Monday, June 1, 2026
3:38 AM
kariswisata.id
10kandribaru, sibarista
No comments
Sunday, May 31, 2026
8:00 PM
kariswisata.id
about karis, kariswisata
No comments
kariswisata.com adalah platform blog perseroangan yang dikelola oleh karis seorang ASN penggerak dan pemberdaya masyarakat melalui pendampingan desa wisata, Blogger, Pendaki Gunung dan Penyintas Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 dengan Hemodialisa. Menceritakan Pengalaman Hidupnya untuk menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan pembacanya khususnya generasi muda (Gen X dan Gen Z).
Untuk berkomunikasi dan menghubungi penulis bisa melalui email kariswisata.id (at) Gmail.com atau whatshap ke 0812121975. Untuk mengetahui lebih detail tentang sosok karis silahkan Klik Link pada tiap Judul Berikut :
2. Teriakan Saat Sahur Diklat CS Kur Kaliurang
3. Sejarah GinjalTalk: Berbagi dari Pengalaman, Menguatkan dalam Perjuangan
4. Mengapa Ida Menangis Saat Diklat Berakhir?
5. Ketika Para Rival Mau Duduk Satu Meja : Kisah Lahirnya Pagersemar yang Menyatukan Industri Hiburan Semarang
Thursday, May 7, 2026
Sore itu tiba tiba kamu mengirimkan pesan singkat bahwa kamu mau ikutan camping bersama teman2 yang lain. Sangat mendadak tapi aku senang. Kita Janjian jam 8 Malam di Indomaret Pupay sebagai titik kumpul beberapa rombongan yang berjumlah 8 orang. 4 Orang dari semarang dan 4 orang dari Jogja. Sungguh aku tak membayangkan sebelumnya akan peristiwa yang mendekatkan kita ini.
Pada saat mendirikan tenda dome , kamu begitu terheran heran, sepertinya belum pernah pergi ke alam dengan peralatan gunung, lalu kamu dan teman teman masak air buat kopi untuk teman kita ngobrol sampai tengah malam. Hanya kamu dan 1 orang temanmu yang tidur dalam tenda dome menggunakan sleeping bag, karena yang lain tidur di diluar semua. Asumsinya tentu saja karena kamu pemula sementara yang lain sudah terbiasa dengan dinginnya malam di gunung.
Pagi hari bangun pagi bersama, terlihat kecantikanmu yang alami tanpa make up, kamu duduk di pinggir kolam sambil menikmati bubur panas buatan bersama, sementara kami sibuk mengabadikanmu dari sisi kolam yang lain, kamu begitu anggun, muda dan cantik.
Selepas makan kita mancing bareng, alangkah senangnya dirimu menikmati keasyikan memancing apalagi saat umpan dimakan dan kamu berhasil menaikan ikan ke darat. Sambil terus memancing aku sangat memperhatikan setiap gerak gerikmu, setiap tingkahmu dan semuanya membuat aku kagum. Sementara teman teman yang lain tenggelam dalam sukacita memancing, aku terus mengamati dan memperhatikanmu dengan tulus.
Segala aktifitas kita menjadi hal yang baru bagimu, terlihat betapa kamu sangat menikmatinya momen demi momen, waktu demi waktu dan akhirnya sudah sore saatnya kita pulang. Aku mengantarmu sampai ke rumah, aku mengembalikanmu pada budhemu, dan sepertinya diantara kita belum puas ketemu sehingga masih ada yang terasa ada yang kurang. Ada bagian hati yang kosong, sehingga aku memutuskan untuk memberimu hadiah jalan jalan di hari terakhirmu bekerja.
Naik Bianglala
Aktifitas hari ini benar - benar membekas dihatiku, naik kereta wisata senyummu terus mengembang, menikmati bunga bunga, selfie fi jembatan kaca, dan yang paling spektakuler adalah naik bianglala sambil ngobrolin tentang kamuh. Sungguh aku tak pernah berani naik bianglala, namun hari itu demi perpisahan kita maka aku punya cara mengatasi takutnya ketinggian dengan terus melihat senyummu, terus memandang wajahmu sambil mendengarkan kamu bercerita.
Bianglala belumlah akhir dari rangkaian cerita hari ini, karena kita mampir disebuah rumah makan yang ada kelincinya. dan aku benar benar takjub ketika dirimu rela menunda kepulangan hanya untuk bermain dengan kelinci kelinci itu sampai malam. Namun aku menyadari semakin malam pulangnya akan semakin beresiko karena aku harus mengantarmu sampai kos, dan akhir cerita hari itu adalah.... tanganmu terus menggemgam erat tanganku untuk memberiku kehangatan karena aku tidak memakai jaket di kedinginan malam lereng ungaran. selesai
Tuesday, April 28, 2026
Konsep 3 langkah penjualan ini sebenarnya sederhana tapi sering jadi pembeda antara konten/penjual yang “dilihat” vs yang “dibeli”. Urutannya penting—kalau loncat, biasanya hasilnya kurang maksimal.
1. Sell Your Self (Jual Dirimu Dulu)
Ini tahap membangun kepercayaan dan kedekatan.
Orang beli bukan cuma karena produk bagus, tapi karena percaya sama yang jual.
Di sini yang kamu “jual” adalah:
- kepribadian (jujur, relatable, konsisten)
- pengalaman (misalnya kamu pasien HD yang berbagi real experience)
- value (edukatif, membantu, bukan sekadar jualan)
👉 Contoh:
Konten kamu soal makanan pasien HD → orang percaya karena kamu ngalamin sendiri, bukan teori doang.
Intinya: “Aku percaya sama kamu.”
2. Sell Your Idea (Jual Gagasan / Cara Pandang)
Setelah orang percaya, kamu mulai “mengarahkan cara pikir mereka”.
Di sini kamu:
- kasih edukasi
- ubah mindset
- bikin orang merasa “oh iya juga ya”
👉 Contoh:
- “Pasien HD bukan gak boleh makan enak, tapi harus tahu porsinya”
- “Ngatur cairan itu bukan nyiksa diri, tapi nyelamatin tubuh”
Kamu belum jual produk, tapi menanamkan alasan kenapa sesuatu itu penting.
Intinya: “Masuk akal, aku setuju.”
3. Sell Your Product (Baru Jualan)
Nah, setelah trust + mindset kebentuk, baru masuk ke produk.
Di tahap ini:
- orang sudah percaya
- sudah paham kebutuhannya
- tinggal ditawari solusi
👉 Contoh:
- affiliate makanan rendah fosfor
- alat bantu ukur cairan
- atau rekomendasi produk tertentu
Jadi jualannya terasa:
👉 bukan maksa
👉 tapi seperti solusi yang memang dibutuhkan
Intinya: “Aku butuh ini.”
🔥 Alur Simpelnya
- Kenal & percaya kamu
- Setuju sama pemikiran kamu
- Baru beli dari kamu
⚠️ Kesalahan yang sering terjadi
Langsung ke step 3:
“Ini produk bagus, beli ya!”
Padahal:
- belum kenal kamu
- belum percaya
- belum merasa butuh
Akhirnya… sepi.
Materi ini biasa ku sampaikan buat Pelatihan Sales Marketing Pelaku Desa Wisata di Kota Semarang agar naik kelas
Monday, April 27, 2026
HANDOUT Sesi 1: Memahami Target Pasar Paket Wisata
⏱ Durasi: 60 menit
🎯 Tujuan: Mengidentifikasi dan memahami
siapa target utama dari paket wisata desa Anda
📚 A. Pemahaman Dasar
1. Apa Itu
Target Pasar?
Target pasar
adalah kelompok orang yang paling mungkin membeli dan menikmati produk atau
layanan yang Anda tawarkan. Dalam konteks desa wisata, target pasar adalah
siapa yang paling mungkin datang dan membeli paket wisata.
2.
Segmentasi Pasar Wisata
Silakan beri
tanda centang pada segmen pasar yang paling sesuai dengan kondisi desa Anda:
|
Segmen |
Cocok? (✓) |
Alasan (singkat) |
|
Keluarga |
||
|
Sekolah /
Pendidikan |
||
|
Perusahaan
(outing/CSR) |
||
|
Komunitas
(hobi, sosial) |
||
|
Wisatawan
individu |
||
|
Lainnya
(tuliskan): |
🧠 B. Diskusi Kelompok
Pertanyaan:
Siapa yang paling sering datang ke desa wisata Anda?
Tuliskan
berdasarkan pengalaman:
- Kelompok usia:
- Tujuan kunjungan:
- Asal daerah:
- Lama kunjungan rata-rata:
- Kesan yang sering diucapkan
pengunjung:
👤 C. Membuat Persona Wisatawan
Silakan
kelompok Anda membuat 1 contoh persona wisatawan potensial yang cocok untuk
paket wisata desa Anda.
|
Elemen |
Isian |
|
Nama Persona |
|
|
Umur |
|
|
Pekerjaan |
|
|
Status
(menikah, lajang) |
|
|
Asal daerah |
|
|
Motivasi
berwisata |
|
|
Kebutuhan
khusus |
|
|
Hambatan
untuk datang |
|
|
Alasan
memilih desa Anda |
Tips:
Persona ini akan menjadi acuan untuk merancang cara komunikasi dan teknik
penawaran Anda.
👤 Contoh Persona Wisatawan
|
Elemen |
Isian |
|
Nama
Persona |
Bu Tati |
|
Umur |
45 tahun |
|
Pekerjaan |
Guru Kelas 5
SD di Sekolah Swasta |
|
Status
(menikah, lajang) |
Menikah |
|
Asal
daerah |
Kota Bekasi |
|
Motivasi
berwisata |
Memberikan
pengalaman langsung kepada murid tentang proses menanam padi |
|
Kebutuhan
khusus |
Tempat yang
aman untuk anak-anak, toilet bersih, area parkir bus |
|
Hambatan
untuk datang |
Terbatasnya
dana sekolah dan waktu kunjungan yang hanya di akhir pekan |
|
Alasan
memilih desa Anda |
Tersedia
paket edukatif yang lengkap, ramah anak, dan ada pemandu lokal |
📌 Catatan:
Persona ini
dapat digunakan sebagai acuan saat peserta menyusun strategi komunikasi,
penawaran, dan teknik closing pada sesi-sesi selanjutnya. Misalnya, saat
menjelaskan manfaat paket: “Ibu guru seperti Bu Tati akan terbantu karena kami
menyediakan program edukasi yang sesuai kurikulum dan aman untuk murid.”
Judul: Meningkatkan Penjualan Paket Wisata Melalui Direct Selling yang Efektif
Durasi: 5 Jam
Peserta: Pengelola Desa Wisata (Usia 40-50 Tahun)
Tujuan
Pelatihan:
- Memahami target pasar untuk paket desa
wisata.
- Menguasai teknik komunikasi yang
persuasif.
- Menyusun dan menyampaikan penawaran
yang menarik.
- Menggunakan teknik closing untuk meningkatkan penjualan.
Rundown Materi Pelatihan
Sesi 1:
Memahami Target Pasar (60 menit)
Tujuan: Mengidentifikasi dan memahami siapa
target utama dari paket wisata desa.
Materi:
- Definisi target pasar
- Segmentasi pasar wisata: keluarga,
sekolah, perusahaan, komunitas
- Teknik membuat persona wisatawan
- Diskusi: Siapa yang paling sering
datang ke desa wisata Anda?
Aktivitas:
- Diskusi kelompok
- Menyusun profil persona wisatawan
Sesi 2:
Teknik Komunikasi Efektif (75 menit)
Tujuan: Mengembangkan kemampuan berbicara yang
menarik dan persuasif.
Materi:
- Komunikasi verbal dan non-verbal
- Bahasa tubuh yang meyakinkan
- Teknik mendengarkan aktif
- Membangun kedekatan dan kepercayaan
Aktivitas:
- Roleplay menyapa calon pelanggan
- Simulasi komunikasi efektif
Istirahat (15 menit)
Sesi 3:
Menjual Paket Wisata (60 menit)
Tujuan: Menyusun dan menyampaikan penawaran
yang menarik.
Materi:
- Struktur pitch penjualan (Masalah →
Solusi → Manfaat)
- Teknik storytelling dalam penjualan
- Menjelaskan keunggulan paket wisata
- Contoh skrip penawaran
Aktivitas:
- Menulis skrip penawaran
- Latihan presentasi antar peserta
Sesi 4:
Teknik Closing Penjualan (60 menit)
Tujuan: Menyelesaikan proses penjualan secara
efektif.
Materi:
- Tanda-tanda minat dari calon
pembeli
- Teknik closing:
- Alternatif pilihan
- Batas waktu
- Manfaat tambahan
- Mengatasi keberatan
Aktivitas:
- Simulasi teknik closing
- Evaluasi dan umpan balik
Sesi 5: Rencana
Tindak Lanjut (60 menit)
Tujuan: Praktik langsung seluruh teknik yang
telah dipelajari.
Kegiatan:
- Menyusun Target Pasar
- Menyusun Brand Story Untuk
Penawaran
- Membuat Manajemen Waktu Pelaksanaan
- Evaluasi
Saturday, April 25, 2026
8:16 PM
kariswisata.id
hiburan, Mendaki Gunung
No comments
Rising gracefully in Central Java, Mount Ungaran is a favorite for first-time hikers thanks to its moderate trails, lush forests, and rewarding summit views. If you’re new to hiking, this guide will walk you through the best routes and practical techniques to help you reach the top safely and enjoyably.
Gunung Ungaran
Why Choose Mount Ungaran for Your First Hike?
Located near Semarang, Mount Ungaran offers:
- Manageable elevation (around 2,050 mdpl)
- Multiple trail options
- Scenic tea plantations, pine forests, and open savannas
- Clear paths compared to more technical mountains
Main Hiking Routes on Mount Ungaran
1. Basecamp Mawar (Bandungan) – Most Recommended for Beginners
📍 Access via Bandungan
Highlights:





