Tuesday, April 28, 2026


Konsep 3 langkah penjualan ini sebenarnya sederhana tapi sering jadi pembeda antara konten/penjual yang “dilihat” vs yang “dibeli”. Urutannya penting—kalau loncat, biasanya hasilnya kurang maksimal.

1. Sell Your Self (Jual Dirimu Dulu)

Ini tahap membangun kepercayaan dan kedekatan.

Orang beli bukan cuma karena produk bagus, tapi karena percaya sama yang jual.
Di sini yang kamu “jual” adalah:

  • kepribadian (jujur, relatable, konsisten)
  • pengalaman (misalnya kamu pasien HD yang berbagi real experience)
  • value (edukatif, membantu, bukan sekadar jualan)

👉 Contoh:
Konten kamu soal makanan pasien HD → orang percaya karena kamu ngalamin sendiri, bukan teori doang.

Intinya: “Aku percaya sama kamu.”


2. Sell Your Idea (Jual Gagasan / Cara Pandang)

Setelah orang percaya, kamu mulai “mengarahkan cara pikir mereka”.

Di sini kamu:

  • kasih edukasi
  • ubah mindset
  • bikin orang merasa “oh iya juga ya”

👉 Contoh:

  • “Pasien HD bukan gak boleh makan enak, tapi harus tahu porsinya”
  • “Ngatur cairan itu bukan nyiksa diri, tapi nyelamatin tubuh”

Kamu belum jual produk, tapi menanamkan alasan kenapa sesuatu itu penting.

Intinya: “Masuk akal, aku setuju.”


3. Sell Your Product (Baru Jualan)

Nah, setelah trust + mindset kebentuk, baru masuk ke produk.

Di tahap ini:

  • orang sudah percaya
  • sudah paham kebutuhannya
  • tinggal ditawari solusi

👉 Contoh:

  • affiliate makanan rendah fosfor
  • alat bantu ukur cairan
  • atau rekomendasi produk tertentu

Jadi jualannya terasa:
👉 bukan maksa
👉 tapi seperti solusi yang memang dibutuhkan

Intinya: “Aku butuh ini.”


🔥 Alur Simpelnya

  1. Kenal & percaya kamu
  2. Setuju sama pemikiran kamu
  3. Baru beli dari kamu


⚠️ Kesalahan yang sering terjadi

Langsung ke step 3:

“Ini produk bagus, beli ya!”

Padahal:

  • belum kenal kamu
  • belum percaya
  • belum merasa butuh

Akhirnya… sepi.

Materi ini biasa ku sampaikan buat Pelatihan Sales Marketing Pelaku Desa Wisata di Kota Semarang agar naik kelas


Monday, April 27, 2026


HANDOUT Sesi 1: Memahami Target Pasar Paket Wisata

Durasi: 60 menit

🎯 Tujuan: Mengidentifikasi dan memahami siapa target utama dari paket wisata desa Anda

📚 A. Pemahaman Dasar

1. Apa Itu Target Pasar?

Target pasar adalah kelompok orang yang paling mungkin membeli dan menikmati produk atau layanan yang Anda tawarkan. Dalam konteks desa wisata, target pasar adalah siapa yang paling mungkin datang dan membeli paket wisata.

2. Segmentasi Pasar Wisata

Silakan beri tanda centang pada segmen pasar yang paling sesuai dengan kondisi desa Anda:

Segmen

Cocok? ()

Alasan (singkat)

Keluarga

Sekolah / Pendidikan

Perusahaan (outing/CSR)

Komunitas (hobi, sosial)

Wisatawan individu

Lainnya (tuliskan):


🧠 B. Diskusi Kelompok

Pertanyaan: Siapa yang paling sering datang ke desa wisata Anda?

Tuliskan berdasarkan pengalaman:

  • Kelompok usia:
  • Tujuan kunjungan:
  • Asal daerah:
  • Lama kunjungan rata-rata:
  • Kesan yang sering diucapkan pengunjung:

👤 C. Membuat Persona Wisatawan

Silakan kelompok Anda membuat 1 contoh persona wisatawan potensial yang cocok untuk paket wisata desa Anda.

Elemen

Isian

Nama Persona

Umur

Pekerjaan

Status (menikah, lajang)

Asal daerah

Motivasi berwisata

Kebutuhan khusus

Hambatan untuk datang

Alasan memilih desa Anda

Tips: Persona ini akan menjadi acuan untuk merancang cara komunikasi dan teknik penawaran Anda.

👤 Contoh Persona Wisatawan

Elemen

Isian

Nama Persona

Bu Tati

Umur

45 tahun

Pekerjaan

Guru Kelas 5 SD di Sekolah Swasta

Status (menikah, lajang)

Menikah

Asal daerah

Kota Bekasi

Motivasi berwisata

Memberikan pengalaman langsung kepada murid tentang proses menanam padi

Kebutuhan khusus

Tempat yang aman untuk anak-anak, toilet bersih, area parkir bus

Hambatan untuk datang

Terbatasnya dana sekolah dan waktu kunjungan yang hanya di akhir pekan

Alasan memilih desa Anda

Tersedia paket edukatif yang lengkap, ramah anak, dan ada pemandu lokal


📌 Catatan:

Persona ini dapat digunakan sebagai acuan saat peserta menyusun strategi komunikasi, penawaran, dan teknik closing pada sesi-sesi selanjutnya. Misalnya, saat menjelaskan manfaat paket: “Ibu guru seperti Bu Tati akan terbantu karena kami menyediakan program edukasi yang sesuai kurikulum dan aman untuk murid.”


Judul: Meningkatkan Penjualan Paket Wisata Melalui Direct Selling yang Efektif

Durasi: 5 Jam

Peserta: Pengelola Desa Wisata (Usia 40-50 Tahun)

Tujuan Pelatihan:

  1. Memahami target pasar untuk paket desa wisata.
  2. Menguasai teknik komunikasi yang persuasif.
  3. Menyusun dan menyampaikan penawaran yang menarik.
  4. Menggunakan teknik closing untuk meningkatkan penjualan.


Rundown Materi Pelatihan

Sesi 1: Memahami Target Pasar (60 menit)

Tujuan: Mengidentifikasi dan memahami siapa target utama dari paket wisata desa.

Materi:

  • Definisi target pasar
  • Segmentasi pasar wisata: keluarga, sekolah, perusahaan, komunitas
  • Teknik membuat persona wisatawan
  • Diskusi: Siapa yang paling sering datang ke desa wisata Anda?

Aktivitas:

  • Diskusi kelompok
  • Menyusun profil persona wisatawan

Sesi 2: Teknik Komunikasi Efektif (75 menit)

Tujuan: Mengembangkan kemampuan berbicara yang menarik dan persuasif.

Materi:

  • Komunikasi verbal dan non-verbal
  • Bahasa tubuh yang meyakinkan
  • Teknik mendengarkan aktif
  • Membangun kedekatan dan kepercayaan

Aktivitas:

  • Roleplay menyapa calon pelanggan
  • Simulasi komunikasi efektif

Istirahat (15 menit)


Sesi 3: Menjual Paket Wisata (60 menit)

Tujuan: Menyusun dan menyampaikan penawaran yang menarik.

Materi:

  • Struktur pitch penjualan (Masalah → Solusi → Manfaat)
  • Teknik storytelling dalam penjualan
  • Menjelaskan keunggulan paket wisata
  • Contoh skrip penawaran

Aktivitas:

  • Menulis skrip penawaran
  • Latihan presentasi antar peserta

Sesi 4: Teknik Closing Penjualan (60 menit)

Tujuan: Menyelesaikan proses penjualan secara efektif.

