulu ulasannya sebagai berikut :
Seorang frontliner dituntut berpakaian rapi, necis, berdasi, sisiran rapi, wangi dan sebagainya karena merupakan ujung tombak di depan dalam pelayanan kepada user, nasabah ataupun pelanggan. Seorang fronliner juga dituntut memahami produk, prosedur-prosedur juga harus pandai komunikasi agar menjadi luwes dan mudah bergaul dan pelanggan.

Disisi lain, ketika ada komplain atau protes dari pelanggan maka frontliner jugalah yang harus menghadapi ditingkatan paling depan, dan lagi-lagi dasarnya adalah pengetahuan mengenai produk dan prosedur-prosedur baku dari institusi atau perusahaan. Seorang frontliner tidak boleh dan tidak punya wewenang untuk mengambil sebuah kebijakan yang pada hakekatnya adalah penyimpangan dari aturan, walaupun tujuannya positif.

Disinilah terkadang kesabaran dan kemampuan kita yang sebenarnya di uji, Ketika Pejabat diajak berdebat dengan pelanggan akan cenderung menggunakan kewenanyannya untuk mengambil kebijakan untuk menyudahi konflik, sedangkan seorang frontliner dituntut mengolah kata-kata sedemikian rupa agar pelanggan mau mengerti dengan aturan baku yang sudah di tetakan perusahaan/institusi.

Pengalaman inilah yang beberapa waktu lalu ku alami. Sebagai seorang Frontliner, aku harus melayani komplain pejabat daerah yang harus antri ketika ambil uang. Namun dia maunya dilayani lebih dahulu, atau malah klo bisa cukup pesan dari rumah dan menyuruh pelayan atau pembantunya untuk mengambil uang yang dibekali slip yang sudah ia tanda tangani. Lalu?.... anda sudah bisa menebak bukan?......... Semoga ada manfaatnya, SELAMAT BERJUANG BAGI PARA Frontliner  YANG MASIH BARU di Institusi apapaun.......pekerjaan apapun asal halal dan niatnya ibadah insya allah diridhoi hasilnya oleh Tuhan. Amien

Suatu ketika saya lagi sakit, badan panas, suhu agak tinggi sehingga terasa demam, tapi badan rasanya lengket pengen mandi. Dengan menahan rasa dingin yang sangat, aku pergi ke kamar mandi dan segera melepas pakaian. Tanpa disengaja maka aku mandi dengan urutan tertentu, mula-mula aku celupkan telapak tanganku ke dalam gayung, lalu kucipratkan air dari gayung ke tangan sampai siku, setelah itu gayung ku angkat dan air kusiramkan ke kedua kakiku, lalu aku mengambil air lagi ke dalam bak mandi dan kusiramkan ke kaki makin ke atas, makin ke atas perlahan lahan dan terus ke atas sampai akhirnya siraman gayung ke 7 atau 8 tepat menyiram mukaku.
Itu kulakukan karena aku merasa dingin ketika sakit mau mandi, berbeda di kala sehat, begitu habis lepas baju langsung byur byur byur menyiram seluruh tubuh dengan air bak mandi. Namun beberapa waktu kemudian aku membaca sebuah artikel tentang mandi yang benar, ternyata justru cara mandinya seperti ketika aku sedang sakit.... waduh...
Kupikir-pikir ada benarnya juga, karena dengan mandi seperti ketika aku sedang sakit, maka tubuh kita akan mengalami penyesuaian suhu secara perlahan sehingga akan terhindar dari perubahan suhu yang ekstrem.... semoga ada manfaatnya...

Foto Kenangan Merbabu STP Ampta Yogyakarta Tahun  2002 Via Jalur Wekas.
Kenangan Pendakian Merbabu bersama UGM, UNY dan USD Yogyakarta 1995

Saturday, April 26, 2014


Pasca sosialisasi olahraga panjat tebing yang dikemas dalam gelaran "Climbing On Sunday Morning" jadwal dipenuhi anak-anak yang ingin berlatih. Bahkan ada yang keluarganya ikut memotivasi kepada anaknya agar bisa memanjat jalur sampai atas dan akan diberikan bonus oleh ibunya. Hal ini sangat menarik dan sesuai dengan tujuan awal dari sosialisasi dimaksud.


2 Atlet andalan sleman terpaksa menjadi belayer dan instruktur anak - anak pada saat jadwal latihan dibanding berlantih manjat karena antusiasme dari anak - anak yang sedemikian besar. Apakah Effect CSM ini akan terus bertahan atau hanya hangat-hangat tahi ayam?

Sunday, April 20, 2014












Gelaran Sosialisasi Panjat Tebing Masuk Desa yang diberi nama " Climbing On Sunday Morning" diikuti oleh 77 Peserta dengan rincian usia sd sebanyak 50 peserta, smp 13 peserta dan sma 14 peserta. Jumlah ini diluar perkiraan panitia yang menargetkan hanya 50 peserta . Hampir sebagian peserta diantarkan oleh orang tua masing - masing mengingat paradigma bahwa olahraga panjat tebing itu ekstrem dan berbahaya, sehingga orang tua merasa perlu untuk mendampingi. Hal ini juga disampaikan oleh orang tua peserta pada saat sosialisasi kegiatan ini dalam rapat rukun warga di dusun klebengan beberapa waktu yang lalu.

Gelaran Climbing On Sunday Morning memang bertujuan untuk merubah paradigma panjat tebing itu ekstrem menjadi olahraga yang aman dan menyenangkan ntuk digeluti sehingga di awal kegiatan, panitia menjelaskan kepada peserta dan penonton yang hadir tentang jenis peralatan dan safety prosedur olahraga panjat tebing yang dilanjutkan demontrasi pemanjatan oleh atlet junior sleman yaitu Seto (12tahun) , Granida (11Tahun) dan Vita (9 Tahun).

Panitia menyediakan 3 jalur pemanjatan untuk setiap kategori SD, SMP dan SMA, namun peserta SD yang ingin mencoba di jalur SMP atau SMA dan sebaliknya diperbolehkan

Dari pengamatan tim pemandu bakat fpti sleman, setidaknya menemukan 2 bibit atlet yang menonjol dibandingkan dari yang lain. Penilaian berdasarkan antusiasme, motivasi, mental terhadap ketinggian serta gerakan dasar. Kedua nama tersebut adalah Sita dan Amal. Dari 2 nama ini ditambah 8 nama lain yang masih akan dirapatkan oleh tim pemandu bakat, akan terus dibina dan dilatih di Fitriyani Climbing Arena.

Melihat antusiasme masyarakat dan partisipasi peserta yang membludak, FPTI Sleman akan mengagendakan acara ini di kesempatan lain untuk mencari bibit - bibit atlet usia dini yang lainnya. Harapannya dari ajang semacam ini akan muncul juara-juara baru sekelas Bayu dan Fitriyani yang telah membawa harum nama Kabupaten Sleman di arena Sea Games maupun Kejurnas Panjat Tebing.

Saturday, April 19, 2014


View Peta Wisata Semarang in a larger map

  1. Lawang Sewu
  2. Sam Poo Kong
  3. Masjid Agung Jawa Tengah
  4. Pantai Marina
  5. Taman Rekreasi Marina
  6. Museum Jamu Nyonya Meneer
  7. Museum Ronggowarsito
  8. Museum MURI
  9. Simpang Lima
  10. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah
  11. Gereja Blenduk
  12. Kawasan Kota Lama
  13. Waroeng Semawis
  14. Kelenteng Tay Kak Sie
  15. Lakers Club BSB
  16. Pagoda Watugong
  17. Wonderia
  18. Taman Margasatwa - Bonbin
  19. Water Blaster
  20. Taman Lele
  21. Museum Mandala Bhakti
  22. Graha Candi Golf, Padang Golf & Driving Range
  23. Gombel Golf, Padang Golf & Driving Range
  24. Candi Tugu
  25. Goa Kreo



📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata