Monday, June 1, 2026


Jika berkunjung ke Desa Wisata Kandri hari ini, mungkin sulit membayangkan bahwa kawasan yang ramai oleh wisatawan, kegiatan edukasi, dan berbagai atraksi budaya ini pernah mengalami masa-masa yang tidak mudah.

Sunday, May 31, 2026

kariswisata.com adalah platform blog perseroangan yang dikelola oleh karis seorang ASN penggerak dan pemberdaya masyarakat melalui pendampingan desa wisata, Blogger, Pendaki Gunung dan Penyintas Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 dengan Hemodialisa. Menceritakan Pengalaman Hidupnya untuk menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan pembacanya khususnya generasi muda (Gen X dan Gen Z).



Untuk berkomunikasi dan menghubungi penulis bisa melalui email kariswisata.id (at) Gmail.com atau whatshap ke 0812121975. Untuk mengetahui lebih detail tentang sosok karis silahkan Klik Link pada tiap Judul Berikut :


Selain mengelola aku blog ini untuk mengkampanyekan beberapa hal seperti Berbagi Pengalaman Pasien Hemodialisa di tiktok @Ginjaltalk, Berbagai pengalaman mendaki gunung dan wisata di youtube kariswisata.id, untuk berbagi cerita pendampingan desa wisata di tiktok @sibaristasmg dan akun personal media sosial di tiktok @kariswisataid dan instagram @kariswisata.id 


Thursday, May 7, 2026


Jumat kemaren engkau pamit, masa kerjamu telah habis dan kamu akan kembali ke Kampus untuk menyelesaikan kuliah. Namun hati kita terlanjur begitu dekat, setiap hari aku memandangmu dari jarak dekat, mengajakmu makan siang, membimbingmu dan selalu ngobrol di sela sela kesibukan kerjamu. Banyak momen bersama, banyak cerita yang kita buat dan banyak pula kenangan yang tertinggal di hati.

Sore itu tiba tiba kamu mengirimkan pesan singkat bahwa kamu mau ikutan camping bersama teman2 yang lain. Sangat mendadak tapi aku senang. Kita Janjian jam 8 Malam di Indomaret Pupay sebagai titik kumpul beberapa rombongan yang berjumlah 8 orang. 4 Orang dari semarang dan 4 orang dari Jogja. Sungguh aku tak membayangkan sebelumnya akan peristiwa yang mendekatkan kita ini. 

Pada saat mendirikan tenda dome , kamu begitu terheran heran, sepertinya belum pernah pergi ke alam dengan peralatan gunung, lalu kamu dan teman teman masak air buat kopi untuk teman kita ngobrol sampai tengah malam. Hanya kamu dan 1 orang temanmu yang tidur dalam tenda dome menggunakan sleeping bag, karena yang lain tidur di diluar semua. Asumsinya tentu saja karena kamu pemula sementara yang lain sudah terbiasa dengan dinginnya malam di gunung.

Pagi hari bangun pagi bersama, terlihat kecantikanmu yang alami tanpa make up, kamu duduk di pinggir kolam sambil menikmati bubur panas buatan bersama, sementara kami sibuk mengabadikanmu dari sisi kolam yang lain, kamu begitu anggun, muda dan cantik. 

Selepas makan kita mancing bareng, alangkah senangnya dirimu menikmati keasyikan memancing apalagi saat umpan dimakan dan kamu berhasil menaikan ikan ke darat. Sambil terus memancing aku sangat memperhatikan setiap gerak gerikmu, setiap tingkahmu dan semuanya membuat aku kagum. Sementara teman teman yang lain tenggelam dalam sukacita memancing, aku terus mengamati dan memperhatikanmu dengan tulus. 

Segala aktifitas kita menjadi hal yang baru bagimu, terlihat betapa kamu sangat menikmatinya momen demi momen, waktu demi waktu dan akhirnya sudah sore saatnya kita pulang. Aku mengantarmu sampai ke rumah, aku mengembalikanmu pada budhemu, dan sepertinya diantara kita belum puas ketemu sehingga masih ada yang terasa ada yang kurang. Ada bagian hati yang kosong, sehingga aku memutuskan untuk memberimu hadiah jalan jalan di hari terakhirmu bekerja.

Naik Bianglala

Aktifitas hari ini benar - benar membekas dihatiku, naik kereta wisata senyummu terus mengembang, menikmati bunga bunga, selfie fi jembatan kaca, dan yang paling spektakuler adalah naik bianglala sambil ngobrolin tentang kamuh. Sungguh aku tak pernah berani naik bianglala, namun hari itu demi perpisahan kita maka aku punya cara mengatasi takutnya ketinggian dengan terus melihat senyummu, terus memandang wajahmu sambil mendengarkan kamu bercerita.

Bianglala belumlah akhir dari rangkaian cerita hari ini, karena kita mampir disebuah rumah makan yang ada kelincinya. dan aku benar benar takjub ketika dirimu rela menunda kepulangan hanya untuk bermain dengan kelinci kelinci itu sampai malam. Namun aku menyadari semakin malam pulangnya akan semakin beresiko karena aku harus mengantarmu sampai kos, dan akhir cerita hari itu adalah.... tanganmu terus menggemgam erat tanganku untuk memberiku kehangatan karena aku tidak memakai jaket di kedinginan malam lereng ungaran. selesai


Tuesday, April 28, 2026


Konsep 3 langkah penjualan ini sebenarnya sederhana tapi sering jadi pembeda antara konten/penjual yang “dilihat” vs yang “dibeli”. Urutannya penting—kalau loncat, biasanya hasilnya kurang maksimal.

1. Sell Your Self (Jual Dirimu Dulu)

Ini tahap membangun kepercayaan dan kedekatan.

Orang beli bukan cuma karena produk bagus, tapi karena percaya sama yang jual.
Di sini yang kamu “jual” adalah:

  • kepribadian (jujur, relatable, konsisten)
  • pengalaman (misalnya kamu pasien HD yang berbagi real experience)
  • value (edukatif, membantu, bukan sekadar jualan)

👉 Contoh:
Konten kamu soal makanan pasien HD → orang percaya karena kamu ngalamin sendiri, bukan teori doang.

Intinya: “Aku percaya sama kamu.”


2. Sell Your Idea (Jual Gagasan / Cara Pandang)

Setelah orang percaya, kamu mulai “mengarahkan cara pikir mereka”.

Di sini kamu:

  • kasih edukasi
  • ubah mindset
  • bikin orang merasa “oh iya juga ya”

👉 Contoh:

  • “Pasien HD bukan gak boleh makan enak, tapi harus tahu porsinya”
  • “Ngatur cairan itu bukan nyiksa diri, tapi nyelamatin tubuh”

Kamu belum jual produk, tapi menanamkan alasan kenapa sesuatu itu penting.

Intinya: “Masuk akal, aku setuju.”


3. Sell Your Product (Baru Jualan)

Nah, setelah trust + mindset kebentuk, baru masuk ke produk.

Di tahap ini:

  • orang sudah percaya
  • sudah paham kebutuhannya
  • tinggal ditawari solusi

👉 Contoh:

  • affiliate makanan rendah fosfor
  • alat bantu ukur cairan
  • atau rekomendasi produk tertentu

Jadi jualannya terasa:
👉 bukan maksa
👉 tapi seperti solusi yang memang dibutuhkan

Intinya: “Aku butuh ini.”


🔥 Alur Simpelnya

  1. Kenal & percaya kamu
  2. Setuju sama pemikiran kamu
  3. Baru beli dari kamu


⚠️ Kesalahan yang sering terjadi

Langsung ke step 3:

“Ini produk bagus, beli ya!”

Padahal:

  • belum kenal kamu
  • belum percaya
  • belum merasa butuh

Akhirnya… sepi.

Materi ini biasa ku sampaikan buat Pelatihan Sales Marketing Pelaku Desa Wisata di Kota Semarang agar naik kelas


Monday, April 27, 2026


HANDOUT Sesi 1: Memahami Target Pasar Paket Wisata

Durasi: 60 menit

🎯 Tujuan: Mengidentifikasi dan memahami siapa target utama dari paket wisata desa Anda

📚 A. Pemahaman Dasar

1. Apa Itu Target Pasar?

Target pasar adalah kelompok orang yang paling mungkin membeli dan menikmati produk atau layanan yang Anda tawarkan. Dalam konteks desa wisata, target pasar adalah siapa yang paling mungkin datang dan membeli paket wisata.

2. Segmentasi Pasar Wisata

Silakan beri tanda centang pada segmen pasar yang paling sesuai dengan kondisi desa Anda:

Segmen

Cocok? ()

Alasan (singkat)

Keluarga

Sekolah / Pendidikan

Perusahaan (outing/CSR)

Komunitas (hobi, sosial)

Wisatawan individu

Lainnya (tuliskan):


🧠 B. Diskusi Kelompok

Pertanyaan: Siapa yang paling sering datang ke desa wisata Anda?

Tuliskan berdasarkan pengalaman:

  • Kelompok usia:
  • Tujuan kunjungan:
  • Asal daerah:
  • Lama kunjungan rata-rata:
  • Kesan yang sering diucapkan pengunjung:

👤 C. Membuat Persona Wisatawan

Silakan kelompok Anda membuat 1 contoh persona wisatawan potensial yang cocok untuk paket wisata desa Anda.

Elemen

Isian

Nama Persona

Umur

Pekerjaan

Status (menikah, lajang)

Asal daerah

Motivasi berwisata

Kebutuhan khusus

Hambatan untuk datang

Alasan memilih desa Anda

Tips: Persona ini akan menjadi acuan untuk merancang cara komunikasi dan teknik penawaran Anda.

👤 Contoh Persona Wisatawan

Elemen

Isian

Nama Persona

Bu Tati

Umur

45 tahun

Pekerjaan

Guru Kelas 5 SD di Sekolah Swasta

Status (menikah, lajang)

Menikah

Asal daerah

Kota Bekasi

Motivasi berwisata

Memberikan pengalaman langsung kepada murid tentang proses menanam padi

Kebutuhan khusus

Tempat yang aman untuk anak-anak, toilet bersih, area parkir bus

Hambatan untuk datang

Terbatasnya dana sekolah dan waktu kunjungan yang hanya di akhir pekan

Alasan memilih desa Anda

Tersedia paket edukatif yang lengkap, ramah anak, dan ada pemandu lokal


📌 Catatan:

Persona ini dapat digunakan sebagai acuan saat peserta menyusun strategi komunikasi, penawaran, dan teknik closing pada sesi-sesi selanjutnya. Misalnya, saat menjelaskan manfaat paket: “Ibu guru seperti Bu Tati akan terbantu karena kami menyediakan program edukasi yang sesuai kurikulum dan aman untuk murid.”


Judul: Meningkatkan Penjualan Paket Wisata Melalui Direct Selling yang Efektif

Durasi: 5 Jam

Peserta: Pengelola Desa Wisata (Usia 40-50 Tahun)

Tujuan Pelatihan:

  1. Memahami target pasar untuk paket desa wisata.
  2. Menguasai teknik komunikasi yang persuasif.
  3. Menyusun dan menyampaikan penawaran yang menarik.
  4. Menggunakan teknik closing untuk meningkatkan penjualan.


Rundown Materi Pelatihan

Sesi 1: Memahami Target Pasar (60 menit)

Tujuan: Mengidentifikasi dan memahami siapa target utama dari paket wisata desa.

Materi:

  • Definisi target pasar
  • Segmentasi pasar wisata: keluarga, sekolah, perusahaan, komunitas
  • Teknik membuat persona wisatawan
  • Diskusi: Siapa yang paling sering datang ke desa wisata Anda?

Aktivitas:

  • Diskusi kelompok
  • Menyusun profil persona wisatawan

Sesi 2: Teknik Komunikasi Efektif (75 menit)

Tujuan: Mengembangkan kemampuan berbicara yang menarik dan persuasif.

Materi:

  • Komunikasi verbal dan non-verbal
  • Bahasa tubuh yang meyakinkan
  • Teknik mendengarkan aktif
  • Membangun kedekatan dan kepercayaan

Aktivitas:

  • Roleplay menyapa calon pelanggan
  • Simulasi komunikasi efektif

Istirahat (15 menit)


Sesi 3: Menjual Paket Wisata (60 menit)

Tujuan: Menyusun dan menyampaikan penawaran yang menarik.

Materi:

  • Struktur pitch penjualan (Masalah → Solusi → Manfaat)
  • Teknik storytelling dalam penjualan
  • Menjelaskan keunggulan paket wisata
  • Contoh skrip penawaran

Aktivitas:

  • Menulis skrip penawaran
  • Latihan presentasi antar peserta

Sesi 4: Teknik Closing Penjualan (60 menit)

Tujuan: Menyelesaikan proses penjualan secara efektif.

Materi:

  • Tanda-tanda minat dari calon pembeli
  • Teknik closing:
    • Alternatif pilihan
    • Batas waktu
    • Manfaat tambahan
  • Mengatasi keberatan

Aktivitas:

  • Simulasi teknik closing
  • Evaluasi dan umpan balik

Sesi 5: Rencana Tindak Lanjut (60 menit)

Tujuan: Praktik langsung seluruh teknik yang telah dipelajari.

Kegiatan:

  • Menyusun Target Pasar
  • Menyusun Brand Story Untuk Penawaran
  • Membuat Manajemen Waktu Pelaksanaan
  • Evaluasi

Saturday, April 25, 2026

Rising gracefully in Central Java, Mount Ungaran is a favorite for first-time hikers thanks to its moderate trails, lush forests, and rewarding summit views. If you’re new to hiking, this guide will walk you through the best routes and practical techniques to help you reach the top safely and enjoyably.

Gunung Ungaran

Why Choose Mount Ungaran for Your First Hike?

Located near Semarang, Mount Ungaran offers:

  • Manageable elevation (around 2,050 mdpl)
  • Multiple trail options
  • Scenic tea plantations, pine forests, and open savannas
  • Clear paths compared to more technical mountains

Main Hiking Routes on Mount Ungaran

1. Basecamp Mawar (Bandungan) – Most Recommended for Beginners

📍 Access via Bandungan

Highlights:


📌 Artikel Pilihan
Pendakian Merbabu
Pendakian Merbabu yang Selalu Haru Biru

Gunung Merbabu bukan sekadar tempat mendaki. Setiap langkah menyimpan cerita, perjuangan, dan haru yang selalu membuat rindu untuk kembali.

➜ Baca Selengkapnya

CATATAN HARIAN

Popular Posts

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Satu Malam, Ranjangku Seperti Kebanjiran

Malam itu aku terbangun karena celana dan sprei basah. Kukira hanya kejadian biasa, tetapi malam itulah awal perjalanan yang akhirnya membawaku menjalani hemodialisis. Sebuah kisah nyata tentang ujian, harapan, dan ikhtiar.

Baca Selengkapnya »
Hubungi Kami Kariswisata