Materi:

  • Tanda-tanda minat dari calon pembeli
  • Teknik closing:
    • Alternatif pilihan
    • Batas waktu
    • Manfaat tambahan
  • Mengatasi keberatan

Aktivitas:

  • Simulasi teknik closing
  • Evaluasi dan umpan balik

Sesi 5: Rencana Tindak Lanjut (60 menit)

Tujuan: Praktik langsung seluruh teknik yang telah dipelajari.

Kegiatan:

  • Menyusun Target Pasar
  • Menyusun Brand Story Untuk Penawaran
  • Membuat Manajemen Waktu Pelaksanaan
  • Evaluasi

Saturday, April 25, 2026

Rising gracefully in Central Java, Mount Ungaran is a favorite for first-time hikers thanks to its moderate trails, lush forests, and rewarding summit views. If you’re new to hiking, this guide will walk you through the best routes and practical techniques to help you reach the top safely and enjoyably.

Gunung Ungaran

Why Choose Mount Ungaran for Your First Hike?

Located near Semarang, Mount Ungaran offers:

  • Manageable elevation (around 2,050 mdpl)
  • Multiple trail options
  • Scenic tea plantations, pine forests, and open savannas
  • Clear paths compared to more technical mountains

Main Hiking Routes on Mount Ungaran

1. Basecamp Mawar (Bandungan) – Most Recommended for Beginners

📍 Access via Bandungan

Highlights:


Wednesday, March 4, 2026

Visi Sibarista: Menciptakan kemandirian pelaku pariwisata dalam membidik pasar industri pariwisata serta meningkatkan kualitas promosi dan penjualan paket wisata secara kreati

Misi : 

1. Pemberdayaan Komunitas: Menjadi wadah belajar bersama bagi pengelola desa wisata, hotel, restoran, dan pemandu wisata.

2. Peningkatan Kemampuan Pemasaran: Membekali peserta dengan teknik pemasaran digital, penggunaan media sosial, dan pembuatan konten kreatif.

3. Adol Paketan (Jualan Paket): Mendorong kolaborasi antar pelaku wisata untuk menjual paket wisata terintegrasi, yang terbukti meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Semarang.

4. Peningkatan Kualitas Layanan: Memastikan produk wisata yang dijual memiliki standar layanan yang baik dan mampu bersaing. 


Program Kerja Sibarista 

1. Sibarista Marketer Award 

Ini merupakan program unggulan tahunan yang berfungsi sebagai ajang kompetisi sekaligus ruang tumbuh bagi para pemasar di sektor pariwisata.

Peserta: Melibatkan pelaku usaha dari sektor hotel, restoran, kafe, desa wisata, destinasi daya tarik wisata (DTW), hingga sektor hiburan 

Tahapan: Mencakup tes tertulis, wawancara, hingga pembekalan intensif bagi para finalis 

Tujuan: Melatih kemandirian peserta dalam membidik pasar industri pariwisata secara efektif 

2. Marketing Skill Up

Program pelatihan teknis yang rutin diadakan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran para anggota komunitas dan pelaku wisata lokal.

Edisi Khusus: Contohnya adalah pelatihan khusus untuk pengembangan desa wisata, seperti upaya mencetak "10 Kandri Baru"  untuk mendongkrak kunjungan lokal 

Materi: Fokus pada teknik digital marketing, pembuatan konten kreatif, dan strategi penjualan paket wisata 

3. Inovasi "Adol Paketan Sibarista"

Sebuah inisiatif kolaboratif untuk menciptakan dan memasarkan paket-paket wisata terintegrasi di Kota Semarang.

Kurasi Paket: Anggota komunitas bekerja sama melakukan kurasi terhadap destinasi potensial untuk dibundel menjadi paket perjalanan yang menarik bagi wisatawan nusantara .

Dampak: Program ini dilaporkan memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan angka kunjungan wisatawan ke Kota Semarang

4. Pendampingan & Monitoring (Evaluasi)

Kegiatan rutin berupa rapat koordinasi dan evaluasi untuk memastikan program kerja berjalan sesuai target.

Koordinasi: Melibatkan Disbudpar sebagai fasilitator dan komunitas Sibarista sebagai mitra pendamping bagi pelaku wisata yang baru merintis



 

Ayo Dodolan Paket Wisata Semarang Melalui Pemberdayaan Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata” ADOL PAKETAN SIBARISTA


Latar Belakang

Kota Semarang telah menjadi Kota Tujuan Wisata menempati peringkat pertama di Jawa Tengah dengan angka kunjungan wisatawan mencapai 5,3 Juta pada tahun 2022 dan 6,4 Juta pada tahun 2023. Kondisi ini belum terasa dampaknya bagi masyarakat pengelola desa wisata (deswita) dan rintisan wisata (rista) di Kota Semarang. Data statistik tahun 2022 menunjukkan kontribusi angka kunjungan wisatawan Nusantara rista dan deswita  0,69?n untuk wisatawan mancanegara 0,24% terhadap total Wisatawan Kota Semarang.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya atraksi dan produk wisata, kurangnya kemampuan membuat dan menjual produk wisata dan belum optimalnya kegiatan penjualan paket wisata oleh pengelola deswita dan rista sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kepala Dinas telah menginisiasi pemecahan masalah ini dengan membentuk Tim Inovasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang melalui Surat Keputusan No. B/823/1763/VI/2022.

Ada 10 rista dan deswita yang menjadi target sasaran untuk di intervensi meliputi  Desa Wisata Kandri, Omah Ampiran Wonolopo, Desa Wisata Jamalsari, Wisata Taman Setambran, Wisata Dung Tungkul, Desa Wisata Nongkosawit, Kampung Pilah Sampah Tinjomoyo, Kampung Jambu Kristal, Kampung Batik, Kampung Pelangi dengan membuat inovasi berupa gerakan sosial “ Ayo Dodolan Paket Wisata Semarang Melalui Pemberdayaan Komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata” atau di singkat ADOL PAKETAN SIBARISTA

Adol Paketan Sibarista memberi dampak kontribusi yang significant terhadap angka kunjungan wisatawan Kota Semarang tahun 2023. Kontribusi angka kunjungan wisatawan Nusantara naik menjadi 3?n wisatawan mancanegara naik menjadi 9,3% terhadap total wisatawan Kota Semarang, dengan pendapatan melalui penjualan paket wisata mencapai total 2.923.033.000

Adol Paketan Sibarista merupakan bukti nyata kemampuan pemerintah untuk membuat Gerakan yang partisipatif, sistematis dan berkelanjutan  dalam memberdayakan masyarakat dan memanfaatkan platform Media Digital untuk meningkatkan dampak ekonomi sektor pariwisata terhadap masyarakat lokal pengelola deswita dan rista di Kota Semarang.

Data statistik wisatawan tahun 2022 menunjukkan dari 5,3 juta wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang, 77% diantara berkunjung ke 5 Daya Tarik Unggulan yang dikelola Pemerintah dan Swasta, 22,4 % berkunjung ke beberapa daya tarik wisata lainnya yang dikelola perorangan dan swasta serta 0,6% tersisa mengunjungi rintisan daya tarik wisata dan desa wisata yang dikelola masyarakat lokal untuk meningkatkan dampak ekonomi sektor pariwisata bagi Masyarakat lokal.

Berkaca dari data-data diatas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang membangun inovasi berupa Gerakan Ayo Dodolan Paket Wisata Semarang melalui komunitas Sinau Bareng Pemasaran Pariwisata  disingkat “Adol Paketan Sibarista” dengan target  sasaran pengelola deswita dan rista yang di Kelola Masyarakat.

Gagasan ini berasal dari pengamatan terhadap program pemerintah Kota Semarang sebelumnya yaitu Ayo Wisata Ke Semarang yang sangat berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan Kota Semarang. Dari pertimbangan diatas maka inovasi ini memilih aksi gerakan sosial sekaligus untuk memastikan bahwa kegiatan ini walaupun di inisiasi dan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, namun aksi – aksi yang dilaksanakan merupakan Gerakan dari, oleh dan untuk Masyarakat termasuk melibatkan CSR dan swadaya Masyarakat dalam pembiayaannya. Pembangunan kepariwisataan khususnya melalui promosi, pemasaran dan penjualan produk wisata. Gerakan ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai fasilitator, namun seluruh program kegiatan berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dalam komunitas sibarista.

Tujuan

Inovasi Adol Paketan Sibarista adalah sebuah Gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan dampak ekonomi lokal masyarakat pelaku wisata sehingga masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja namun juga berpartisipasi aktif dalam Pembangunan kepariwisataan khususnya melalui promosi, pemasaran dan penjualan produk wisata. Gerakan ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai fasilitator, namun seluruh program kegiatan berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dalam komunitas sibarista.

Manfaat

Tumbuhnya motivasi dan partisipasi masyarakat, berkembangnya kompetensi tata Kelola pemasaran dan penjualan serta meningkatnya transaksi penjualan paket wisata dan masyarakat merasa diapresiasi atas capaian dalam membangun pariwisata di wilayahnya.


Wednesday, February 25, 2026

Kampung Jajan Pasar Bangetayu Kulon yang berlokasi di Bugen Utara RW 03, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang, merupakan destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik dan berkesan. Di tempat ini, pengunjung dapat memilih beragam paket edukasi dan wisata menarik, mulai dari belajar kuliner tradisional, membuat tas sekolah, hingga wisata religi yang sarat makna.

Berikut beberapa pilihan paket yang dapat dinikmati:

1. Paket Edukasi Kuliner

Paket ini sangat cocok bagi para pecinta kuliner tradisional. Dalam durasi 3 jam, pengunjung akan disambut hangat dengan sajian snack serta pertunjukan tarian tradisional. Selanjutnya, peserta diajak belajar membuat Syrup Jahe dan Wedang Telang yang menyegarkan.

Tidak hanya itu, peserta juga dapat mengikuti kelas memasak untuk membuat hidangan tradisional seperti Nasi Merah, Manyung Gembus, dan Es Putu Mayang. Paket ini sudah termasuk makan siang serta kunjungan ke pusat pembuatan tas.

Harga paket ini adalah Rp70.000 per orang dengan minimal 20 peserta.

2. Paket Pembuatan Tas Sekolah

Bagi yang menyukai aktivitas kreatif, paket ini menjadi pilihan yang tepat. Dengan durasi 2 jam, pengunjung akan mendapatkan sambutan meriah sebelum diajak mengunjungi UMKM Syrup Jahe dan UMKM Tas.

Di sana, peserta akan memperoleh edukasi mengenai proses produksi serta kesempatan untuk mencoba langsung membuat tas sekolah.

Paket ini ditawarkan dengan harga Rp70.000 per orang dengan minimal 15 peserta.

3. Paket Musholla Ka’bah

Untuk pengunjung yang menginginkan pengalaman spiritual, tersedia Paket Musholla Ka’bah. Dalam waktu 3 jam, peserta akan diajak berziarah ke Musholla Ka’bah sekaligus mengikuti kegiatan edukatif.

Pengunjung dapat belajar membuat souvenir berupa gantungan kunci rajut, serta mengikuti kelas memasak jajanan pasar seperti Klepon dan Putu Mayang. Paket ini sudah termasuk makan siang.

Harga paket ini adalah Rp80.000 per orang dengan minimal 20 peserta.


Segera rencanakan kunjungan Anda ke Desa Wisata Kampung Jajan Pasar Bangetayu Kulon dan rasakan langsung pengalaman wisata yang edukatif, kreatif, serta penuh nilai kebersamaan.


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata